Bahasa Inggris dan Pasangan

Kemarin di Instastory gue angkat tema tentang kriteria pasangan. Yang jawab buanyaaakk banget dan beraneka ragam. Ada yang serius, ada pula yang sangat spesifik dan bikin ngikik.

Salah satunya adalah “harus bisa Bahasa Inggris”.

Untuk kriteria ini, gue ngerti sih kenapa. Bahkan duluuuu banget, gue pernah nulis post di blog friendster (yaelah ketauan tuwirnya dah eikeh) tentang kriteria pacar dan kemampuan bahasa Inggrisnya. Sayang, karena friendster udah tutup, blog gak penting itu hilang kehapus.

Alhamdulillah juga sih karena kalo dibaca, isi blog friendster gue alay banget hahaha… Continue reading

Sudahkah Anda Berbahasa Indonesia Hari Ini?

*buset judulnya serius amat yak 😀 *

Di sanggar tempat Nadira les nari, banyak peserta yang udah duduk di bangku kelas 6. Nah, waktu menjelang Ujian Nasional kemarin, gue sering tuh dengerin obrolan para ibu seputar pelajaran-pelajaran yang masuk ke UN.

Dulu di zaman gue, yang jadi momok adalah matematika. Nah sekarang, rupanya ganti ke Bahasa Indonesia. Menurut temen gue, Mbak X, Bahasa Indonesia itu memusingkan. Dia pun setres kalo harus ngajarin anaknya belajar.

“Soalnya banyak banget yang mirip-mirip Mbak. Jadi kayak jebakan gitu. Dan kalo latihan di rumah, saya bilang jawabannya A. Ternyata pas di sekolah, jawabannya menurut guru itu B. Pusing saya. Mendingan matematika deh, hasilnya jelas dan terukur,” kata Mbak X.

Dengernya, gue jadi berpikir dan menelaah. Sepintas, bahasa Indonesia emang gampang ya kayak yang pernah gue tulis dulu. Grammar-nya gak seribet Inggris yang ada beberapa level. Bahasa Indonesia juga gak punya pembagian gender kayak bahasa Prancis atau bahasa Italia. Aksara yang digunakan pun aksara Latin, nggak kayak bahasa Jepang, Cina, Arab atau Rusia yang punya aksara sendiri. Begitu juga dengan lafal. Apa yang ditulis, 90% sama dengan yang dibaca, gak kayak bahasa Prancis yang tulisannya “oi”, dibacanya “oa”.

Continue reading