Guest Blogger: The Bright One

Jadiii.. Ceritanya adik gue, @nenglita came up with an idea that we should write as guest bloggers in each other’s blogs.

And since today is my birthday *duileh pengumuman, Mbaknya?*, dia bikin postingan ini as a birthday gift ceunah.

Yang bikin gue terhura, lopelope, GR plus berkaca-kaca. I never saw myself as a person she described below. Secara ya, selama ini gue kan gak pedean bingit orangnya. Jadi pas baca, gue yang bolak-balik “hah masa gue gitu sih?” gitu deh..

Di sisi lain, gue jadi khawatir, ntar pembaca blog ini curiga kalo sebenernya gue yang nulis postingan ini sendiri. Abis isinya muji-muji bingit sih hahahaha 😀

Anyway, happy reading, peeps. And for my sista, love you, always!

image

Continue reading

Dilangkah dan Pelangkah

Ide postingan ini sebenernya udah lama. Tapi lupa mulu mau ditulis.

Jadi, temanya adalah tentang pelangkah. Di negara kita, udah pada mahfum lah ya, kalo ortu rata-rata mengharapkan anak-anaknya menikah sesuai urutan. Kalo ada anak bungsu merit duluan, melangkahi kakak-kakaknya, si anak bungsu pun “diwajibkan” kasih semacam pelangkah.

Gue nggak tau, di adat mana aja ini wajib hukumnya. Tapi di daerah Jawa, rata-rata masih pake peraturan beginian sih. Dan keluarga gue termasuk salah satu pelakunya.

Continue reading

Photobox Mania

In late 90s and early 2000s, yang namanya fotobox ngehits banget ya. Abis gimana dong? Waktu itu nggak semua orang punya akses ke komputer dan internet. Yang punya pun belum tentu paham sama aplikasi edit foto kayak sotosop.

Terus, digicam belum mewabah kayak sekarang. Zaman dulu kamera masih pake film yang kudu diafdruk dulu. Dan, kalo sekarang bocah-bocah alay (plus emak-emak alay kayak sayah) bisa foto-foto diri sendiri pake ponsel/BB/tablet berkamera, dulu mah boro-boro ye. Lah ponsel aja masih segede pisang (hellooo Nokia pisang). Gimana mau ada kameranya?

Continue reading

You To Me Are Everything

Who’s your bestest friend(s) in the world? If that questions’s asked to me, I definitely would answer ” My mom and my sister“. Why? Because IMHO, those two are the ones who have been with me whole my life. I may have some bestfriends who have been supporting me through everything in life, but still, the closest ones are those I mentioned earlier in this post. And since I’ve written a posting about my mom before, here, I’m gonna write a piece on my sister. Be prepared for a boring article, ok? 🙂

Waktu kuliah, gue inget banget, teman-teman se-gank suka iri sama gue. Kenapa? Karena gue dan adik gue bersahabat. Dan mereka dengan adik/kakak mereka nggak samsek.

Ada satu sahabat gue yang punya kakak cewek berusia terpaut satu tahun saja, dan sama-sama kuliah di UI, beda fakultas. Kalo gue dan Lita yang begitu, mungkin kita bakal ngekos bareng di satu kost-an. Selain menghemat (maap kami emang dididik irit dari zaman jebot :P) rasanya bakal seru aja kali ye sekost bareng sodara sendiri.

Continue reading

Fun, Fun, Fun!

Siapa yang suka mengajak anak ke mal dan main berbagai wahana di sana? Gue yakin, nyaris semua ibu-ibu pasti pernah melakukannya. I’m one of them. Naik Choo Choo Train lah, Merry Go Round lah, or naik mainan koin.

Terus terang, gue sih nggak pilah-pilih. Main di Miniapolis, ayok asal jangan sering-sering. Main di game center di Pasar Kramat Jati atau bazaar deket rumah pun gak masyalah. Lagian menurut gue, anak-anak nggak mempersoalkan lokasi, harga dan gengsi ya. Yang penting buat mereka adalah sisi fun-nya. Wong naik odong-odong or becak aja udah pada girang benget koq 🙂

Continue reading

Ultah Gabungan

Banyak yang kaget dan kagum pas tahu kalo gue, nyokap dan Ita, adik gue,  sama-sama berbintang Aquarius. Gue dan nyokap sama tanggal lahirnya, sementara ultah adik gue dua minggu setelah ultah kami. Tau tuh nyokap dan bokap, pinter bener ya ngaturnya, hehehe..

Dengan tanggal ultah yang berdekatan gitu, tentu saja menyenangkan, terutama buat nyokap. Kalo merayakan ultah, ya pasti dirayakan sekaligus. “Supaya irit,” katanya. Nah, karena merayakan ultah sebelum hari H itu pamali, jadilah ulangtahun gue selalu dirayakan dua minggu lebih lambat, atau berbarengan dengan ultah Ita. Kadang-kadang juga, nyokap dengan prinisp iritnya itu, menggabungkan perayaan ultah kami dengan acara selametan rumah, arisan, etc. Bener-bener ya si Mamah tea..

Continue reading