Baper sama Taytay

Okay, here’s the thing. Selain karena tuntutan pekerjaan, personally I love love love reading about celebrity gossips. Meski tau banyak yang exaggerated atau bahkan bokis, tetep aja, baca berita gosip artis is one of my guilty pleasures, ever.

Salah satu yang paliinggg gue suka adalah berita seputar Taylor Swift. Seperti yang gue pernah tulis dulu, Dek Taytay adalah salah satu seleb idola gue yang personally, gue akan rekomen ke Nadira untuk jadi role model. Cantik, berbakat, berprestasi dan produktif. Dia jagoan mengubah kisah cinta dan patah hatinya jadi sesuatu yang menghasilkan prestasi. Much much better daripada patah hati trus coba bunuh diri dengan minum baygon, yekan?

Saking senengnya ikutin gosip dan kabar tentang Taytay, gue suka baper sendiri bok. I feel like I live through her, hahahaha *tutup muka* Macam ABG aja ya, berimajinasi jadi Taylor Swift dengan hidupnya yang fabulous dan super happy itu 😆

Continue reading

Mul4n, Motherhood and Cyberbullying

Beberapa hari lalu, gue sempet gosipan ngobrol sama seorang temen (yang ternyata suka baca blog ini, hahaha *keringetan*). Topiknya, tentang kenapa Mul4n bikin video minta maaf ke M414. Menurut info yang didapat temen gue, ada alasan spesifik kenapa Mul4n nekat bikin video itu meski tanpa izin dari suaminya yang nyebelin itu *maap gak tahan sama tingkah si laki soale*

Gue penasaran kan. Apalagi sebelumnya emang pernah denger kabar-kabur tentang ini. Trus temen gue cerita, rupanya kenekatan Mul4n itu karena T dan D (dua anak dari pernikahan pertamanya), gak tahan dengan tingkah para haters yang ngebully ibunya. Saking stresnya, T dan D udah berkali-kali berusaha bunuh diri dengan cara menyayat tangannya. Sampe saat ini usaha itu gagal, tapi belum tentu ke depannya akan terhenti.

Sekali lagi, ini cuma denger-denger ya. Gak tau apakah benar begitu atau nggak. Karena baik gue maupun temen gue gak ada yang kenal dekat dengan si Mul4n maupun T dan D.

Meski begitu, gue jadi kepikiran. Kalo bener kisah temen gue tadi, luar biasa banget ya pengaruh haters di socmed ke dunia nyata. Cyberbullying yang pernah sekilas gue singgung kemarin bener-bener memberi dampak signifikan pada seseorang, terutama anak-anak di bawah umur, atau orang yang kurang tough kepribadiannya.

Gue jadi kepikiran dua aspek di sini, berikut gue jabarin di bawah ya.

Continue reading

The Wannabes

Beberapa bulan lalu, ada yang share foto ini di whatsap group. Isinya adalah tulisan singkat (semacam tajuk rencana di koran kali ya) di majalah Femina yang ditulis oleh Pemrednya, Mbak Petty. Silakan baca sendiri ya.

IMG-20150612-WA0001

Pertama kali baca sih gue biasa-biasa aja. Maklum kapasitas otak minim, jadi lemot mulu hahaha.. 😛 Tapi setelah meresapi betul tulisan itu, gue baru ngeh. Oh Mbak Petty nyindir para blogger, designer dan traveler wannabes toh. Dan denger kabar dari beberapa temen, tulisan itu sempet jadi topik hangat di tiga komunitas tadi. Terutama untuk mereka-mereka yang merasa tersindir.

Continue reading

Women at Point Zero

Judulnya diambil (dan dimodif dikit) dari novel populer karya Nawal el Saadawi yang dapat pujian dari kritikus sastra dunia. Temanya emang menarik sih, tentang represi yang dialami kaum wanita terutama di kawasan Timur Tengah, dan betapa tidak adilnya hidup mereka di tengah negara yang patriarki abis.

Terkait dengan itu, di postingan ini, gue emang sedikit mau ngebahas tentang isu yang mirip. Gara-garanya, gue abis baca berita tentang korban perkosaan di Aceh yang dihukum dicambuk. Emang sih, si korban juga salah karena awal kasus ini muncul adalah gara-gara dese asyik masyuk berduaan sama pacarnya. Trus, mereka digerebek sama polisi syariah eh polisi-polisi ini malah memperkosa si korban. Selengkapnya baca di sini deh.

Gue cuma sedih karena isu yang ditonjolkan adalah “korban pemerkosaan dicambuk” tanpa latar belakang kasus yang mendalam. Dengan highlight berita kayak gitu, perempuan-perempuan korban perkosaan kan jadi terintimidasi. Mereka takut kalo lapor, jangan-jangan bakal kena cambuk juga.

Continue reading

Seleb Teridola 2

Postingan ini merupakan lanjutan postingan terdahulu ini. Idenya udah lama ada sih sebenernya. Tapi koq ya as usual, lupis mulu buat diketik.

Sampe hari Senin lalu, gue browsing kantor berita, dan nemu berita tentang Emma Watson. Ih itu bocah, beneran Hermione Granger in real life deh. Truly inspiring pinternya! Mudah-mudahan Nadira bakal kayak gitu ya Nak *amin*

Anyway, ini ada beberapa seleb bulai di bawah 25 tahun yang gue suka. Dan gue berharap, beberapa aspek hidup mereka bisa jadi contoh untuk Nadira kelak.

Continue reading

Mirip Seleb

Kemarin, setelah anter Nadira les nari (will write about this soon), suami ngajakin jajan di pujasera deket lokasi les. Dia bilang, penasaran sama baksonya. Yowis, kita pun ke situ.

Suami pesen bakso, Nadira minta sosis bakar, gue minum es cendol. Murmer, enak dan gak pake lama. Total kerusakan bertiga jauh di bawah 50rb. Hepi!

Tapi bukan itu yang mau gue ceritain. Jadi, setelah anterin pesenan Nadira, owner gerai sosis bakar ngeliatin suami gue mulu. Setelah basbisbus dikit, si owner sosis bilang gini:

Continue reading

#2 Pengalaman dengan Public Figure

Okeh di postingan kedua dalam #25themeswritingchallenge ini, gue mau nulis beberapa pengalaman bareng public figure. Tema ini dirikues oleh Tyas, ibu dua anak yang baru pulang traveling solo di Paris akhir tahun lalu *sengaja ditulis karena jealouusss banget guweh!*

Gara-gara tema ini, gue jadi ngebongkar-bongkar folder lama gue. Trus pusing sendiri karena banyak banget 😛

Terus terang gue jadi bingung nih nulisnya gimana. Mana foto-fotonya banyak yang hilang pula. Tiga dulu aja gpp ya. Anyway here they are:

Continue reading