Jualan Online Tanpa Repot? Kuy!

Di masa pandemi begini, banyak orang yang kena dampak ekonomi. Mulai dari di-PHK, dipotong gajinya, sampe bangkrut bisnisnya. Dari situ, harus dicari solusi supaya dapur tetap ngebul, dan tentunya, taat protokol kesehatan dong ya.

Salah satu pilihan paling banyak adalah jualan online. Soale, metode ini dianggap paling simple, anti-ribet, dan relatif minim berinteraksi langsung dengan orang lain. Jadi, lumayan aman di era Covid ini yekan.

Apapun bisa dijual lewat online. Makanan, hayuk. Baju, cuss. Onderdil mobil/motor, barang elektronik, sampe tanaman, semua gasss lah. Bisa banget dijual online lho.

Yang penting, semuanya bisa dikirim pake kurir jadi aman, tentram, dan selamat.

Medium untuk jualan online pun macem-macem. Gue sendiri punya akun Instagram khusus untuk jualan Tupperware, walaupun sekarang lagi hiatus gara-gara (sok) sibuk sih. Tenang nanti Insya Allah bulan depan buka lagi ya.

*promosi dikit hihihi*

Ada juga yang pilih jualan di marketplace kayak Tokped atau Syopi. Trus, banyak lagi yang jualan di Facebook.

Mungkin banyak yang nanya, koq jualan di Facebook? Emang laris ya?

Eits, jangan salah shay. Beberapa temen gue di Facebook juga pada jualan. Bahkan sejak zaman marketplace belum ada, gue udah sering belanja di Facebook.

Apalagi, berdasarkan hasil riset, lebih dari 140 juta orang di Indonesia itu menggunakan Facebook. Artinya, dari 2 orang yang kita lihat saat ini, bisa dijamin minimal salah satunya itu adalah pengguna Facebook.

Itu berarti, kita punya kesempatan 50% lebih besar untuk mendapatkan target audiens yang diinginkan di Facebook. 

Warbiyasak kan potensinya?

Trus gimana dong cara jualannya? Perlu bayar gak sih?

Pertanyaan ini lumrah karena di Facebook, umumnya big companies itu pada menggunakan Facebook ads untuk menjaring pembeli. Nah kalo bisnis kecil-kecilan kayak kita, gimana dong?

Nah, kemarin gue sempet baca-baca di artikel blog ini. Di situ dikupas tuntas tentang cara jualan di Facebook tanpa biaya alias gratis.

Beberapa di antaranya ini ya:

  1. Memata-matai competitor atau online business lain yang mirip.
  2. Kenali customer.
  3. Konsisten dalam bertutur.
  4. Rajin ngobrol sama followers dengan bahasa yang nyambung.
  5. Kasih spotlight ke review-review pelanggan.

Jujur, tips-tips ini menarik banget untuk diikuti sih. Apalagi untuk pebisnis minim budget, tips eksis tanpa biaya kayak gini tuh berguna banget. Lumayan kan untuk naikin viewers, jumlah pembeli, dan terutama, omzet dong.

Untuk penjelasan lebih lanjut, silakan baca sendiri di sini ya. Dikasitau juga tuh beberapa website dan tools gratis dari Facebook yang bisa dipake untuk memaksimalkan online business kita.

Itu kalo ikut kursus, kudu bayar lho. Ini malah gratis!

Oh ya, tips tadi dikasih sama Ninjaxpress sebagai bagian dari usaha untuk memajukan UMKM dan iklim usaha kecil di Indonesia. So far, gue lihat emang Ninjaxpress ini concerned bener sih dengan para pebisnis kecil menengah, terutama yang tergerus pandemi.

Dengan sharing konten kayak gini, Ninjaxpress ngebantu kita banget untuk bisa maju di tengah iklim usaha yang lagi turun. Thank you Ninjaxpress!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s