Gampang Kebeles Pipit

*judul sengaja disamarkan supaya gak kegugel yang aneh-aneh 😀 *

Sebelum nikah dan punya anak, gue udah masuk golongan yang beseran, alias gampang kebelet pipis. Tiap minum banyak, pastiii pengen pipis melulu. Apalagi kalo ke lokasi yang suhunya dingin. Hadeehh bawannya mau pipis melulu.

Setelah melahirkan, beseran ini lebih parah sih. Untungnya gak sampe ngompol di celana hahaha… Tapi kalo gue olahraga yang high impact alias banyak luluncatannya, dijamin abis itu langsung kabuurr ke toilet untuk pipis.

Awalnya gue kira itu normal ya. Apalagi gue kan dulu melahirkan secara normal. Jadi otot-otot di bawah sana mungkin udah sedikit melemah.

Tapi ternyata, kondisi itu gak normal lho. Bahkan banyak kasus di mana ada yang lebih parah dari gue. Banyak yang tiba-tiba pipis pas lagi ketawa, angkat beban, olahraga bahkan lagi having sex. Kondisi ini pun punya nama medis, yaitu Stress Urinary Incontinence.

Continue reading

Advertisements

Tentang Perceraian

Beberapa minggu lalu gue bikin Aku Curhat Kamu Curhat (ACKC) edisi divorce. Respons-nya sama kayak ACKC versi sex abuse, rameeee euy. Dan sungguh eye opening banget karena gue bisa dapet insight dari berbagai sisi. Gak cuma dari sisi orang yang cerai aja (divorcee) tapi juga dampaknya bagi anak dari pasangan bercerai atau yang ortunya gak bahagia.

Seperti biasa, karena waktu gue nongkrong di depan laptop minim banget, alhasil notulensi ACKC divorce pun tertunda lamaaa banget. Hari ini, gara-gara berita sahnya perceraian Pak Ahok dan Bu Vero, gue jadi teringat utang tulisan. Apalagi, di kantor yang isinya 80% laki-laki, rata-rata menyalahkan si perempuan sebagai pihak yang salah. Ugh, jadi sebel kan koq kesannya perceraian ini 100% salah si pereu sih.

Okay then, shall we continue?

Continue reading

Here’s to The Survivors!

Happy International Women’s Day!

Jadi, Rabu kemarin itu kan Hari Perempuan Internasional. Di seluruh dunia, perayaannya digelar pas wiken lalu dengan bikin Women’s March. Gue gak ikutan turun ke jalan sih, tapi baca-baca di media dan medsos aja.

Nah pas tanggal 8 Maret-nya, di medsos dan media rame dengan hestek #InternationalWomensDay. Gue pun kepikiran untuk bikin sesuatu yang kira-kira cocok dengan hestek itu. Kebetulan, di Instastory, gue pernah bikin proyek iseng2 bernama Aku Curhat Kamu Curhat (ACKC). Tema minggu lalu udah gue bahas di postingan ini.

Gue pikir, kenapa gak bikin ACKC berbau perempuan (lagi)? Sambil merenung tetiba keinget tema yang selama ini banyak dihindari untuk dibahas, yakni pengalaman seputar pelecehan dan kekerasan seksual.

Kebetulan, gue sendiri punya cukup banyak pengalaman. Dari “sekadar” catcalling sampe nyaris diperkosa kenalan sendiri, gue pernah semuanya. Yawdah gue share aja tuh ya.

Continue reading

Pernikahan Dini dan #RelationshipGoals

Kemarin gue iseng bikin Aku Curhat Kamu Curhat di Instastory (follow akun IG gue aja deh buat ceki2. Liat Instastory-nya, isinya random sih tapi hihihi). Temanya tentang komen/pertanyaan paling nyebelin yang pernah didapet di medsos. Soale, di era medsos kayak sekarang, dunia itu bener-bener selebar daun kelor. Antar-manusia bisa saling kontak tanpa perlu bertatap muka lagi. Kita bisa liat keseharian si X lewat medsosnya. Jadi, pertanyaan-pertanyaan kepo pun bisa langsung ditanyakan via medsos juga.

Buanyaaakk banget DM yang masuk. Curhatnya juga aneka ragam, mulai dari yang lucu sampe bikin pengen nonjok. Berhubung follower eikeh 90% perempuan, isinya pun curhat-curhat yang perempuan banget. Yang bikin sedih, lebih dari 50% curhat bahwa mereka sering ditanyain urusan kapan nikah dan kapan punya anak. Plus, saran-saran supaya cepet laku dan cepet kawin. Misalnya, jangan sekolah tinggi-tinggi, kudu ngurusin badan, rajin ke salon, etc.

Continue reading

Suamiku Kritikusku

Kemarin, di Instastory gue iseng posting soal roti Mama N1a dan segala kontroversinya. Trus ada yang kasih link tentang suami sang owner yang memuji roti jualan istrinya itu.

Pas dia bilang enak, baru deh aku pede kasih kasih ke teman-temannya dia. Jadi ini memang enak, enggak jual nama doang.

Selengkapnya bisa dibaca di sini ya.

Reply yang masuk buanyaaaakk banget. Rata-rata sih ngakak karena koq testimoni sang suami berbanding terbalik dengan review di medsos dan dunia nyata ya?

Bahkan seorang temen cerita bahwa kantornya pernah dikirimin paket roti tersebut. Biasanya bapak-bapak di kantornya pada rebutan kalo ada kiriman makanan apapun. Pas roti itu dateng, gak ada yang mau masa -_-

Nah, satu komen terbaeekkk dateng dari temen gue, Depoy yang gue jadiin narsum di postingan kue artis kemarin. Dia malah muji suami Mbak N1a karena begitu cintanya dan suportifnya akan bisnis sang istri. “Bok berarti 4rd1 tuh suami yang baik lho. Suami teladan yang tak mau mengecewakan istrinya. Buktinya, roti itu dibilang enak,” tulis Depoy disambung emoji ngakak panjaaangg.

Hmmm… Ada benernya juga sih. Dan ini bikin gue teringat sama sosok suami-suami di sekeliling gue.

Continue reading

Pelajaran dari Bu Dendy

Beberapa hari ini, medsos rameeeeee banget sama video Bu Dendy. Buat yang belum tau karena gak mainan medsos, gue ceritain deh. Intinya sih, dalam sebuah video, Bu Dendy melabrak Nyalla, wanita yang dituding sebagai selingkuhan suaminya, atau sering disebut pelakor.

Yang bikin viral dan memancing reaksi heboh dari netizen, aksi melabrak itu gak cuma marah-marah jambak-jambakan doang. Tapi si Bu Dendy ini sambil marah-marah sambil nyawer Nyalla dengan duit seratusan ribu, banyaaaakkk banget. Swaagg banget gak siihh??

Continue reading

(Fake) Lyfe on Instagram

Beberapa waktu lalu, di twitter gue baca thread orang yang diambil dari Instastory-nya sebuah lembaga penasehat keuangan. Ceritanya tentang kisah nyata seorang selebgram yang harus mencari duit untuk memenuhi gaya hidupnya.

Maklum, jadi selebgram itu ternyata gak murah. Lo harus menyesuaikan diri dengan gaya hidup yang lo tampilkan di Instagram feed lo. Jadi yang tampilannya selalu mevvah, ya kudu konsisten, gak boleh ujug-ujug makan di warung pecel lele pinggir jalan. Kudu di resto-resto papan atas lah.

Lama-lama, si Mas Selebgram ini keteteran lah. Pemasukan sih ada, tapi jadinya kayak pepatah “besar pasak daripada tiang” gitu deh. Akhirnya, supaya bisa keep up dengan gaya hidup dan kontennya di Instagram, dia pilih jadi gigolo, simpenan seorang pejabat. Semua dijamin, mulai dari apartemen, mobil, sampe duit jajan.

Kisah serupa sempet heboh di beberapa media, yakni tentang seorang selebgram hedon yang nekad photoshop foto orang supaya terkesan dia yang naik pesawat first class dan menikmati kehidupan glamour. Pas ketauan, si selebgram itu langsung tutup akun. Ridiculous, no?

Trus ada lagi cerita lain, lagi-lagi di Twitter, yang cerita tentang seorang selebgram kelas bawah. Selebgram low level ini hobi nyolongin Instastory orang lain dan di-posting di Instastory-nya sendiri. Jadi seolah-olah dia yang lagi jalan-jalan, makan-makan, traveling, etc. Hebat ya?

Continue reading