Mari Bicara tentang Dana Pendidikan

Pandemi Covid-19 atau Corona banyak menyebabkan kondisi dan situasi yang tadinya aman tentram gemah ripah lohjinawi berubah jadi amburadul kayak kapal pecah. Gak hanya kesehatan dan kejiwaan aja yang kena. Yang gak kalah kena dampak langsung adalah sektor ekonomi.

Untuk yang masih jadi buruh atau karyawan kayak gue, banyak yang kena PHK, pemotongan gaji, atau dipaksa cuti tanpa tanggungan karena perusahaannya kena guncangan ekonomi yang hebat. Kalo yang pengusaha, dampaknya mirip-mirip dan sama beratnya. Ada yang bangkrut, terpaksa mem-PHK karyawan, menjual harta benda untuk menggaji karyawan, dll dst.

Yang gajinya penuh pun tetep gak kalah pusing. Sebab, kondisi gak aman kayak sekarang bikin was-was setiap saat. Apalagi yang belum punya atau masih ngumpulin dana darurat. Biasanya langsung mendadak melek dan tergugah untuk nabung dana darurat karena baru sadar, dana darurat itu bener-bener penting.

Gue sendiri alhamdulillah masih tetep dapet gaji full. Tapi ya kayak yang gue tulis di atas, gue pun ikut pusing juga dengan kondisi ini. Trus gue pun mencoba membuka mata dan mengubah beberapa rencana supaya bisa sesuai dengan kondisi yang sulit ditebak seperti sekarang ini.

Salah satunya adalah sekolah anak.

Kemarin sempet ngobrolin tentang ini di Whatsapp Group geng gue dan kemudian gue bikin instastory. Eh ternyata responsnya rameee banget. Sebab, banyak yang ternyata belum ngeh mengenai dana pendidikan, hitungan kira-kiranya, dll dst.

 

Oke gue coba tulis per point yang gue bisa share ya.

Continue reading

Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita 2

Sejujurnya, gue nulis ini udah dari beberapa hari lalu. Tapi gue ngerasa kudu tanya ke suami dulu, apakah dia keberatan cerita ini gue post? Sebab, untuk beberapa orang, kisah kegagalan dan kebodohan finansial itu adalah aib.

Respons suami:

“Oh gpp di-post. Siapa tau ada pelajaran dari kebodohan aku.”

Oke deh. Mari kita lanjutkan kisah tentang BPJS kemarin.

Di instagram kan gue sempet bahas tentang lifestyle ala budget pas-pasan jiwa sosialita (BPJS) ya. Di antara DM yang masuk, banyak yang mengeluhkan cara pasangannya dalam mencoba menyenangkan mereka. Soale, seringkali maksain gitu.

Ada yang sampe dikejar-kejar debt collector karena diam-diam ternyata suaminya ngutang kanan kiri untuk ngajak anak istri traveling, jajan dll. Bahkan ada yang dipecat segala karena korupsi uang kantor demi menyenangkan keluarganya.

Sedih bacanya 😦

Eeeh engingeenngg.. Tetiba ada satu orang yang DM gue begini. Intinya dia marah lah karena kisah-kisah BPJS yang gue tampilkan menurut dia gak balanced. Hanya menyerang tapi gak ngerti bahwa suami itu melakukannya demi menyenangkan keluarga. Baca di bawah ini ya:

Continue reading

Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita

Rehat dulu ya dari kisah road trip kemarin (alasan banget, padahal mager untuk lanjutinnya 😛 ). Sekarang gue mau nulis tentang BPJS aja. Tapi bukan BPJS yang ini lho, melainkan akronim dari Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita.

Topik ini gue tulis tanpa sengaja di Instagram sebagai self reminder. Eh tau-tau respons-nya luar biasa banyaak banget. Gue bikin 3 post, dan yang nge-share itu sampe ratusan bahkan ribuan ya. Pas gue bikin sharing session di Instastory, yg DM cerita juga membeludak.

Selengkapnya bisa dicek di instagram gue ya. Untuk story-nya ada di highlight.

Kenapa gue bisa menjiwai banget nulis caption di Instagram, baik feed maupun story? Because I was one of them. Ya gak parah sih kayak yang ortu ngemplang SPP anak, atau bos yang sibuk liburan ke luar negeri dengan nipu orang.

Sejujurnya, gue dulu sempet bermasalah dengan kartu kredit.

Klise ya? Masalah sejuta umat nih, hahaha 😀

Continue reading