Q&A with Jeng Bening Bersinar (part 1)

Belakangan ini, merawat kulit ala Korea alias Korean skincare routine yang berlapis-lapis kayak wafer jadi tren tersendiri di tengah kaum Hawa. Tujuannya, ya gak lain supaya kulit mulus nan flawless, glowing dan bebas masalah. Apalagi, cewek-cewek Korea dikenal dengan kulitnya yang muluuzzz dan (keliatan) natural. Alhasil, rahasia perawatan kulit mereka beserta produk-produknya pun jadi incaran cewek-cewek sedunia.

Sayangnya, dari ribuan merek Korean skincare yang ada, baru sedikit yang masuk di mol di Indonesia. Padahal, beauty blogger internesyenel banyak merekomendasikan aneka produk yang sering bikin gue mengernyikan kening sambil bilang “hah apaan tuh?”. Di mol, yang tersedia baru merek yang ngetop-ngetop doang (kalo gak mau disebut pasaran sih πŸ˜› ).

Di sini lah, online shop jadi penyelamat. Apalagi, banyak owner online shop yang bekerja sama langsung dengan distributor di Korea. Jadi mereka bisa dapet harga lebih murah ketimbang kalo kita beli di jastip atawa jasa titip.

Salah satu yang banyak dijadiin referensi adalah Bening Bersinar (BB). Reputasinya cukup ciamik karena selain dagang, Jeng Bening juga gak pelit bagi-bagi ilmu tentang skincare. Apa yang dia ketahui, dibagikan lewat bentuk postingan lengkap dengan hashtag-nya.

Trus, semua barang yang ada di lapaknya pasti udah dicobain dulu supaya tau, pantas gak untuk dijual. Kalo ada yang mau beli A-Z, suka dilarang-larang jika ketauan gak ngerti cara pakenya. Makanya, pengabdi BB pun seabrek. Gak cuma rakyat jelata kayak gue, tapi juga seleb kayak Raisa, aneka selebgram plus makeup artist top.

Tapi haters-nya juga gak kalah banyaknya bok. Kenapa? Soale ownernya BB dikenal jutek, kurang customer oriented dan punya sumbu pendek. Bahkan hatersnya sampe bertebaran di dunia maya dan forum gosip lho πŸ˜€

Nah minggu lalu, gue berkesempatan wawancara BB nih, via email doang sih karena tiap kita ketemuan offline mah, judulnya curhat dan gosip tiada akhir hahahaha… Proyek ini sekalian gue bikin karena banyaaakk banget yang nyangka bahwa gue adalah pemilik lapak BB. Padahal gue cuma punya 1 lapak, itupun jualan tupperware πŸ˜€ . Meski namanya sama-sama Irawati dan Irawaty, orangnya beda, lapaknya juga beda cyiin.

Mau tau lebih dalam tentang BB? Simak Q&A di bawah ya. Oh ya karena terlalu panjang (maklum semangat berghibah kami emang tinggi hahahaha), gue split jadi dua bagian ya. Enjoy!

1.Bisa ceritain gak sih, gimana sampe kepikiran bikin online shop skincare di IG? Kalo gak salah, lo pernah cerita dulu sempet dagang sample size di twitter juga kan?

Jadi sebenarnya lebih ke keuntungan pribadi.

Saat itu memang sengaja beli samples karena mau mencoba berbagai produk tanpa beban biaya ketinggian dan resiko nggak cocok.

Masalahnya, kalau beli samples kan harus jumlah besar (kalau mau murah). Belum lagi kalau nggak cocok sama produknya. Dibuang sayang, mau dikasih temen – nggak punya temen (sekalinya punya temen, eh yang penganut paham skincare air wudhu garis keras) lantas harus diapain?

Nah makanya mulai coba dijualin. Jelas2 produknya udah dicoba sendiri, jadi penjelasannya lebih akurat.

Lagipula gue tipe orang yang kalau nemu produk bagus atau solusi jitu terhadap masalah tertentu, nggak segan2 untuk kasih tau khalayak ramai dan sibuk nyetanin orang lain untuk coba juga.

Belakangan dihitung2, beli samples itu jatuhnya lebih murah sampai 40% daripada harga full size.

Sayangnya belakangan peraturan diubah sehingga samples tidak boleh diperjual belikan. Makin susah cari samples jumlah besar, kemudian mendadak banyak samples aspal dari Cina.

Maka gue berhenti jualan.

Saat itu lapak belum ada namanya, belum punya platform di socmed apalagi marketplace. Sulwhasoo bahkan belum masuk ke Indonesia hahaha! Gue inget banget pas Sulwhasoo akhirnya masuk Indonesia kemudian undang Affi ke acara mereka. Mereka tanya, apakah Affi udah pernah dengar beberapa varian produknya, dan Affi jawab sudah, bahkan sudah pakai dan suka (Sulwhasoo Time Treasure Eye Cream) dan team Sulwhasoo langsung shock! Hahahaha.

2. Dari mana ilham nama Bening Bersinar datang? Soale banyak yg bilang kayak jargon Sunlight πŸ˜€

Pas akhirnya mau jualan lagi, gue mau ada platform socmed untuk gelar dagangan dan waktu itu IG adalah format paling ideal.

Dari awal gue udah bertekad bahwa ini harus bersahabat bagi berbagai lapisan pemirsa, maka baik nama maupun content diniatkan 100% bahasa Indonesia.

Masalah nama, gue emang cari nama paling norak, konyol dan sedemikian menggelikan sampai begitu dengar langsung nyantol di kepala selama2nya.

Laki gue aja, Mr. Norak Pollll, sampai komentar : apa2an tuh nama, norak ajeee! 😁😁😁

Semua orang ngetawain, menghina (jualan skincare atau sabun cuci piring?) dan ngeledekin dalam berbagai format tapi gue cuek aja. Makin mereka sibuk ngetawain, makin gue yakin namanya udah tepat. Terbukti catchy toh? Nggak percuma 12th kerja urusan advertising kan?

Lesson One : experience gives you great insights on how things (should) work!

3. BB kan punya misi gak cuma dagang tapi juga mengedukasi masyarakat ttg skin care. Kenapa sih mulia banget? Apa emang gak butuh duit? πŸ˜€

Mulia gundulmu. Jempol gue bisa kena stroke kalau semua pelanggan dijelasin satu persatu tanpa ada ” handbook manual” 😁😁😁

Tapi sejujurnya, beberapa saat sebelum pertama mulai BB, gue baru menemukan pencerahan tentang kulit gue sendiri. Baik menemukan skincare steps yang tepat, maupun pemecahan berbagai permasalahan kulit. Maka bisa dicek ke postingan awal2 BB, urutannya adalah : cleansing, skincare steps, kemudian mulai bahas masalah over exfoliation. Itu semua kayak biografi kulit gue. Pada saat menulis itu adalah saat gue khatam masalah tersebut, lengkap dengan pemecahan misteri dan perawatan untuk mencegah/memperbaikinya.

Karena gue mendapat kesimpulan akhir itu setelah banyak riset, cari2 review, pembahasan dll yang ribet2, maka gue merasa kesimpulan gue itu perlu untuk di-share, supaya nggak ada orang lain yang mengalami kesusahan yang sama. Kalaupun sempat susah, bisa langsung dapat kunci jawaban tanpa perlu susah2 riset kayak gue dulu. Sebenarnya postingan2 itu lebih ditujukan ke teman/kenalan aja, daripada gue harus bolak balik jelasin kan mending disuruh follow kemudian baca2 aja hehehe. Nggak nyangka sekarang jadi banyak banget pemirsanya!

Masalah nggak butuh duit – gue kan nggak dibayar untuk menjelaskan apapun. Justru yang capek itu kalau udah konsultasi panjang lebar berhari2 berminggu2 tapi malah beli di lapak sebelah. Makanya posting tips2 itu diharapkan bisa mengurangi tegangan tinggi akibat harus melayani banyak chat konsultasi tak tentu arah. Kan tinggal minta klik hashtag ini itu aja, beres.

4. Banyaaaakkkk banget orang yang bilang kalo BB itu lapak yang jutek banget. Makanya pada takut untuk nanya-nanya bahkan untuk order. Apakah itu benar? πŸ˜€

Iyalah memang bener. Tapi cobalah cari, lapak mana yang lebih berdedikasi daripada gue, dalam memperbaiki kulit pelanggannya? Semua topik dibahas lengkap dengan solusi, nggak pernah bujuk rayu supaya beli lebih mahal atau lebih banyak (bahkan menyarankan untuk jangan dibeli), nggak pernah nipu, bohong atau menjerumuskan khasiat produk pulak.

Gimana pula bisa nggak judes, kalau bikin posting pengetahuan udah sekian ratus kemudian tertera jelas di bio “jangan nanya kalau belum baca FAQ” dan setiap hari puluhan pertanyaan random terus mengalir.

Gini deh. Bayangin waktu lo umur 6th, pindah dari Temanggung ke Bekasi, kemudian tinggal di kompleks perumahan. Sore2 anak komplek pada ngumpul, seru banget main petak benteng.

Lo sebagai pendatang baru, enaknya gimana?

Perhatiin dari jauh sambil mengamati peraturan dan cara main petak benteng? Sambil berharap ada yang deketin ngajak main?

Atau tau2 nyeruduk masuk sambil teriak2 “ayok kita main loncat karet aja yok, enakan main ini!”

Kira2 mana yang bakalan digebukin massa?

😁😁😁

Lah gue lagi susah payah jelasin pakai facial oil kemudian ujug2 ada yang ribut nanya produk paling bagus buat jerawat — gimana nggak langsung ngegas ngepot tuh?

Apalagi gue bukan termasuk “a gifted writer” jadi harus konsen penuh dan berpikir keras saat berusaha menjelaskan sesuatu. Buyar semua jadi bete deh.

5. Kalo iya, kenapa bisa “tega” jutek ke pembeli? Padahal banyaakk lho lapak2 lain yang merayu semanis madu bahkan iming2 kulit kinclong cling dalam tempo sekian minggu atas nama semboyan “Pembeli adalah raja” πŸ˜€

Lucunya adalah, yang gencar kasih label jutek & judes itu biasanya justru orang2 yang belum pernah kena semprot. Interaksi aja belum pernah, nanya juga nggak ada. Tapi berhubung kuatnya budaya “katanya” dan derajat keriting bibir/jempol para netijen, maka jadilah pembahasan lebih rame di perkara ini daripada pengetahuan/pengalaman yang ingin dibagikan di lapak. Malah ada trend baru, sekarang banyak yang berlomba2 komentar/DM se-tulalit ngeselin mungkin kayak sengaja mancing kemarahan. Mungkin biar bisa disebarkan lagi sambil jelek2kin atau gimana entahlah apa yang mereka pikirin.

Gue maunya orang ngerti paham yakin bener sama penjelasan gue, baru deh mulai belanja. Bukan ngasal beli satu dua kemudian : halah barangnya jelek, gue nggak cocok, mana mahal2 pula.

Ya kan? Seolah2 ada jaminan pasti cocok dan bisa berubah jadi kinclong mulus dengan pakai 1 produk aja dan terjadi dalam semalam.

Padahal sebenarnya simple aja kok. Mau tau caranya merawat kulit? Ya follow, dibaca2, diamalkan. Gak beli ya gapapa, asal DIPELAJARI, bukan dikit2 nanya pertanyaan yang nggak ada jawabannya (produk mana yang paling bagus buat jerawat? Produk apa yang bisa hilangkan nodal hitam/mata panda/keriput dll?).

Kalau nggak suka, nggak setuju dengan apa yang diposting, ya silakan unfollow. Kalau masih tetap mau follow ya silakan aja tinggal di scroll bagian2 yang kurang mengena di hati. Kalau kesel banget atau gimana, ya klik unfollow, klik block kan beres? Gausah sampai nyinyir panjang lebar di berbagai forum, maki2 di DM/Line dengan menggunakan berbagai account berbeda, atau apalah yang aneh2 lainnya. Mending energi sisanya dipakai buat ngajarin PR anak atau nonton bioskop sama suami/pacar, setuju?

Eniwei, gue justru jarang2 keluar judesnya. Masalahnya orang suka antipati duluan, jadi gue ngomong normal dianggap judes. Padahal sehari ada ratusan yang nanya ini itu dan semua gue ladenin sebisanya tanpa emosi. Padahal pertanyaannya ya gitulah, ajaib2. I’m not perfect and not trying to be, so I just do what I always do. If you’re being logical and apply analytical thinking to your life, about 98% of the FAQ I handled should’ve never been asked in the first place.

Makanya jawabannya pendek tegas menohok. Kalau lo males baca, gue juga males buang waktu jelas2in lagi satu persatu Neng!

6. Reputasi kejutekan Jeng Bening ini bahkan sampe masuk forum gosip segala lho. Dan haters-nya banyak banget. Banyak lho follower gue yg ikutan curhat karena kena dijutekin Jeng Bening. Biasanya, apa sih yang bikin lo jutek begini?

Tuh yang diatas. Orang malas baca. Dengan alasan pusing, nggak ngerti, bingung, puyeng, dll.

Lah kok jadi kewajiban gue buat bikin dia paham? Dan gue heran, kok pada demen banget ngaku Newbie sih? So what? Kekurangan ilmu pengetahuan itu sesuatu yang harus dibasmi, bukan dijadiin alasan atau malah disiarkan!

Hari gini apa gunanya punya smartphone tapi jadi dumb user?

Gue bingung sama orang yang bangga “saya nggak tau apa2 tentang skincare, jadi harus gimana?”

YA GIMANA COIY?

Coba deh bayangin, Ibu Sri Mulyani sedang mendiskusikan defisit neraca anggaran Indonesia dengan Ibu Marie Pangestu.

Kebetulan lo berada di ruangan yang sama. Cuma bertiga aja. Kira2 apa yang lo lakukan? Colek2 Ibu Sri, nanyain : Bu, dollar kenapa naik terus? Tadi pagi saya belanja bawang merah naik 2rb lho Bu, itu kenapa ya sebabnya? Bisa dijelaskan?

KIRA2 BAKAL DIJAWAB GIMANA?

Terus kalau nggak dijawab, lo ikuti keliling ruangan. Colek2 lagi, tanya2 lagi. Tetap nggak dijawab.

Menurut lo KENAPAAAAAHH?

Ya bukan bandingin ke Bu SM lah ya, gue nih bagai debu serpihan aspal lah dibanding beliau. Cuma kalau gue jadi orang tersebut, ya kira2 lah. Nggak ngerti masalah ekonomi sama sekali, ya pasang kuping panasin otak, duduk diam mendengarkan sambil berusaha mencerna isi pembicaraan. Gak ngerti? Cari tau, cari narasumber, cari info2, cek2 review, dan banyak hal yang bisa dilakukan sebelum menganalisa situasi dan APALAGI mengajukan pertanyaan.

Itu sih pemikiran sederhana gue ya.

Gue nggak bisa paham ada orang yang menyerahkan (bahkan minta) kepada orang lain untuk mengambil keputusan bagi dirinya. Your body, your skin, your well-being = your decision dongg!

7.Meski banyak yang sebel, yang cinmat alias cinta mati juga banyaaakkk. Follower sekarang sampe puluhan ribu, padahal akunnya digembok. Itu belum termasuk following request yang berbulan-bulan belum di-approve2 juga. Berasa mau jadi follower-nya BB itu = masuk waiting list restoran Michelin stars deh πŸ˜€ . Lo ngerasanya gimana?

Yah omelin IG deh. Algorithm nya jadi random banget, antriannya nggak kronologis jadi malah yang baru request bisa segera diapprove, yang udah bulanan/tahunan malah nggak kelihatan.

Tapi sejujurnya gue terkadang kewalahan hadapi follower2 baru yang belum kenal kebijakan lapak gue yang ajaib itu. Maka daripada tabungan dosa melonjak tinggi, sementara nggak buka2 dulu deh. Kalau udah santai atau sedang mau menaikkan tegangan darah, ya dibuka lagi. Gitulah.

Duh sering loh sampai diomelin kakak2 seleb karena dianggap sombong. Padahal, gue jarang2 meneliti nama2 follow request. Yang pakai centang biru aja gue pikir account bodong hahaha. Yamaapp Ijah memang kurang bergaul anaknya.

8.Bahkan saking heits-nya, beberapa follower Jeng Bening adalah selebriti, alias seleb beneran dan selebgram lho. Padahal BB gak pernah iklan, promo etc samsek. Kaget gak sih liat animonya kayak gini?

Kaget sih, tapi skincare kan memang sedang naik daun ya. Mungkin yang seleb skincare beneran justru lebih melonjak lagi followernya.

Kalau gue kan banyak yang ngotot minta follow karena pertimbangan bisnis – mau copas product list lah, caption produk, barang yang disediakan, dan yang terutama, comot #beningbersinarFAQ buat keperluan lapaknya atau status influencer di IG (kemudian dapat endorsement, bikin giveaway, jumlah follower meningkat drastis blablabla). Yah apapun itu, semoga sama2 berkah ya.

Bukan, gue bukannya bijak atau legawa. Itu adalah pengakuan getir ya. Tapi gue selalu inget jalan rejeki sudah ditulis Tuhan bahkan sebelum gue lahir. So I do me and they do them, and I’ll make sure I’ll stick to playing with “class”. Selebihnya udah diatur Tuhan lah.

Tentang produk mana yang paling laris, suka duka punya lapak BB, dst, to be continued yhaaa πŸ˜‰

Advertisements

8 thoughts on “Q&A with Jeng Bening Bersinar (part 1)

  1. pernah sih dijutekin (bukan penganut paham katanya lagi, krn emang ngalamin sendiri). waktu itu gue lg scroll ke bawah bgt dan nemu di comment section, ada orang yg punya concern samaaa kayak gue. trus gue comment comment aja nanya mbak pake ini gimana, itu gmn? udh pernah coba ini itu? ke si mbak2 yg punya concern kaya gue. gak gue DM karena takut gasopan hehe. ehhh langsunh dong acc gue ditebas saat itu juga. at least u could warn me first……

  2. Aku ga mengerti kenapa dunia skincare yang tadinya fun jadi dibikin gak nyaman kaya gitu. Setiap buka ig stories dan feed ig bawaannya doi marah-marah mulu. Kalau pendapatnya di challenge sedikit, langsung ngamuk, belum lagi fangirl-fangirl doi yg akan langsung menyerang. Lingkungannya bener-bener gak welcome banget untuk orang yang sebenernya mau belajar. Masih banyak skincare guru di Indonesia yang lebih informatif, friendly, dan humble. Ini bukan hate comment ya, tapi ini saran aja untuk beliau.

    • Halo mba loly, ga nyamannya gimana ya mba? Aku follower dia dari jaman masih 2rban followernya. Waktu itu belum pernah belanja di sana. Aku rasa mba ira itu baik2 aja. Pas jaman lagi happening2nya lipen, mba ira brapa kali ngswatch lipen dan aku pnh nanya dijawab dengan baik lo. Aku rasa dia ga marah2 deh cuma orangnya yang lugas gitu. Pernah sekali ngebales storynya lewat DM nya pun dijawab dengan baik. Ya mungkin pengalaman belanja dan interaksi saya sm mba loli berbeda.

    • Hai mbak..
      Setuju sama komen nya…
      Yg fangirl nggak usah marah juga…mmg baca IGS nya kebanyakan ngomel nya kok. Mmg ngeselin kalo pertanyaan2nya kebanyakan keliatan sekali kalo nggak baca nya. Tp mmg jadi nggak fun.
      Gue komplain mslh packaging di lapak marketplace jeng BB.. πŸ˜„ Eh ga lama hilang pula akun Jeng BB dr timeline… Hahaha..
      Aku lega sih… Dr kematen pengen unfol.kerna mulai ga asik liatnya Keburu di blok..πŸ˜„
      Btw… Semoga laris manis selalu jeng BB.. Dan ga bludrek nahan emosi tiap baca komen dan komplain…

  3. Saya follow bening bersinar sejak 2015. Tau dari mba @fayjoenes yang waktu itu posting belanjaan printilan skincare sample. Dari awal follow sempet takjub sama cara mba ira jualan. Karena menurutku ignya ga kayak orang jualan tapi kayak baca akun beautyguru gtu. Semuanya dijelasin dengan passionate jadi malah lebih membuat barangnya itu beneran bagus ketimbang cara marketing biasa. Gara-gara tulisan ini jd tau kalau ternyata mba ira diomongin di forum gosip. Agak kaget sih, soalnya mba ira kan jualan bukan selebgram yg emang cari engagement sm followernya, ngapain loh dijulidin n dinyinyirin. Kalau ga suka dan gada rencana belanja ya tinggal unfollow. Ignya juga dikunci jadi ga akan ujug2 muncul di homemu kalau kamu merasa terganggu. Toh seperti yang para haters bilang, penjual lain yg ramah, murah n baik banyak yauda follow aja mereka hahaha. Yang jelas, kalau buat saya sih ig beningbersinar adalah salah satu akun yg saya buka pertama setiap buka ig untuk cek ada posting baru atau ga. Semoga mba ira ttp semangat dan terus menebar racun-racun baru!!

  4. Pingback: Q&A with Jeng Bening Bersinar (part 2) | The Sun is Getting High, We're Moving on

  5. Gue belanja di BB justru setelah hampir 1,5 tahun follow dan udah kelar baca semua #beningbersinarFAQ se-komen-komennya, karena walau gue judes gue paling ngeri dijudesin balik LOL

    Sekarang udah follow hampir 3 tahun, udah bolak-balik belanja juga dan ga pernah kena semprot apa-apa sih. Ya karena gue emang ga pernah mau nyusahin orang, yang nanya ini-itu seakan-akan penjual skin care adalah doter spesialis kulit pribadi.

    Gue sebagai sesama orang yang ngakunya judes sungguhlah paham betapa malesinnya jawabin pertanyaan tak berujung dan kadang absurd. Lha gue bacain komen di FAQ nya aja udah semaphut karena banyak yang ngeselin.

    Padahal amal baeknya banyak loh si BB ini ya ra, dia bikin penjelasan panjang lebar dibagi per-kategori, kadang ada sub kategori, itu semua kan pake riset, pake mikir, buang waktu , tenaga dan jelas duit. Orang disuruh baca dulu sampe khatam aja pada males. Herman gue.

  6. Haha, lucu aja bacain komentar-komentar di atas yang bilang Jeng BB ngerusak dunia skincare yang fun. Lha menurutku yang ngerusak tuh malah orang yang minta disuapin informasi melulu, nggak mau usaha nyari. Lah di google ada beauty blog segambreng! Apa gunanyaaa? Wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s