Wisata Edukatif di Jakarta: Ikutan Jakarta Walking Tour (3)

Setelah ke Perpusnas dan Museum Tekstil, gue pun cari-cari alternatif wisata lain di Jakarta. Gue pernah baca tentang wisata Bhinneka ke tempat-tempat ibadah berbagai agama yang ada di Jakarta. Kebetulan gue emang minat sama sejarah dan pengetahuan ya, termasuk tentang agama.

Selain itu, gue juga pingin kasih liat ke Nadira bahwa di Indonesia, ada macem-macem agama dan rumah ibadahnya lho. Dengan datang, melihat, mengamati, dan mendengarkan penjelasan secara langsung, dia akan dapet lebih banyak kesan dan pengalaman daripada sekadar baca buku pelajaran sekolah.

Begitu gugel, gue dapet beberapa artikel tentang tur jalan kaki alias Jakarta walking tour yang diselenggarakan dua organisasi. Yang pertama adalah Jakarta Good Guide. Yang kedua adalah Wisata Kreatif Jakarta.

Perbedaan dari kedua organisasi ini, sepanjang pengamatan gue adalah:

1. Jadwal

Jakarta Good Guide punya jadwal tur tetap pada hari kerja dan wiken karena mereka emang lebih established, dan merupakan penyelenggara Jakarta walking tour pertama. Sementara Wisata Kreatif bikin tur hanya pada wiken aja.

2. Jenis Wisata

Jenis wisata yang ditawarkan Jakarta Good Guide lebih ada template-nya. Di hari kerja, jenis tur yang tersedia adalah City Tour, Kota Tua, Chinatown, dll. Pas di wiken ada wisata yang template kayak weekdays, ada juga beberapa yang lebih kreatif. Sementara jenis wisata dari Wisata Kreatif lebih beragam karena ada wisata Bhinneka yang mengunjungi tempat-tempat ibadah, dan wisata kuliner bertema khusus kayak Korean Food, Tangkiwood, dll.

3. Tarif

Jakarta Good Guide pake konsep donasi. Jadi peserta tur dibebaskan memberi donasi dalam jumlah berapa pun di akhir tur. Sementara Wisata Kreatif mematok biaya minimal Rp 70.000/orang untuk ikut turnya. Tapi ini gak termasuk biaya makan atau masuk lokasi yang berbayar ya.

Tadinya gue pingin ikutan agenda wisata Bhinneka yang digelar tim Wisata Kreatif. Jadwalnya Sabtu (13/7) jam 15.30, ke daerah Sunter. Tapi sayang, jamnya mepet banget dengan jadwal les tari Nadira. Akhirnya gue pilih agenda Jakarta walking tour keliling Kota Tua yang dibikin oleh Jakarta Good Guide. Jadwalnya sama, Sabtu (13/7) jam 18.30, dengan meeting point di Stasiun Kota. Sebelum ikutan, gue daftar dulu via blog-nya.

Untuk wisata kali ini, selain gue dan Nadira, ada juga suami gue dan ponakan suami, Rizqy. Jadi kami tuh macam iklan KB banget deh, 1 keluarga, 2 anak, cewek dan cowok 😀

Hari Sabtu itu, setelah Nadira les nari, kami ada birthday late lunch dulu di Kokas untuk merayakan ultah adiknya Rizqy. Dari situ gue mikir, ngapain ke Kota bawa mobil? Udahlah macet banget, trus parkir juga susah yekan.

Langsung gue bilang ke suami untuk parkir di daerah Tebet dan kami tinggal naik kereta dari Stasiun Tebet. Lumayan banget untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Selain itu, suami dan Rizqy juga belum pernah naik kereta commuter line.

Kami pun parkir mobil di ruko di Jl Asem Baris, samping Stasiun Tebet. Dari Stasiun Tebet ke Stasiun Kota, per orangnya hanya bayar Rp 3.000, atau Rp 6.000 untuk PP. Kalo gak punya e-money, harus beli dulu tiket harian seharga Rp 16.000/orang PP karena ada depositnya. Nanti begitu udah balik lagi ke stasiun Tebet, tiketnya tinggal dikasih ke petugas, dan duit deposit Rp 10.000 dikembalikan deh.

Meski hari Sabtu yang merupakan wiken, kereta tetep penuh ya. Alhasil, suami gue dan Rizqy shock hahaha.. Payah emang nih cowo-cowok. Masa lebih tough gue dan Nadira sih 😀

Begitu dapet kereta dan turun di Stasiun Kota, kami langsung menuju meeting point di depan KFC. Ternyata, peserta tur kali ini banyak lho, sekitar 20-30 orang lah. Katanya sih emang kalo tur wiken, pasti pesertanya rame. Apalagi Kota Tua itu rute tur yang paling favorit.

Alhasil, rombongan pun dibagi 2 supaya gak crowded. Rombongan 1 dipandu dengan bahasa Indonesia. Rombongan 2 dipandu dengan bahasa Inggris.

Gue nawarin anak-anak mau ikut rombongan yang mana. Suami kemudian usul untuk ikut yang bahasa Inggris supaya turnya lebih mikir katanya, hahaha…

Tur dimulai dari depan Stasiun Kota. Di situ, guide kami, Indra, menjelaskan tentang Kota Tua, Stasiun Kota, museum-museum di sekelilingnya. Oh ya di rombongan kami ada seorang bule Jerman yang tinggal di Singapura.

Sesungguhnya kami agak malu juga sih dengan kondisi kawasan Kota yang semrawut, bau, banyak sampah, dan gak terawat. Beda banget dengan kondisi beberapa tahun lalu yang lebih rapi. Kalo peserta tur cuma orang Indonesia doang mah cuek ya karena pasti paham. Lah ini ada bulenya, jadi tengsin deh hahaha..

Tapi gpp lah. Mas bule sih cerita kalo dia emang demen ikutan walking tour di berbagai negara yang dia kunjungi, termasuk Cina. Jadi kayaknya dia cukup terbiasa dengan kondisi semrawut khas perkotaan. Semoga walking tour di Kota Tua ini gak bikin dia ilfeel sama Jakarta ya 😀

Dari situ, kami turun ke terowongan yang menghubungkan ke jalan di seberangnya. Selanjutnya, tur pun dimulai dengan berjalan kaki keliling Kota Tua.

*Museum Bank Indonesia*

Di beberapa titik, Indra akan berhenti dan menjelaskan lokasi yang menarik, beserta cerita sejarahnya. Terus terang, amat sangat challenging sih ya ikutan walking tour di Kota Tua di malam Minggu. Lah hari biasa aja kawasan ini penuh gilak. Di malam Minggu, kondisinya jauh lebih parah lagi karena banyak orang yang wisata, jalan-jalan, atau nongkrong malam Mingguan gitu. Pedagang kaki lima juga wuidiihh menjamur di seluruh penjuru, dari pinggir jalan raya sampe di lapangan depan Museum Fatahillah. Jadi kami pun harus mampu melewati itu semua.

Oh ya, tiap malam Minggu ternyata di lapangan di depan Museum Fatahillah selalu ada pergelaran musik gitu. Jadi situasinya super crowded sih, macam malam Tahun Baru di Ancol hahaha.. Untuk menuju ke arah meriam Si Jagur aja kami harus menembus para penonton dulu. No wonder jumlah peserta tur gak boleh banyak-banyak dalam satu rombongan. Soale kalo kebanyakan, potensi peserta nyasar atau terlepas dari rombongan gede banget.

Rute kemarin itu dari Stasiun Kota -> Museum Bank Mandiri -> Museum Bank Indonesia -> lapangan depan Museum Fatahillah -> meriam Si Jagur -> Menara Syahbandar -> Restoran Raja Kuring -> Jembatan Kota Intan -> Kali Besar -> Acaraki Cafe. Ini rute seinget gue ya. Mungkin aja ada beberapa titik yang gue lupa.

*Menara Syahbandar*

*restoran VOC Galangan*

Total perjalanan sekitar 2,5 jam lah. Kenapa lama banget? Karena kami banyak berhenti di beberapa titik dan denger penjelasan Indra, trus bertanya-tanya. Sayangnya, gue gak banyak ambil foto karena gelap sis. Maklum turnya malem-malem, jadi minim cahaya.

Overall gue seneng banget sih dengan modelan walking tour kayak gini. Mungkin karena gue emang tipe yang haus petualangan ya. Hepi bener deh liat bagian-bagian kota Jakarta yang gue gak tau, atau pernah baca/dengar tapi belum pernah datangi.

Plus, gue dapet pengalaman dan pengetahuan baru pula. Yang paling menarik buat gue (dan kayaknya seluruh rombongan sih hahaha) adalah tentang simbol jempol kejepit yang ada di meriam Si Jagur. Di Indonesia, simbol itu kan artinya porno, vulgar, anonoh lah. Ternyata, karena meriam itu berasal dari Portugis, simbol tersebut di negara sana justru berarti sebaliknya. Simbol jempol kejepit di meriam Si Jagur justru berarti good luck.

Dan simbol itu emang beda-beda maknanya di berbagai negara. Di Jepang, artinya hantu. Di Amerika, digunakan pas main-main sama anak, pura-pura hidungnya hilang. Macem-macem deh. Jadi jangan tersinggung kalo ketemu orang asing atau pas kita di negara asing, trus dia kasih salam jempol kejepit. Siapa tau maksudnya “good luck ya gaes!” 😀

Belum lagi kisah-kisah sejarah di balik pembangunan gedung-gedung atau pembuatan Kali Besar yang bikin malaria mewabah. Meski Indra bolak-balik bilang, “saya bukan sejarawan ya, cuma tourist guide”, tapi tetep aja kisah-kisahnya menarik untuk disimak.

Trus gimana dengan Nadira, suami, dan Rizqy? Mereka sih keliatannya seneng dengan konten tur dan kisah-kisah yang diceritakan Indra. Apalagi suami gue juga suka sejarah. Sementara bocah-bocah hepi karena bisa dapet pengetahuan lebih dari yang mereka baca di buku pelajaran.

Cuma ya gitu deh, pada letoy semua karena kudu jalan kaki 2-3km hahahaha… Ini aja untung turnya malem-malem. Coba kalo pagi/siang. Dijamin di tengah jalan pada mogok semua tuh, kabur ke Alfamart terdekat untuk beli minum dan numpang ngadem 😀

Tur kemudian berakhir di Acaraki, kafe yang spesial menawarkan jamu. Jamunya sih masih kategori enteng lah, cuma kunyit asam dan beras kencur yang diramu jadi minuman kekinian. Gak ada brotowali koq, tenaanng 😀 Interiornya juga baguuss banget, Instagrammable gitu lah.

*minuman Kunyit Asam Tubruk*

Di sini, Indra bikin kuis kecil-kecilan, dan gue bisa menang! Bangga bener ya padahal hadiahnya cuma tupperware doang hahaha… Tapi tetep hepi, karena berarti memori gue belum aus karena faktor umur 😀

Kelar ngopi, eh ngejamu di Acaraki, kami pamit pulang duluan karena suami khawatir dengan kondisi mobil di Tebet. Kami pun balik deh jalan kaki ke Stasiun Kota dan naik kereta ke Stasiun Tebet.

Begitu gue tanya bocah-bocah, gimana perasaannya ikut walking tour ini, mereka jawab seneng tapi capek. Payaaahh emang anak-anak Gen Z niihh… Kudu sering-sering gue ajak olahraga kayaknya hahaha..

Rencananya, gue masih pingin ikutan walking tour yang lain, baik yang dibikin Jakarta Good Guide maupun Wisata Kreatif. Nanti kalo jadi, Insya Allah gue tulis di blog deh.

Doakan supaya suami dan bocah-bocah mau ya. Soale semalam gue ajakin ikut wisata Bhinneka ke Gambir dengan rute Katedral, Istiqlal, dst, respons suami gini:

“Itu kita harus jalan lagi ya?”

Kagak Maz, ngesot!

Huh KZL kan daquw 😩😩😩

3 thoughts on “Wisata Edukatif di Jakarta: Ikutan Jakarta Walking Tour (3)

  1. cobain Jakarta Walking Tour yang Pecinan deh Mbak Ira, itu seru banget ngubek-ngubek petak9.
    Kalau mau banyak ngadem waktu itu aku pernah ikutan rute yang pasar baru. Itu lumayan banyak tempat ngadem dan banyak tempat buat jajan 😀

    • Aduh aku pingiiinn bgt yg chinatown krn pingin sekalian wiskul hahahaha (gagal fokus). Tapi masalahnya, tur ke chinatown adanya pagi2 melulu. Bener2 gak sempet mbak, jauh beeng euy dr rumah. Pasar Baru kyknya juga pagi2 deh. Enak jg tuh banyak jajanannya hahhaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s