(Fake) Lyfe on Instagram

Beberapa waktu lalu, di twitter gue baca thread orang yang diambil dari Instastory-nya sebuah lembaga penasehat keuangan. Ceritanya tentang kisah nyata seorang selebgram yang harus mencari duit untuk memenuhi gaya hidupnya.

Maklum, jadi selebgram itu ternyata gak murah. Lo harus menyesuaikan diri dengan gaya hidup yang lo tampilkan di Instagram feed lo. Jadi yang tampilannya selalu mevvah, ya kudu konsisten, gak boleh ujug-ujug makan di warung pecel lele pinggir jalan. Kudu di resto-resto papan atas lah.

Lama-lama, si Mas Selebgram ini keteteran lah. Pemasukan sih ada, tapi jadinya kayak pepatah “besar pasak daripada tiang” gitu deh. Akhirnya, supaya bisa keep up dengan gaya hidup dan kontennya di Instagram, dia pilih jadi gigolo, simpenan seorang pejabat. Semua dijamin, mulai dari apartemen, mobil, sampe duit jajan.

Kisah serupa sempet heboh di beberapa media, yakni tentang seorang selebgram hedon yang nekad photoshop foto orang supaya terkesan dia yang naik pesawat first class dan menikmati kehidupan glamour. Pas ketauan, si selebgram itu langsung tutup akun. Ridiculous, no?

Trus ada lagi cerita lain, lagi-lagi di Twitter, yang cerita tentang seorang selebgram kelas bawah. Selebgram low level ini hobi nyolongin Instastory orang lain dan di-posting di Instastory-nya sendiri. Jadi seolah-olah dia yang lagi jalan-jalan, makan-makan, traveling, etc. Hebat ya?

Continue reading

Advertisements