Kembali ke TRX

2 tahun lalu, gue mulai kenalan sama olahraga bernama TRX. Formalnya sih weight suspension training ya, TRX itu nama alatnya. Tapi orang-orang, termasuk gue, lebih seneng bilang TRX karena lebih simple.

Kenapa pilih TRX? Soale gue gak suka lari atau olahraga yang banyak cardionya. Dan waktu itu, gue baru sukses berpilates ria, tapi terpaksa berhenti karena instrukturnya gak bisa. Baca-baca, TRX ini gerakan dasarnya berasal dari pilates dan yoga. Jadi langsung cuss daftar deh.

And I loooovvvee it! Bahkan gue berhasil ngeracunin beberapa orang untuk latihan bareng. Dan mereka juga ikut jatuh cinta sama TRX. Seru deh, apalagi tempatnya juga sepi. Jadi berasa kayak personal gym banget.

Continue reading

Advertisements

Working Out, The Journey So Far

Untuk urusan olahraga, gue termasuk yang payah. Berenang, gak bisa. Lari, gak kuat. Yoga, ketiduran. Makan juga gragas. Padahal cita-cita mah langsing dengan body fat di bawah 20% macam modelnya Victoria’s Secrets.

Isn’t it a joke?

perempuan aneh
Continue reading