Jajan VS Makan di Rumah

Sebagai pecinta kuliner, tentu aja jajan atau makan di luar rumah adalah hal yang sulit untuk gue hindari. Apalagi kalo untuk kuliner lokal atau kuliner yang lagi heits. Rasanya penasaraaann banget untuk nyoba.

Padahal, sesungguhnya gue cukup hobi masak. Tapi ya itu tadi, rasanya kalo abis masak, males banget makan masakan sendiri. Bukan begitu, ibu-ibu? Alhasil, ya jajan lagi, jajan lagi.

Deep down inside, gue tau koq makan di luar rumah itu kurang bagus. Alasannya ini nih:

  • Pertama, tentu aja menguras dompet ya. Sekali makan di luar rumah, terutama di mal, bisa untuk belanja sayur dll untuk dimasak minimal 3 hari ke depan.
  • Kedua, kita gak pernah tau apa aja yang ada di dalam makanan yang kita makan. Apakah dagingnya segar, apakah sayurannya udah layu/belum, apakah minyaknya baru atau jelantah, dll dsb.
  • Ketiga, urusan higienis, mungkin di restoran mahal oke ya. Tapi kalo di pinggir jalan? Tinta lah yaawww..
  • Keempat, rata-rata makanan di luar itu mengandung lemak, garam dan gula dalam porsi besar supaya terasa bener-bener lezat. No wonder kalo kita bikin sendiri di rumah, ketoprak misalnya, bakal beda sama ketoprak di abang-abang.

Tapi karena tetep hobi jajan, gue pun berusaha nyuekkin itu semua. Gue berusaha mengkompensasi dengan rajin olahraga, atau ganti nasi dengan nasi merah/hitam. Padahal mah sami mawon ya, hehehe..

Nah, saat diundang Blogger Brunch Tropicana Slim sama Arninta beberapa waktu lalu, gue pun langsung tertohok sama presentasinya Mas Fendy Susanto, Nutrition Manager Tropicana Slim.

Menurut penelitian Nielsen tahun 2008, diketahui bahwa 44% orang Indonesia makan di restoran 1-3x seminggu. Wah pasti itu termasuk gue tuh *tunjuk tangan*

Padahal, 1x makan di luar rumah meningkatkan total asupan hingga 134 kalori secara rata-rata. Itu belum termasuk rayuan syaitonirojim dari Mbak-mbak kasir fast food yang hobi nawarin upsize kalo pesan makanan. Soale, tiap kita upsize, berarti konsumsi kalorinya lebih tinggi 43% lho. Jadi jangan mudah tergoda rayuan Mbak2nya yang bilang “hanya tambah 5ribu koq Bu” ya. Bertahan kakak, bertahaaann…

*ini sebenernya saran kepada diri sendiri yang sering tergoda tawaran upsize, maklum emak-emak gak mau rugiπŸ˜› *

Oleh karena itu, Mas Fendy nyaranin supaya kita lebih rutin makan di rumah aja, atau ya bawa bekal. Sebab, dengan memasak makanan sendiri di rumah, kita bisa membatasi asupan gula, garam dan lemak. FYI, perhari kita disarankan untuk hanya mengonsumsi 4sdm gula, 1sdt garam dan 5sdm lemak aja. Kebayang gak tuh kalo dalam sehari, kita sarapan kopi kemasan dan roti, makan siang junk food versi upsize, trus jajan minuman teh susu, yang ditutup dengan dinner nasgor abang-abang? Overdosis semua-muanya shay! *jleb jleb jleb*

IMG_20160416_114227

*kalo makan kayak gini ya kakaaakk… Jangan junk food melulu!*

Setelah Mas Fendy, presentasi dilanjutkan sama Mbak Noviana Halim, Brand Manager-nya Tropicana Slim. Mbak Novi kasitau bahwa Tropicana Slim punya beberapa produk yang bisa digunakan untuk gaya hidup yang lebih sehat, yakni:

1.Minyak Tropicana Slim (Corn/Canola)

Minyak ini rendah lemak jenuh dan mengandung Omega 3. Pernah gue posting sebelumnya di sini ya. Untuk sehari-hari, biasanya gue pake untuk menumis makanan atau bumbu.

2.Beras Merah

Ini beras merah terfavoriiitt.. Soale enak, pulen dan gak perlu susah payah masaknya karena rasanya oke. Tapi beberapa waktu lalu, sempet langka di pasaran, jadi gue terpaksa beli beras merah biasa seadanya di SPM. Alhasil, masaknya pun harus agak ribet, seperti yang pernah gue jelasin di postingan tentang tata cara masak beras merah ini.

3. Less Fat Noodles

Ini juga mi instan kaporit nih. Pertama kali liat di SPM, langsung penasaran. Maklum, gue udah lama berhenti makan mi instan. Jadi pas nemu mi instan Tropicana Slim yang rendah lemak, kalori dan garam, jadi penasaran kaan..

Rasanya enak koq. Cuma emang kurang gurih ya, apalagi kalo dibanding sama mi instan pada umumnya. Kalo gue sih, untuk menyiasati itu, biasanya gue tambahin dengan tumisan bawang dan cabe, atau dikasih sambal dabu-dabu tambah mantep!

4. Kecap Manis

Kecap ini bebas gula dan rendah garam. Jadi cucok banget untuk yang membatasi gula, terutama mereka yang mengidap diabetes dan hipertensi.

5. Kecap Asin

Rendah garam, tapi masih asin dan enak koq. Gue sering pake kalo lagi masak di rumahπŸ™‚

image

Selain dengerin presentasi (dan ter-jleb dengan isinya), kita juga diminta ikut kegiatan interaktif tentang food plating. Intinya sih, menurut Mbak Vania Samperuru yang kasih penjelasan, food plating berguna untuk meningkatkan gairah makan dengan penampilan makanan yang menarik.

Banyak trik sederhana dan murmer yang bisa dipraktikkan supaya makanan rumahan yang kita masak sendiri bisa kece kayak makanan di restoran. Mulai dari pake tusuk gigi, potongan sayuran dan pakai cetakan. Yang penting, kata Mbak Vania, adalah lima key point dari food plating yakni color, shape, texture, flavor dan size/portion.

Trus kita diminta untuk berkreasi menyajikan makanan semenark mungkin. Sayang, kontingen Jaktim-Bekasi yang beranggotakan gue, Indah dan Lita pun gagal menyabet medali emas. Yah gpp lah, yang penting dapet ilmunya yekaaann…

IMG-20160416-WA0004

Selalu hepi deh tiap diundang acara Tropicana Slim karena selain nambah ilmu, topiknya sesuai sama minat gue akan healthy lifestyle yang gue mulai sejak 3 tahun lalu. Meski masih suka jajan, tapi berkat mengubah pola makan dan gaya hidup, gue ngerasain banyak manfaatnya banget.

Yang obvious ya ofkors penampilan. Berat badan turun dan badan jadi lebih kenceng. Stamina juga jadi bagus. Dan yang paling penting, gak gampang sakit. Alhamdu-lillaaaahh..

Untuk yang mau tau info lebih lanjut tentang produk-produk Tropicana Slim dan juga info seputar kesehatan, bisa cus langsung main-main ke socmednya yaitu Facebook Fan Page Tropicana Slim, Instagramnya di @TropicanaSlim maupun website-nya.

Thank you Tropicana Slim. It’s always fun to have you around!

IMG-20160416-WA0018

 

2 thoughts on “Jajan VS Makan di Rumah

  1. membaca tulisan ini sambil menatap gorengan bakwan dan tahu isi yang baruuu banget dibeli dengan sedih… duh! harusnya ngebacanya stlh gorengannya abis ya mba…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s