Tiap hari setelah pulang kerja, gue selalu berusaha kasih waktu sebanyak-banyaknya untuk Nadira. Bukan, bukan karena takut dibilang karyawan bukan ibu, kayak celotehan gak jelas sang (so-called) ustaz. Tapi emang gue menikmatinya koq.
Jadi deh tiap malem pasti kita kruntelan berdua sambil Nadira cerita hari itu dia ngapain aja, atau tentang cita-citanya (jadi artis bok!), tentang teman-temannya di sekolah (terutama Doni dan Toni di postingan Monkey Love kemarin, hihihi)
dll dsb.
Nah, minggu lalu, selama dua hari berturut-turut, Nadira cerita kisah berikut ini nih:
G: Mbak Dira kalo di sekolah ngapain aja?
N: Main-main. Bu, bu, masa kemarin Siti bilang Mbak Dira jelek lho.
G: *ndredeg* Masa sih? Jelek gimana kata Siti?
N: Iya, kata Siti Mbak Dira jelek mukanya.
G: *mau nangis* *tahan nafas* Trus perasaan Mbak Dira gimana? Sedih nggak?
N: Nggak, Mbak Dira nggak sedih.
G: Bagus kalo gitu. Di dunia ini, nggak ada orang yang jelek. Semua orang itu cantiikk lho. Inget ya, Mbak.
N: Tapi Toni dan Doni gak cantik Bu.
G: Ya iya laah.. Toni dan Doni kan boys, jadi ganteng. *unyel-unyel*
Oh girl, if you only knew how I felt when you told me the story. The world is cruel out there, so being strong and confident are the only things you can do to face it. Please stay that way,ok?
Regardless what people say or will say about you in the future, remember, you’re still the prettiest girl I’ve ever seen. *rabid mom alert*
“There is only one beautiful child in the world, and every mother has it.” [Chinese proverb]