Office Affair

Beberapa waktu lalu, gue dan beberapa sohib sempet ketemu dan gosipan. Temanya adalah tentang office affair. Kayaknya urusan affair di kantor itu saking seringnya, sampe dianggap lazim ya. Buktinya, di tiap-tiap kantor, pasti adaaa aja ditemukan office affair.

*Di sini, yang gue bahas office affair = perselingkuhan antara dua orang dimana salah satu atau keduanya sudah menikah ya.* 

Penyebabnya? Banyak sih, di antaranya ini nih:

Continue reading

Tua VS Dewasa

Beberapa waktu lalu, di fesbuk tren banget kan soal mental age test or personality age test gitu. Gue iseng-iseng ikutan dan hasilnya bikin ketawa. Masa tingkat kedewasaan mental gue masih berkisar di usia 19-21 tahun gitu. Gue lupa tepatnya yang mana, 19 tahun or 21 tahun ya. Tapi ini kan lumayan beda sama umur gue yang sesungguhnya.

Trus sampe rumah, gue suruh suami ikutan tes ini. Hasilnya dong, bikin tambah ngakak. Masa tingkat kedewasaan dese selevel usia 46 tahun! :lol:

Continue reading

Only Happy When It Rains

Udah beberapa hari ini, cuaca di Jakarta dan sekitarnya galau kayak orang baru putus cinta. Hujan deras tiap hari, minimal mendung deh. Bahkan Minggu-Selasa kemarin, hujannya non stop macam Sevel.

Cuaca begini biasanya disebelin sama para biker. Soale emang rempong sih. Kudu pake jas hujan, melapisi tas dan sepatu dengan rain cover, atau minimal pake tas plastik kresek. Itupun gak serta merta bikin kita waterproof karena kalo hujannya deras banget, air bisa aja nyempil ke sela-sela jas hujan dan bikin baju ikutan basah.

Kalo gak punya jas hujan dan printilannya? Ya kudu stop untuk meneduh. Imbasnya, telat deh sampe di lokasi tujuan.

Gue sebagai biker sebenernya nggak benci-benci banget sama hujan. Bahkan gue cukup menikmati lho naik motor sambil hujan-hujanan. Hitung-hitung nostalgia mandi hujan zaman kecil dulu gitu. Tapi kalo sampe deres banget atau nonstop kayak kemarin, ya bikin PR banget sih. Trus badan tiap hari ketimpa air hujan dan udara dingiinnn, lama-lama kan bisa gempor juga.

Continue reading

Guest Blogger: The Bright One

Jadiii.. Ceritanya adik gue, @nenglita came up with an idea that we should write as guest bloggers in each other’s blogs.

And since today is my birthday *duileh pengumuman, Mbaknya?*, dia bikin postingan ini as a birthday gift ceunah.

Yang bikin gue terhura, lopelope, GR plus berkaca-kaca. I never saw myself as a person she described below. Secara ya, selama ini gue kan gak pedean bingit orangnya. Jadi pas baca, gue yang bolak-balik “hah masa gue gitu sih?” gitu deh..

Di sisi lain, gue jadi khawatir, ntar pembaca blog ini curiga kalo sebenernya gue yang nulis postingan ini sendiri. Abis isinya muji-muji bingit sih hahahaha :D

Anyway, happy reading, peeps. And for my sista, love you, always!

image

Continue reading

(Ternyata) Nggak Kapok

Waktu Nadira ultah ke-4 dulu, gue sempet berribet ria bikin goodie bag, bento, tumpeng, etc. Trus abis itu encok dan mengibarkan bendera putih tanda kapok. Dan saat itu gue masih terheran-heran, kenapa juga gue mau bikin begituan?

Eeeh.. Tahun ini kejadian itu berulang lagi. Semua gara-gara liat instagram. Beberapa orang yang gue follow, anak-anaknya kan pada ultah. Trus mereka upload foto-foto goodie bag yang personalized gitu. Iihh lucu-lucu bangeettt.. Gue jadi napsir.

Dan ya, as usual, mulai mencari-cari alasan untuk pesen. Aha, kebetulan Nadira ultah Januari. Gue pun iseng-iseng watsap akun yang bikin personalized goodie bag yang lucu-lucu itu. Pas dikasih info price list-nya, terus terang agak bikin glug dan langsung sibuk ngitung celengan hihihi :P Tapi saat gue iseng nanya ke temen-temen yang jago desain, mereka bilang harga itu worth it. Soale, supaya bisa personalized gitu, susah dan ribet katanya.

Yaa baiklah, jadi deh gue pesen. Hitung-hitung sekalian jadi kenang-kenangan karena tahun ini adalah tahun terakhir Nadira bareng temen-temen dan guru TK-nya. Bentar lagi pada mau masup SD semua pan.

Gue akhirnya pilih pesen cosmetic pouch dengan nama tiap-tiap penerima di barangnya. Kenapa?

Continue reading

Tak Seindah Lagu

Postingan berikut gue tulis gara-gara barusan baca link ini  yang di-share seorang temen di facebook. Temanya, tentang wedding night experience.

Beberapa testimoninya bikin ngakak parah. And I must admit, my wedding night wasn’t perfect also. Padahal, waktu zaman single dulu, kebayang yang namanya wedding night itu syahdu, khusyuk, penuh lopelope, macam lagu Malam Pertama-nya Chrisye ini nih:

*maap referensi lagunya nunjukin umur bingits yes*

Trus gimana kisah wedding night gue? Duh nggak menarik banget lah, nggak seseru novel Fifty Shades of Grey yang pasti.

Continue reading

Sleep Well, My Baby

Di postingan ini, gue mau cerita soal habit tidur Nadira. Sejak kecil, dia terbiasa tidur sama gue dan/atau Papanya. Aslinya sih, gue pengen Nadira tidur di boks bayinya. Pertama-tama cukup sukses. Apalagi, Nadira kebetulan tipe bayi yang anteng banget.

Tapi ini nggak bertahan lama. Malah bisa dibilang gagal total. Kenapa? Karena suami gue nggak tega. Katanya “kasian amat anak bayi tidur sendirian di boks.” Alhasil, rusak deh pola pengajaran anak bobo sendiri sejak bayi. Boks bayi yang udah dibeli mihil-mihil pun nganggur. Hiks.

Karena itu, sampe sekarang, Nadira susah banget disuruh tidur sendiri. Kalo dia tidur, gue atau suami harus nemenin. Plus dia pasti minta peluk atau minimal, tangan gue dia pegangin sampe tidur.

IMG01955-20110828-1454*untuunngg sekarang bobonya udah gak nemplok kayak gini lagi. Encok cyin*

Selain itu, ada juga beberapa hal yang harus dipenuhi supaya dia bisa tidur lelap sepanjang malam. Di antaranya adalah sbb:

Continue reading