Sweet as Sugar

Tau gak penyakit apa yang paling bikin gue khawatir? Kalo jawabannya diabetes, yak itu bener banget. Bukannya kenapa-kenapa, soal bahaya diabetes ini gue punya pengalaman pribadi dengan orang-orang di sekeliling gue.

Almarhum tante dan om gue (pasangan suami istri), meninggal karena komplikasi ginjal, hipertensi, jantung, dll yang bersumber pada diabetes. Gimana mereka nggak kena diabetes? Waktu masih sehat dulu, mereka berdua gak pernah minum selain air sirup. Bayangkan, 1 botol sirup habis dalam tempo 3 hari aja karena tiap minum, yang diasup bukannya air putih tapi air sirup.

Padahal, alm tante gue gak punya keturunan diabetes lho. Tapi karena gaya hidup kayak gini, lambat laun dia pun mengidap diabetes. Dan, seperti kita ketahui, diabetes itu menyebabkan munculnya penyakit kronis lain yang mematikan. Alm tante pun akhirnya meninggal karena gagal ginjal, setelah sebelumnya harus cuci darah 2x seminggu.

Selain itu, masih ada juga temen kantor yang sampe nyaris kehilangan penglihatannya karena diabetes. Saat ini, dia akhirnya ambil pensiun dini karena cuma bisa melihat jarak beberapa sentimeter, itupun hanya bayang-bayang aja. Dia yang tadinya aktif sekarang jadi gak bisa kemana-mana. Untung imannya kuat, jadi dia mengisi waktu dengan banyak-banyak beribadah, gak terus merutuki nasib.

Belum lagi kasus banyaknya anak-anak yang mengidap diabetes sejak kecil gara-gara terlalu banyak mengasup gula lewat sufor maupun jajanan. Tetangga nyokap gue ada yang anaknya terindikasi diabetes karena hobinya minum susu. Karena ortunya miskin, anak itu dikasih susu dari susu kental manis. Alhasil, badannya genduutt banget, dan beberapa bulan ini tiba-tiba mengurus drastis dan gampang lemes. Serem kan?

Aseli, contoh-contoh di atas bener-bener bikin gue parno sama yang namanya diabetes. Makanya di rumah, gue agak ribet sama yang namanya pemakaian gula. Untuk masak, gue emang jarang ya pake gula, paling cuma sejumput aja. Paling agak banyak kalo masakan yang cita rasa manis kayak semur. Untuk bikin kue, biasanya takaran gula gue kurangi dari takaran di resep supaya hasilnya gak terlalu manis.

Anyway, beberapa waktu lalu, gue diundang Nutrifood ke acara blogger’s gathering Stevia. Sejujurnya, gue selalu hepi diundang oleh gank Nutrifood karena produk-produknya emang kepake banget sama gue yang lagi belajar hidup lebih sehat ini. Oleh karena itu, waktu Arninta ngundang, gue gak pake ba-bi-bu langsung iyain deh 😀

Dan, tema acara kali ini pas banget sama kerisauan gue seputar gula dan diabetes. Ceritanya, Tropicana Slim punya produk baru, yaitu Tropicana Slim Stevia, sebuah pemanis alami yang bisa dipake untuk gantiin gula. Trus, bedanya apa dong dengan produk pemanis Tropicana Slim lainnya?

img_20170216_143321

Menurut Bu Susana, Head of Nutrifood Research Center, Stevia ini dibuat dari daun stevia yang sejak ratusan tahun dipake sama masyarakat di beberapa negara untuk pengganti gula. Oleh Nutrifood, daun stevia ini diolah jadi pemanis alami yang rasanya enak dan cocok untuk dipakai di berbagai makanan maupun minuman.

Bahkan, kata Bu Susana, Tropicana Slim Stevia ini bisa dipake untuk baking lho. Patokannya, 1 sachet Stevia = 10 gram gula pasir. Jadi, kalo di resep gula pasirnya 250 gram, tinggal diganti 18-20 sachet Stevia. Bu Susana sering praktikin karena dia juga suka baking.

Tapi, untuk baking, tetep butuh trik-trik khusus, katanya. Soale, biasanya kue yang dibuat dengan pemanis, bukan gula, akan kurang mengembang. Jadi kudu diakalin pake telur lebih banyak atau emulsifier. Lumayaaann dapet ilmu baruuu 😀

Kerisauan gue (dan banyak orang lainnya) tentang diabetes juga menjadi salah satu kenapa Stevia diluncurkan. Saat ini, Indonesia terus masuk dalam jajaran 10 negara dengan penderita diabetes tertinggi dunia lho. Penyebabnya, ya gak lain karena gaya hidup. Mulai dari makanan yang gak seha, perubahan gaya hidup modern, hingga pola hidup sedenter (gak banyak gerak).

Kementerian Kesehatan sebenernya udah kasih rekomendasi asupan gula normal itu cuma 4sdm atau 50 gram aja perharinya. Padahal, makanan sehari-hari kita mengandung lebih dari itu. Contohnya nih, 1 gelas es teh manis mengandung 2sdm gula. 1 kaleng minuman soda mengandung 2,5sdm gula. 1 potong martabak manis mengandung 1sdm gula. Donat coklat mengandung 1,5sdm gula. Dan cookies sandwich 2 potongnya mengandung 2,5sdm gula.

Kebayang gak sih kalo pagi makan roti isi mesis/selai plus kopi bergula, siang makan tongseng, malam makan gudeg. Trus cemilannya biskuit, martabak, donat dan tiap makan selalu minum es teh manis? Overdosis bok gulanya! 😦

Maka dari itu, kehadiran Stevia diharapkan bisa menjadi alternatif buat yang pengen makan/minum manis tapi lebih sehat.

Trus rasanya gimana?

Nah kemarin di acara gathering, disajikan kue-kue yang dibuat menggunakan Stevia, plus minum teh pake Stevia. Rasanya menurut gue oke koq. Gak aneh kayak yang dibayangkan. Gue sempet coba carrot cake yang dibuat pake Stevia and it tasted good. Teh pake Stevia juga enak, layaknya teh manis biasa.

img_20170216_143542

So, personally, I will try using this at home. Kan sesuai pameo, lebih baik menghindari daripada mengobati, yekan? Mudah-mudahan suami mau deh, karena selama ini, dia yang paling susah diajak hidup lebih sehat.

Doakan saya ya!

Advertisements

5 thoughts on “Sweet as Sugar

  1. Mbak ira.. jadi bedanya gula tropicana yg biasa (selama ini ada dipasar) sama varian baru stevia ini apa ya (selain bahan pembuatannya dr daun stevia)? Rasanya sm aja kah sama gula tropicana sachet yg biasa?

  2. mamaku jd udh meninggal mb,krn diabetes,dan sama krn pola makan,hobinya minum sirup,ice cream dan soda >_< krn itu aq sm soda dan sirup jaga jarak bgt,tp klo ice cream msh mkn sminggu sekali laahh hehehe

  3. Aku pernah beli satu pack isi 25/30 sachet Stevia gitu..bukan brand Tropicana. Sewaktu dicoba, rasanya kok kayak obat gitu. It has also a bitter after taste. Coba ah kl gitu yang Tropicana. Sapa tahu lebih cucok..

  4. Krn suami ku pernah di diagnosa diabet. Taste nya sangat peka ama gula. Sehingga pantang banget masakan sayur or lauk dirumah yg dipakein gula. So dia lebih memilih dikasi sedikit msg dari paxa pantang msg yg akhirnya harus ngasi gula
    So pilihan yg sulit ya kalo masak kasi gula or msg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s