Wisata Edukatif di Jakarta: Ikutan Jakarta Walking Tour (3)

Setelah ke Perpusnas dan Museum Tekstil, gue pun cari-cari alternatif wisata lain di Jakarta. Gue pernah baca tentang wisata Bhinneka ke tempat-tempat ibadah berbagai agama yang ada di Jakarta. Kebetulan gue emang minat sama sejarah dan pengetahuan ya, termasuk tentang agama.

Selain itu, gue juga pingin kasih liat ke Nadira bahwa di Indonesia, ada macem-macem agama dan rumah ibadahnya lho. Dengan datang, melihat, mengamati, dan mendengarkan penjelasan secara langsung, dia akan dapet lebih banyak kesan dan pengalaman daripada sekadar baca buku pelajaran sekolah.

Begitu gugel, gue dapet beberapa artikel tentang tur jalan kaki alias Jakarta walking tour yang diselenggarakan dua organisasi. Yang pertama adalah Jakarta Good Guide. Yang kedua adalah Wisata Kreatif Jakarta.

Perbedaan dari kedua organisasi ini, sepanjang pengamatan gue adalah:

Continue reading

Wisata Edukatif di Jakarta: Ngebatik di Museum Tekstil (2)

Waktu posting foto wisata ke Perpusnas di IG, gue sekalian minta saran ke temen-temen di IG tentang lokasi mana lagi nih yang oke untuk ngajak anak halan-halan. Salah satunya menyarankan Museum Tekstil di Tanah Abang alias Tenabang karena bisa ngebatik.

Waw, menarique banget! Sebenernya gue emang udah lamaaaa banget pingin ajak Nadira ke sana karena tertarik dengan aktivitas membatik itu. Tapi lupa dan gak sempet melulu, secara bayangin daerah Tenabang aja kepala gue langsung puyeng hahaha.. Sedih sih karena dulu sempet tertib tapi sekarang kembali semrawut kayak rambut abis disasak 😦

Nah, karena kebetulan emang lagi cari-cari aktivitas menarik, jadi cuuss deh menguatkan hati menembus kemacetan Tenabang 😀

Tadinya gue mau naik motor kayak pas ke Perpusnas kemarin. Eh tau-tau nyokap dan ponakan gue si Langit mau ikutan juga. Yawdah ganti haluan naik transportasi umum aja deh.

Continue reading

Wisata Edukatif di Jakarta: Perpusnas Plus Kulineran (1)

Musim liburan sekolah anak tahun ini lumayan panjang ya. Bulan puasa, libur. Abis Lebaran, libur. Abis terima rapor, libur lagi.

Alhasil gue jadi rada kasian liat Nadira di rumah aja. Aktivitasnya selama libur cuma berkutat dengan les piano dan les nari masing2 sekali seminggu. Sisanya, playdate sama sahabatnya atau sepupunya. Trus, main hape atau ikut bapaknya ke kantor deh. Di kantor bapaknya dia hepi banget karena bisa nonton youtube dan main game di komputer yang layarnya lebih lebar ketimbang layar hape, hahaha..

Oleh karena itu, seminggu sebelum dia kembali masuk sekolah, gue menyempatkan diri untuk cuti. Tadinya sih udah rencana mau ke luar kota gitu. Tapi apa daya batal karena satu dan lain hal. Alhasil, gue pun kudu puter otak supaya bisa bikin dia senang dengan aktivitas yang fun.

Sebenernya sih, banyak lokasi yang gue incer untuk dikunjungi. Tapi dalam tempo seminggu, cuma dapet 3 doang. Yaabes, meski anak-anak masih libur, tapi orang kantoran mah udah kerja. Jadi Jakarta udah maceett dimana-mana. Mana panas pula, jadi bikin gimanaa gitu.

*emang pemales aja sih sebenernya lo, Ra*

Continue reading

Nadira Pentas di Penang (2)

Setelah latihan intensif dan bikin gelar pamit di Miss Tjitjih, saatnya Nadira dan temen-temennya berangkat ke Penang deh.

Eh gue belum cerita tentang ihwal pentas di Penang ini ya? Jadi, ceritanya Perhimpunan Pelajar Indonesia di sana mau bikin Indonesian Cultural Night. Kebetulan, project coordinator-nya itu dulu waktu SD/SMP pernah ikut misi budaya ke luar negeri di bawah bimbingan Mbak Fara, pimpinan sanggar Svadara. Jadi begitu mau bikin proyek ini, dia langsung kontak Mbak Fara, and the rest is history.

Untuk ke Penang ini, para pelatih sih sebenernya minta supaya para ortu gak ikut. Sekalian melatih anak-anak mandiri gitu, kata mereka.

Continue reading

Nadira Pentas di Penang (1)

Sekitar bulan Juni lalu, tiba-tiba gue dikirimi WhatsApp oleh Mbak Riena, pemilik Sanggar Rinari , tempat Nadira les nari tradisional sejak umur 5 tahun. Intinya, Mbak Riena kasitau bahwa ada tawaran untuk Nadira dan empat orang temannya dari sanggar itu untuk tampil di Penang, Malaysia. Tepatnya, di Universiti Sains Malaysia. Mereka akan tampil bareng 21 anak lain dari 2 sanggar berbeda di Jakarta.

Waktu itu gue bacanya dengan mixed feeling. Seneng dan bangga udah pasti. Tapi sebagai orang pesimis, gue juga khawatir ke-GR-an. Jadi gue keep deh kabar itu, cuma cerita ke suami aja.

Setelah dipastikan tanggal berapa berangkat, barulah gue cerita ke nyokap, bokap, mertua, adik dan ipar gue. Apalagi, untuk persiapan pentas itu, Nadira butuh latihan dan stamina yang kuat. Jadi gue kasitau keluarga itu dengan tujuan, kalo ada acara keluarga dan kami gak bisa dateng karena kudu anter Nadira latihan, ya monmaap qaqaaa 😀

Continue reading

Membuat Paspor untuk Anak

Halooo… Udah lamaaaaaaaa banget gak isi blog ya. Selain sibuk urusan kantor, gue juga ribet jadi sista-sista instagram nih, dagang 😀 Selain itu, gue malah lebih sering share-share di Instagram terutama Instastory. Random banget, gak terkonsep. Mirip sama isi otak gue lah 😀

Anyway, kemarin gue baruu aja kelar urus paspor untuk Nadira. Pas share di Instastory, eh malah banyak yang rikues dibikin postingan-nya karena ternyata emang banyak yang butuh.

Supaya lebih jelas, gue tulis di blog aja deh ya. Kalo di Instagram/Instastory terbatas nulisnya, takut kurang detail.

Oke, kira-kira gini ya alurnya:

Continue reading

Rahasia Rambut Tebal Nadira

Semua orang tua pasti seneng ya kalo anaknya dipuji. Nah, salah satu pujian yang paliinggg sering datang ke Nadira adalah soal rambutnya. Baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya. Semua cukup sukses bikin hidung gue dan suami kembang kempis ke-GR-an.

Rata-rata sih memuji rambut Nadira yang tebal, hitam, lurus dan panjang. Persis kayak iklan sampo, katanya, hahaha… Tiap kali gue abis upload foto Nadira di medsos misalnya, DM dan kolom komen gue pasti berisi pertanyaan soal rahasia rambutnya. Padahal, gue lagi bahas soal lain, yang beda topik samsek. Jadi ujung-ujungnya gagal fokus ya shay.

*rambut Nadira sekarang*

Continue reading