Saat Topengnya Terbuka

Buat yang berteman dengan gue di fesbuk, mungkin ngeh ya kalo belakangan ini gue akhirnya menunjukkan pilihan capres gue dengan share berita seputar si capres, foto-foto dan update status. Semua gue lakukan secara sadar, namun tetap berusaha nggak membabibuta.

Kenapa gue akhirnya keseret arus, termasuk nulis di blog segala? Ya alasan gue mirip-mirip lah sama editorial Jakarta Post yang heboh minggu lalu ini. Trus gue juga liat beberapa temen jurnalis dari media ibukota dan nasional yang gue kenal baik, mulai terbuka soal pilihannya. Alhasil, yuk mari kita buka-bukaan hihihiπŸ˜€

Tapi, gue cukup ngerti dengan pameo “You are what you share.” Makanya gue berusaha menyelaraskan status dan apapun yang gue share, sesuai kepribadian gue. Dan itu gak sulit sih. Gue gak perlu extra effort untuk pura-pura segala. Wong gue memilih capres yang selaras dengan logika dan juga hati nurani pribadi.

Gue milih dia karena gue pengen dia jadi pemimpin negeri, seperti yang gue bilang di postingan sebelumnya. Alasan utama gue milih dia adalah karena melihat sosoknya yang mampu memberi harapan. Setelah itu baru gue liat orang-orang di sekelilingnya, dan di sekeliling lawan.

Alhasil yang gue share kebanyakan adalah hal-hal konyol dan lucu, setidaknya menurut gue ya. Dan berhubung capres pilihan gue tidak menyeramkan dan tidak berjarak dengan rakyat, gue bisa santai aja membuat lelucon tentang beliau. Sesama pendukung pun bisa sama-sama ketawa. Bahkan beliaunya sendiri juga mengaku suka ketawa kalo liat fotonya yang dijadiin meme lucu-lucu.

Tapi, ternyata nggak semua pendukung capres bergaya seperti itu. Banyak status dan share temen-temen di fesbuk yang bikin gue shock. Ada teman yang tadinya terkesan toleran dengan umat beragama lain, sekarang hobi share berita yang menjelek-jelekkan umat non muslim, bahkan nggak segan memfitnah dan memaki.

Ada teman yang selama ini punya imej pintar, dengan latar belakang intelektualitas tinggi. Tapi selama pilpres hobi share berita-berita dan status yang menjurus pada fitnah atau hoax. Ada teman yang sebelumnya terlihat santun dan sopan, ternyata koleksi kata-kata makiannya segudang saat ditujukan kepada capres lawan.

Banyak yang bilang, manusia lebih suka menggunakan topeng saat berinteraksi dengan sesamanya. Di socmed, topeng-topeng itu terbuka karena mereka merasa aman dan nyaman bersembunyi di balik komputer atau gadget.

Di antara beragam topeng-topeng yang terkuak itu, yang paling merisaukan gue adalah isu agama. Itu pula yang melatarbelakangi postingan gue kemarin. Nggak nyangka aja, koq populasi orang-orang bermuka dua kayak gitu ternyata banyak ya? Sebelum ini, mau bermanis-manis dan bersahabat dengan umat agama lain. Tapi selama pilpres, kebuka kepribadian aslinya yang bigot.

Gue sediihhhh luar biasa. Sambil kesel juga sih. Nggak heran gue pun kebanjiran pertanyaan dan simpati dari temen-temen gue yang non muslim. Mereka jleb banget lho ngeliat capres yang agamanya Islam tapi dituding kafir, dan difitnah macem-macem.

Contohnya sbb:

“Lah yang jelas Islam aja digituin. Gimana nanti kalo ada capres yang non muslim beneran? Badai kontroversi dan fitnahnya bakal kayak gimana ya? Berarti anak gue dan anak-anak lain yang non muslim gak bakal bisa jadi presiden kalo kayak gini mah,” begitu kata seorang teman gue, sebut aja si A.

“Gini deh, kalo orang Islam nggak mau terima Jokowi sebagai muslim, kita-kita yang Kristen mau menerima dengan tangan terbuka kalo Jokowi mau pindah,” kata temen gue si B, sambil becanda, karena saking gemesnya liat fitnah-fitnah itu.

“Jokowi kan jelas muslim ya Ra. Kenapa kok sesama muslim justru menuduh dia kafir? Apa salahnya sih? Mereka bisa tega ngatain rekan seagamanya begitu, berarti mereka bakal dobel fitnah ya kalo ngatain non muslim kayak gue?” kata si C.

Masih banyak lagi deh curhatan dan kekeselan teman-teman gue. Dan jujur, sebagai muslim, gue pun jadi malu atas ulah beberapa oknum ini. Apalagi, kebanyakan cuma percaya omongan si anu dan inu, tanpa konfirmasi, dan langsung haqqul yakin bahwa ucapan itu 100% bener. Begitu dapet kabar kabur, langsung haqqul yakin itu 100% bener. Yah gimana mau maju caranya kalo masih kayak gitu?

socmed share comicBut anyway, ada hikmahnya juga sih euforia pilpres kali ini. Gue jadi bisa melihat kepribadian asli beberapa orang di friend list gue di socmed. Ya cukup buat pengetahuan aja deh. Ke depan pun cukup buat kenal-kenal aja, nggak lebih.

Dan ini bukan karena gue die hard projo atau gimana. Nggak kok, gue nggak segitunya, sungguh. Gue masih memilih berdasarkan logika dan harapan. Makanya gue berharap orang lain pun begitu. Berbeda itu indah, ya nggak?

Banyak lho temen gue yang pendukung capres sebelah, tapi gak pake pertimbangan isu agama atau ikut nyebarin fitnah seputar SARA. Sayang, yang kayak gini rada jarang ditemui di socmed.

Untuk menutup postingan ini, mari kita baca kutipan yang bagus banget dari Nelson Mandela ini

May your choices reflect your hope, not your fears

Selamat memilih besok, teman-teman. Nasib negara ini ada di tangan kita semua lho. Remember, every vote counts. Good luck!

19 thoughts on “Saat Topengnya Terbuka

  1. Lol, Iraaaa…. gue gak pernah mau pasang status di socmed, padahal hati mendongkol liat banyak teman2 yang intelektual tapi tulisan/ketikannya justru setajam silet, tapi pandang kebenarannya. Well.. setuju banget sama quote yang lo pilh. Yuk, sukseskan pilpres besok. 5 menit untuk 5 tahun ke depanπŸ˜‰

  2. Iraaa… baru aja ada org yg gue kenal ngamuk2 cuma gara2 temen2 lain mendukung capres lawan. Terus pake bilang: ‘ngapain lu bela2in capreslu di wall gue?’ Terus dia komplen kalo dia merasa diserang, padahal gue liat ga ada satupun org yg nyerang dia. Nah dr awal, kalau ngga mau dikomentarin ngapain nulis di socmed kali ye? Kita nulis di socmed harus tau resikonya, dan siap menerima pendapat. Selama ngga nyerang pribadi as if ngatain kita bego atau tolol, ya siap dong nerima pendapat yang berbeda.

  3. Masa2 pilpres ini semakin keliatan kalo banyak rakyat Indo yg belum siap dengan demokrasi atau demokrasi nya kebablasan. Dengan mengatasnamakan demokrasi, ssekarang jadi bebas dan seenak jidat menjelek2kan kubu oposisi yg sudah mengarah ke fitnah.

    Trus lebih konyol nya lagi banyak yg gak bisa terima perbedaan trus malah bikin rusuh atau berantem. Lha kalo gak bisa terima perbedaan, dimana demokrasi nya?

    Ini yang bikin serem… Anyway Gw cuma berdoa aja moga2 pilpres besok berjalan aman. Dan siapapun yg kalah bisa sportif dan menerima keputusan dengan baik…

    • Iya Man. Gue sendiri baik-baik aja lho sama temen di kantor yang beda pilihan. Kalo gue liat sih, kebanyakan yang jadinya berantem itu karena cuma berinteraksi via socmed. Jadi udah lama gak ketemu, atau malah gak pernah ketemu in real life samsek. Coba yang berteman di kehidupan nyata. Rata-rata sih hubungannya baik-baik aja ya meski beda pilihan.

  4. Itulah yg namanya fanatik berlebihan… Ngapain sih fitnah/ghibah lawan politik kita? Klo emg mau org simpati, harusnya tunjukin aja kelebihan2 capres kita tentunya dgn tidak merendahkan calon lain.. Klo semua gitu pasti jd lebih indah.. #indonesia yg lbh baik

  5. Sy tmasuk yg shock ktika slh satu tmn di grup, yg kita biasa haha hihi bcanda ngalor ngidul, declare alasan ga milih jokowi krn dia mau presiden yg syari’i. Wtf. Klo soal kriteria Agama, So lo pikir si 1 jelas gitu? Gw aja malu adeknya ada di kpengurusan gereja. Kok lo org mlh dukung capres-yg-katanya-mualaf drpd capres-born-as-islam-sejati?
    Sumpaah sampe detik ini gw ga tau ajaran apa yg disebar sampe tmn2 gw buta spt ini.
    Dan yg lbh sedih adalah knowing that dia gak respect keberagaman.

  6. Iya…sampai eneg lihat fitnah dan caci maki yang tiap hari berseliweran. Semoga saja setelah ketahuan hasilnya siapa yang menang masing2 pihak tidak bermusuhan.

  7. Pilpres kali ini memang luar biasa bikin deg-degan :))) Setelah berharap tanggal 9 Juli segera datang, sekarang gue berharap 22 Juli segera datang.

  8. Pingback: Sharing is (Not Always) Caring | The Sun is Getting High, We're Moving on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s