Review Ristra, Skincare Lokal yang Gak Kalah Ciamik (+ Giveaway!!!)

Banyak yang bilang, ibu itu adalah panutan pertama bagi anak perempuan. Apapun yang dilakukan ibu, bakal ditiru habis sama anak perempuannya, terutama seputar penampilan. Mulai dari dandan, cara memilih baju, merawat tubuh hingga model rambut. Intinya, ibu itu idolaque banget lah!

Nah, gue juga ngalamin sama nyokap. Karena punya nyokap yang sadar penampilan banget, gue pun kebawa sampe sekarang. Baju kudu matching dengan sepatu, tas dan aksesori lain lah. Muka kudu dirawat lah. Rambut harus rapi dan gak pernah lupa pake parfum lah.

Hal yang sama juga dilakukan Nadira ke gue nih kayaknya. Karena gue lumayan skincare addict, hal yang paling lama dan rutin gue lakukan untuk merawat diri setiap hari adalah pake skincare. Nah, Nadira demeen banget perhatiin gue templok-templokin skincare ke muka. Trus, dia suka ikut-ikutan hihihi 😀

Buat gue ini gak masalah sih karena merawat kulit itu emang lebih baik dilakukan sejak dini yekan. Apalagi, Nadira kan aktif ikut kegiatan nari tradisional. Tiap pentas, dia pasti dipakein makeup yang lumayan tebal.

 

Continue reading

Advertisements

Nadira Pentas di Penang (2)

Setelah latihan intensif dan bikin gelar pamit di Miss Tjitjih, saatnya Nadira dan temen-temennya berangkat ke Penang deh.

Eh gue belum cerita tentang ihwal pentas di Penang ini ya? Jadi, ceritanya Perhimpunan Pelajar Indonesia di sana mau bikin Indonesian Cultural Night. Kebetulan, project coordinator-nya itu dulu waktu SD/SMP pernah ikut misi budaya ke luar negeri di bawah bimbingan Mbak Fara, pimpinan sanggar Svadara. Jadi begitu mau bikin proyek ini, dia langsung kontak Mbak Fara, and the rest is history.

Untuk ke Penang ini, para pelatih sih sebenernya minta supaya para ortu gak ikut. Sekalian melatih anak-anak mandiri gitu, kata mereka.

Continue reading

Nadira Pentas di Penang (1)

Sekitar bulan Juni lalu, tiba-tiba gue dikirimi WhatsApp oleh Mbak Riena, pemilik Sanggar Rinari , tempat Nadira les nari tradisional sejak umur 5 tahun. Intinya, Mbak Riena kasitau bahwa ada tawaran untuk Nadira dan empat orang temannya dari sanggar itu untuk tampil di Penang, Malaysia. Tepatnya, di Universiti Sains Malaysia. Mereka akan tampil bareng 21 anak lain dari 2 sanggar berbeda di Jakarta.

Waktu itu gue bacanya dengan mixed feeling. Seneng dan bangga udah pasti. Tapi sebagai orang pesimis, gue juga khawatir ke-GR-an. Jadi gue keep deh kabar itu, cuma cerita ke suami aja.

Setelah dipastikan tanggal berapa berangkat, barulah gue cerita ke nyokap, bokap, mertua, adik dan ipar gue. Apalagi, untuk persiapan pentas itu, Nadira butuh latihan dan stamina yang kuat. Jadi gue kasitau keluarga itu dengan tujuan, kalo ada acara keluarga dan kami gak bisa dateng karena kudu anter Nadira latihan, ya monmaap qaqaaa 😀

Continue reading

Buku, Jendela Dunia dan Rumah Pintar

Tiap hari gue kan kerjaan gue adalah membaca dan mengedit tulisan-tulisan tentang pendidikan, kesehatan, lingkungan dan sejenisnya ya. Nah yang sering bikin gue miris adalah berita-berita tentang tingkat literasi Indonesia yang masih rendah.

Bayangin aja, berdasarkan penelitian Central Connecticut State University tentang Most Literate Nations in the World tahun 2016, Indonesia ada di posisi 60 dari 61 negara. Dalam hal literasi, Indonesia hanya satu tingkat lebih baik dari Republik Botswana, sebuah negara di Afrika!

Jleebbb! Sedih banget gak sih? Padahal menurut gue, aktivitas membaca itu adalah jendela untuk melihat dunia dengan lebih luas lho. Dengan membaca, kita jadi bisa tau tentang beragam pengetahuan, ilmu bahkan hal-hal yang gak penting tapi menarik. Itu oke banget untuk memperkaya otak.

Continue reading

Q&A Stunting dan MPASI bersama dr Meta (part 2)

Udah baca posting-an pertama? Nah sekarang kita lanjut ya ke bagian berikutnya ya.

Kali ini, gue bertanya tentang MPASI Rumahan VS MPASI pabrikan (instant/kemasan). Plus gue minta saran ke Mbakdok Meta tentang apa sih yang harus dilakukan sebagai seorang ortu? Kudu dengerin yang mana nih, gank DSA, WHO, dan IDAI atau gank buibuk kekinian?

Silakan simak di bawah ini!

Continue reading

Q&A Stunting dan MPASI bersama dr Meta (part 1)

Beberapa hari lalu, gue ikut FGD (focus group discussion) tentang stunting. Yang jadi narasumber adalah pihak-pihak dari lintas sektoral mulai dari Kementerian Kesehatan, Bappenas, BKKBN, Kementerian Desa sampai pakar kebijakan publik. Soale, stunting ini emang lagi jadi fokus pemerintah banget.

Kenapa?

Stunting bisa bikin masa depan bangsa suram bener. Sebab, anak stunting gak hanya pendek tubuhnya, tapi rendah IQ-nya dan berpotensi terkena aneka penyakit karena organ tubuh yang kurang berkembang.

Yang bikin lebih sedih, stunting itu ternyata bukan hanya diderita oleh orang dari ekonomi bawah. Sekitar 29% anak dari golongan kaya juga kena stunting lho. Menurut dr Damayanti yang menjadi salah satu pembicara, anak-anak dari keluarga mampu ini biasanya kena stunting karena ASI dan MPASI yang tidak adekuat alias cukup. Sebab, 80% anak itu lahirnya normal koq.

Pas dijabarin MPASI yang kayak gimana yang bagus dan cukup gizinya, gue berasa ditamparin bolak-balik sama Khabib Nurmagomedov deh 😥

Continue reading

Crazy Stupid Love

Minggu lalu pas buka Twitter gue nemu cerita seseorang tentang hal yang dia lakukan kalo mau ketemu gebetannya. Misalnya, sengaja bawa sepatu high heels padahal dia naik kereta. Jadi, pas di kereta mah pake sendal jepit. Nah begitu turun, disempet-sempetin tuh ganti sepatu supaya keliatan kece.

Tapi ending-nya sedih. Mereka gak jadian, dan si cowok mau merit beberapa hari lagi.

Gue iseng skrinsyut dan repost cerita itu di Instastory. Trus gue jadi keinget kisah-kisah stupid lain yang pernah gue alami kalo lagi naksir atau jatuh cinta sama cowok. Mulai dari bela-belain ke salon tiap mau ketemu gebetan (supaya kece), kirim-kirim lagu ke radio, ngambil jalan rada muter supaya bisa lewat rumahnya (dan ngarep kalo dia pas ada di rumah gitu), sampe semangat nemenin nonton final Piala Dunia (padahal gue gak suka sepakbola samsek).

Abis itu, gue pake fitur question di Instastory dan nanya ke follower/reader gue, apa aja hal-hal bodoh yang pernah mereka lakukan atas nama cinta?

Continue reading