Bermain Itu Penting Lho!

Saat ini Nadira berumur 5 tahun. Aktivitas sehari-harinya standar banget. Bangun pagi, mandi, pakai baju, sarapan dan cus berangkat ke sekolah. Sekitar jam 11, dia pulang sekolah. Sesudahnya, dia ganti baju, nonton TV sambil makan siang, tidur siang, mandi sore dan main-main di rumah atau di taman depan rumah bareng temen-temennya. Malemnya, makan malam, main sama gue dan suami, terus tidur deh.

Membosankan? So far sih gue liat anaknya hepi-hepi aja ya. Tiap gue pulang kerja, pasti bakal diberondong ceritanya tentang aktivitas sehari-hari.

IMG_20140115_173058

*main hujan-hujanan, seru!*

 

Kenapa nggak disuruh les sih Ra? Tawaran untuk ikutan les udah sering gue dapet. Mostly sih dari ibu-ibu di sekolahnya Nadira. Ada yang ngajak les bahasa Inggris, ada yang ngajak les kumon, macem-macem deh. Tapi belum ada yang gue approve sampe sekarang. Kenapa? Karena gue nggak mau Nadira terlalu sibuk belajar di tempat kursus sampe dia lupa bermain.

Anyway, waktu diundang MommiesDaily untuk datang ke acara #KidsToday Project Blogger Gathering beberapa minggu lalu, gue tertarik banget. Selama ini gue selalu kepincut iklan-iklannya Rinso yang encourage kids to play.

Berani kotor itu baik, adalah semboyan yang menarik menurut gue. Sebab, banyak ortu yang melarang anak main sepuas mereka hanya dengan alasan takut kotor. Padahal, dengan bermain sambil berkotor ria itu, anak pasti bakal bisa dapat sesuatu yang baru.

Apalagi setelah gue iseng browsing tentang Kids Today Project-nya Rinso. Asli, menarik-menarik banget deh. Terutama koleksi videonya yang meng-capture keseharian anak-anak dan berbagai hal dilihat dari sudut pandang anak.

Salah satu yang paling gue suka adalah video berjudul “Anak-anak yang Sibuk”. Terus terang, nontonnya aja gue sampe pengen nangis saking sedih ngebayangin beban yang dipikul anak-anak masa kini. Penasaran? Liat sendiri di bawah ini ya.

Koq video itu pas banget sama suara hati gue sebagai emak-emak, ya? Seperti yang gue tulis di atas, gue paham bahwa kehidupan anak-anak masa kini itu beraattt banget. Dari balita pun mereka udah dikasih beban segabruk. Mulai dari urusan sekolah, les, ekskul, etc etc. Kalo begitu, kapan mainnya dong?

Ternyata, opini gue itu juga cucok sama pendapat para psikolog. Di acara gathering kemarin kan ada psikolog anak, Roslina Verauli. Mbak Vera, begitu ia akrab disapa, cerita tentang beberapa kisah yang pernah ditemuinya, terkait dengan anak dan kurangnya waktu bermain.

Misalnya, Mbak Vera cerita, ada anak yang sering mengeluh pusing dan sakit kepala setiap mau berangkat sekolah. Setelah dilakukan daily monitoring, ternyata si anak ini stres karena kesibukan dan punya jadwal sehari-hari yang penuh sehingga kekurangan waktu istirahat dan bermain. Saat waktu bermainnya ditambah, kondisi si anak pun jadi membaik.

Terbukti kan, bermain untuk anak itu sangat penting. Kayak testimoni salah satu anak di video di atas itu. Pas ditanya, kegiatan favoritnya sehari-hari itu apa, ia menjawab, “When I play with my friends.” Yang mana itu hanya berlangsung selama 10 menit aja setiap harinya! *aduh sedih banget jadinya nih*

Apalagi, beban untuk anak-anak yang sekolah di Jakarta. Seperti kita ketahui, jam belajar anak-anak SD di Jakarta adalah pukul 06.30 WIB. Ini termasuk jam sekolah paling pagi di dunia lho, karena rata-rata anak di negara lain memulai aktivitas pukul 08.00 bahkan jam 09.00.

Jam pulangnya juga bervariasi. Di beberapa SD swasta yang pernah gue survei, nggak sedikit yang memiliki jam pulang sekolah sampai pukul 14.00 atau bahkan 15.00 WIB. Itupun belum termasuk ekskul!

Terus kalo anak masih dianggap kurang mampu mengikuti pelajaran, banyak ortu yang mendaftarkan anak-anak mereka les privat atau kursus di lembaga pendidikan. Pada akhir pekan, beban masih bertambah dengan segudang lomba A, B, C dll.

Sedih deh bayanginnya. Makanya mumpung Nadira masih TK A, gue menunda semaksimal mungkin semua aktivitas itu. Mungkin nanti kalo masuk TK B, gue baru mau mulai mendaftarkan dia ikut les menari atau les lain yang sesuai minatnya. Yang penting, gue pengen dia ikut les yang fun dan mengasah otak kanan. Bukan les pelajaran yang penuh dengan beban untuk otak kiri. Toh nanti di sekolah, otak kiri akan lebih banyak distimulasi kan?

Gue nggak mau memorinya tentang masa kecil hanya berkisar tentang les bermacam-macam pelajaran. Padahal gue dan suami, punya kenangan indah tentang masa kecil kami yang penuh petualangan dan permainan. Koq kayaknya nggak fair, gue dan suami hepi dengan masa kecil kami, sementara Nadira malah stres.

Anyway, untuk menyebarkan kampanye positif ini, Rinso mengadakan Blog Competition lho. Kita cuma diminta menulis blog tentang video-video yang di-share Rinso di youtube channel-nya. Untuk lebih jelasnya, silakan cek di thread MommiesDaily ini ya, Ssstt… Hadiahnya cihuy banget deh. Kompetisi hanya sampai 12 Mei 2014 ini lho. Buruan cus ah!

Btw, berikut ini ada beberapa foto dari acara Kid’s Today Blogger Gathering kemarin. Seru!

2014-04-30 15.52.43

IMG_20140413_122513

9 thoughts on “Bermain Itu Penting Lho!

  1. Mami Iraaa kinclong banget postnya, aku sukak.
    Btw gua kan freelancer nih mbak jadi vocal teacher, kdg suka bingung utk menyesuaikan jdwl ngajar dengan jdwl sekolah murid krn ada yg sekolahnya sampe jam 3 sore. Trus ditambah les ini ina itu, kapan mainnya -___- perasaan I waktu SD ga gini2 banget hahaha

    • Makasiihh Grace🙂

      Nah itu dia, anak-anak masa kini jadwalnya gila-gilaan. Makanya gue tuh suka deg-degan. Hati sih pengennya Nadira gak usah ikut-ikutan les macem-macem supaya dia gak kecapekan. Tapi liat temen-temennya yang sibuk, gue jadi suka bertanya-tanya, ini anak gue kurang aktivitas atau gak ya? Jangan-jangan gue kurang kasih dia kegiatan. Dilema deh.

      Mudah-mudahan gue bisa konsisten terus ah sama pendirian diri sendiri. Doakan yaa🙂

  2. Siiipp…setuju banget mbak…
    inget masa kecilku dulu yang puasssss banget mainnya..
    makanya anakku juga kubiarkan bermain sajah sampe puassss….bahkan aku yang jadi kepala pecongnya
    yang penting kan menstimulasi berfikir kreatifnya…
    kalo belajar mah…semua orang bisa kalo dia dah seneng…
    btw…banyak pelajaran di sekolah yang gak guna di kehidupan mendatang…

    • Setuju Mbak! Kan sesuai omongan Bu Elly Risman, otak akan menyerap lebih banyak kalo hati senang. Jadi, perbanyak main aja. Kan belajar bisa didapatkan dari mana-mana toh?🙂

  3. Idem. Anakku ga mau les karena pulang sekolah jadi siang bgt. Lah TK nya aja sampe 12.30. Cuma kemaren dia minta les renang, katanya biar cepet tinggi, secara emang badannya mungil. Sama ntar SD minta les englees, katanya biar kalo ada buku bahasa englees ga bingung nanya akyu lagi hihihi

    • Hahaha.. Kalo kayak gitu mah gpp kali ya Mak. Kan anaknya yang rikues. Apalagi, IMHO nih, les non pelajaran gpp sih harusnya ya. Kan menstimulasi otak kanan. Kalo otak kiri kan udah dapet giliran pas di sekolah🙂

  4. Weee Sis Ira tinggal di kipi jg ya, di pddkn brp tptnya, ike kenal tuh jalan yg Nadira pakai payung, suka mengerumuni mang sayur hahaha …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s