Financial Planner Amatir

Kedua orang tua saya bukanlah tipe yang penuh perencanaan dalam keuangan. Alhasil, meski saya dan adik bisa sekolah sampai universitas, banyak tambal sulam yang dilakukan Mama dan Papa untuk membiayai kami. Berkaca dari pengalaman itu, saya pun berusaha mengatur keuangan keluarga dengan cermat. 

Hasil baca-baca, termasuk situs www.liveolive.com, saya berkenalan dengan financial planning. Tiap habis menerima gaji, biasanya saya langsung sisihkan di muka untuk beberapa pos, yakni:

 

1. Dana pendidikan.

Saya membeli beberapa reksadana dengan sistem autodebet di bank C.  Supaya efektif, tiap gajian, saya mentransfer sejumlah uang untuk membeli reksadana ke rekening bank C.

Banyak yang bilang saya lebay, anak masih umur 4 tahun tapi biaya SD sampai kuliah sudah disiapkan sejak kecil. Tapi, ternyata, metode ini sesuai dengan artikel LiveOLive yang ini lho *fiyuh*

2. Asuransi Jiwa

Saya baru punya asji sejak 2 tahun lalu. Untuk lebih jelasnya, silakan baca di sini ya. Banyak yang bilang, asji murni = membakar uang untuk yang tak pasti. Makanya banyak yang lebih memilih unit link. Padahal, asji itu ibarat safety net dalam atraksi akrobat pemain sirkus.

Lantas bagaimana memilih asji yang baik? Silakan cek artikel LiveOlive di sini ya. Lengkap!🙂

3. Jatah Ortu

Tak bisa dimungkiri, saya masih masuk dalam generasi sandwich. Artinya, saya membiayai anak juga orang tua. Memang, orang tua saya dan suami bukanlah tipe yang 100% dependant pada anak-anaknya. Namun, sebagai orang Timur, rasanya kurang berbakti ya jika tidak menyisihkan sebagian penghasilan untuk orang tua. Setuju nggak?

4. Dana Pensiun

Dari kantor, saya mendapatkan fasilitas dana pensiun. Tapi jika dilihat dengan pengeluaran saya serta keluarga saat ini, mau tidak mau saya harus menyiapkan dana pensiun tambahan.

Cita-citanya sih, supaya saya nggak membuat Nadira masuk ke dalam generasi sandwich kelak jika ia berkeluarga. Dan, rupanya dana pensiun juga disarankan dalam artikel LiveOlive ini lho🙂

5. Belanja bulanan

Untuk belanja bulanan, saya mengikuti saran seorang pakar financial planning, yakni dengan menggunakan kartu kredit khusus. Apalagi, saya paling malas belanja di tanggal muda, yang bikin antrean supermarket panjang bak ular naga. Saya memilih berbelanja di tanggal tua, yang lebih sepi. Untuk itu saya butuh kartu kredit🙂

Meski begitu, saya selalu membayar lunas utang kartu kredit saya setiap gajian tiba. Kiat ini lumayan efektif lho. Saya bebas antre di supermarket, dapat poin di kartu kredit pula. Lumayan😀

6. Cicilan rumah

Berhubung bukan anak konglomerat, saya dan suami pun punya cicilan rumah tiap bulannya. Kayaknya cicilan rumah atau KPR ini lumrah ya buat keluarga muda masa kini? Habis kalau tidak mencicil, bakal susah punya rumah.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Anyway, sebenarnya bisa saja saya pakai metode bagi-bagi amplop seperti orang tua dulu. Tapi, karena sekarang zaman teknologi canggih, lebih baik menggunakan metode digital yang ada dong. 

Salah satu yang bisa digunakan adalah tools Anggaran Saya di situs LiveOlive ini. Situs www.liveolive.com sendiri menjadi salah satu “kiblat” saya untuk perencanaan keuangan. Untuk dapet update-nya, bisa dilakukan dengan:

1. Like fanpage:  https://www.facebook.com/MyLiveOlive

2. Follow twitter: https://twitter.com/MyLiveOlive 

3. Follow Google+ Page: https://plus.google.com/b/109724956281090737591

4. Subscribe ke channel YouTube : http://www.youtube.com/user/MyLiveOlive

Gimana, oke kan?🙂

16 thoughts on “Financial Planner Amatir

  1. cie cieee… pertamax nih😀

    Jatah ortu, zakat, dan sedekah biasanya dimasukin di prioritas awal
    Zakat buat proteksi, sedekah buat investasi.

    Walopun ortu ga minta, tapi apa salahnya juga bagi-bagi rezeki ke mereka. Sudah alhamdulillah ortu sehat dan tidak membebankan anak-anaknya. Soooo, mending anggarannya dipake buat nyenengin ortu ajah. Walopun biasanya balik lagi dalam bentuk mainan dan baju buat cucu-cucunya wkwkwkw

    • Setuju Mbak Mel pengaturannya! Tapi kalo aku, zakat dibikin setahun sekali supaya banyak😀

      Untuk ortu, selagi bisa, ya dikasih. Waktu kita kecil, mereka juga begitu ke kita kan? Lagian Alhamdulillah ortuku nggak ribet dan sebisa mungkin nggak nyusahin anak-anaknya sih🙂

  2. aku bikin dana pendidikan kuliah pas si kecil baru 2 bulan. masih inget banget dulu nanya-nanya di CS, malah dikasih pandangan heran ama sesama nasabah. katanya, kok ga percaya tiap ana ada rejekinya?

    ya percaya, tapi pengelolaan rejeki kan di kita yak😀

    kalo belanja bulanan, pake CC dan bayar lunas. toh emang udah dianggarin. metode amplop aku masih pake lo.

    kalo ngasih ortu, paling gampang dalam bentuk barang. kalo duit, malah dibalikin lagi ha ha ha.

    • Lah si CS bank itu kurang ditatar kayaknya. Gimana bisa ngejual produk kalo malah meragukan konsumen? *toyor dikit ah CS-nya*

      Aku metode amplop awal-awal masih pake Mbak. Tapi sekarang udah nggak karena ribet sendiri hahaha😀

    • Aku sih dibagio dua Mbak. Aku kebagian investasi dana pendidikan, pensiun dll, plus belanja. Suami kebagian bayar KPR, mobil, tagihan listrik, telp, dll. Tiap bulan dia juga kasih aku sekian untuk belanja rumah tangga. Masing-masing juga membayar asuransi, hape dan cicilan kartu kredit. Begitu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s