Raising Confident Child. How?

Kemarin ada acara keluarga besar suami. Alhasil, kami ketemu lah dengan sodara-sodara yang jarang bersua.

Pas turun mobil, kami ketemu dengan seorang Omnya suami. Basbisbus dikit, trus Nadira salim cium tangan sam adese. Dan sambil kasih tangan, dia ngomong gini ke Nadira:

“Wah koq gendut banget nih sekarang? Itu perutnya sampe buncit.”

Hati gue mendelep dengernya. Istri si om mungkin sadar, dia berusaha menetralisir dengan bilang “Gak koq, langsing koq ya, Mbak.”

And yeah, ever since that moment, that old guy is officially on my black list of “orang-orang nyebelin yang harus dihindari sebisa mungkin”.

Continue reading

Advertisements

Nadira dan Uang Jajan

Meski suka masak dan hasil masakannya enak, nyokap gue bukanlah tipe ibu yang pay attention to details atau mau berrepot ria kayak ibu-ibu masa kini. Jadi, waktu gue kecil dulu, begitu masuk SD, gue gak dibawain bekal lagi. Alih-alih, gue dikasih uang jajan.

Dari kelas 1 SD, gue udah biasa tuh makan lontong sayur di warung kaki lima yang mangkal di pagar sekolah. Karena pintu pagarnya ditutup, gue dan si penjaja lonsay, bertransaksi lewat celah jeruji pagar sekolah. Atau, gue antre di kantin sekolah untuk jajan wafer dan jajanan lainnya.

Mana waktu itu rumah gue dan sekolah jauuhh banget. Trus gue naik mobil jemputan karena nyokap masih harus ngurus adik gue yang masih TK. Jadi ya gitu. Karena rumah jauh, gue dijemput paling duluan, diantar paling belakangan. Dan gue jarang sempat sarapan lengkap, paling cuma minum susu aja. Alhasil, jajanan di sekolah harus cukup untuk mengganjal perut gue, dari istirahat sampe pulang ke rumah.

*ini bayanginnya aja sedih sendiri gue. But what doesn’t kill you make you stronger kan? Risiko anak pertama lah, harus dewasa lebih cepat dari yang seharusnya, hehehe..*

No wonder, dari kecil, gue udah terbiasa jajan. Dan itu kebawa sampe sekarang. Makanya gak kurus-kurus nih akoh, KZL! *lah curcol*

Continue reading

Past VS Present di AADC2

Udah hampir 3 minggu film AADC2 tayang di bioskop. Dan udah hampir 3 minggu pula socmed dipenuhi meme, lelucon, foto-foto nobar, yang semuanya bahas tentang film itu. Banyak yang baper, banyak juga yang mengkritik.

Gue sendiri baru sempet nonton minggu lalu, sebelum long weekend dimulai. Nontonnya sama temen-temen kantor karena suami gue gak tertarik. Bahkan, AADC pertama aja dia gak nonton. “Gak pengen aja,” katanya. Ya sutra deh.

IMG_20160504_194514

Continue reading

Bintangku Bintangmu

Beberapa minggu lalu, pas baru pulang dari Yogya, gue balik naik bis feeder dari bandara Soeta. Gue lebih prefer naik bis dibanding taksi karena murce dan nyaman. Jadi gak perlu sebentar2 ngecek argo karena takut overbudget kan 😀

Nah di bis itu, supirnya nyetel satu album full milik Heidy Diana. Buat yang gak tau, ya sama sih gue juga gak tau koq. Cuma denger-denger aja ada penyanyi jadul namanya itu *ditoyor temen seangkatan*

Okay, in a more serious note, buat yang gak tau Heidy Diana, dia ini penyanyi 80-an. Lagu-lagunya lucu banget deh. Salah satu yang paling ngetop adalah lagu tentang zodiak berjudul Bintangku Bintangmu.

Continue reading