Ngomongin Prenup dan Wasiat

Kemarin, gue menyempatkan diri dateng ke acara Wealth Wisdom yang dibikin oleh Bank Permata. Alhamdulillah dapet undangan dari temen gue si @citrawikastri. Tengkyu Cit!

Sebenernya acara digelar dua hari, 14-15 Agustus. Tapi pas hari pertamanya, gue gak sempat dateng padahal materi dan pembicaranya cakep-cakep banget 😦 Makanya pas hari kedua, kelar deadline dan rapat, gue langsung bela-belain berangkat ke acara ini deh.

Karena dateng udah siang, gue cuma sempet ikut 2 kelas. Pertama adalah kelas tentang Mindfulness oleh Adjie Santosoputro. Cuma, karena gue telat masuk, jadi materi awalnya ketinggalan euy.

Yang kedua adalah kelas tentang Prenup dan Wasiat yang berjudul “Warisan 7 Turunan” oleh Risen Yan Piter. Jujur, awalnya gue gak terlalu tertarik karena judulnya koq bombastis amat. Macam judul sinetron aja, hahaha.

Tapi pas baca deskripsinya, eh koq ngomongin wasiat segala. Wah gue langsung minat banget. Soale gue kan udah lama ingin bikin wasiat supaya mendukung cita-cita gue jadi donor organ.

Oke berikut hasil seminar yang gue sempat catat, foto, dan ingat ya.

1.PRENUP

Kelas dibuka dengan materi tentang prenup. Risen (yang ternyata temen sekampusnya si @indirarez di FHUI 98), menjelaskan tentang betapa pentingnya prenup alias perjanjian pranikah. Sebab, perjanjian ini bukan hanya melulu soal duit dan harta. Tapi juga berfungsi melindungi ketika ada masalah hukum atau utang piutang di kemudian hari.

Risen kasih ilustrasi tentang seorang pemuda, sebut aja namanya Andi. Nah si Andi ini beli rumah tanggal 1 Agustus. Kemudian, dia nikah tanggal 12 Agustus.

Berarti rumah si Andi itu milik dia atau milik bersama dengan istrinya?

Di sinilah Risen menjelaskan tentang harta bawaan. Intinya, apapun yang kita beli atau miliki SEBELUM menikah, itu adalah harta bawaan. Jadi itu adalah milik kita sendiri, bukan milik bersama pasangan.

Kalo si Andi mau menjual rumah itu, dia bisa melakukannya tanpa perlu ribet-ribet minta persetujuan istrinya.

Lalu, ada yang namanya harta bersama. Ini adalah segala sesuatu yang dihasilkan setelah menikah. Jadi menurut Risen, kalo si Andi mengontrakkan rumah yang dia beli sebelum menikah, hasil sewanya itu jadi harta bersama dengan istrinya. Sebab, keuntungan dihasilkan setelah menikah.

Nah yang ketiga adalah harta warisan/hibah. Kalau kita mendapatkan warisan atau hibah setelah menikah, harta itu masuk ke harta milik kita pribadi, bukan harta bersama dengan pasangan. Jadi pasangan enggak berhak untuk minta bagian dari harta warisan yang kita dapet ya gaes.

Untuk pembuatan prenup, bisa dilakukan ke notaris. Cuma yang wajib dilakukan adalah, surat prenup itu dicatatkan ke kantor pencatat pernikahan, alias KUA untuk yang muslim, atau catatan sipil untuk yang nonmuslim. Kalo gak dicatat, ya gak bakal sah di mata hukum.

Kenapa prenup penting untuk dibuat?

  • Pertama, untuk yang nikah dengan WNA, prenup itu biasanya wajib sih.

Soale terkait dengan banyak hal, salah satunya urusan beli-beli properti. Di Indonesia kan WNA gak boleh beli properti dengan status SHM ya. Nah kalo WNI nikah dengan WNA tanpa prenup, WNI itu juga gak akan bisa beli properti karena kan properti itu jadi milik bersama si WNA.

Makanya zaman dulu, banyak pasangan WNI-WNA yang memilih cerai dulu, lalu bikin prenup dan kemudian nikah lagi. Tujuannya, supaya bisa beli properti di Indonesia.

“Saya pernah menangani kasus WNI yang nikah dengan WNA lalu cerai supaya bisa bikin prenup untuk beli properti di sini. Nah setelah cerai kan mereka gak bisa langsung nikah karena ada masa iddahnya. Eh tau-tau di masa iddah itu, si suami meninggal. Otomatis istri gak bisa jadi ahli waris karena statusnya cerai. Wah jadi repot banget waktu itu,” kisahnya.

Untuk urusan prenup menikah dengan WNA, Risen menyarankan agar surat prenup dicatatkan di kantor pencatatan pernikahan di kedua negara. Supaya berkekuatan hukum gitu.

  • Kedua, untuk melindungi di kemudian hari.

Misalnya, suami adalah pengusaha. Kalo bisnisnya bangkrut, istri gak akan dituntut untuk melunasi utang suami karena hartanya kan terpisah. Aset-aset milik istri bakal aman karena yang diambil untuk melunasi utang hanya aset milik suami.

  • Ketiga, saat bercerai.

Selama ini, perceraian umumnya kisruh dengan urusan harta gono-gini. Kalo udah punya prenup, urusan gono-gini gak bakal njelimet banget karena pembagian hartanya udah clear sejak awal. Jadi bakalan less problem dan ofkors, less drama.

Berikut contoh isi prenup:

Oh ya, untuk yang belum punya prenup tapi terlanjur nikah, jangan khawatir. Ternyata surat pisah harta bisa juga lho dibuat setelah menikah, yang disebut dengan postnup.

Untuk yang ini, menurut Risen, emang agak ribet sih karena tantangan terbesarnya adalah bernegosiasi tentang harta dan utang yang dimiliki bersama. Yang mana punya istri, yang mana punya suami. Abis itu baru dipisah dan dikasih batasan.

Oleh karena itu, rumusan untuk postnup itu gak ada. Semua bener-bener fleksibel sesuai diskusi kedua belah pihak. Biayanya pun gak ada, tergantung pengacara.

Berikut ini contoh isi postnup:

 

2. WASIAT

Nah ini dia nih yang menurut gue puentiinngg banget. Sebab, namanya harta kan gak kenal teman dan sodara ya. Banyak tuh cerita tentang keluarga yang berantem sampe gontok-gontokan cuma gara-gara warisan. Padahal tanah makam ortunya belum juga kering. Sedih kan 😦

Risen kemarin mencontohkan, ada pasangan suami istri yang gak punya anak. Hubungan mereka dengan keluarga besar sang suami gak baik. Sejak jauh-jauh hari, suami udah bilang ke istrinya bahwa kalo dia meninggal, seluruh harta jatuh ke si istri.

Nah, begitu suami meninggal, istri dengan tenang melakukan balik nama semua harta ke namanya dia sesuai keinginan suami. Tapi ternyata keluarga suami gak setuju dan nuntut bagian. Bahkan mereka sampe melaporkan istri almarhum ke polisi atas tuduhan penggelapan.

Alasannya, dalam hukum waris, keluarga besar (adik, kakak, dan ortu) tetap dapat bagian. Karena gak ada surat wasiat, hanya ucapan suami secara lisan, istri pun gak bisa berbuat banyak selain merelakan bagian untuk keluarga besar suaminya.

Dengan bikin surat wasiat sebelum kita meninggal, kisruh perebutan harta kayak gitu bisa ditiadakan. Sebab, semuanya jelas dan kuat di mata hukum.

Dan wasiat ini gak cuma untuk hal-hal yang berbau harta or duit aja lho. Untuk hal khusus kayak donor organ, bisa. Atau Risen mencontohkan tentang pasangan beda agama nih. Misalnya, istri Kristen, suami Muslim. Nah, mereka bisa tuh menulis di surat wasiat tentang tata cara ibadah sesuai agama apa yang harus dilakukan jika mereka meninggal nanti. Karena hal-hal kayak gini bisa jadi kisruh di kemudian hari.

Atau kayak almarhum dosen gue. Dia bikin wasiat yang salah satu isinya, kalo meninggal, beliau mau dikremasi dan abunya disebarkan di beberapa gunung di Indonesia. Jadi ahli warisnya pun harus menuruti keinginan beliau.

Surat wasiat juga penting untuk pasangan yang bercerai, terkait hak asuh dan harta. Risen bercerita, dia pernah kedatangan klien, seorang ibu yang anaknya masih berusia di bawah umur. Si ibu ini mau bikin surat wasiat karena gak rela kalo dia meninggal duluan, yang akan menjadi wali dari anaknya adalah mantan suaminya. Sebab, si mantan suami ini KDRT dan bikin sakit hati seluruh keluarga.

Jadi, udah kebayang dong betapa pentingnya wasiat?

Untuk bikin wasiat, kita gak harus dateng rame-rame bareng pasangan atau keluarga. Wasiat itu sifatnya private, bisa kita bikin sendirian. Macem di film-film itu lho. Pas bapaknya meninggal baru ketauan isi wasiatnya apa. Jadi kejutan deh 😀

Pembuatan wasiat ini bisa dilakukan di notaris. Tapi sebaiknya sebelum itu konsul dulu ke lawyer, apalagi kalo lo punya aset di beberapa negara. Kalo kayak gue yang asetnya cuma motor Scoopy doang mah cincay lah ya hahaha.

Setelah bikin surat wasiat, kita kudu cek ke Kementerian Hukum dan HAM, apakah wasiat kita udah terdaftar atau belum. Gue barusan gugel, nemu tentang pendaftaran wasiat online di sini.

Dengan perkembangan teknologi, banyak yang bertanya, apakah wasiat boleh dibuat dalam versi digital? Menurut Risen, UU di Indonesia itu masih menyebut wasiat sebagai surat atau akta. Jadi tetep harus dibuat dalam versi tertulis supaya berkekuatan hukum.

Nah, versi digital kayak video bisa disertakan sebagai pelengkap surat wasiat.

“Misalnya, dalam surat wasiat disebutkan bapak X menunjuk anak pertamanya sebagai pimpinan perusahaan setelah dia meninggal, bukan anak kedua dan ketiganya. Nah di video itu bapak X bisa menjelaskan alasan kenapa dia membuat keputusan itu. Kalau di surat kan hasilnya akan terlalu panjang,” kata Risen.

Oh ya, untuk pecinta binatang, UU di Indonesia belum memperbolehkan hewan sebagai ahli waris ya. Yang disebut sebagai ahli waris hanyalah manusia. Kalo mau meninggalkan warisan untuk binatang peliharaan, bisa dengan menunjuk orang yang dipercaya untuk mengurus binatanglo. Trus berikan dia dana sekian untuk biaya mengurus binatang itu.

Jadi gak bisa tuh kita tulis “saya meninggalkan Rp 1 miliar untuk hewan peliharaan saya si Bleki” karena gak akan dianggap sah. Lebih baik “saya menunjuk teman saya si Nona untuk mengurus Bleki dan memberinya dana Rp 1 miliar sebagai biaya pemeliharaannya.”

Terus, kalo gak ada surat wasiat, gimana dong?

Warisan akan dibagi sesuai UU yang berlaku. Di Indonesia, terdapat tiga jenis hukum waris, yaitu hukum waris nasional, hukum waris Islam, dan hukum waris adat.

Makanya, kalo punya preferensi khusus yang gak sesuai 3 hukum waris di atas, ya sebaiknya bikin wasiat. Lumayan banget untuk menghindari sengketa dan hal-hal yang tidak sesuai keinginan.

Misalnya, di hukum waris Islam, anak laki-laki dapat bagian 2x dari anak perempuan. Nah kalo lo mau membagi warisan secara adil ke semua anak-anak tanpa memandang jenis kelamin, tulislah itu di surat wasiat.

Begini ya contoh surat wasiat:

Btw kemarin tuh sebenarnya gue pingin banget tanya ke Risen tentang beberapa hal. Cuma peminatnya membeludak banget. Padahal di awal-awal kelas masih rada sepi lho, tapi lama-lama penuh dan semuanya beneran nyimak dengan seksama.

Begitu Risen turun dari panggung, yang ngerumunin untuk konsultasi juga banyaaak banget. Batal deh aku nanya-nanya hahaha..

Mudah-mudahan punya kesempatan lain untuk konsul ah. Oh ya, plus ada duitnya untuk bayar fee dia sebagai pengacara kondang 😀

Oh ya, Risen punya akun IG dan youtube katanya. Lumayan lah ya untuk tambah-tambah ilmu dan pengetahuan.

Oh ya, gue tau untuk orang Indonesia, urusan prenup dan wasiat itu pamali banget. Yah basically, orang kita mah suka alergi ceunah sama yang namanya hukum. Apalagi kalo berurusan dengan harta, kematian dan perceraian. Selalu pake semboyan “harta gak dibawa mati” atau sejenisnya.

Padahal, justru dengan melek untuk urusan beginian, masalah dan kisruh di masa depan bisa dihindari. Gak perlu pake ribet, pake drama, pake golok (lho) segala. Tinggal tunjukin surat prenup atau wasiat, masalah akan lebih ringan.

Ini gue aja lagi berjuang mau bikin wasiat karena dulu usulan bikin prenup ditolak mentah-mentah oleh suami. Padahal mah wasiat gue tujuannya bukan untuk bagi-bagi harta, tapi sebagai salah satu syarat untuk donor organ cmiiw.

Begitu ya gengs, semoga bermanfaat. Kalo ada yang kurang atau salah ketik, monmaap sebelumnya. Maklum, bukan orang hukum akutuh. Kalo ada yang mau kasih masukan juga boleeh banget lho.

Makasiiyyy 🙂

2 thoughts on “Ngomongin Prenup dan Wasiat

  1. Terima kasih ya Mbak Ir. Prenup ud telat. Postnup masi jd pertimbangan krn mumet mikirin ribetny wakakak.. Yg Wasiat ini bener2 menarik bgt. Jadi ada kemungkinan kita bikin wasiat n pasangan kita ga tau ya Mbak Ir? Trus misal saya meninggalnya masi pulihan tahun lagi dan ga di indo. Pengacara nya gimana tau nya ya? Terus kl pengacara nya uda pensiun siapa yang nti follow up? Wasiat apa bisa dirubah sewaktu waktu?

    Maaf ya mbak say bnyk tnya😘 nuhun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s