Membuat Paspor untuk Anak

Halooo… Udah lamaaaaaaaa banget gak isi blog ya. Selain sibuk urusan kantor, gue juga ribet jadi sista-sista instagram nih, dagang 😀 Selain itu, gue malah lebih sering share-share di Instagram terutama Instastory. Random banget, gak terkonsep. Mirip sama isi otak gue lah 😀

Anyway, kemarin gue baruu aja kelar urus paspor untuk Nadira. Pas share di Instastory, eh malah banyak yang rikues dibikin postingan-nya karena ternyata emang banyak yang butuh.

Supaya lebih jelas, gue tulis di blog aja deh ya. Kalo di Instagram/Instastory terbatas nulisnya, takut kurang detail.

Oke, kira-kira gini ya alurnya:

Continue reading

Advertisements

Rahasia Rambut Tebal Nadira

Semua orang tua pasti seneng ya kalo anaknya dipuji. Nah, salah satu pujian yang paliinggg sering datang ke Nadira adalah soal rambutnya. Baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya. Semua cukup sukses bikin hidung gue dan suami kembang kempis ke-GR-an.

Rata-rata sih memuji rambut Nadira yang tebal, hitam, lurus dan panjang. Persis kayak iklan sampo, katanya, hahaha… Tiap kali gue abis upload foto Nadira di medsos misalnya, DM dan kolom komen gue pasti berisi pertanyaan soal rahasia rambutnya. Padahal, gue lagi bahas soal lain, yang beda topik samsek. Jadi ujung-ujungnya gagal fokus ya shay.

*rambut Nadira sekarang*

Continue reading

Parents Know Best?

Ceritanya, keluarga gue punya sahabat keluarga yang bener-bener klik. Sang ibu akrab dengan gue. Sang bapak akrab dengan suami. Anak bungsunya bersahabat dengan Nadira. Bahkan kakek neneknya akrab dengan mertua dan keluarga besarnya.

Pandangan kami akan berbagai hal matching banget. Mulai dari hal-hal remeh temeh sampai urusan politik. Sifat dan tindak tanduk seluruh keluarganya pun cocok dengan keluarga kami.

Jujur, ini hal yang baru bagi gue dan suami. Sebelum-sebelumnya, biasanya gue yang bersahabat sama sang ibu, atau sebaliknya, suami yang bersahabat sama sang bapak. Jarang yang bisa klik semua-muanya kayak gini.

Gara-gara itu, gue jadi kepikir, bakal lucu banget nih kalo kami besanan. Kebetulan keluarga itu punya anak sulung cowok yang pintar dan sopan. Alhasil, kalo beneran jadi besan, keluarga gue dan keluarga mereka gak bakal ribet beradaptasi karena kenal baik banget. Pas gue cerita ke suami, dia ketawa-ketawa doang sambil bilang “Yaelah kamu, ada-ada aja mikirnya!”.

Continue reading

Trauma di Medsos

Di medsos, gue bukanlah orang yang hobi posting foto-foto anak dan keluarga. Sesekali, iya. Tapi gak sering-sering amat lah. Di blog juga gitu. Kalo ditilik, postingan gue tentang anak dan suami kayaknya lebih dikit daripada yang bercerita tentang diri sendiri atau isu-isu umum. Kalo pun tentang anak, gue memilih gak upload fotonya.

Kenapa begitu?

Ada satu momen yang rada bikin gue trauma sih, sebenernya. Udah lama mau ditulis di sini tapi maju mundur karena bikin KZLsendiri. Gak heran sejak kejadian itu, gue memilih gak upload fotonya Nadira di blog. Di medsos masih sih, tapi jarang-jarang.

Ceritanya gini nih.

Continue reading

Raising Confident Child. How?

Kemarin ada acara keluarga besar suami. Alhasil, kami ketemu lah dengan sodara-sodara yang jarang bersua.

Pas turun mobil, kami ketemu dengan seorang Omnya suami. Basbisbus dikit, trus Nadira salim cium tangan sam adese. Dan sambil kasih tangan, dia ngomong gini ke Nadira:

“Wah koq gendut banget nih sekarang? Itu perutnya sampe buncit.”

Hati gue mendelep dengernya. Istri si om mungkin sadar, dia berusaha menetralisir dengan bilang “Gak koq, langsing koq ya, Mbak.”

And yeah, ever since that moment, that old guy is officially on my black list of “orang-orang nyebelin yang harus dihindari sebisa mungkin”.

Continue reading

Blackmores, Pelukan dan Membantu Sesama

Semua orang yang kenal gue in real life mungkin pada tau ya kalo gue itu orangnya super santai, gak perfeksionis, dan jauh dari sifat OCD. Pokoknya, nothing to lose lah. Enjoy life while you can ceunah. Always do your best, tapi kalo gak bisa, yawdah gak masyalah gitu.

Sifat itu berubah pas gue tau kalo gue hamil. Tiba-tiba aja gue jadi super perhatian sama segala yang berbau kesehatan. Maklum, di dalam perut gue ada anak yang 100% tergantung sama gue. Jadi bener-bener harus dijaga dan dirawat sebaik mungkin.

Gue pun berusaha pilih makanan dan minuman yang bergizi. Disuruh dokter minum vitamin hayuk, disuruh mertua minum minyak kelapa supaya lahiran lancar nurut, minum suplemen juga OK. Semua dilakoni demi anak lah. Tentunya juga gue melakukan itu setelah konsul sama dokter ya.

Makanya, pas kemarin diundang ke acara Blackmores Pregnancy & Breast-feeding Gold, gue pun excited banget. Sebab, gue selalu penasaran sama update terbaru di dunia kesehatan. Apalagi, gue tau reputasi Blackmores sebagai penyedia suplemen kesehatan itu OKs bangs lah.

*pic from @nenglita’s blog*

Continue reading

Murka karena Bekal Anak

Di Instagram, nyaris tiap hari gue posting bekal-bekal sekolahnya Nadira dengan hestek #ketringibuira. Bahkan pernah gue tulis kisahnya di sini nih. Tujuannya sih cuma buat catatan pribadi dan share sama sesama ibu-ibu atau gadis-gadis (ceileh) yang minat pada dunia perbekalan. Lumayan buat saling tukar ide yekan.

Meski gue ngerasa bekalnya Nadira garing setiap hari, ternyata feed back yang gue dapet rata-rata lumayan positif. Bilang gue kreatif lah, menunya looks delicious lah, macem-macem deh. Tentu aja gue hepi dan kadang GR sendiri hahaha 😀

Tapi tau gak, dunia nyata itu lebih kejam daripada dunia sosmed, seus. Meski menurut followers gue, bekalnya Nadira itu keliatan enak, belum cencu dia beneran makan seluruh isinya sampe habis lho. Yup, anak gue emang reseeeee dan picky eater banget. Jadi suka bikin gue emosi jiwa deh, terutama untuk urusan bekel-bekelan ini.

*anak gue bangeett… Tiap ke resto, kudu cari yang nyediain menu nasgor, ayam goreng atau telur dadar untuk dia. Kalo gak ada, terpaksa beli di luar dulu T_T*

Continue reading