Etika Berbusana

Beberapa hari setelah Lebaran kemarin, di Instagram (IG) feed gue nongol foto terbaru seorang komposer Indonesia yang gue follow. Dia posting foto dirinya plus keluarga saat sedang berkunjung ke seorang pengusaha yang juga jadi donor utama orkestra yang dia pimpin. Sekilas gak ada yang aneh dengan foto itu. Everybody looks happy, beautiful and stylish.

But not until you see the clothes people in the picture are wearing. Si pengusaha dan istrinya berbaju batik dan kaftan ala Lebaran, normal ya. Si komposer dan dua anak laki2nya juga pake baju batik, sedangkan istri si komposer yang juga penyanyi, pake kaftan. Normal juga.

Nah ada satu sosok cewek muda nyempil di ujung kanan foto, mari kita sebut Mbak X. Dia rupanya pacar anak sulung si komposer, yang seorang musisi muda sukses. Si Mbak X pake dress batik berlengan kutung dan mini. Panjangnya sekitar 10-15 cm di atas lutut.

Gue liatnya ngerasa agak gimana gitu. Soale, baju itu IMHO saltum banget. Masa Lebaran-lebaran, silaturahmi ke rumah orang, bareng sama camer pula, pake baju kayak gitu? Kalo cuma acara resepsi atau hang out sih gpp ya. Ini koq agak bikin mengernyitkan dahi deh.

Continue reading

Advertisements