Road Trip Magelang-Solo-Cirebon (4)

Waw udah sampe bagian 4 aja. Panjang kali cerbung ini, macam kisah silat Wiro Sableng di koran zaman dulu hahaha..

Yang bosen, skip aja ya 😀

Oke, kelar nginep di Magelang dan ke Candi Borobudur, Museum Diponegoro, Museum Sudirman, dan Candi Prambanan selama dua hari kemarin, kami pindah ke Solo. Di Solo, kami nginep di Hotel Horison Aziza, gak jauh dari pusat pemerintahan Kota Solo/Surakarta.

*hotel ini lumayan murmer. Pas gue nginep, gak sampe 400rb/malam pdhl lokasi dan fasilitas oke*

Hotel ini adalah hotel syariah. Jadi, di lorong menuju kamar, diperdengarkan rekaman murotal alias ngaji-ngaji gitu. Gue sih gpp ya, jadi ngerasa tentram gak perlu takut hantu wahahaha… Tapi yang nginep emang rata-rata keluarga atau pasutri sih. Soale kalo lawan jenis mau nginep di sini berduaan, kudu kasih liat surat nikah dulu lho 😀

Malam itu, sebelum check ini ke hotel, kami dinner dulu di Nasi Liwet Wongso Lemu di Jalan Keprabon. Nah, sepanjang jalan itu kan isinya warung nasi liwet dengan nama yang sama ya. Gue terus terang belum pernah makan di TKP ini.

Jadi capcipcup aja pilihnya, yakni yang paling rame dengan pengamen penyanyi lagu Jawa yang berkonde dan berkebaya hahaha…

Rasanya sih so-so lah. Harganya juga IMHO lumayan mahal untuk ukuran Solo. Soale gue pernah makan nasi liwet di seberang Hotel Novotel yang harganya separo nasi liwet Wongso Lemu ini, dengan rasa yang sama enaknya. Sayangnya, nasi liwet Novotel itu cuma buka pagi-pagi.

Kelar makan, baru deh kita ke hotel dan check in, siap-siap untuk besok pagi.

Continue reading

Road Trip Magelang-Solo-Cirebon (3)

Lanjutan post kemarin yang terputus.

Setelah makan siang, kami berangkat ke tengah kota Magelang. Tujuannya adalah mengunjungi dua museum, yaitu Museum Diponegoro dan Museum Jenderal Sudirman.

Awalnya gue mana tau ada dua museum ini di Magelang, karena emang tujuan ke Magelang cuma ke Borobudur aja. Tapi di komen instagram gue ada yang nyaranin dua museum tersebut. Wah kami pun langsung tertarik.

Seperti biasa, jalan ke museum cuma modal google map. Seru sih diajak lewat jalan-jalan yang gak bakal kami lalui secara umum. Alias, lewat jalan-jalan kecil cyin 😀

Oke dibahas satu-satu ya.

Continue reading

Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita 2

Sejujurnya, gue nulis ini udah dari beberapa hari lalu. Tapi gue ngerasa kudu tanya ke suami dulu, apakah dia keberatan cerita ini gue post? Sebab, untuk beberapa orang, kisah kegagalan dan kebodohan finansial itu adalah aib.

Respons suami:

“Oh gpp di-post. Siapa tau ada pelajaran dari kebodohan aku.”

Oke deh. Mari kita lanjutkan kisah tentang BPJS kemarin.

Di instagram kan gue sempet bahas tentang lifestyle ala budget pas-pasan jiwa sosialita (BPJS) ya. Di antara DM yang masuk, banyak yang mengeluhkan cara pasangannya dalam mencoba menyenangkan mereka. Soale, seringkali maksain gitu.

Ada yang sampe dikejar-kejar debt collector karena diam-diam ternyata suaminya ngutang kanan kiri untuk ngajak anak istri traveling, jajan dll. Bahkan ada yang dipecat segala karena korupsi uang kantor demi menyenangkan keluarganya.

Sedih bacanya 😦

Eeeh engingeenngg.. Tetiba ada satu orang yang DM gue begini. Intinya dia marah lah karena kisah-kisah BPJS yang gue tampilkan menurut dia gak balanced. Hanya menyerang tapi gak ngerti bahwa suami itu melakukannya demi menyenangkan keluarga. Baca di bawah ini ya:

Continue reading

Road Trip Magelang-Solo-Cirebon (2)

Oke mari kita lanjut dari posting-an sebelumnya ya.

  • Hari 2 (10/12/2019)

Borobudur

Maksud hati sih pingin lihat sunrise di Borobudur. Kayaknya keren dan kece gitu yekan. Apalagi candi tersebut emang udah buka dari jam 5. Jadi cucok lah yaw.

Namun apa daya, bodi gak kuat cuy. Alhasil, berangkat jam 7 aja lah ke Borobudurnya. Belum mandi pula, sengaja karena pasti bakal keringetan lagi. Yang penting udah sikat gigi, cuci muka, pake sunblock dan tetep wangi lah yaw dengan deodoran dan parfum hahaha.

Continue reading

Road Trip Magelang-Solo-Cirebon (1)

Belakangan ini, Nadira lagi tergila-gila dengan sejarah. Baik itu sejarah dunia maupun sejarah Indonesia. Alhasil, dia pun merengek minta diajak ke museum atau ke situs-situs bersejarah.

Salah satu yang dia minta adalah Candi Borobudur. Gue sih seneng aja mengabulkan permintaannya itu. Sekalian jalan-jalan lah, soale kami emang udah lamaaa banget gak pergi khusus untuk jalan-jalan ke luar kota. Terakhir pas Nadira umur 2-3 tahun dulu kayaknya. Setelah itu, pergi ke luar kotanya pasti selalu rame-rame barengan sekalian ada acara apaa gitu.

Salah satu yang bikin mikir banget adalah, kondisi finansial keluarga kami saat ini lagi kurang bagus sebenernya. Gak kurang sih, tapi gak kelebihan banget juga.

Jadi aseli deh, gue ngitung banget untuk biaya kepergian kali ini. Gue gak mau kan berutang demi bisa eksis liburan kayak orang-orang. Mending gak usah pergi aja kalo gitu caranya mah.

Anyway, setelah tungitungitungitung, akhirnya kami memutuskan untuk pergi. Sebelum berangkat aja udah ada cobaan yakni servis mobil yang biayanya 60% dari budget liburan yang gue anggarkan. Maklum mobil tua. Buset dah, langsung pening akutuu.

Continue reading

Pengalaman Mengurus Asuransi Jasa Raharja + BPJS pada Kecelakaan

Ceritanya, sekitar dua minggu lalu, bokap dan nyokap mengalami kecelakaan di daerah Pondok Kopi Jakarta Timur. Bokap hilang kendali saat naik motor bareng nyokap, dan ended up nabrak motor orang yang diparkir di pinggir jalan.

Hasilnya, tulang di bahu depan bokap patah, sementara nyokap mengalami pendarahan otak karena gak pake helm saat kejadian (makanya helm itu penting ya gaes!). Untunglah, warga sekitar baik-baik bangeet dan langsung nolongin mereka bawa ke klinik terdekat.

Setelah gue dan adik gue diberitahu, kami datang dan memutuskan membawa bonyok ke RS Islam Pondok Kopi, karena ini adalah satu-satunya RS terdekat yang punya fasilitas CT Scan dan fasilitas lain dengan lengkap.

Waktu itu sih, prioritas utama kami adalah nyawa bonyok. Gak kepikiran tuh biayanya gimana, bayarnya kudu nebok celengan dulu atau nggak, dll. Pokoke prinsip gue, selama kartu kredit aman, kondisi darurat Insya Allah aman lah.

(Nah, ini dia nih fungsi kartu kredit yang sebenarnya ya gaes. Untuk dipake di kasus-kasus emergensi, bukan untuk “waw toko sepatu favorit gue lagi diskon, belanja aaahhh meski dompet kosong” 😀 )

Continue reading

Wisata Edukatif di Jakarta: Ikutan Jakarta Walking Tour (3)

Setelah ke Perpusnas dan Museum Tekstil, gue pun cari-cari alternatif wisata lain di Jakarta. Gue pernah baca tentang wisata Bhinneka ke tempat-tempat ibadah berbagai agama yang ada di Jakarta. Kebetulan gue emang minat sama sejarah dan pengetahuan ya, termasuk tentang agama.

Selain itu, gue juga pingin kasih liat ke Nadira bahwa di Indonesia, ada macem-macem agama dan rumah ibadahnya lho. Dengan datang, melihat, mengamati, dan mendengarkan penjelasan secara langsung, dia akan dapet lebih banyak kesan dan pengalaman daripada sekadar baca buku pelajaran sekolah.

Begitu gugel, gue dapet beberapa artikel tentang tur jalan kaki alias Jakarta walking tour yang diselenggarakan dua organisasi. Yang pertama adalah Jakarta Good Guide. Yang kedua adalah Wisata Kreatif Jakarta.

Perbedaan dari kedua organisasi ini, sepanjang pengamatan gue adalah:

Continue reading