Nadira Pentas di Penang (2)

Setelah latihan intensif dan bikin gelar pamit di Miss Tjitjih, saatnya Nadira dan temen-temennya berangkat ke Penang deh.

Eh gue belum cerita tentang ihwal pentas di Penang ini ya? Jadi, ceritanya Perhimpunan Pelajar Indonesia di sana mau bikin Indonesian Cultural Night. Kebetulan, project coordinator-nya itu dulu waktu SD/SMP pernah ikut misi budaya ke luar negeri di bawah bimbingan Mbak Fara, pimpinan sanggar Svadara. Jadi begitu mau bikin proyek ini, dia langsung kontak Mbak Fara, and the rest is history.

Untuk ke Penang ini, para pelatih sih sebenernya minta supaya para ortu gak ikut. Sekalian melatih anak-anak mandiri gitu, kata mereka.

Continue reading

Nadira Pentas di Penang (1)

Sekitar bulan Juni lalu, tiba-tiba gue dikirimi WhatsApp oleh Mbak Riena, pemilik Sanggar Rinari , tempat Nadira les nari tradisional sejak umur 5 tahun. Intinya, Mbak Riena kasitau bahwa ada tawaran untuk Nadira dan empat orang temannya dari sanggar itu untuk tampil di Penang, Malaysia. Tepatnya, di Universiti Sains Malaysia. Mereka akan tampil bareng 21 anak lain dari 2 sanggar berbeda di Jakarta.

Waktu itu gue bacanya dengan mixed feeling. Seneng dan bangga udah pasti. Tapi sebagai orang pesimis, gue juga khawatir ke-GR-an. Jadi gue keep deh kabar itu, cuma cerita ke suami aja.

Setelah dipastikan tanggal berapa berangkat, barulah gue cerita ke nyokap, bokap, mertua, adik dan ipar gue. Apalagi, untuk persiapan pentas itu, Nadira butuh latihan dan stamina yang kuat. Jadi gue kasitau keluarga itu dengan tujuan, kalo ada acara keluarga dan kami gak bisa dateng karena kudu anter Nadira latihan, ya monmaap qaqaaa 😀

Continue reading

Review: Kursus Tari Daerah untuk Anak

Dari dulu, gue cita-cita banget kalo punya anak, dia harus ikut les seni tradisional. Mau cewek atau cowok, bakal gue masupin ke les tari tradisional/pencak silat/karawitan/gamelan/nyinden/dalang. Kenapa? Soale, IMHO sih, ini bentuk kontribusi gue dan generasi penerus *tsah bahasanya serius amir* untuk melestarikan budaya tradisional. Kayak yang pernah gue tulis dulu nih.

Apalagi sekarang kayaknya banyak anak yang lebih bangga dan tertarik dengan tarian modern dan seni modern ketimbang nari Jaipong dan main gamelan. Imej kampungan, nggak keren, kurang modern dll masih melekat banget sama seni tradisional kita. Padahal di luar negeri, justru kesenian dan kebudayaan kita yang mendapat apresiasi tinggi. Bahkan banyak bule yang napsu belajar dan tersepona sama budaya tradisional kita lho. Kalo gue ke luar negeri bareng rombongan seni Indonesia, pasti heboh deh sambutannya. Sampe bikin goosebumps dan terhura!

Karena itulah gue akhirnya memasukkan Nadira les tari tradisional. Kebetulan, anaknya emang doyan nari, jadi gue rasa pas lah ya. Selain itu, beberapa alasan lainnya kayak melatih rasa percaya diri dll, pernah gue tulis di artikel MommiesDaily di sini.

Perjuangan nyari tempat lesnya pun lumayan bikin pusing. Soale gue pengen yang deket-deket rumah aja. Yang paling lengkap ofkors di Taman Mini Indonesia Indah ya. Segala jenis les tari daerah manapun ada di sini. Tapi koq ya jauh amiirr dari rumah gue. Mana macet pula kan ke situ 😦

Continue reading