Belitung Trip: Let’s Go to the Beach! (1)

Sejak dulu, gue bukanlah tipe cewek yang hobi ke gunung. Maklum, ndeso. Kedinginan mulu bawaannya. Pleus, kalo ke gunung, bawaannya pasti kemulan, bobo dan makan. Paling mentok main kartu, minum bajigur dan makan pop mie. Kurang seru ah.

Gue lebih suka pantai. Meski panaassss banget, tapi pantai kasih kita banyak pilihan untuk beraktivitas. Dari mulai berjemur, berenang, sampe main pasir. Bahkan kalo ke pantai yang udah well-developed kayak di Bali or Lombok, beragam wahana permainan juga bisa dinikmati. Totally fun!

Dan, gue kan tinggal di Indonesia yang punya garis pantai terpanjang di dunia. Jadi menurut gue, sayang banget ya kalo gak dinikmati semaksimal mungkin. Saat ini, life goals gue adalah mengunjungi wilayah-wilayah dan pulau-pulau di Tanah Air yang kece maksimal. Ke luar negeri nanti-nanti lah. Bokek soale *lah curhatπŸ˜€ *

Salah satu pulau yang gue taksir adalah Belitung. Udah lama gue ngincer pulau ini untuk dikunjungi. Kalo pulau tetangganya yang seprovinsi, Bangka, udah pernah gue kunjungi sekitar 7 tahun lalu. Waktu itu aja gue udah jatuh cinta banget sama keindahan Bangka dan kulinernya. Trus pas denger kalo pantai di Belitung juga gak kalah cantik sama Bangka, jadi tambah penasaran. Tapi ya itu, gak sempet-sempet. Padahal Jakarta – Belitung cuma 1 jam lho by plane.

Alhamdulillah ya, doa anak soleh dikabulkan oleh Allah. Suatu hari, tiba-tiba Kiki nanya, ada yang mau ikut gak ke Belitung untuk menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT)? Gue langsung mau dong ya. Secara obsesi lama emang pengen ke Belitung kan. Juga, momen GMT itu adalah momen yang langka banget. Jadi udah lah, langsung hayuk banget gitu gue.

Trip ke Belitung ini rupanya dibuat sama Volare Tour and Travel. Awalnya gue pikir, berangkat ke Belitung bakal ditemenin sama pegawainya Volare. Lah ternyata yang turun sendiri justru owner-nya, Bu Vinda. Dan Bu Vinda ini seru banget. Lahir dan besar di Belitung, jadi dia paham banget seluk beluk Belitung.

Begitu sampe di bandara Hanandjoeddin, langsung berasa hawa pantai. Hareudang ya bok, puanase poll! Tapi antusiasme gak turun, maklum eikeh kan anak pantai banget sisπŸ˜€

IMG_20160308_072455

Sama Bu Vinda, gue dan rombongan yang isinya blogger semua, langsung diajak cus sarapan di warung Mie Belitung Atep. Duh gue demen banget deh untuk urusan makan, maklum pecinta kulinerπŸ˜€

Mie Belitung ini isinya mie, udang, irisan tahu, timun dan emping yang disiram kuah kaldu udang. Cita rasanya manis gurih. Sepintas mengingatkan gue sama Mie Juhi tapi bedanya, Mie Juhi pake bumbu kacang, sedangkan Mie Belitung gak.

IMG_20160308_085414

Rasanya? Endeeeuusss lah! Seporsi isinya gak terlalu banyak, cukup lah untuk sarapan. Oh ya, makan Mie Belitung ini paling enak sambil menyeruput segelas es jeruk khas Belitung. Seger dan asem!

IMG_20160308_091336

Selanjutnya kita diajak ke Vihara Dewi Kwan Im, yang merupakan vihara tertua dan terbesar di Belitung. Baguuuss deh bangunannya, dan yang paling impresif, bersih banget! Gue kan sempet mampir ke toiletnya ya. Ya ampunnn bersihnya warbiyasak. Kagum!

IMG_20160308_124959

Setelah istirahat bentar, kita lanjut ke beberapa lokasi lain di Belitung Timur. Lumayan jauh dari pusat kota, tapi Beltim ini sekarang jadi banyak dikunjungi wisatawan karena 2 hal, yaitu Laskar Pelangi dan, none other than AhokπŸ˜€

Sambil OTW, kita sempet lunch di Rumah Makan Fega. Menunya seafood gitu lah. Awalnya sempet mikir “ah apa bedanya sama di Jakarta nih?” Ternyata, widiwww… Enaaakkkk! Cumi, udang dan ikannya segar dan manis. Mungkin karena masih segar ya, beda sama seafood di Jakarta. Yang menarik juga adalah sambelnya. Sambel terasi tapi pake peresan jeruk lokal jadi rasanya asam pedas. Nyam nyam banget! *ngetiknya sambil ileran*

IMG_20160308_141229

*duh laper liatnya T_T*

Setelah kenyang, baru deh kita ke Beltim. First visit, ke Rumah Ahok. Menurut Bu Vinda, aslinya ini bukanlah objek wisata, cuma rumah keluarga Ahok di Beltim. Tapi, sejak Ahok jadi Wagub DKI trus kemudian jadi Gubernur DKI, banyak orang yang penasaran sama keluarga dan masa kecil Ahok. Jadi, selalu ada aja wisatawan yang minta diajak ke rumah Ahok untuk sekadar foto-foto dan mengetahui sedikit sejarah dari sosok fenomenal itu.

Lama-lama, akhirnya pihak keluarga memperbolehkan turis untuk masuk ke rumah sampe bagian halaman. Rumahnya sih biasa ya, kayak rumah tinggal aja gitu.

IMG_20160308_152448

*rumah keluarga Ahok*

Trus di seberang rumah, disulap jadi rumah panggung khas Belitung, dan di situ dijual batik khas Belitung juga suvenir. Kata Bu Vinda, kebetulan adik Ahok, Basuri yang mantan Bupati Beltim, emang punya bisnis batik.

Meski cuma gitu doang, suasananya rame lho. Antusiasme wisatawan untuk foto di depan rumah Ahok juga plang bertuliskan “Kampoeng Ahok” cukup tinggi. Gue aja sampe harus antri untuk foto-foto di situ, hahaha *yah ketauan groupies Ahok jugaπŸ˜€ *

IMG_20160308_152414

IMG_20160308_152618

*belum afdol jadi Teman Ahok kalo belum poto-poto di siniπŸ˜€ *

Selesai dari Rumah Ahok, kita langsung masuk mobil dan duduk diam menanti ke tujuan berikutnya, yakni Museum Kata Andrea Hirata. Ealah, baru pantat nempel sebentar, tau-tau udah sampe. Bok, ternyata Rumah Ahok dan Museum Kata cuma beda beberapa ratus meter doang, dan berlokasi di jalan yang sama. Tau gitu mah jalan kaki aja keleuusss..

Asli ya, Museum Kata ini bikin speechless. Dari halaman depan, tengah, sampe pojok-pojok di belakang, cakeeeppp banget. Instagrammable abis lah!

IMG_20160308_153517

Isinya juga inspiratif gitu. Banyak quote punya Andrea maupun beberapa penulis or public figure yang dipajang di sini. Di beranda belakang juga ada kedai Kopi Kuli yang menyajikan kopi khas Belitung. Tapi berhubung gue gak suka minum kopi, gue pun cuma nyoba seteguk aja. Sisanya, yaaaa foto-foto laaahhhπŸ˜€

IMG_20160308_154157

Dari Museum Kata, kita ke replika bangunan sekolah yang digunakan untuk syuting film Laskar Pelangi. Nah, ini juga Instagrammable nih. Apalagi, meski waktu kita datang lagi hujan rintik-rintik lumayan deras, tapi langit tetep baguussss deh. Mungkin karena gak ada polusi ya, beda sama langit Jakarta yang gelap muluπŸ˜›

IMG_20160308_161842

Jelang petang, kita pun cuss ke Hotel Harlika Jaya yang berlokasi di Pantai Tanjung Pendam. Hotelnya sendiri biasa banget ya. Tapi yang bikin spekta adalah, hotel ini pas berada di bibir pantai. Jadi enak banget pas kita mau iseng foto-foto sunset di pantai, tinggal melipir ke halaman hotel. Hasilnya juga, kece berat!

IMG_20160308_193811

Malemnya, kita sempet diajak dinner di rumah makan di kawasan pantai. Menunya standar banget, menu makanan Indonesia dan Chinese tapi dengan gaya Belitung. Menurut Bu Vinda, di Belitung emang belum ada restoran bagus banget yang bisa mengakomodasi turis-turis kelas menengah atas. Lebih banyak model rumah makan atau restoran sederhana gitu.

Tapi sih setau gue, saat ini pemerintah sudah menjadikan Belitung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus yang fokus ke pariwisata. No wonder, pembangunan di Belitung pesat banget. Pas kita keliling itu, gue sempet liat beberapa plang tanda akan dibangun resort, hotel berbintang dan convention center di sana. Wuih, mudah-mudahan hal itu bisa membawa lebih banyak dampak positif ketimbang negatifnya ya.

Untuk trip hari kedua, gue lanjut di postingan berikutnya yaaa.. Dijamin seru, karena kan akoh nonton GMT, shay! Stay tuned yaaaπŸ˜‰

 

 

5 thoughts on “Belitung Trip: Let’s Go to the Beach! (1)

  1. Kok kita kebalikan sih kak πŸ˜€
    Aku suka gunung
    Aku takut ke pante, #takut item, wakkkk

    Mie belitung tampilannya mirip mie aceh ya, empingnya, waoow

    Wah asyik ni aadda rekomendasi tempat eksotik di belitung, mana tau aku nyangsang ke sana, ahihihi
    Btw salam kenal ka irra, komen perdana di blogmu ini nih, slama ini silent readers :))

    • Halo salam kenal juga Gustyanita 😊

      Pantai emg panas, tapi berdasarkan pengalaman, justru matahari di gunung lbh lebih cepet bikin item lho. Mgkn krn dingin jd kita gak sadar ya sm sinarnya 😁

  2. Pingback: Belitung Trip: Total Eclipse of the Sun (2) | The Sun is Getting High, We're Moving on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s