Jangan Pasrah Dong

Kali ini mau bikin posting-an yang rada serius ah. Temanya nyerempet politik, tapi tenang aja, ini bukan kampanye, sponsored post atau mengarahkan ke satu pihak tertentu. Semuanya murni isi pikiran akik.

Gara-garanya sih, beberapa minggu lalu gue baca status fesbuk temen gue tentang pemilihan caleg atau pileg. Intinya dia bingung mau milih caleg siapa karena gak ada yang dia kenal samsek. Nggak ada caleg yang memperkenalkan dirinya atau bikin program apa kek supaya orang-orang pada kenal. Rata-rata cuma modal bikin poster yang ditempel sembarangan di tiang, pohon, tembok, dll dsb. Mending ada yang kece. Rata-rata kan fotonya ala pasfoto atau sok asik gitu. Polusi mata banget deh.

vote

 

Continue reading

Atur Kebutuhan Rumah Tangga dengan Mandiri E-Cash

Hidup di zaman canggih kayak sekarang emang enak ya. Apa-apa lebih simple dan within reach. Contohnya, transaksi bank deh. Dulu saya ingeettt banget, waktu masih kuliah, jumlah ATM di Jakarta masih minimalis, dan terpusat di wilayah perkantoran aja. Alhasil, untuk narik duit, saya pun bela-belain antri di teller, padahal cuma mau ambil 50 ribu aja lho, hahaha… :P

Sekarang, jumlah ATM berjibun, terutama bank-bank besar seperti Mandiri dan lainnya. Para bank juga banyak yang bekerjasama sehingga kita bisa transfer dan bertransaksi di ATM yang bukan dimiliki bank tersebut. Pokoknya, asik banget lah.

Nah, baru-baru ini, ada lagi layanan yang bikin hidup jadi lebih simple lagi. Setelah era e-banking dan sms banking, kini muncul layanan yang menggunakan ponsel. Di Mandiri namanya mandiri e-cash. Untuk pake layanan ini, kita bisa menggunakan ponsel biasa, atau download aplikasinya di Google Playstore, App Store dan Blackberry World. Tapi, jaringan yang kita pake harus sesuai dengan jaringan yang masuk link Mandiri, di antaranya yaitu Telkomsel dan Indosat.

 

Continue reading

Tentang MLM

Barusan baca postingan blog orang tentang MLM yang di-share temen di FB. Isinya, aduuhh gue setuju pisaannn! Silakan baca di sini ya.

Kenapa gue berpendapat sama kayak Mbak Marthiany, sang owner blog itu? Soalnya, gue punya beberapa pengalaman kurang enak sama yang namanya MLM. Mulai dari sodara, temen, sampe kenalan baru. Jadi sampe sekarang, bawaannya gue curiga aja kalo ada teman lama yang ajak ketemuan. Pasti mau prospek MLM deh!

 

Continue reading

#10 Capres (Terganteng) 2014

Setelah Jokowi resmi menyatakan siap jadi Capres 2014, gue jadi keingetan sama tema capres terganteng yang pernah gue bahas sama Gina di twitter. Ceritanya, waktu itu gue dan Gina lagi ngebahas tentang beberapa blogger yang jadi buzzer seorang capres. Kata Gina (yang menulis skenario Habibie & Ainun, Ayat-ayat Cinta dll itu), jangan sampe gue mau nulis tentang capres tertentu untuk uang.

Ya iyalah, gue juga males Gin. Selain gak ada yang nawarin (rindu order Mbak?), nerima tawaran jadi buzzer politik itu risikonya gede cing. Selain merusak kredibilitas, aneh gak sih blog gue yang geje bin keemak-emakan ini ujug-ujug muji capres tertentu? Hahaha.. :D

Makdarit, kalo pun ngebahas tentang capres, mending diliat dari sisi lain, misalnya, dari kegantengan mereka gitu. Hobi gue banget ini mah, cari-cari cowok ganteng hihihi… :P

Anyway, berikut beberapa capres lokal yang gue pilih berdasarkan kegantengannya. FYI, postingan ini bebas biaya ya, alias bukan sponsored post. Dan semua opini ditulis berdasarkan penilaian pribadi *buset serius amat mentang-mentang nyerempet politik*

Continue reading

#9 Nadira’s Future Boyfriend (WTF?!?!?)

Di media lagi hangat-hangatnya berita tentang pembunuhan Ade Sara yang dilakukan mantan pacarnya + cewek baru si mantan. Banyak yang nggak habis pikir dengan kasus ini. Apalagi mengingat si pelaku, dan juga korban, baru berusia 19 tahun. Motifnya juga cetek, yakni cemburu dan sakit hati.

Gue sampe mewek tuh malem-malem baca wawancara beberapa media dengan ibunya Ade Sara. Beliau amat tenang, pemaaf dan berhati mulia. Padahal Ade Sara adalah anak semata wayang, yang amat dekat dengan ibunya. Apa-apa diceritain. Bahkan sang ibu jadi bestfriend utama Ade Sara untuk cerita macem-macem tentang kehidupan sosial dan masalah yang dia hadapi. *aduh ini ngetiknya langsung berkaca-kaca*

Gara-gara kasus itu, gue jadi keinget salah satu usulan tema dalam proyek #25themeswritingchallenge. Temanya berasal dari May yakni tentang kriteria pacar Nadira kelak dan di umur berapa kira-kira gue akan memperbolehkan dia pacaran.

Continue reading

Nadira Ikut Lomba

Rehat sejenak ya dari tantangan #25themeswritingchallenge yang baru sampe topik ke-8 padahal udah bulan Maret. Alamat itu tantangan bakal kelar lebaran monyet ini maahh.. *tutup muka*

Di postingan ini gue mau jadi rabid mom dulu ah, pamerin anak gitu cyin. Ceritanya, Sabtu kemarin, Nadira dan teman-temannya di sekolah ikut lomba drum band/marching band di Cibubur. Yang lomba anak-anak, tapi yang rempong ya ofkors emak-emaknya yee..

Apalagi buat gue, karena ini adalah pertama kalinya Nadira ikut lomba. Maklum, gue bukan ibu-ibu kompetitip dan tiger mom ala Amy Chua. Jadi anak gue gak pernah disuruh ikutan lomba macem-macem.

Continue reading

#8 Baking Passion (and Some Easy Peasy Recipes)

Okeh, tema kali ini adalah rikues dari Sally, Cici, dan Tyas. Baru ditulis sekarang setelah akik punya oven baru, hehehe.. :D

Kayaknya pernah gue bahas berkali-kali kalo gue itu aslinya gak bisa masak. Gue baru tergerak belajar masak setelah Nadira mau MPASI. Eh ambisi gue keterusan gara-gara liat sebuah blog seorang pembuat kue. Dia cerita, baking passionnya dimulai gara-gara pengen bikin kue ultah anaknya yang ke-1. Pas sukses, dia malah jadi hobi bikin kue macem-macem. Akhirnya dia terima pesenan kue dan lumayan sukses.

Wah, waktu baca itu, gue ternganga banget. Kalo dia bisa, masa gue gak bisa sih? Jadi deh gue berambisi belajar baking, murni otodidak cuma hasil gugel resep, terutama dari milis NCC. Pernah sih ikutan cooking class gratisan sekalian liputan. Tapi to be honest, di cooking class itu gue justru sibuk nyemilin kuenya, bukan belajar ilmunya, hahaha :P

Continue reading