Mandi Berkualitas

Dalam bahasa Indonesia, membersihkan tubuh pakai air dan sabun cuma dikenal dalam kata mandi. Sementara kalo dalam bahasa Inggris, mandi itu ada berbagai jenis. Yang paling ngetop ya bath dan shower. Bedanya, bath itu mandi berendam, sementara shower mandi dengan air pancuran.

Di postingan ini, saya nggak membahas bedanya bath dan shower ya. Nanti jadi postingan linguistik lagi😀 Di sini, saya mau cerita sedikit tentang ritual mandi saya. To be honest, I have a love-hate relationship with taking a shower. Apalagi di pagi hari. Rasanya lebih enak ngumpet di balik selimut ketimbang harus mandi dan bersiap-siap ke kantor hehehe…😀

Tapi, begitu masuk kamar mandi, saya biasanya susah keluar. Yup, saya sukaaa banget berlama-lama di kamar mandi. Makanya dari dulu saya bercita-cita pengen punya kamar mandi yang cantik, nyaman dan keren, seperti yang pernah saya ceritain di postingan terdahulu. Jadi enak kan, di kamar mandi bisa me time sambil dengerin musik, baca buku dan berendam sampai kulit keriput :) 

Untuk pemilihan sabun, saya nggak banyak cincong. Yang penting wanginya enak. Karena yah, namanya juga berlama-lama di kamar mandi, jadi harus pake sabun yang harum dong yaaa.. Faktor lain mah belakangan deh.

Anyway, beberapa waktu lalu, saya diundang Fashionese Daily dan Dove untuk datang ke acara White Beauty Bar SOAPaholic Day di Otel Lobby, Kuningan. Di sinilah persepsi saya tentang mandi “diluruskan”. Plus banyaakk banget info-info menarik dan penting seputar mandi dibagikan di acara itu.

Display sabun Dove White Beauty Bar

Menurut dr. Lilik Norawati, SpKK yang jadi pembicara siang itu, jika dilakukan secara berlebihan, mandi bisa menghilangkan kelembaban alami pada lapisan permukaan kulit Stratum Corneum. Padahal lapisan ini mengandung banyak protein dan lipid yang berfungsi menjaga kelembaban alami kulit.

Makanya, dr. Nora menyarankan supaya frekuensi mandi tidak lebih dari 2 kali perhari. Lalu, durasinya juga jangan lama-lama. Maksimal 15 menit saja, dan gunakan air dingin. Kemudian, pilih sabun yang lembut dan mengandung pelembab. Soalnya, perawatan kulit justru dimulai dari mandi, lho. Jadi kalo ada yang menganggap saat mandi kulit hanya dibersihkan, dan sesudahnya baru dirawat, itu salah besar. Kulit justru mulai dirawat saat mandi.

Wah, saya pun langsung terhenyak. Apa kabar kebiasaan saya berlama-lama di kamar mandi dong? Walaaahh berarti selama ini habit mandi saya salah total, sodara-sodara!

Untunglah, selain memaparkan facts VS myths seputar mandi, dr. Nora juga kasitau rahasia supaya bisa mandi yang berkualitas. Nomor satu, tentunya pilih sabun yang oke. Nah Dove mendemonstrasikan keunggulannya.

Caranya dengan menggunakan kertas lakmus. Saya terkenang pelajaran kimia waktu SMA dulu deh jadinya🙂 Kertas lakmus ini berfungsi untuk mengetahui kadar pH sebuah barang/produk. Nah, pH netral itu adalah 5-7. Rata-rata produk sabun di pasaran bersifat basa karena punya pH di atas 7. Sementara sabun Dove punya pH 7 yang aman digunakan oleh semua jenis kulit.

Sebagai bukti, lihat di foto berikut deh. Kertas lakmus berubah jadi biru saat ditempelkan ke dua sabun mandi biasa yang basah. Artinya, pH sabun-sabun itu basa. Saat ditempelkan pada sabun Dove, kertasnya tidak berubah warna. Berarti pH sabun Dove netral.

dove lakmus

Selain itu, dalam sabun Dove terdapat seperempat pelembab atau moisturizer, dan diformulasikan dengan DEFI (Directly Esterified Fatty Isethionate) yang dapat membersihkan kulit lebih lembut dibandingkan dengan sabun biasa.

Dalam sesi tanya jawab, saya juga sempat bertanya pada dr. Nora tentang efek jangka panjang penggunaan sabun yang bersifat irritant dan ber-pH basa, seperti yang selama ini saya dan banyak orang lainnya gunakan. Dampaknya serem bok.

Kata dr. Nora, sabun seperti itu dapat menyebabkan kulit iritasi dan kering. Nah kalo terus-terusan begitu, akan memicu eksim atau dermatitis atopik. Kulit bakal gatal-gatal dan akan terjadi penuaan dini.

Oh tidaakkk…!!! *insert muka shock di sini*

dr. Nora juga menambahkan, kulit orang Asia, termasuk orang Indonesia, itu sebenarnya lebih lembab dan bagus dibanding kulit orang bule/Kaukasia. Makanya kita harus menjaganya, jangan disia-siakan. Ouch, akuh tersentil banget!

Selesai acara, saya pun banyak bikin catatan penting dalam benak sendiri untuk mengubah ritual mandi yang selama ini saya lakukan. Meski habis mandi selalu pakai pelembab, tapi kalo mandinya pakai sabun yang bersifat irritant gitu, bisa-bisa kulit saya jadi kering dan kena penuaan dini. Serem abiiss nggak siihh…

Sekarang, saya udah mulai mengganti semua sabun di rumah, dengan sabun Dove, termasuk sabunnya Nadira. Yes, saking lembutnya, sabun Dove juga bisa dipakai anak-anak dan bayi lho, serta bisa untuk pembersih muka segala :) Menurut saya, lebih baik telat ganti sabun ketimbang nggak sama sekali kan? Apalagi sabun Dove wanginya juga enaakkk banget, sesuai dengan kriteria saya dulu saat memilih sabun.

Hasilnya, keliatan jelas deh. Kulit terasa lebih lembut dan halus. Dulu, tiap habis mandi, kulit terasa kesat dan kering, jadi harus cepat-cepat diolesi pelembab. Sekarang, habis mandi, kulit justru terasa kenyal, lembut dan halus.Ini nih yang namanya mandi berkualitas. Nggak cuma sekadar membersihkan, tapi juga sekaligus merawat kulit. Sukaaaa banget!

Anyway, buat yang udah coba sabun Dove, ikuti tantangan Dove 7-Days Challenge di Female Daily deh. Hadiahnya lumayan banget lho, voucher belanja masing-masing 500 ribu untuk 5 pemenang. Threadnya bisa dilihat di sini. 

Oh ya, untuk dapat info-info tentang produk dari Dove, jangan lupa klik like facebook fanpage-nya di sini dan follow akun twitternya di sini ya🙂

2 thoughts on “Mandi Berkualitas

  1. Ituh bagian “frekuensi mandi tidak lebih dari 2 kali perhari. Lalu, durasinya juga jangan lama-lama. Maksimal 15 menit saja” ini jangan sampai suami saya baca. BIsa jadi pembenaran mandi sehari sekali nanti, selain save the water -__-

    O iya, salam kenal ya Mbak Ira🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s