Bandeng Kuning Presto

Salah satu masakan favorit gue adalah Bandeng Presto dari Semarang. Trus gara-gara punya panci presto, jadi penasaran buat bikin sendiri. Gugling resepnya, nemu sebuah resep di milis NCC. Uniknya, ini resep aslinya bukan resep Bandeng Presto. Tapi si empunya resep bilang, bisa dimasak pake panci presto supaya tulangnya empuk.

Setelah dicobain, waahh.. Ternyata beneran enak! Gue biasanya bikin sekaligus banyak, 5 ekor ikan sekaligus, sekitar total 2 kg buat stok di kulkas. Jadi lumayan pan gak bolak-balik masak mulu hehehe.. Nadira dan Papanya doyaann banget. Gue juga sih 😛

Yang agak nyebelin, gue tiap masak bandeng pake panci presto, baik resep ini maupun resep Pindang Bandeng, tulang-tulangnya selalu masih ada kesisa. Gak bisa full empyuk kayak bandeng presto di toko. Kenapa ya? Apa karena panci presto gue murmer, trus kalo di pabrik mihil gitu? Huh sebel 😦

Anyway, ini resepnya yaa..

Bandeng Presto Kuning

Bahan:
3 ekor bandeng ukuran sedang (kurleb 1kg). Buang insang dan isi perutnya, biarkan tetap bersisik supaya nggak hancur selama dimasak.
2 batang serai, geprak.
Air secukupnya
Daun pisang untuk alas panci (gue nggak pake)
Ragi instan (gue pake Fermipan)

Bumbu, haluskan dan campur dengan 3 sdm air matang:
6 siung bawang putih
3 cm kunyit
2 cm jahe
2 sdt ketumbar sangrai
2 sdt air jeruk nipis
2 sdt garam /secukupnya
Kaldu jamur Totole

Cara:
– Sayat memanjang bagian samping bodi bandeng (yang perut ya, bukan yang punggung).
– Lumuri seluruh permukaan, rongga kepala dan rongga badannya dengan campuran bumbu halus dan ragi, diamkan di kulkas selama dua jam.
– Siapkan panci, alasi dengan daun pisang sampai dindingnya (gue skip karena nggak punya daun pisang).
– Tata bandeng berbumbu dan serai didalamnya, kalo masi ada sisa bumbu masukin juga deh.
– Tuangi air perlahan hingga 3 cm diatas permukaan bandeng. Masak dengan panci presto selama 1-2 jam dihitung sejak panci mendesis.
– Kalo tulangnya udah empuk tapi kuahnya belum abis, lanjutkan memasak dengan tutup terbuka selama kurleb 30 menit.
– Potong-potong bandeng dan lumuri dengan telor kocok. Lalu goreng dalam minyak panas.

Cakalang Pampis/Suwir

Gara-gara sering disangka Menado, lama-lama gue jadi hobi masakan Menado *gak nyambung :P* Di antara masakan Menado, yang paling gue suka adalah Cakalang Pampis atau Cakalang Suwir. Di kantor ada seorang tante-tante yang jualan masakan dan kue-kue Menado. Cakalang Pampisnya enak, tapi berminyak dan bikin gue penasaran.

Trus biasa deh, gue berambisi bikin sendiri dengan modal browsing-browsing. Dapet resepnya, dan terus terang, gue setengah percaya karena, masa sih gampang banget? Setelah dicobain, eh beneran gampang dan enak lhoo.. Cobain sendiri deh 🙂

Oh ya karena waktu itu gue pake ikannya ukuran 1 kg, jadi resep gue dobelin. Dan gue biasanya emang selalu bikin bumbunya lebih banyak, supaya lebih berasa gitu 🙂

Cakalang Pampis

Bahan
500 gram ikan tongkol/cakalang
2 buah jeruk nipis, peras airnya
3 sdm minyak, untuk menumis

Haluskan
6 butir bawang merah
4 siung bawang putih
15 buah cabai merah keriting
8 buah cabai rawit merah
2 cm jahe
1 sdt garam (sesuai selera)
½ sdt gula pasir (kalo Menado asli, gak pake gula bok)
1 batang serai, memarkan (kalo Menado asli, tambahkan daun pandan juga)
1 batang daun bawang, iris-iris halus

Cara Membuat
1. Bersihkan ikan tongkol, kukus sampai matang. Suwir-suwir daging tongkol, buang tulangnya. Kemudian campur dengan air jeruk nipis, aduk rata.
2. Tumis bumbu yang dihaluskan, serai, dan daun bawang sampai harum dan matang. Masukkan daging ikan tongkol suwir, aduk rata. Masak dengan api kecil sampai kering. Angkat

Pindang Bandeng Presto

Sejak punya panci presto (untuk review-nya baca di blog akika yang ini ya), gue bawaannya nepsong mulu sama bandeng, iga, buntut, dkk. Soalnya, berkat panci presto lah gue bisa masak dengan cepat. Bahkan untuk bandeng, bisa bikin bandeng duri lunak segala lho.

Nah, beberapa bulan lalu, nemu resep Pindang Bandeng pake panci presto di internet (lupa dari blog orang atau di milis NCC). Bacanya bikin ngences. Tambahan lagi, si ibu ini kasih catatan “dimakan pake nasi hangat + cabe rawit, dijamin bisa abis nasi sebakul”. Nah, gimana nggak senapsaran gue?

Tapi as usual, gara-gara ribet kerjaan, dan macem2 urusan, resep itu baru bisa dipraktikkan kemarin. Awalnya sempet agak ragu karena gue lagi kehabisan jahe dan serai. Sempet deg-degan sih, apakah rasanya bakal oke atau nggak. Kalo jahe sih gak pake gpp karena fungsinya cuma untuk ngilangin amis ikan. Tapi serai itu kan kuat aromanya, and I love it.

Hasilnya? Sumpah demi Allah, ENUAAAKKK BANGET!!! Meski nggak lengkap bumbunya, tetep endang gumindang wawaaww lah yaaa. Trus gue makan pake abon cabe Ninoy. Masya Allaaahh.. Langsung amnesia sama diet!

Trus yang paling membahagiakan, masaknya gampil banget lho. Gak pake ngulek samsek. Kuteks pun bisa selamat. Hebat kaann??

Anyway, ini ya resepnya. Silakan dicobaaa 🙂

Pindang Bandeng Presto

Bahan A:
– 10 butir bawang merah (tambahan dari gue: plus 2 butir bawang putih)
– 6-8 cabe merah (kalo mau pedes, pake cabe rawit aja, jumlah dibanyakin)
– jahe seruas jari, dikeprek (ini cuma untuk hilangin amis sih. Karena nggak punya jahe, kemarin ikannya abis dicuci gue pakein air jeruk nipis dan didiemin selama 15 menit)
– kunyit, seruas jari, keprek

Bahan B:
– 2 ekor ikan bandeng ukuran besar, potong tiap ekor jadi 4 potong (jumlah ikannya terserah ya. Di resep asli pake 3-4 ekor ikan)
– Daun Salam (2-3 lembar)
– Sereh (3-4 batang, dikeprek. Kemarin gue gak pake)
– Lengkuas, seibu jari, keprek
– Air

Bumbu :
– kecap manis
– garam
– asam jawa (gue pake sebungkus kecil)

Cara membuat :
– Bahan A digongseng/dibakar sampai layu. Kupas kulit bawang dan masukkan semua bumbu A ke dlm panci presto.
– Masukan bahan B ke dalam panci.
– Beri garam dan kecap manis (boleh masuk setelah ikan matang).
– Beri air sampai ikan tertutup. Masak selama 1 jam. (gue kasih air agak banyak, trus dimasak 1,5 jam)
– Terakhir tinggal meracik asam jawa ke dalam kuah. Siapkan mangkuk kecil, masukkan asam jawa sesuai selera, tuangkan kuah ikan kedlm mangkuk. Tekan-tekan, sampai sari asamnya keluar. Tuang kuah kembali ke dalam panci. Kalau kurang asam, ulangi lagi.
– Silakan dinikmati! 🙂

Balado Tempe Teri

Nah bikin masakan ini gara-gara masih punya tempe dan teri medan. Trus bumbu balado telur kemarin masih sisa. Berhubung bosen tempenya digoreng dan dikasih tepung melulu, jadi deh dibikin balado. Hihihi.. Pemalas banget ya?

Oh ya, kali ini, terinya gak dihaluskan bareng bumbu. Tapi digoreng biasa. Hasilnya tetep enak koq, pake resep cemplang-cemplung yang mirip banget sama Balado Telur 🙂

Balado Tempe Teri

Bahan:
1 papan tempe, diris kotak memanjang, goreng sampai kecokelatan.
1-2 genggam ikan teri medan, rendam sebentar di air panas
3 siung bawang putih (kurleb)
5 siung bawang merah (kurleb)
Cabe merah dan cabe rawit sesuai selera
1 buah tomat
1 kotak Maggie blok rasa ayam
garam dan gula sesuai selera
Minyak goreng

Cara Membuat:
– Haluskan bawang putih, bawang merah, tomat, dan cabe. Jangan halus-halus ya, agak kasar juga gak apa-apa.
– Goreng ikan teri sampe matang, masukkan bumbu halus. Aduk-aduk hingga harum. Masukkan Maggie blok, garam dan gula pasir hingga pas.
– Masukkan tempe, aduk-aduk sebentar hingga bumbu meresap. Angkat.

Note:

– Tempe bisa diganti tahu, terung, ayam, daging, apaan aja sih intinya. Lumayan kan bok, bumbu mirip, tapi kesannya kreatif banget gonta-ganti masakan, hihihi..