YOLO Card, Kartunya Generasi Zaman Now

Kalo ngomongin kartu kredit, banyak yang keburu apriori duluan. Takut terlilit utang lah, takut dikejar debt collector lah, takut gak bisa ngontrol lah. Macem-macem deh.

Padahal, kartu kredit itu buat gue berguna banget. Selain untuk jaga-jaga dalam kondisi darurat (masuk rumah sakit mendadak misalnya), promo-promo yang ditawarkan bank penyedia kartu kredit biasanya cucok meyong untuk kebutuhan sehari-hari.

Bahkan, alih-alih terlilit utang, gue mah biasanya malah lebih hemat kalo belanja, makan, nonton, dll pake kartu kredit. Yang penting, kudu inget bahwa kartu kredit itu bukan uang gratis. Tetep kudu dibayar yhaaa…

Nah beberapa hari lalu gue diundang Bank UOB untuk datang ke acara peluncuran produk terbaru mereka, yaitu YOLO Card. Untuk millenials kayak akoh (uhuk), pasti paham ya what YOLO stands for.

YOLO = You Only Live Once adalah frase yang dipopulerkan oleh rapper Drake, mantannya Rihanna. Abis itu, istilah tersebut jadi semacam semboyan gitu untuk generasi millenials agar lebih menikmati hidup karena, hey you only live once, right?

Sesuai namanya, YOLO Card ini ditujukan untuk Generasi Millenials yang lahir di tahun 1980-2000. Kata Bu Dessy Masri, Head of Cards and Payments UOB Indonesia, YOLO Card ini emang segmennya untuk yang berumur 21-35 tahun, yaitu profesional muda dan udah punya income.

Karena target marketnya millenials itulah, kartu ini pun dirancang sesuai karakteristik millenials, yaitu work-life balance, price picky, digital savvy, suka traveling dan ingin serba instan.

Alhasil, jadi deh kartu yang desainnya keren dan menurut gue, cukup inovatif. Yang paling membedakan sih nomor kartu kreditnya ya. Kalo kartu-kartu lain kan 16 angkanya ditulis berjejer gitu. Kalo YOLO Card dibikin empat baris ke bawah, dengan empat angka di tiap-tiap baris. Jadi lebih gampang kalo mau transaksi yang kudu bacain nomor kartu, gak pake ribet.

Security Code juga ada di depan, jadi bener-bener dibikin segala sesuatunya lebih gampang. Gak perlu ngebolak-balik kartu kalo pas transaksi yekan.

Untuk promosinya, ini dia nih. Banyaaaakkk yang ditawarkan. Mulai dari free ride naik Grab, cicilan 0% untuk hotel dan travel, bebas iuran tahunan sampe daily deals yang beda-beda tiap harinya. Yang ditawarkan pun seru-seru kayak resto, bioskop, belanja dan sebagainya.

Nah, pasti akan ada yang bertanya, dengan promo sebanyak itu, apa gak bikin kita jadi konsumtif?

Menurut gue sih, justru dengan kartu kredit, seharusnya tata kelola keuangan kita jadi lebih rapi. Soale, kayak yang Bu Dessy bilang, kita jadi seperti punya sekretaris pribadi. Belanja dimana, tanggal berapa, pasti tercatat rapi di laporan keuangan bulanan.

โ€œJadi gak perlu repot-repot mencatat. Kita juga jadi bisa mengontrol karena ada laporan itu,โ€ kata Bu Dessy.

Soal ini juga diamini sama selebgram food and travel, Captain Ruby, yang ikut jadi pembicara. Sebagai millenials, Ruby ngaku lebih suka transaksi cashless. Alhasil, jumlah uang di dompetnya lebih sedikit dari yang tersimpan di kartu.

Nah, ini gue banget sih. Bahkan gue mah urusan bayar parkir aja udah males pake cash. Yang tap-tap pake kartu lebih simple gak pake ribet. Makanya suka bingung pas mau beli sayur di abang sayur pas gue lagi gak ada cash. Coba mereka punya mesin debet ya, lebih cincay kayaknya hahaha ๐Ÿ˜€

Point lain yang di-share sama Ruby adalah hubungan kartu kredit dan traveling. Kalo pake kartu kredit, udah lah lebih efektif, efisien dan aman karena gak perlu bawa-bawa duit bergepok-gepok, ada lagi satu keuntungan.

โ€œKadang kurs-nya lebih murah pas bayar pake kartu kredit lalu ditagihkan bulan depannya. Extra benefit banget deh,โ€ kata Ruby.

Ini beneran terjadi sih. Kebetulan gue punya temen yang buka jastip gitu. Dia cerita, suka dapet untung lebih pas tagihan kartu kreditnya datang, dan ternyata kurs yang dipake lebih rendah daripada pas dia belanja. Hahaha.

Terus, millenials itu kan hobi hunting tiket pesawat dan akomodasi dari jauh-jauh hari. Kayak pas lagi travel fair gitu lho. Kalo pake kartu kredit, kita bisa beli tiket untuk tahun depan, dan mencicilnya setiap bulan. Jadi pas saatnya berangkat, tagihan pun udah lunas.

Jadi millenials, baik yang masih single maupun beranak kayak akoh, untuk urusan kartu kredit gak usah parno-parno banget ya. Kalo kita pinter dan bijak menggunakannya, yang ada kita malah untung, bukannya buntung.

Apalagi kalo pake YOLO Cards. Untungnya bisa berlipat-lipat deh. Mayan yes!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s