Review: Belanja Reksadana dengan Bibit.id

Belakangan ini, masalah financial planning lagi jadi tren banget di medsos. Banyak akun di Twitter maupun Instagram yang membahas soal ini. Buat gue sih bagus banget ya, bikin millenials dan Gen Z jadi melek finansial.

Syukur-syukur bisa ngurangin hasrat konsumtif demi eksis di medsos. Lebih baik lagi kalo bisa memutus mata rantai sandwich generation. Jadi ke depannya, anak cucu kita gak bakal terbebani kayak gitu lagi karena kita sebagai ortunya udah ngerti cara ngatur duit.

Salah satu yang menurut gue menarik, cukup gampang, dan profitable untuk dijadiin investasi adalah reksadana. Gue sendiri udah cukup lama berinvestasi di reksadana ya. Kalo gak salah udah 8 tahunan lah. Tujuannya, untuk bikin dana pendidikan dan dana pensiun.

*reksadana dalam bahasa Inggris = mutual funds*

Gue dulu memulai investasi reksadana dengan cara konvensional yakni pergi ke bank, buka akun, trus urus autoinvest di bank tersebut. Bisa diatur berapa tahun autoinvest-nya. Jadi tiap bulan rekening gue akan di-autodebet sekian untuk beli reksadana A, B, C, gitu. Trus kalo periodenya udah kelar, kita kudu balik lagi ke bank untuk daftar ulang autoinvest reksadananya.

Sekarang, ternyata investasi reksadana gak usah seribet itu. Bahkan bisa dilakukan di mana aja karena cuma modal hape dan kuota doang karena bisa dimulai via aplikasi.

Aplikasi yang udah gue coba adalah Bibit.id  yang bisa di-download di sini nih. Dengan aplikasi itu, beli reksadana bisa segampang belanja online lho. Bahkan transaksinya bisa pake Gopay segala!

Waktu gue dikasitau temen tentang aplikasi ini, gue jadi penasaran dong ya. Kan kalo beneran segampang yang disebutkan, gue jadi gak perlu ribet-ribet lagi kalo mau investasi di reksadana. Jadi langsung gue download aja deh di Playstore.

Pertama-tama, ofkors kita harus melalui proses registrasi dulu. Di sini, kita bakal diminta menjawab 6 pertanyaan yang akan dipake untuk menentukan profil risiko kita.

Kalo gue masuk tipe investor agresif alias berani ambil produk berisiko tinggi yaitu reksadana saham. Selain profil agresif, masih ada dua profil lain yakni konservatif dan moderat. Mungkin profillo akan beda sama gue karena profil masing-masing user bener-bener disesuaikan dengan jawaban-jawaban kita gitu.

Abis itu, lanjut deh dengan pengisian data-data pribadi. Karena ini aplikasi “serius” yang urusannya sama finansial, pendaftarannya juga serius. Selain masukin data-data, kita juga diminta upload foto KTP dan selfie bersama KTP.

Nah, begitu kelar, kita dikasih deh beberapa rekomendasi reksadana sesuai dengan profil risiko kita untuk dipilih.

Oh ya, alokasi aset di Bibit.id dibagi ke dalam 3  jenis reksadana yaitu:

  1. Reksadana Pasar Uang
  2. Reksadana Obligasi (atau Pendapatan Tetap)
  3. Reksadana Saham

Nah, karena gue masuk profil agresif, alokasi investasi gue dirancang dengan komposisi gini:

  1. Reksadana Pasar Uang 11%
  2. Reksadana Obligasi 31%
  3. Reksadana Saham 58%

Di tiap-tiap alokasi itu, kita akan disodori masing-masing 5 pilihan reksadana dari beberapa manajer investasi. Misalnya, untuk Reksadana Pasar Uang ada Sucorinvest Money Market Fund, Pinnacle Money Market Fund, dan Schroder Dana Likuid. Kemudian di Reksadana Obligasi ada Manulife Obligasi Unggulan Kelas A, TRIM Dana Tetap 2, dan Majoris Sukuk Negara Indonesia. Lalu di Reksadana Saham ada TRIM Syariah Saham, Sucorinvest Equity Fund, dan CIMB Principal Index IDX30.

Gue sendiri cukup seneng sih dengan pilihan reksadana yang disodorkan oleh Bibit.id. Soale, setelah gue kroscek ke situs infovesta.com , rating reksadana yang dipilihin Bibit.id ini oke-oke. Artinya, reksadana yang mereka rekomendasikan udah dikurasi terlebih dahulu. Lumayan ya, ngebantu banget untuk yang masih baru belajar berinvestasi.

Setelah pilah-pilih reksadana mana yang mau dijadiin investasi, kita tinggal transfer dananya deh. Untuk ini ada 3 pilihan transfer nih. Bisa pake virtual account, transfer manual, atau yang ter-gress, pake Gopay.

Gue sih kemarin coba pake transfer manual via mobile banking ya. Tapi kalo gak mau rugi dengan biaya transfer 6.500 (mreki ya hahaha), mending pake Gopay aja deh. Gak ada biayanya lho. Lumi bangeett!

Setelah transfer, Robo di Bibit.id akan langsung otomatis membagi persentase investasi uang kita sesuai profil risiko. Kemarin gue mulai berinvestasi dengan 400 ribu. Langsung deh dibagi-bagi jadi 50 ribu untuk reksadana pasar uang, 120 ribu untuk reksadana obligasi, dan 230 ribu untuk reksadana saham.

Selanjutnya, kita bisa atur setting kalo mau investasi rutin per bulan. Nilainya berapa, di-invest tiap tanggal berapa, dan transfer melalui apa.

Dan menurut gue, ini bikin semua jadi gampil sih. Sebab, dengan 100 ribu aja kita bisa lho beli reksadana di sini. Dana 100 ribu itu bisa didapat dengan menyisihkan sekitar 3.500/hari aja selama sebulan. Jadi buat yang hobi jajan kopi kekinian, coba kurangin 2 gelas kopi aja per minggu untuk investasi reksadana di Bibit.id. Hasilnya dijamin nampol banget.

Gak percaya? Di aplikasi ini ada lho simulasi investasi yang bakal lo dapetin setelah minimal 10 tahun VS nabung di bank konvensional. Ini gue kasih contoh punya gue ya, dengan investasi awal 400 ribu dan investasi bulanan 250 ribu. Setelah 10 tahun, hasilnya jadi 67 jutaan. Jumlahnya lebih dari 2 kali lipat daripada nabung biasa di bank!

Mayan bingit yekaaann. Padahal coba deh diinget-inget. Duit 250 ribu/bulan itu jauuuuhhh lebih sedikit daripada biaya beli skincare 10 steps ala Korea lho 😀

Nah kalo gak mau ikutin rekomendasi Robonya Bibit gimana? Tetep bisa koq beli reksadana di daftar yang udah dikurasi sama tim Bibit. Jadi belinya lepasan gitu ceunah. Oke juga lah untuk yang pingin bikin portofolio sendiri 😉

Overall, walau baru pake beberapa minggu, gue puas sih sama aplikasi ini. Apalagi, sebelum investasi, gue udah cari-cari info dulu apakah apps ini legit dan trustable atau gak.

Selain dijamin OJK, Bibit juga aman karena uang investasi kita itu gak dikelola sama mereka. Bibit cuma bikin apps-nya aja, dan investasi kita ditanamkan langsung di manajer investasi yang mengelola masing-masing reksadana. Jadi apps ini sungguh beda dengan investasi bodong ya gaes.

Untuk yang ingin bikin dana pendidikan anak, dana pensiun, dana traveling, dana menikah, dll dst, cucmey lah pake apps ini. Semudah belanja online lho!

Oh ya, yang mau registrasi Bibit.id, bisa pake kode referral gue -> irawati7. Nanti lo bakal dapet cashback 50 ribu yang bisa dipake pas beli reksadana. Cuusss markives, mari kita investasi! 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s