Tentang BPJS Kesehatan

Senin lalu, gue sempet bahas tentang BPJS Kesehatan di Instastory. Trigger-nya sih gara-gara kecelakaan yang dialami bokap nyokap yang gue ceritain di sini nih. Intinya, gue ngerasa program ini ngebantu hidup banget lah, terutama di kondisi-kondisi darurat.

Trus, sehari-hari gue kan emang ngedit berita-berita Kesra ya. Salah satunya tentang BPJS Kesehatan. Jadi gue cukup punya gambaran dan info tentang BPJS dari berbagai sisi, baik dari sisi user (gue sendiri), BPJS sebagai lembaga, para pengamat dan LSM, maupun pemerintah yang diwakili Kemenkeu dan Kemenkes.

Eh gak disangka-sangka, banyaaakk banget yang DM gue tentang BPJS. 90% kasih testimoni positif tentang manfaat BPJS dalam kehidupan mereka.

Di antaranya ini nih:

1.Penyakit jantung

Nah penyakit ini adalah nomor satu di daftar penyakit yang menggerogoti anggaran BPJS. Apalagi, penyakit jantung kan pembiayaannya muahaaall banget. No wonder ya lebih dari 50% anggaran BPJS kesedot ke sini.

Kemarin banyaaak banget yang cerita kalo orang tua, keluarga, anak, atau pasangannya berhasil berobat jantung pake BPJS dan gratis. Padahal, pengobatannya gak murah. Untuk operasi pasang ring, 1 ring itu kena 30-50 juta. Sementara proses pencarian sumbatan jantungnya bisa ngabisin minimal 10 juta.

Belum lagi abis operasi, kudu minum obat kan tuh. Wah harga obatnya lumayan fantastis, ratusan ribu sampe jutaan gitu deh. Semua gratis kalo pake BPJS, menurut rangorang yang pada kirim DM ke gue.

Pengalaman pribadi gue pun mirip. Kebetulan ada seorang om gue yang kayak gini. Begitu kena serangan jantung, dia langsung harus pasang 5 ring dong. Untung aja dia pake BPJS. Kalo gak, tante gue bilang, bisa-bisa jual rumah untuk biaya tuh.

Trus ada 1 hal yang menarik. Asuransi kesehatan swasta kan gak mau jamin penyakit jantung bawaan/sejak lahir. Nah, kalo BPJS mau-mau aja ngejamin. Alhasil, ada 1 ibu yang kirim DM ke gue, terharu banget karena BPJS nyelametin nyawa anaknya yang baru ketauan ada penyakit jantung bawaan di usia 2 minggu. Saat itu, dia ditolak sama semua asuransi swasta karena gak ada yang mau nanggung. Cuma BPJS yang mau.

2. Kanker

Ini juga banyak yang cerita pengalaman merawat ortu, keluarga, pasangan, atau anak yang kena kanker. Dan menurut data BPJS, kanker jadi penyakit nomor dua yang menyedot anggaran BPJS.

Ya gimana enggak ya. Secara kanker kan proses pengobatan dan terapinya panjang plus muahaall. Jadi gak heran kalo anggaran banyak yang kesedot ke situ.

Kemarin ada beberapa yang cerita nemenin keluarganya berobat pake BPJS ke RS Dharmais, Harapan Kita, atau MRCC. Ketiga RS itu emang ngetop sebagai RS untuk pasien kanker, terutama Dharmais dan yang terbaru, MRCC (RS rasa hotel nih, mevvah bener).

Alhasil, di semua RS itu, solidaritas antara para pasien udah terjalin. Saling dukung dan saling bantu. Sampe ada grupnya segala.

Ada yang cerita, awalnya dia males pake BPJS untuk pengobatan ibunya yang kena kanker, karena prosesnya yang panjaang dan berliku-liku. Tapi begitu tau biaya 1x kemoterapi 20 juta dan biaya operasi 200 jutaan, langsung dijabanin deh ikutin prosesnya. Dan bener tuh, sampe sembuh pun, cuma bayar 10%-20% dari total biaya. Bahkan ada yang gratis.

3. Ginjal

Kalo ginjal ini, yang mahal bukanlah operasi, tapi proses terapinya. Sebab, kalo udah kena gagal ginjal, seumur hidup harus melakukan proses dialisis alias cuci darah. Dan sekali ikut proses itu, biayanya sekitar 2jutaan.

Kebayang kan seumur hidup harus cuci darah? Misalnya harus 1x seminggu. Berarti sebulan udah 8 juta. Setahun udah 96 juta. Dan itu kontinyu lho, gak boleh skip sama sekali.

Di masa lalu, orang yang kena gagal ginjal bisa sampe bangkrut dan jual rumah jika ingin hidup lebih lama. Kalo gak ada uang, ya pasrah aja menunggu ajal.

Sekarang, setelah ada BPJS, banyak yang merasa bebannya diringankan. Harapan hidup pun bertambah.

Kemarin banyaakk juga yang curhat tentang cuci darah ini. Umumnya sih ortunya ya yang cuci darah. Jadi sebagai sandwich generation, mereka kebantu banget dengan adanya BPJS.

“Untuk tahun pertama mungkin masih kuat ya gue bayarin pake duit sendiri. Tapi kalo seumur hidup, gue kayaknya beneran gak sanggup. Soalnya pemasukan gue dan suami aja udah ngepas untuk cicilan rumah, biaya anak sekolah, dll. Makanya makasih banget dengan adanya BPJS, kita-kita yang sandwich generation ini bisa bernapas agak lega. Rela deh gue bayarin iuran BPJS bokap dan ngurusin proses pendaftarannya yang panjang karena emang bermanfaat banget,” kata salah satu DM yang masuk.

4.Melahirkan

Yang ini kemarin gak sempet gue repost di Instastory saking banyaknya hehehe. Rata-rata ngaku hepi dan seneng banget, apalagi yang harus lahiran pake proses caesar. Soale, biaya lahiran caesar kan mihil tuh. Dengan ditanggung BPJS, mereka bisa mengalihkan beban biaya melahirkan untuk kebutuhan lainnya.

“Kebetulan aku placenta previa Mbak. Kalo pake asuransi swasta, plafonnya bisa-bisa langsung habis karena operasi caesar kan mahal. Makanya alhamdulillah banget bisa di-cover BPJS,” kata salah satu DM yang masuk.

5.Penyakit orang tua

Pas kemarin anterin bokap nyokap kontrol dokter di RS Islam Pondok Kopi, gue perhatiin sekeliling antrean pasien BPJS. Kalo gue lihat, sekitar 90% isinya lansia semua ya, alias yang berusia di atas 50 tahunan lah. Ada yang datang dianter anak/kerabat, tapi ada juga yang datang pake tongkat sendirian, atau berdua sama pasangannya.

Ngeliatnya terharu sendiri :’)

Oh ya, mereka ini ngantrenya di aneka poli. Paling banyak ya di dokter jantung, penyakit dalam, gitu-gitu. Jadi persebarannya rata sih, kecuali di dokter anak 😀

Nah kemarin ada DM yang masuk bilang, BPJS amat membantu untuk orangtuanya yang udah sakit-sakitan. Kenapa?

“Asuransi mana Mbak yang mau cover orang berusia di atas 60 tahun? Makanya menurut saya program ini membantu sekali. Semua orang dari bayi di kandungan sampe lansia di-cover semua,” kata si pengirim DM.

Dan seperti kita ketahui, penyakit orang tua itu kan macem-macem ya. Selain nomor 1-3 di atas, masih ada penyakit syaraf, paru, THT, pusing-pusing, pilek, mata, dll, dst.

Belum lagi kalo harus operasi hernia, prostat, atau kalo tetiba kena musibah karena udah tua jadi mudah jatuh dan harus dioperasi akibat tulangnya retak. Semua di-cover lho, sampe sekitar 80% lah, tanpa plafon maksimal.

Maka dari itu, kayak yang disebut Mbak di nomor 3, BPJS ini sungguh lah penyelamat bagi sandwich generation. Kalo gak ngerti sandwich generation, itu artinya generasi yang harus menanggung ortu, sambil membiayai anak dan keluarganya. Jadi kejepit di tengah-tengah macem sandwich ceunah.

Dan ini rata-rata dialami golongan menengah ke bawah kayak kita-kita. Di satu sisi kita baru mulai membangun keluarga dengan cicil rumah, nyiapin dana pendidikan untuk anak, dll. Namun di sisi lain, kita juga harus biayain ortu yang mulai sakit-sakitan karena usia. Penghasilan yang cuma segitu-gitunya pun harus dibagi-bagi.

Nah BPJS ini dianggap jadi solusi terbhaique untuk generasi kejepit ini. Sebab, dengan bayar biaya minim, kesehatan ortu bisa terjaga. Macem ada safety net-nya gitu lho.

Kalo mau ikut asuransi kesehatan swasta, biayanya gak kuat zheyeng. Kemarin gue baca di sini, rata-rata premi asuransi kesehatan swasta itu 8 juta per tahun, atau sekitar 600 ribuan per bulan.

Itu pun ada plafon maksimalnya, gak kayak BPJS. Plus, asuransi swasta cuma mau cover usia tertentu, dengan kondisi tertentu pula (yu ngerokok? Owe kasih harga lebih mahal lho!). Jadi, sungguh daquw ingin mengibarkan bendera putih ngitungnya.

Silakan baca deh perbandingan BPJS dengan asuransi swasta di sini. Tabelnya yang ini nih.

Apa cuma kisah positif aja nih tentang BPJS? Eits jangan sedih. Yang komplain-komplain ada di postingan selanjutnya ya 😉

One thought on “Tentang BPJS Kesehatan

  1. Pingback: Tentang BPJS Kesehatan (2) | The Sun is Getting High, We're Moving on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s