Ada Apa dengan Perempuan dan Kartu Membership?

Perempuan dan kartu membership itu kalo kata pepatah ibarat sayur tanpa garam. Alias, gak lengkap gitu, say. Kalo gak percaya, silakan cek dompet para perempuan deh, entah masih single atau udah nikah. Dijamin di dalam dompetnya ada berbagai kartu membership.

Jenisnya pun macam-macam. Mulai dari membership supermarket (paling umum), membership fitness center atau klub kebugaran, sampe membership rumah sakit/klinik. Tiap jenis, jumlah membership-nya kadang gak cuma satu tapi bisa lebih dari itu, lho.

Ini berdasarkan pengamatan gue pada teman dan saudara perempuan, plus diri sendiri, ya, hahahaha 😀

Beneran deh, dompet gue emang isinya lebih banyak aneka kartu membership gitu ketimbang duitnya. Soale kalo duit bisa disimpen di rekening. Namun untuk kartu membership, sebagian masih harus kasih lihat kartunya pas bertransaksi.

Emang buat apaan sih perempuan punya kartu membership banyak-banyak?

Continue reading

Inspirasi Bisnis dari Film, Kenapa Nggak?

Salah satu hobi gue adalah nonton film. Gak cuma film cerita, tapi juga film dokumenter gitu-gitu. Kenapa? Karena gue seneng melepas lelah dan rileks sejenak nonton cerita-cerita tentang kehidupan orang, baik itu beneran atau fiksi.

Apalagi, nonton film itu enggak hanya kasih hiburan doang. Tapi gue juga bisa dapet banyak banget ilmu, pelajaran, pengetahuan, dan inspirasi.

Misalnya nih film tentang kuliner kayak Aruna dan Lidahnya atau Julie & Julia. Setelah nonton, pengetahuan gue tentang kuliner pun langsung bertambah karena di film-film itu banyak bener detail seputar dunia kuliner yang jadi background cerita.

Begitu juga untuk film-film di bidang lain, kayak film tentang perang, kedokteran, ilmuwan, dan jurnalistik. Bahkan pas gue ikut kursus terjemahan, film The Interpreter yang dibintangi Nicole Kidman dijadiin contoh untuk menjelaskan profesi interpreter lho sama dosen yang ngajar.

Continue reading

Jualan Online Tanpa Repot? Kuy!

Di masa pandemi begini, banyak orang yang kena dampak ekonomi. Mulai dari di-PHK, dipotong gajinya, sampe bangkrut bisnisnya. Dari situ, harus dicari solusi supaya dapur tetap ngebul, dan tentunya, taat protokol kesehatan dong ya.

Salah satu pilihan paling banyak adalah jualan online. Soale, metode ini dianggap paling simple, anti-ribet, dan relatif minim berinteraksi langsung dengan orang lain. Jadi, lumayan aman di era Covid ini yekan.

Apapun bisa dijual lewat online. Makanan, hayuk. Baju, cuss. Onderdil mobil/motor, barang elektronik, sampe tanaman, semua gasss lah. Bisa banget dijual online lho.

Yang penting, semuanya bisa dikirim pake kurir jadi aman, tentram, dan selamat.

Continue reading

Wiskul di Tengah Pandemi? Siapa Takut!

Salah satu hobi gue, bahkan kalo bisa dibilang sebagai hobi utama, adalah wiskul atau wisata kuliner. Dan, yang paling gue gemari adalah kuliner-kuliner jalanan atau istilah kerennya, street food. Makanya, tiap ke luar kota, sasaran gue adalah jajan kuliner khas kota itu. Terutama kuliner rakyat, bukan kuliner di restoran mewah.

Sejak pandemi, gue jadi jarang bahkan hampir enggak pernah keluar kota lagi. Paling-paling ke Bogor, Depok, dan Bandung karena ada acara keluarga. Itu pun hanya sebentar banget. Alhasil, hobi gue wiskulan pun terbatas deh 😦

Tapi itu gak membatasi hobi gue makan eh wiskulan sih. Cuma emang metodenya jadi rada beda aja.

Pas awal-awal pandemi, gue lebih pilih wiskulan dengan beli makanan lewat ojek online alias ojol. Begitu makanannya sampe, langsung dipindah ke wadah lain dan diangetin dulu. Supaya ngerasa aman aja gitu.

Waktu gue posting di IG, banyak yang nanya, koq berani jajan di tengah pandemi?

Continue reading

Panen Cuan dari Bisnis Cat Hotel and Spa

Zaman sekarang, potensi bisnis tuh bener-bener beragam banget ya. Asal kreatif dan jeli ngeliat celah yang ada, Insya Allah bisnis bisa berjalan dengan lancar. Termasuk di tengah pandemi saat ini.

Salah satu yang lagi ngetrend adalah bisnis seputar hewan peliharaan. Apalagi di kota-kota besar, banyak orang yang memelihara hewan kayak anjing dan kucing, dan memperlakukan mereka seperti anaknya sendiri. Jadi, bisnis pet shop, makanan hewan, dan pet grooming potensial banget dilirik.

Continue reading

Dapat Uang Tambahan dari Merajut

Bulan ini, genap 7 bulan ya kita semua harus stay at home dan ngebatasin aktivitas gara-gara pandemi Corona/Covid-19. Banyak perubahan yang terjadi karena sebagian besar waktu harus dihabiskan di rumah aja.

Yang pemasukannya gak terlalu berubah sih biasanya pada sibuk dengan hobi baru kayak berkebun, masak, atau olahraga. Sementara yang pemasukannya terganggu karena kena PHK, atau dikurangi gajinya gara-gara Covid-19, harus putar otak cari jalan alternatif untuk dapat uang.

Ada temen gue yang tadinya tourist guide sekarang alih profesi jadi online seller. Ada yang tadinya pegawai kantoran sekarang jualan kopi untuk cari pemasukan sekaligus menekuni hobi. Ada juga yang baru belajar skill tambahan dan mulai pelan-pelan cari cuan dari situ.

Macem-macem deh ceritanya dan semua bikin salut. Angkat topi untuk semua yang gigih dan ulet!

Continue reading

Hamil di Tengah Pandemi

Baca judulnya pasti banyak yang nyangka gue hamil ya? Hahahaha.

Tenaang gue belum hamil (lagi) koq. Gue cuma mau nulis aja hasil pengamatan gue tentang orang-orang di sekeliling gue, plus berbagai berita di media.

Selama pandemi Covid-19 gini kan kita semua terpaksa harus lebih banyak tinggal di rumah ya. Yang tadinya sibuk kerja pake lembur di kantor, jadi kerja di rumah. Yang tadinya banyak tugas ke luar kota/negeri, jadi diam terus di rumah.

Alhasil, pasangan yang dulu mungkin hanya ketemu kurang dari 12 jam per hari, jadi ketemu melulu deh tiap hari. Ada yang ujung-ujungnya berantem, bahkan sampai bercerai. Di berbagai daerah angka perceraian naik drastis lho selama Covid. Di Kabupaten Bandung aja yang mau cerai sampe antre di pengadilan.

Tapi banyak juga yang sebaliknya. Makin sering ketemu, makin lengket dan hasilnya… Hamil deh! 😀

Continue reading

Berkebun di Halaman Rumah, Yuk!

Halooo udah lama ya gak ngomongin soal proyek #IraBerkebun yang dulu pernah gue tulis di sini. Biasa lah, gara-gara kebanyakan urusan, jadi lupa mau update. Padahal sih proyeknya tetap jalan meski ternyata gak segampang yang gue kira 😀

Nah pas pandemi Covid-19 datang, gue lihat banyaaak banget yang mulai cari kegiatan untuk menghabiskan waktu supaya gak rebahan mulu. Salah satu yang sering sliweran di timeline Twitter dan Instagram adalah proyek berkebun.

Aseli gue salut banget dengan “petani dadakan” ini karena hasilnya kok cakep-cakep amat? Beda sama gue yang pas-pasan hahaha. Mungkin karena mereka lebih serius dan tekun ya. Kalo gue kan suka kelupaan kasih kompos lah, gak sempet buangin hama lah, dll dst.

*kebun ala-ala gue saat pohon pisang Cavendish dan pohon apel putsa masih kecil-kecil*

Continue reading