My (Not) Instagram Husband

Tiap buka instagram, kadang gue suka heran sama foto orang-orang yang hasilnya keceee banget. Pajang foto Outfit of the Day alias OOTD dengan gaya bak supermodel. Pajang foto aktivitas sehari-hari yang keliatan natural banget. Pajang foto olahraga yang keren banget. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Sampe kemudian, gue ngobrol sama seorang temen. Foto-foto di instagramnya cakep-cakep banget. Dia bilang, semua itu karena suaminya jago dan mau motretin.

Gak berapa lama, muncullah istilah Instagram Husband. Ternyata temen gue gak sendirian. Di seluruh dunia, ada jutaan suami yang diberdayakan istri sendiri untuk motretin mereka, sebelum diaplot di Instagram.

Bahkan, sampe ada akunnya sendiri di sini. Tapi yang paling epic mah video pendeknya yang diaplot di Youtube. Hillarious abis!

Sayangnya, suami gue rada kurang bisa join gank Instagram Husband. Selama ini, gue lebih sering minta difotoin ART atau bahkan Nadira untuk OOTD dll. Kenapa?

Continue reading

Public Display of Affection

Waktu masih single dulu, rasanya seneng deh kalo tiap punya pacar trus tangan gue digandeng di depan publik. Atau dirangkul, dipegang pipinya/rambutnya, gitu-gitu lah. Apalagi pas pacarnya kece. Rasanya pengen gue tenteng kemana-mana, sekalian pamer hahaha.. *otak cetek*

Kebetulan dulu pernah beberapa kali dapet cowok yang sesuai keinginan. Mereka ini tipe yang kalo pergi bareng gue selalu ajak pegangan, rangkul bahu, makan duduk sampingan sambil pegangan tangan, dst. Tapi gak berlebihan ya, cuma mentok segitu doang karena akoh malu tapi mau kak.

Yang penting, hasrat pamer atawa Public Display of Affection (PDA) tersalurkan lah. Percis lagunya John Legend yang ini nih!

Continue reading

Saat Topengnya Terbuka

Buat yang berteman dengan gue di fesbuk, mungkin ngeh ya kalo belakangan ini gue akhirnya menunjukkan pilihan capres gue dengan share berita seputar si capres, foto-foto dan update status. Semua gue lakukan secara sadar, namun tetap berusaha nggak membabibuta.

Kenapa gue akhirnya keseret arus, termasuk nulis di blog segala? Ya alasan gue mirip-mirip lah sama editorial Jakarta Post yang heboh minggu lalu ini. Trus gue juga liat beberapa temen jurnalis dari media ibukota dan nasional yang gue kenal baik, mulai terbuka soal pilihannya. Alhasil, yuk mari kita buka-bukaan hihihi 😀

Tapi, gue cukup ngerti dengan pameo “You are what you share.” Makanya gue berusaha menyelaraskan status dan apapun yang gue share, sesuai kepribadian gue. Dan itu gak sulit sih. Gue gak perlu extra effort untuk pura-pura segala. Wong gue memilih capres yang selaras dengan logika dan juga hati nurani pribadi.

Continue reading

Kabar-Kabur

Siapa yang hobi kirim Broadcast Message (BM)? Kalo ada, gak usah baca postingan ini ya, daripada tersungging, hehehe.. 😀

Sebagai pengguna Blackberry (BB), satu hal yang bikin gue sebel dahulu kala adalah contact yang hobi kirim BM. Mending juga yang penting-penting. Lah kebanyakan kan yang remeh temeh, bahkan illogical kalo menurut pikiran orang waras.

Untungnya sih, BB contacts gue nggak suka kirim BM aneh-aneh. Paling-paling yang suka begitu justru di BBG (terdakwa utama adalah BBG kantor). Nah, yang masih sering mengeluh hingga saat ini adalah hubby. Beberapa BB contacts-nya masih suka kirim BM aneh-aneh.

“Ada yang tiap pagi kirim BM ayat-ayat suci, padahal dia nggak seagama sama aku. Lah temenku yang seagama aja pada ngerasa awkward, gimana aku? Ada juga yang tiap hari kirim BM kata-kata mutiara. Berasa kayak anak SD jaman dulu nggak sih?” begitu kira-kira keluhan hubby.

Continue reading