Here’s to The Survivors!

Happy International Women’s Day!

Jadi, Rabu kemarin itu kan Hari Perempuan Internasional. Di seluruh dunia, perayaannya digelar pas wiken lalu dengan bikin Women’s March. Gue gak ikutan turun ke jalan sih, tapi baca-baca di media dan medsos aja.

Nah pas tanggal 8 Maret-nya, di medsos dan media rame dengan hestek #InternationalWomensDay. Gue pun kepikiran untuk bikin sesuatu yang kira-kira cocok dengan hestek itu. Kebetulan, di Instastory, gue pernah bikin proyek iseng2 bernama Aku Curhat Kamu Curhat (ACKC). Tema minggu lalu udah gue bahas di postingan ini.

Gue pikir, kenapa gak bikin ACKC berbau perempuan (lagi)? Sambil merenung tetiba keinget tema yang selama ini banyak dihindari untuk dibahas, yakni pengalaman seputar pelecehan dan kekerasan seksual.

Kebetulan, gue sendiri punya cukup banyak pengalaman. Dari “sekadar” catcalling sampe nyaris diperkosa kenalan sendiri, gue pernah semuanya. Yawdah gue share aja tuh ya.

Continue reading

Advertisements

Kodrat Oh Kodrat

Jadi wiken kemarin Mares @resti0510 iseng tuh bikin survei-surveian soal “apakah twitmoms ambilin nasi untuk suami tiap makan?” Kata Mares sih, sekitar 80% emak-emak yang jawab pada bilang iya. Sisanya bilang nggak, including me 😀

Terus, pas gue kemukakan alasan gue yang nyerempet-nyerempet perspektif feminisme, @umnad sharing 2 link yang sungguh amat sangat menarik dan langsung di-RT emak-emak dengan judul “Istri itu bukan pembantu”. Ahahaha.. Demen dah emak-emak sadayana kalo didukung untuk leyeh-leyeh dan nyindir suami 😀 Oh ya link-nya ini dan ini ya.

Oke jadi seperti janji gue ke Mares, gue korek-korek sedikit teori feminisme yang masih nyangkut di sel-sel kelabu akika. Jadi begini, masyarakat itu sering banget menahbiskan hal ini-itu sebagai kodrat wanita. Mulai dari masak, nyuci, beres-beres rumah, shopping, etc. Semua disebut “Itu kan kodrat perempuan. Bukan laki-laki.” Padahal apa sih artinya kodrat itu?

Continue reading