Mirip Seleb

Kemarin, setelah anter Nadira les nari (will write about this soon), suami ngajakin jajan di pujasera deket lokasi les. Dia bilang, penasaran sama baksonya. Yowis, kita pun ke situ.

Suami pesen bakso, Nadira minta sosis bakar, gue minum es cendol. Murmer, enak dan gak pake lama. Total kerusakan bertiga jauh di bawah 50rb. Hepi!

Tapi bukan itu yang mau gue ceritain. Jadi, setelah anterin pesenan Nadira, owner gerai sosis bakar ngeliatin suami gue mulu. Setelah basbisbus dikit, si owner sosis bilang gini:

Continue reading

Reuni Membawa Bencana

Beberapa hari lalu, gue dikejutkan dengan sebuah berita di fesbuk. Jadi, gue dan temen-temen SMP di-tag seorang temen di sebuah foto. Pas gue buka, foto itu adalah foto seorang temen SMP kita, sebut aja namanya Mawar. Ditulis juga caption yang minta no telp dan cara menghubungi Mawar. Sebab, Mawar ini tiba-tiba menghilang secara misterius.

Awalnya gue bingung. Ada apa dengan Mawar? Tapi dari komen-komen yang muncul, akhirnya gue ngeh. Ternyata Mawar dicari-cari karena dia nipu seorang temen SMP gue yang lain. Nggak sedikit pula jumlahnya, sampai mencapai ratusan juta bok.

Setelah dirunut, kasus penipuan ini berawal dari reuni SMP gue tahun lalu. Emang, sejak reuni itu, hubungan dengan teman-teman SMP yang berpisah puluhan tahun kembali menghangat. Ada watsap grup, BB grup, FB grup, belum lagi saling add di socmed.

Continue reading

Salah Ukuran

Waktu kuliah dulu, gue kan ada pelajaran grammar. Nah menurut dosen gue, ternyata grammar itu gak selalu ikutin aturan baku. Feeling dan knowledge juga berperan penting.

Salah satu contohnya adalah waktu dosen gue kasih soal begini:

Situasi terjadi di toko baju. Seorang ibu lagi pilih-pilih baju untuk anaknya. Sambil pegang sehelai kaos, dia bakal bilang yang mana ayo? “I think this (will fit/fits) my son.”

Gue ya otomatis pilih will fit dan PD bakal bener 100%. Tapi, ternyata kata dosen gue, itu salah.

“Seorang ibu pasti tahu banget ukuran baju anaknya. Jadi dia tidak akan menerka dengan bilang ‘will fit’. Dia punya kemampuan dan pengetahuan untuk tahu pasti size baju mana yang pas untuk anaknya,” kata dosen gue yang juga seorang ibu.

Continue reading

Suami Simatupang

*Simatupang: siang malam tunggu panggilan*

Masih dari sisa perjalanan ke Tomohon dan Manado kemarin nih. Jadi ceritanya, pas lagi di mobil menuju Tomohon, gue dan rombongan ngobrol ngalor ngidul. Maklum, meski jalanan gak macet, tapi jauh juga cyin. 1 jam perjalanan Manado – Tomohon melalui jalur meliuk-liuk kayak ke Puncak bikin pegel. Tapi gak sepegel kemacetan Jakarta sih *halah OOT*

Nah, anggota rombongan kita yakni Ibu A, B dan C pada asik gosipin temen sekantor mereka. Sebut aja si Bapak X yang menurut mereka, anggota ISTI (Ikatan Suami Takut Istri) banget deh.

Continue reading

#12 Sambel adalah Kunci!

Halooo semuanya! Apa kabar? Udah hampir sebulan (eh atau lebih?) gak ngeblog, bahkan belum sempet reply komen samsek nih. Pelan-pelan ah mau berusaha dirajinin lagi :)

Anyway, kali ini mau lanjutin writing challenge yang diprakarsai sejak zaman baheula. Sampe malu bok, saking lamanya diniatin tapi gak lanjut-lanjut hahaha.. :P Tema kali ini adalah tentang makanan terfavorit yang idenya dikasih oleh Kokoh Arman. Warning, postingan ini mungkin bakal membuat air liur terbit. Harap maklum :D

Oke, jadi apa dong makanan terfavorit gue? Sebenernya sih ada banyak, maklum doyan makan :P Tapi kalo dieksplorasi lebih lanjut lagi, kayaknya jawabannya cuma 1, yaitu sambel.

Continue reading

Asli atau Palsu?

Dari dulu, sebenernya gue emang kurang demen sama barang palsu. Apalagi kalo barang KW yang dikasih label merek segede gaban. Yah, gimana yah. Maksa banget, ceunah.

Makanya, karena sadar diri kantong belum setebel konglomerat, gue milih barang-barang yang gak bermerek sekalian. Kalo beli tas di Melawai, cari yang tanpa logo samsek. Kalo sepatu, gue masih pernah beli lah. Di ITC gitu kan suka ada tuh sepatu Zara-zaraan yang modelnya lucu. Gue pernah beli 1-2x yang begini dengan pertimbangan modelnya kece, dan mereknya gak keliatan dari luar hehehe.. :P

Pas punya duit dikit, baru deh beli barang bermerek yang asli. Dan emang bener ya, ketauan bedanya. Meski barang palsu itu dari penampakan kadang 99% mirip sama barang asli, tapi dari kualitas, seringnya gak bisa disamain.

Anyway, these are some reasons on why we’d better say no to fake products, and say yes to original ones, IMHO. Here they are:

Continue reading

Saat Topengnya Terbuka

Buat yang berteman dengan gue di fesbuk, mungkin ngeh ya kalo belakangan ini gue akhirnya menunjukkan pilihan capres gue dengan share berita seputar si capres, foto-foto dan update status. Semua gue lakukan secara sadar, namun tetap berusaha nggak membabibuta.

Kenapa gue akhirnya keseret arus, termasuk nulis di blog segala? Ya alasan gue mirip-mirip lah sama editorial Jakarta Post yang heboh minggu lalu ini. Trus gue juga liat beberapa temen jurnalis dari media ibukota dan nasional yang gue kenal baik, mulai terbuka soal pilihannya. Alhasil, yuk mari kita buka-bukaan hihihi :D

Tapi, gue cukup ngerti dengan pameo “You are what you share.” Makanya gue berusaha menyelaraskan status dan apapun yang gue share, sesuai kepribadian gue. Dan itu gak sulit sih. Gue gak perlu extra effort untuk pura-pura segala. Wong gue memilih capres yang selaras dengan logika dan juga hati nurani pribadi.

Continue reading