Road Trip Magelang-Solo-Cirebon (3)

Lanjutan post kemarin yang terputus.

Setelah makan siang, kami berangkat ke tengah kota Magelang. Tujuannya adalah mengunjungi dua museum, yaitu Museum Diponegoro dan Museum Jenderal Sudirman.

Awalnya gue mana tau ada dua museum ini di Magelang, karena emang tujuan ke Magelang cuma ke Borobudur aja. Tapi di komen instagram gue ada yang nyaranin dua museum tersebut. Wah kami pun langsung tertarik.

Seperti biasa, jalan ke museum cuma modal google map. Seru sih diajak lewat jalan-jalan yang gak bakal kami lalui secara umum. Alias, lewat jalan-jalan kecil cyin 😀

Oke dibahas satu-satu ya.


Museum Diponegoro

Museum ini lokasinya nyempil banget. Di luar, yang tertulis justru Museum BPK RI. Padahal gue pinginnya ke Museum Diponegoro.

Begitu masuk, eh ada plangnya. Tapi lokasinya koq sepiiii banget ya. Setelah bolak-balik keluar masuk, akhirnya kami ketemu sekelompok pekerja. Kami pun langsung kasitau tujuan kami, dan oleh salah satu dari mereka diteleponin penjaganya. Baru deh bisa masuk.

Ternyata, museum ini berlokasi di dalam gedung yang dulunya merupakan kantor Karesidenan Kedu. Sekarang, gedung itu jadi kantor pemda cmiiw, plus disewakan untuk acara kawinan, event, perayaan, dll.

Museum Pengabadian Pangeran Diponegoro, begitu nama lengkapnya. Museumnya sendiri hanya berada di satu ruangan khusus. Meski kecil, tapi itu adalah ruangan bersejarah karena di situlah Pangeran Diponegoro dijebak, ditangkap dan dibuang ke Manado oleh Jenderal De Kock.

Ruangan tersebut berisikan semua perabot asli yang digunakan oleh Pangeran Diponegoro. Termasuk bale-bale tempat beliau solat, kursi dan meja tempat beliau bernegosiasi dengan Jenderal De Kock, jubah yang beliau biasa pake (dari jubahnya, ketauan Pangeran Diponegoro itu tinggi besar, minimal 180cm lah), dan beberapa lukisan tentang beliau.

Yang paling menarik, ada satu kursi yang diduduki Pangeran Diponegoro saat dijebak Jenderal de Kock. Ceritanya, saat itu Jenderal De Kock frustrasi karena selama ditugaskan di Jawa, dia belum juga bisa menangkap Diponegoro. De Kock pun bersiasat, mengundang Diponegoro silaturahmi dan negosiasi di hari Lebaran kedua.

Pangeran Diponegoro datang tanpa praduga apa-apa. Tau-tau setelah duduk, dia ditodong bedil, lalu ditangkap dan dibuang ke Manado, hingga meninggal di Makassar.

Saat ditodong bedil itulah, Diponegoro murkaaa banget. Beliau mencengkeram kursi yang diduduki sampe membekas. Dan bekas cengkeraman tangan Diponegoro itu masih ada lho sampe sekarang. Soale Pangeran Diponegoro selain dikenal soleh dan punya ilmu agama tinggi, dia juga sakti mandraguna.

Kata penjaga museum, pengunjung yang punya sixth sense biasanya akan merasakan energi dan kemarahan sang pangeran saat masuk ke dalam ruangan itu.

“Bahkan ada satu pengunjung yang begitu masuk, langsung bersujud,” katanya.

Suami gue yang ngakunya bisa ngerasa gitu-gituan, juga bilang hal yang sama. Dia bisa ngerasa getaran-getaran yang tersisa dari sang pangeran. Wow banget ya!

Oh ya, Museum Pengabadian Pangeran Diponegoro ini gratis, alias gak ada tiketnya. Kemarin sih gue cuma kasih tips aja ke penjaganya karena dia nemenin dan jelasin tentang isi museum.


Museum Jenderal Sudirman

Lokasinya di area yang dikuasai TNI gitu. Sebab, museum ini sebenernya adalah rumah Jenderal Sudirman dan keluarga saat menjelang beliau meninggal dunia. Ketika salah satu mantan ajudannya menjadi Panglima TNI, ia langsung mengubah rumah itu jadi museum. Menurut gue pantas sih karena ada nilai historisnya kan.

Seperti Museum Diponegoro, Museum Jenderal Sudirman juga gak ada tiket/entrance fee. Bahkan pas dateng, kami cuma keliling-keliling sendirian aja saking gak ada orang. Setelah ketemu penjaganya, baru deh diceritain tentang isi museum ini.

Jenderal Sudirman itu kan sakit TBC parah ya. Soale, beliau itu perokok berat. Nah, ketika pensiun, beliau disarankan untuk tinggal di daerah yang berudara bagus sekaligus dirawat oleh dokter pribadinya. Akhirnya beliau tinggal di Magelang.

Jadi isi rumah itu ya kayak rumah seperti biasanya. Yang membedakan adalah ruang kecil tempat Jenderal Sudirman dimandikan. Sebab, beliau memang meninggal di rumah ini.

Penjaga museum seneng banget begitu tau kami datang ke situ khusus dari Jakarta. Kalo gue liat sih kayaknya karena museum itu sepi deh, jadi dia berasa magabut banget tiap hari 😦 No wonder si penjaga semangat bener cerita tentang museum, dan Jenderal Sudirman. Bahkan sampe cerita-cerita yang gak ada di buku sejarah lho.

Untuk yang suka banget sejarah, terutama sejarah militer kayak suami gue, sempetin dateng ke sini deh. Menarik koq, meski untuk Nadira mah agak boring ya hehehe..

Dari Museum Jenderal Sudirman, kami lanjutkan perjalanan ke Solo. Tapi, kami sengaja lewat Yogya supaya bisa melewati Candi Prambanan.


Candi Prambanan

Sekitar 8 tahun lalu, kami pernah ke sini. Tapi Nadira masih kecil banget, jadi belum inget lah yaw. Akhirnya kami memutuskan untuk mampir sejenak sebelum candi tutup supaya bernostalgia, sekaligus kasih lihat Nadira kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia itu.

Sayangnya, karena datengnya udah mepet, jadi gak sempet banyak eksplorasi deh. Termasuk gak bisa naik bis yang ada di dalam candi untuk keliling ke candi-candi di kompleks itu. Soale, bisnya udah selesai jam beroperasi. Hiks 😦

Next tentang kisah di Solo, terutama Museum Sangiran, gue tulis di post selanjutnya ya 🙂

3 thoughts on “Road Trip Magelang-Solo-Cirebon (3)

    • Iya tinggi banget Mbak. Pas ngukur jubahnya itu, aku mah bakal kelelep kayaknya hahaha pdhl tinggiku 170cm. Jadi aku prediksi Pangeran Diponegoro itu minimal 180cm lah. Tinggi besar gitu.

  1. Pingback: Road Trip Magelang-Solo-Cirebon (4) | The Sun is Getting High, We're Moving on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s