Pengalaman Divaksin Covid

Udah setahun di rumah aja, pake masker ke mana-mana, dan parno, melelahkan banget ya. Makanya saat vaksin mulai muncul, gue super excited. Berharap bisa dapet jatah juga gitu.

Tapi gue sadar diri, karena gue pernah kena Covid, gue baca-baca, penyintas gak perlu divaksin. Jadi yowis lah, pasrah.

Eh tau-tau ada penelitian lain yang bilang, penyintas Covid boleh divaksin asalkan sudah sembuh minimal 3 bulan sebelum divaksin. Trus, gue dapet jatah vaksin juga berdasarkan profesi. Wah ya ofkors gue gak mau menyia-nyiakan kesempatan dong ya. Langsung semangat 45 deh untuk disuntik vaksin.

Vaksinasi Covid ini dilakukan dua kali, dengan selang waktu antara suntikan 1 dan 2 itu sekitar 2 minggu kalo gak salah.

Trus gue ikut vaksinasi massal yang dilakukan di Gedung Basket Senayan. Jadi pake EO segala supaya alurnya rapi. Ceritanya gini ya:

Continue reading

Review: Lavish Feminine Cleansing Wipes

Duluuuu banget gue pernah bikin postingan tentang perabotan yang wajib dibawa ke toilet umum. Saat itu, isinya adalah hand sanitizer, tisu kering, dan tisu basah.

Kenapa ribet amat sih? Soale gue khawatir tertular aneka bakteri dan virus saat pipis atau pupup di toilet umum. Apalagi pas baca bahwa virus HPV penyebab kanker serviks bisa menular lewat dudukan toilet.

Ya envelope, tambah parno kan gue!

Continue reading

Review: Cuci Hidung dengan Respimer dan Physiomer

November lalu, gue, suami, dan Nadira positif Covid-19. Ceritanya sendiri udah gue posting dalam 2 post ya, di sini dan di sini .

Nah di post kali ini, gue mau cerita pengalaman gue dengan yang namanya cuci hidung.

Jadi, saat ketauan positif tahun lalu, gue pun langsung cari tahu aneka treatment yang cocok untuk pengidap Covid. Makanan sehat dan bergizi, check. Istirahat cukup, check. Minum vitamin, check. Berjemur rutin, check. Minum suplemen, check.

Pokoknya semua yang disarankan teman-teman dan dokter, gue lakukan deh. Apalagi gue isolasi mandiri alias isoman kan. Jadi panduan dokternya ya cuma lewat telemedis doang.

Continue reading

Bahasa Inggris dan Pasangan

Kemarin di Instastory gue angkat tema tentang kriteria pasangan. Yang jawab buanyaaakk banget dan beraneka ragam. Ada yang serius, ada pula yang sangat spesifik dan bikin ngikik.

Salah satunya adalah “harus bisa Bahasa Inggris”.

Untuk kriteria ini, gue ngerti sih kenapa. Bahkan duluuuu banget, gue pernah nulis post di blog friendster (yaelah ketauan tuwirnya dah eikeh) tentang kriteria pacar dan kemampuan bahasa Inggrisnya. Sayang, karena friendster udah tutup, blog gak penting itu hilang kehapus.

Alhamdulillah juga sih karena kalo dibaca, isi blog friendster gue alay banget hahaha… Continue reading

Perpanjang SIM di Mall Pelayanan Publik Jakarta

Setiap tahun, jelang tanggal ultah gue pasti ngecek semua SIM gue. Apakah akan expired tahun itu atau gak. Soale, kalo udah expired, ngurusnya jadi ribeeett banget.

Dulu gue pernah telat ngurus SIM C, dan ujung-ujungnya harus mengurus ulang dari awal alias bikin baru di Samsat Kalideres. Harus ikut semua prosedur pula, mulai dari ujian tulis hingga praktik, supaya bisa dapet. Dan karena sempet gak lulus ujian, jadi gue 2x deh tuh ke Kalideres T_T

Abis itu gue kapok. Jadi harus ambil langkah antisipasi lah ya, yaitu dengan waspada sejak jauh-jauh hari sebelum ultah.

Tahun ini, kebetulan SIM A gue bakal expired. Gue emang gak sering nyetir mobil sih karena di rumah mobil matic semua. Sedangkan gue kan titisan supir angkot. Cuma bisa nyetir manual bok. Tapi ya tetep perlu SIM A lah yaw untuk jaga-jaga kalo tiba-tiba gue dapet warisan mobil manual. Amiinnn.

Gue pun mikir mau memperpanjang SIM di mana ya. Tadinya mau di mobil SIM keliling aja yang terdekat. Tapi suami kasih usul untuk coba ke Mall Pelayanan Publik (MPP) di Jalan Kuningan, situ. Kebetulan, gue emang mau mampir ke kantor di daerah Gatot Subroto. Lumayan kan jadi searah.

Continue reading

Yuk Belajar Bisnis Bareng Dokter Tirta!

Untuk para pecinta media sosial, nama Dokter Tirta mungkin udah gak asing lagi ya. Soale sosok dokter ini awalnya ngetop bukan karena statusnya sebagai dokter. Dia justru populer gara-gara bisnisnya yang menggurita sampe ke seluruh Indonesia.

Btw, gelar dokternya beneran koq, bukan abal-abal. Bahkan sekarang Dokter Tirta lagi giat-giatnya mengkampanyekan protokol kesehatan dan apapun yang terkait dengan bahaya Covid-19.

Nah di post ini gue mau ngebahas tentang bisnis Dokter Tirta yang omzetnya sampe miliaran rupiah itu.

Continue reading

Review: Belanja Skincare di Beningbersinar.com

Gak terasa, udah hampir 6 tahun gue rutin merawat kulit dengan skincare routine ala-ala Korea. Pas baca-baca blogpost lama yang ini, gue jadi diingatkan lagi dengan alasan kenapa gue dulu mau telaten ngurusin kulit dll. Alhamdulillah, hasilnya memuaskan lah. Seenggaknya, tiap bandingin kondisi kulit gue dengan kondisi kulit di masa lalu, keliatan sih bedanya. Happy banget, hasil gak mengingkari usaha ya!

Nah oknum yang menjerumuskan ke dunia skincare adalah Jeng Bening. Dulu pernah gue tulis pula hasil wawancara dengan dese dalam dua blogpost, ini dan ini. Jadi lumayan untuk mengobati rasa penasaran mentemen akan perintilan skincare ya.

Trus di post ini mau nulis apa Ra? Nah, gue mau cerita pengalaman gue belanja di BeningBersinar.com nih.

Continue reading

My Covid-19 Experience (1)

*saat artikel ini di-publish, Insya Allah gue udah sembuh jadi bisa cerita ala-ala penyintas gitu. Sengaja ditulisnya saat masih sakit, sebagai catatan harian gitu.

Kenapa gak di-publish sekarang aja saat masih sakit? Karena suami gue tipe yang sangat tertutup. Dia bahkan gak kasi tau soal kami kena Covid ke siapa pun, kecuali keluarga inti (ibu dan adiknya), teman kantornya, dan Bu RT. Demi menghormati keputusannya, gue memilih untuk keep everything for now, dan baru publish saat sudah sembuh.*

Pengalaman gue dengan Covid cukup kaya. Gak berhubungan langsung sih, tapi karena gue membawahi desk/kompartemen kesehatan, ya tiap hari gue harus mengedit, menulis, dan membaca artikel/tulisan seputar Covid.

Makanya, gue cukup hapal luar kepala soal protokol kesehatan, asal muasal virus SARS-Cov-2, gejala Covid, dll dsb.

Plus suami gue orang yang sangat parnoan. Jadi, selama pandemi berlangsung sejak Maret 2020, kami akrab banget sama hand sanitizer, masker, dan disinfektan.

Selain itu, kami gak pernah jalan-jalan, staycation, liburan, etc. Gue full kerja dari rumah. Terakhir ke kantor bulan Juli, itupun cuma 1x untuk ikut tes serologi wajib dari kantor.

Nadira full belajar dari rumah. Suami masih ke kantor beberapa kali seminggu dengan protokol super ketat dan begitu sampe rumah, wajib mandi, semprot aneka disinfektan, dll dst.

Kami cuma keluar rumah untuk belanja di supermarket, naik sepeda (hikmah pandemi: Nadira bisa intens belajar sepeda dan sukses, yay!), anter Nadira les tari seminggu sekali (lengkap dengan masker, face shield, jaga jarak, dst), dan ke rumah adik/ipar gue.

Continue reading

Dapat Uang Tambahan dari Merajut

Bulan ini, genap 7 bulan ya kita semua harus stay at home dan ngebatasin aktivitas gara-gara pandemi Corona/Covid-19. Banyak perubahan yang terjadi karena sebagian besar waktu harus dihabiskan di rumah aja.

Yang pemasukannya gak terlalu berubah sih biasanya pada sibuk dengan hobi baru kayak berkebun, masak, atau olahraga. Sementara yang pemasukannya terganggu karena kena PHK, atau dikurangi gajinya gara-gara Covid-19, harus putar otak cari jalan alternatif untuk dapat uang.

Ada temen gue yang tadinya tourist guide sekarang alih profesi jadi online seller. Ada yang tadinya pegawai kantoran sekarang jualan kopi untuk cari pemasukan sekaligus menekuni hobi. Ada juga yang baru belajar skill tambahan dan mulai pelan-pelan cari cuan dari situ.

Macem-macem deh ceritanya dan semua bikin salut. Angkat topi untuk semua yang gigih dan ulet!

Continue reading