Let’s Talk About Sex!

Judul dan tema ini sesungguhnya udah ada di draft sejak uhmmm… 3 tahun lalu kayaknya. Tapi gak kelar-kelar karena gue selalu buntu di tengah jalan. Apalagi, tema tentang sex life itu kan tabu banget ya. Jadi gue keriting banget mikirin gimana nulis yang enak, gak vulgar, gak kontroversial, dan yang pasti, gak ngundang spam comments.

Nah, kebetulan beberapa waktu lalu gue iseng bikin curhat session ACKC tentang sex life. It was unplanned, actually. Awalnya kan ngebahas tentang kasus perceraian tuh. Trus banyak yang curhat bahwa mereka terjebak di pernikahan yang buruk dengan suami yang baik dan bertanggung jawab. Indikasinya, komunikasi mandeg dan engingeeengg.. zero sex life!

Gara-gara satu orang curhat dan gue repost, memancing curhatan-curhatan lain yang serupa. Ujung-ujungnya pada minta gue untuk buka ACKC tentang sex life. Supaya ada teman senasib dan sukur-sukur ada yang bisa kasih tips and tricks untuk menambah kehangatan ranjang.

*aih mateeekk bahasanya kayak copywriting iklan obat kuat yhaaaa*

Begitu dibuka, waaahhh seru-seru semua curhatnya. By seru-seru I mean adalah kenyataan hidup gitu, yang bisa ditemui di kehidupan nyata, bukan ala film/novel roman picisan. Beberapa bahkan pernah gue alami sendiri lho.

Secara garis besar, gue bagi jadi 2 ya. Gini nih:

1.Masalah di Istri

Nah, ini nih kayaknya yang paling banyak deh kasusnya. Maklum, follower gue di Instagram kan 90% perempuan ya. Jadi yang ngerasa bermasalah emang perempuan.

Kasusnya pun beraneka ragam. Di antaranya:

  • gak pede karena abis melahirkan. Rasanya bodi jeleeekkkk banget, bleber dimana-mana. “Onderdil” juga cupu banget bentuknya setelah diobrak-abrik pas melahirkan.
  • terlalu capek untuk ML, bahkan mikirinnya doang aja gak napsu. Gimana nggak? Wong waktu udah habis untuk ngurusin anak, pekerjaan rumah, dan kerjaan (untuk yang working mom).
  • stress urusan sehari-hari juga nambah bikin ilfeel, kayak urusan duit, mertua, ipar, tetangga, dst.
  • sex drive drop abis setelah melahirkan, apalagi yang lahirannya normal dan pake dijahit segala. Rasanya trauma dan takuutt banget untuk ML karena takut jahitannya lepas *ini gue juga ngalamiinn*
  • kecewa dengan berbagai ekspektasi yang gak terwujud. Misalnya, di film/novel romantis kondisinya A, koq in real life jadi Z? Alhasil males deh ML.

2.Masalah di Suami

Ini juga banyak dikeluhkan oleh para istri. Soale, ternyata banyak perempuan yang sex drive-nya baik-baik aja, tapi koq suaminya bermasalah? Boro-boro sebulan sekali ML, bahkan ada yang sampe 4 tahun gak pernah ML bok!

Dari beberapa masalah yang dicurhatin, di antaranya adalah:

  • suami sedingin kulkas. Diajakin ML dari mulai cara halus, kode-kode morse dan semaphore, sampe terang-terangan, gak ngaruh. Tapi suaminya gak selingkuh dan sayang banget sama keluarga. Bikin istri frustrasi deh. Paling banyak kasusnya nih.
  • suami gak memuaskan istri. Artinya, cuma mau “hepi dan puas” sendiri tapi gak peduli dengan keinginan istri. Jadi istri berasa kayak tisu toilet, abis pake langsung dibuang.
  • suami bikin mood drop gara-gara suka ngatain istri, atau melakukan hal-hal yang bikin ilfeel (hobi masturbasi dimana-mana, termasuk tempat umum, eewww).
  • ada yang saking sebelnya karena suami super dingin, akhirnya beralih orientasi jadi lesbian.

Baca semua curhatan itu, gue yang ter “wooowww” sendiri gitu hahaha… Sebagian pernah gue alami sendiri, tapi sebagian bener-bener hal baru buat gue. Dan itu semua beneran aseli curhatan orang, no tipu-tipu *halah bahasa sista2 online shop*

Dari semua masalah itu, ada juga beberapa kesimpulan yang bisa gue dapet. Entah dari yang cerita, atau ada curhat susulan yang masuk setelah topik ini selesai dibahas. Kira-kira gini nih:

  • Lancarkan komunikasi

Ini klise but oh so true banget deh. Komunikasi adalah koentji, untuk semua hubungan, baik suami dan istri, orangtua dan anak maupun antarteman.

Untuk rumah tangga, banyak hal yang bisa diselesaikan kalo komunikasinya selancar jalan tol dalam kota 20 tahun lalu *sekarang macet amat yhaaa*. Mengutip sebuah kalimat yang ditulis dalam sebuah DM yang masuk:

“Kan udah pernah sama-sama telanjang bareng. Ngapain harus malu sih?”

Trus, kemarin ada yang curhat susulan. Jadi si Mbak X ini cerita, sex life-nya dengan suami mandeg selama 2-3 tahun belakangan. Bahkan nyaris zero sex lah.

Setelah baca ACKC sex life, dia pun memberanikan diri untuk mengajak suaminya ngobrolin soal ini. Hasilnya, cukup mengagetkan.

Alasan sang suami gak mau ngajak ML adalah, karena gak tega. Kebetulan suami Mbak X ini kurang subur. Jadi untuk punya anak, mereka harus ikut program bayi tabung bla3x, karena sang suami emang pengen banget punya anak. Trus pas hamil, Mbak X ini menderita banget karena kehamilannya bermasalah. Jadi sampe resign, harus bed rest, gitu-gitu deh.

“Suamiku bilang, dia gak tega ngajakin aku ML karena merasa berdosa. Dia yang pengen punya anak tapi aku yang ‘babak belur’ dikerjain macem-macem. Keinginan sex sih ada, tapi dia berusaha mengalihkan ke pekerjaan dan anak-anak,” kisah Mbak X.

Setelah hambatan komunikasi terselesaikan, akhirnya sekarang Mbak X cerita sex life nya jadi kembali normal. Bahkan lebih seru dibanding awal-awal nikah dulu.

  • Cari bantuan profesional jika perlu

Ini juga penting sih, karena menurut gue, peran marriage counselor atau konsultan seks mau gak mau harus dilibatkan kalo masalahnya udah mandeg dan susah dicarikan solusi. Apalagi dalam kasus suami gak bisa ereksi atau istri yang selalu kesakitan tiap ML.

Dengan bantuan profesional kayak gitu, bisa lebih diketahui masalahnya di mana, apa yang harus diperbuat dan apakah dibutuhkan tindakan medis. Gitu-gitu deh.

  • Turunkan ekspektasi

Apapun yang ada di kisah fiksi baik itu novel maupun film selalu indah ya. Atau, getar-getar saat pacaran itu selalu menggoda. Padahal pas nikah, trus dihadapkan pada kenyataan biaya sekolah anak, cicilan KPR, mertua, dst, semuanya ambyar gak keruan.

Inilah pentingnya untuk managing your expectation. Jangan kecewa trus ilfeel karena pasangan yang dulu selalu romantis dan siap meluangkan waktu kapan pun, sekarang udah gak gitu lagi. Atau dulu kalo mau ML kudu ada prosesi panjang sekarang boro-boro karena kudu berlomba dengan waktu anak tidur. Alhasil, jadi males-malesan deh.

Yang patut diingat adalah, kehidupan nyata itu gak seindah drama korea lho buibuk pakbapak. Jadi ya try to deal with it lah.

  • Dukungan alat bantu, kenapa nggak?

Alat bantu yang dimaksud beragam bener nih. Mulai dari sex toys, novel picisan, video-video hot pendek di medsos, film bok3p hingga drama korea!

Seperti diketahui, instrumen paling berperan dalam sex life manusia bukanlah penis atau vagina, tapi otak. Di situlah pusat komandonya. Jadi kalo otak gak dirangsang, ya komandonya gak jalan. Gitu ya kira-kira hasil baca-baca kanan kiri πŸ˜€

Manusia punya cara masing-masing untuk merangsang otaknya. Kalo perempuan biasanya hobi yang imajinatif kayak novel, drama Korea yang romantis, film-film romantic comedy, atau film-film semi bok3p. Kalo laki mah jelas, bok3p hardcore dong ah. Karena kayak temen gue bilang “ngapain nonton yang ada jalan ceritanya? Yang pasti-pasti aja lah.”

ZZZZ…

Menurut gue, kalo emang itu ngebantu, kenapa gak? Banyak koq kemarin yang curhat, supaya bisa menikmati ML dengan suami, sebelumnya dia nonton drakor dulu, baca novel picisan dulu, etc. Yang penting semua hepi, ya kan?

Dulu bahkan gue pernah cerita deh, ada seorang pembaca blog gue yang batal cerai setelah baca Fifty Shades of Grey yang gue kirimin πŸ˜€

  • Tentukan Prioritas

Ada satu curhatan yang menurut gue, pentiingg banget untuk di-share. Mbak Y ini bilang, kebetulan suaminya punya sex drive tinggi. Awal-awal dia kewalahan karena dia IRT yang ngurus semua urusan rumtang dan anak sendirian. “Aku sering kecapekan padahal suami ngajak setiap hari,” katanya.

Akhirnya dia pun menentukan skala prioritas. Artinya, dia lihat mana yang bisa di-sub-kan ke orang, mana yang nggak.

“Cucian piring, masak, bersih-bersih bisa aku sub-kan ke ART. Urusan anak juga bisa di-sub-kan ke babysitter. Nah urusan sex sama suami, mau di-sub-kan ke siapa? Di situlah aku akhirnya mencoba realistis dan mau hire orang untuk jadi ART di rumah,” kisahnya.

Menurut gue, ini oh sungguh logis sekali qaqaaa! Gak usah idealis dan perfeksionis amat lah mau ngerjain semua sendiri. Kalo ada yang bisa dialihkan ke orang lain, kenapa gak? Dengan catatan, ada dananya lho ya. Kalo gak, ya diomongin lah ke suami supaya bisa ngerti dengan kondisi yang ada.

Prioritas juga penting untuk ditentukan karena kayak yang gue tulis di postingan tentang divorce kemarin. banyak pasangan yang salah kaprah dengan 100% menjadikan anak prioritas hidup. Padahal, hubungan dengan pasangan sendiri itu juga harus jadi prioritas lho. Kalo gak dirawat, getar-getar asrama eh asmara yang bikin rumah tangga lebih greng bisa pudar. Lama-lama males ML karena gak nafsu. Lama-lama bisa beneran sexless, trus cari yang baru.

Salah satu trik yang di-share temen gue via DM adalah ini nih:

  1. Pastikan ada jadwal berduaan tiap bulan, minimal 2-3x. Sehingga bisa lepas mau gaya apaan aja kek gitu. Kan kalo udah punya anak mesti sigap karena takut anak bangun, hahaha.
  2. Spontaneous sex, cari lokasi-lokasi aneh untuk quickie.
  3. Chat-chat flirtatious via WhatsApp, SMS atau apa gitu.

Boleh dicontek tipsnya ya sisbroh!

  • Apresiasi Diri

Ini khusus untuk buibuk yang suka gak pede karena baru/udah melahirkan. Daripada berkeluh kesah kenapa badan jelek, muka bruntusan, kuyu dan lelah karena capek ngurus anak, mending cari solusinya deh. Luangkan waktu sejenak untuk mengapresiasi diri. Misalnya, ke salon kek untuk treatment.

Kalo gak ada uang? Treatment sendiri aja di rumah. Sekarang banyak kan home treatment yang dijual bebas, kayak lulur kemasan, hair spa, dll. Banyak-banyak baca supaya wawasan jadi luas sehingga dapet info macem-macem dan bergaul dengan banyak orang. Merawat diri itu gak selalu mahal lho.

Kalo diri sendiri udah hepi, otomatis mood, wajah dan badan akan kebawa positif koq πŸ™‚

Oh ya, yang menarik, pembaca ACKC kemarin itu banyaaakkk banget yang masih single. Mereka pada kirim DM, bilang seneng karena dapet masukan soal sex life dari sumber yang nyata adanya.

“Selama ini urusan sex itu kan tabu Mbak, bahkan jadi kayak area terlarang untuk diomongin. Dengan baca curhatan-curhatan ini, kita jadi tau bahwa oh di dunia nyata kayak gini toh. Gak melulu macem fiksi,” kata seorang cewek single via DM.

Ya gue seneng sih, proyek iseng-iseng kayak gini ternyata ada manfaatnya juga. Apalagi pas beberapa lama setelah sesi curhat berakhir, ada tiba-tiba DM masuk yang cerita bahwa sex life nya sekarang membaik setelah baca curhatan sesama wanita lain.

Selain berbagi cerita, banyak juga yang berbagi tips & tricks seputar ranjang. Ada yang share soal tips perawatan tradisional pake pil virgin dan pil manjakani lah. Ada yang pernah laser vagina lah. Seru-seruuuuu deh.

Kalo mau baca lengkapnya, liat aja di Instagram gue ya. Di profile, ada tuh udah gue masukin ke highlight dengan judul “Sex Life”. Kalo dijembrengin semua di sini, pasti akan menarik spam comments, kan ZBL akik.

Anyway, sekian notulensi hari ini. Monmaap kelamaan bikinnya karena penulisnya syibuukkk banget. Syibuk makan-makan maksudnya, hahahaha πŸ˜€

Adios!

Advertisements

One thought on “Let’s Talk About Sex!

  1. Traffic naik drastis gak mbak habis bahas ini? Aku iya soalnya ;p
    Well jujur aja aku sangat menikmati segmen (halah segmen πŸ˜†) ACKC-nya mbak Ira. Bukannya apa2, aku banyak belajar dr sana jdnya bisa antisipasi aplg utk bbrp hal yg gabisa kita kontrol.
    Thank you yaaa.. Sering2 open session mbak. Siapa tau gantian giliran aku yg curhat ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s