Kaleidoskop 2018

Haloooo… Apa kabar semua?

Selamat tahun baru gaes! Ya ampun gak terasa (bohong banget sih ini) udah ganti tahun aja ya. Pantesan uban gue koq tambah banyak, ternyata umur gue nambah ya tahun ini.

Di posting-an ini gue mau kasih kabar 3 pemenang dari giveaway kemarin ya. Mereka adalah @binar.lestari, @valkyrre dan @atalidz. Nama-nama pemenang udah gue posting di Instastory tanggal 22 Desember. Hadiah juga udah dikirim dan diterima. Maaf batal kirim yang travel size. Soale pas gue liat yang full size koq harganya beti. Jadi ya gue beli dan kirim aja yang full size deh supaya lebih puas πŸ˜€

Untuk yang belum menang, terima kasih banyak ya. Aselik sejujurnya gue pusiingg sampe setreess nentuin pemenangnya. Abis bagus-bagus semua, berkesan dan bikin gue jleb banget. Soale, gue koq jadi ibu ternyata pemalas dan gak inspiratif ya. Beda banget sama sosok para ibu yang diceritain sama temen-temen di postingan itu.

Anyway, kali ini sejujurnya gue bingung mau nulis apa sebagai posting-an pembuka di tahun 2019. Kalo resolusi, gue tiap tahun kayaknya jarang punya ya. Maklum aing tipe yang kurang ambisiyes sis.

Continue reading

Advertisements

Inner Circle

Baca judulnya ada yang pengen nyanyi “Alalalalalong, alalalalalong, longlilonglonglong” gak?

Hihihi.. Anak 90-an banget gak siihhh πŸ˜€

Jadi, beberapa hari lalu, gue liat quote ini di Instagram. Trus gue terhenyak sendiri, karena, eh koq bener banget ya.’

Semakin tua, gue ngerasa tingkat toleransi gue terhadap hal-hal yang nyebelin semakin rendah. Terutama untuk yang berhubungan dengan sosialisasi dan pertemanan.

Continue reading

AADC (Ada Apa di Cirebon) part 2

Setelah dari Keraton Kasepuhan, kita lanjut hunting oleh-oleh. Tanya Pak Supir, dia rekomen ke dua toko yang lokasinya berdekatan. Kita sih terserah aja yang penting gampang parkir dan convenient juga buat kita. Akhirnya Pak Supir parkir di depan Toko Pangestu.

Tokonya luas, bersih, nyaman dan isinya lengkap. Begitu masuk, langsung tercium wangi kue enaaakkk banget. Ternyata, Mbaknya lagi manggang sopia isi keju. Ditawarin nyoba, dan rasanya emang endeeuus!!! 👍

Kita pun langsung menyusuri tiap-tiap rak toko, sebelum memutuskan beli apa. Yang gue suka dari toko ini adalah, tester produknya lengkap banget bok! Nyaris semua produk pasti ada testernya deh. Dari mulai keripik, sampe sambel, bisa dicobain. Yang ada, semua tester gue coba sampe kenyang hahahaha.. *nyoba tester apa rakus sih Mbak?*

Continue reading

AADC (Ada Apa di Cirebon)

Beberapa waktu lalu, seorang temen gue, alumni Komunikasi UI ’96, posting foto-foto reuni 20 tahun KomUI di Instagram. Gara-gara itu, gue dan temen-temen kuliah pun gak mau kalah.Β  Emang sih, tahun ini kita belum genap 20 tahun. Tapi, seru banget pastinya bikin kumpul-kumpul bareng temen-temen seangkatan kayak dulu lagi.

Ribet deh di WhatsApp Group bikin wacana A-Z untuk kumpul-kumpul. Padahal, kita semua sadar kalo angkatan kita itu dari dulu paling susaaahh kumpul dengan formasi lengkap. Padahal, anggotanya cuma 30 orang saja. Waktu awal masuk FSUI dulu, kita ada 35 orang sih. Tapi di tahun ke-2 tersisa 30 orang karena ada yang DO, keluar, dll dsb.

Cuma seiprit gitu aja susaaaah banget ngumpulinnya. Zaman kuliah dulu, angkatan kita kayak terbagi 2. Ada yang hobi nongkrong di Kantin Sastra (Kansas) setelah kuliah, ada yangΒ  lebih suka langsung pulang ke rumah. Jadi pas kuliah aja suka mencar-mencar. Lah, gimana pas abis lulus?

Apalagi, temen-temen kuliah gue ini canggih-canggih amat. Pada go international semua macam Agnez Monica. Ada yang jadi dosen di Amrik dan Oz, ada yang kuliah S2-S3 di berbagai negara, ada yang jadi Kepala Jurusan di universitas ternama di Indonesia, ada yang jadi diplomat, pokoke macem-macem lah. Bener-bener sakseis bikin gue ngerasa kayak remah rengginang banget πŸ˜₯

jakul

*foto-foto di kampus jelang lulus. Gak semua ikutan nih. Oh ya, meski Fakultas Sastra didominasi cewek, angkatan kita tetep ada cowoknya kooqqq..*

Continue reading

Melihat dari Kacamata Berbeda

*postingan ini mengandung isu seputar SARA. Tolong dibaca dengan kepala dingin dan hati seluas samudera. Perlu dicatat, penulis tidak bermaksud menyinggung satu pihak manapun. Hanya curhat tentang kondisi yang dialami aja.*

Barusan, seorang sahabat gue di kantor curhat. Dia, sebut aja Nona, sedikit mengeluh tentang beberapa orang di kantor sebelah. Nona ini berasal dari sebuah provinsi di Indonesia Timur dan tinggal di lingkungan non muslim. Keluarganya Kristen taat. Dari lahir sampai lulus SMA, dia tinggal di sana.

Saat kuliah, Nona pindah ke Jakarta. Di Jakarta, barulah ia banyak bertemu dan berteman dengan muslimah berjilbab. Di kampungnya dulu, meski ada yang muslim, tapi rata-rata gak berjilbab.

Seiring berjalannya waktu, Nona yang pandai bergaul ini lebur dengan campur-aduknya SARA di Jakarta. Meski dia masih taat dengan ajaran agamanya, dia gak pernah pilih-pilih teman berdasarkan SARA. That’s what makes us get along well.

Nah, beberapa waktu belakangan, kantor kita kedatangan tamu baru. Kapling sebelah diisi oleh para pegawai dari kantor lain. Mereka ini sebagian berjilbab, tapi berisiknya minta ampun. Gak cuma berisik, mereka juga annoying dalam artian, sering melontarkan kata-kata makian, kasar dan vulgar.

Continue reading

Sharing is (Not Always) Caring

Kemarin, Jakarta berduka. Ada bom dan serangan teroris di tengah kota. Kontan, perhatian semua orang terpusat ke sana. Mulai dari socmed, TV, radio, hingga media, laris diserbu masyarakat awam dari seluruh dunia.

Nah, seperti layaknya sebuah kejadian menghebohkan di lokasi publik, tentu aja banyak saksi mata dari masyarakat sekitar. Mereka pun ikut terlibat secara emosional, bahkan nggak sedikit yang turut melaporkan via socmed, atau mengambil foto dan video. Foto-foto, video dan kesaksian via socmed ini lantas go viral. Beredar dari satu akun ke akun lain. Dari satu whatsapp/BB group, ke whatsapp/BB group lain.

Apakah semua bisa dipercaya? Ya tentu tidaakk. Banyak “katanya”, “katanya” yang di-share sana-sini. Banyak kesimpulan blunder yang di-share sana-sini. Banyak analisa sotoy yang di-share sana-sini. Dan banyak juga yang percaya. Atau, malah jadi overwhelmed karena terlalu banyak info yang di-share, sebelum dicerna dan dikroscek.

Continue reading