Beli Barang Tanpa Utang, How?

Untuk urusan kebersamaan, orang Indonesia emang juara deh. Banyak banget buktinya. Kalo buat laki-laki, mungkin kegiatan kayak kerja bakti, aktif di RT/RW ya. Belum lagi komunitas-komunitas sesuai hobi kayak komunitas sepeda, komunitas motor, dsb.

Sementara kalo untuk perempuan, ragamnya juga macem-macem. Yang paling ngetop, ofkors adalah arisan. Gue sendiri adalah salah satu pelakunya. So far, gue ikut sekitar lima arisan deh kayaknya. Mulai dari arisan keluarga, arisan whatsapp bareng temen-temen, arisan di sekolah Nadira sampe arisan kantor. Semua bertujuan satu, nabung dan seru-seruan aja.

Nah, masyarakat Indonesia memang punya habit kebersamaan dan gotong royong yang tinggi. Hal ini sebenernya bisa digunakan untuk jadi sebuah model bisnis. Sayangnya, mayoritas model bisnis yang ada hanya fokus untuk memberikan layanan pada konsumen sebagai individu aja. Belum banyak model bisnis yang menggunakan prinsip gotong royong.

Contohnya, kalo uang gue ngepas dan ingin beli barang, semakin sedikit yang gue bisa beli, semakin mahal harga barangnya karena gue nggak bisa dapat harga grosir. Padahal mungkin akan lebih seru kalo bisa beli rame-rame, yekan?

Itulah yang dijadikan terobosan oleh PT RUMA (Rekan Usaha Mikro Anda). Pernah dengar Arisan Mapan? Sepintas, waktu pertama dengar, gue pikir Arisan Mapan itu cuma arisan biasa kayak yang gue ikuti. Kumpul uang perbulan/minggu, dikocok, jadi deh. Ternyata, it’s way beyond that.

Ternyata, beda banget bok. RUMA menggunakan kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar bergotong royong untuk dapat keuntungan ekonomi. Jadi nggak cuma bantu- membantu aja, tapi juga dapet sesuatu.

Dengan jadi anggota Arisan Mapan, kita bisa saling bantu dalam mendapatkan barang yang dibutuhkan atau diinginkan secara bergiliran. Ini merupakan wujud rasa kebersamaan antar anggota arisan, dimana setiap anggota akan memiliki rasa saling percaya dan membantu satu sama lain.

Arisan Mapan ini ngebantu banget orang-orang yang ingin punya sesuatu barang tapi nggak mau berutang. How?

  1. Bikin komunitas baru, atau mendayagunakan struktur yang udah ada, seperti komunitas PKK, pengajian, atau arisan.
  2. Nyediain produk atau barang yang dibutuhkan anggota berdasarkan permintaan mereka.
  3. Anggota makin banyak, harga pun makin murah.

blog image

Banyak lho orang yang udah ngerasain manfaat beli barang dengan harga murah tanpa utang, lewat Arisan Mapan ini. Salah satu contohnya adalah Teh Yayat, pemilik warung minuman dingin dari Kelurahan Kebon Sari, Cilegon. Bahkan Teh Yayat bisa dibilang menjadi cikal bakal lahirnya Arisan Mapan.

Ceritanya, Teh Yayat ini ia ingin berjualan pulsa untuk membantu masyarakat di sekitar rumahnya mendapatkan akses lebih baik. Tapi, untuk memulai usaha pulsa itu, ia harus pergi jauh ke kota dan punya modal jutaan rupiah untuk beli persediaan pulsa di warungnya. Padahal, Teh Yayat nggak cuma ingin jualan pulsa. Dia juga ingin dirinya dan tetangga-tetangganya punya alat rumah tangga yang berkualitas oke dan harga terjangkau.

Oleh RUMA, Teh Yayat dibantu supaya bisa bernegosiasi langsung dengan para provider agar mereka dapat berjualan pulsa secara lebih mudah tanpa modal. Selain itu, RUMA melahirkan konsep arisan yang berawal dari ide Teh Yayat. Ini jadi solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan barang berkualitas dengan harga terjangkau.

Menarik banget ya? Gue sih ngerasa konsep Arisan Mapan ini oke banget. Kalo misalnya kita mau beli bread maker seharga 3 juta, atau barang lainnya yang bisa dilihat di katalog ini, beli sendiri kan mahal ya bok. Nah kalo dibeli dengan konsep Arisan Mapan, hasilnya seperti mencicil kan. Tapi minus utang dan bunga, dengan harga murah pula, terutama kalo anggota arisan banyak. Seru euy!

arisan mapan1

4 thoughts on “Beli Barang Tanpa Utang, How?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s