Survei SD (Lagi) Ah (part 2)

Kayak yang gue cerita di sini gue belakangan ini lagi obsesif sendiri mencari SD yang cihuy buat Nadira. Padahal anaknya baru playgroup sih, hihihi..

As usual, yang gue abuse ya Mbah Gugel lah yaw. Prinsip gue mah, daripada belum ngapa-ngapain udah gengges nanya A-Z di twitter, milis atau forum, mending cari info sendiri dulu. Kalo gak nemu-nemu, baru deh bertanya. Jadi pepatah “Malu bertanya sesat di jalan” itu kalo menurut gue kudunya dimodif jadi “Malu bertanya pada gugel, gengges di dunia pertemanan.” Hihihihi..😀

Anyway, hari ini, gugel kanan-kiri depan belakang itu menghasilkan temuan yang bikin gue shock sambil berbunga-bunga. Di postingan sebelumnya, gue jabarin 3 SD deket rumah yang udah gue telp dengan hasil variatif. Rata-rata menekankan hasil akademis, terutama SD Kartika X-7 yang menyandang predikat SD terbaik se-DKI. Nah hasil gugel kali ini gue menemukan SD yang sebaliknya.

Di suatu forum ibu-ibu, gue baca ada orang yang nanya tentang SD di Jaktim. Trus ada yang saranin SD Segar Amanah di Duren Sawit. Awalnya gue underestimate karena dari namanya saja, aku tidak kenal. Tapi, berhubung setiap nemu 1 nama SD yang lokasinya deket rumah langsung gue gugel, yo wis gue gugel aja lah Segar Amanah ini. Eh nemu web-nya di www.segaramanah.vacau.com.

Yang bikin gue surprised, di sebelah kanan lamannya, ada pengumuman dari pihak sekolah kepada ortu murid tentang Pelatihan Komunikasi Pengasuhan Anak. Lhooo.. Itu kan programnya Bu Elly Risman? Gue baca-baca terus, ternyata emang bener. Sekolah ini sering bikin seminar bekerjasama dengan beberapa yayasan psikologi dan parenting untuk ortu murid. Wah ciamik dong yaaa..

Yang bikin gue tambah napsir pas baca prinsip dasar pendidikan mereka, sbb:

  1. Sekolah adalah rumah kedua bagi anak
  2. Guru adalah sahabat dan teladan bagi anak disekolah
  3. Setiap anak itu unik dan berbeda

Dan sekolah ini menerapkan metode inklusi, alias anak-anak berkebutuhan khusus kayak autis gitu bisa belajar bareng, dengan didampingi shadow teacher atau guru pembantu.

Abis deadline dan rapat siang, langsung deh gue telpon sekolahnya dan berbincang-bincang dengan Bu Tuti yang menerima telpon gue. Berikut poin-poinnya ya:

1. Jam sekolah: pukul 07.00-13.15 untuk semua kelas. Untuk anak kelas 1 SD semester 1, sekolahnya masih dalam tahap adaptasi jadi cuma belajar sampe jam 11.30.

2. Jadwal sekolah: Senin-Jumat. Sabtu diisi dengan kegiatan seperti Pensi dan seminar untuk ortu.

3. 1 kelas max 15 anak dengan 1 guru.

4. Materi pendidikan disampaikan dengan B. Indonesia. Mata pelajarannya: Agama Islam, Bahasa Indonesia, Seni, Science, Bahasa Inggris, Olahraga, Matematika, Social Studies. Karena Segar Amanah berkonsep SDIT, jadi sistemnya mengikuti diknas, namun ditambah dengan pelajaran agama lebih dalam lagi juga B. Inggris

5. Di web dituliskan buku disimpan dalam loker. Ternyata sekarang kebijakannya berbeda. Tadinya buku dipinjamkan oleh pihak sekolah. Sekarang buku dimiliki oleh siswa, jadi boleh dibawa pulang.

6. Sekolah tidak ingin membebani siswa dengan banyak PR. Namun tetap ada tugas yang berguna untuk memotivasi anak untuk belajar dan mengulang pelajaran di sekolah.

7. Pas ditanya tes masuk, Bu Tuti bilang nggak ada. “Kami menyebutnya penyesuaian.” Bentuknya seperti main-main atau trial. Anak dikumpulkan dalam kelas, lalu diberi mainan/peralatan seperti di TK yang memperlihatkan kemampuannya mengenal huruf dan angka. Kalau anak tidak mood/ngambek, trial akan dilakukan sendirian. Semua tergantung kondisi dan kesiapan anak.

8. Apakah calistung wajib? Bu Tuti bilang, sebenarnya dia sendiri agak bingung karena pemerintah melarang sementara banyak sekolah yang mewajibkan. Namun berkaca dari anaknya sendiri yang jadi murid SD Segar Amanah, dia bilang, calistung tidak terlalu dipentingkan di sekolah ini. “Anak saya waktu masuk SD ini baru bisa mengenal huruf saja dan belum lancar membaca. Namun lama kelamaan ia bisa fasih membaca, nilai-nilainya juga membaik,” kata Bu Tuti.

9. Biaya naik 2 tahun sekali, rata-rata naik 5-15%. Biasanya yang naik adalah bulanan dan uang tahunan. Oh ya biaya di bawah ini diambil dari tahun ajaran 2012/2013:

  • formulir: 150 rb
  • uang pangkal: 6jt
  • spp: 350rb/bulan
  • tahunan: 1.850.000 (termasuk field trip, kesehatan, dll)
  • seragam: 300rb
  • buku: nanti akan diberitahu (kelas 1 kemarin sih kena 350rb)
  • tambahan POMG/komite sekolah: 40rb/bulan (utk kegiatan yg libatkan ortu. Kalo ada sisa, uang akan dikembalikan ke anak dalam bentuk barang)
  • Ada jemputan (penting buat working moms nih :))

Gue juga sempet tanya-tanya soal seminar dan pelatihan dengan Yayasan Buah Hati. Apakah emang ada kerjasama antara sekolah dengan yayasan? Kata Bu Tuti, ternyata owner Segar Amanah aktif di yayasannya Bu Elly itu. Jadi dia mungkin ingin menularkan ilmu parenting kepada ortu siswa-siswinya.

I know it sounds to good to be true, but I think this school is my best option so far for Nadira. Konsep pendidikannya multiple intelligence dan menerapkan active learning. Trus pihak sekolah juga concerned sama pola parenting para ortu siswa-siswinya. Jadi Insya Allah, kalo kelak Nadira sekolah di sini, gue bisa nemu sesama ortu murid yang peduli pada pola parenting yang sehat🙂

Tapi gue gak mau langsung percaya gitu aja sih. Gue belum survei langsung ke sekolahnya, jadi belum tau kondisi real-nya gimana dan apakah Nadira bakal senang di situ. Gue juga masih pengen tanya-tanya ke ortu-ortu yang anaknya sekolah di sana, gimana pengalamannya. Kebetulan ada 1 orang temen gue yang anak-anaknya sekolah di TK Segar Amanah. Ini lagi mau gue interview nih😛

Trus, tadi gue iseng masukin nama sekolahnya ke www.simdik.info karena sekolah ini udah punya alumni 2 angkatan. Hasilnya rada mengecewakan karena nilainya rendah meski lulus 100% sih. Tapi kemudian gue balik lagi bertanya pada ke diri sendiri, yang mau gue kejar sisi akademis atau personalitas sih sebenernya? Hayo lo Raaa…

Mudah-mudahan sih dalam tempo 2,5 tahun, Segar Amanah bisa jadi lebih baik dan kuat ya. Amin🙂

P.S: Buat ibu pemilik Segar Amanah, kalo mau kasih saya diskon, nanti ya di tahun ajaran 2015/2016. Tolong catet nama anak saya, Nadira. Makasih sebelumnya Bu🙂 *ngarep bok😆 *

Updated on Tuesday (30/10), 9.30pm:

Setelah wawancara temen gue, kayaknya penilaian gue akan sekolah ini langsung melorot deh. Intinya sih, sekolah ini kurikulumnya oke, tapi pengawasan guru-gurunya kurang, bahkan sampe terjadi beberapa kecelakaan yang cukup fatal. Padahal sebagai sekolah yang pake sistem inklusif, mereka harusnya lebih aware karena siswa-siswinya butuh perhatian lebih.

Ah, jadi patah hati deh dengernya. Padahal udah berbunga-bunga tadi siang gitu gue. Kembali deh survei-survei lagi, hiks😦 *kencangkan ikat kepala*

40 thoughts on “Survei SD (Lagi) Ah (part 2)

  1. abis bbman tadi gw langsung cerita sama nyokap. ihiyy nyokap langsung semangat juga soalnya udah jadi fans berat bu Elly dari zaman gw kuliah .

    bener2 angin segar untuk wilayah duren sawit, klender dan sekitarnya nih..hihihi

    kapan-kapan mau liat langsung kesana aahh…semoga sesuai dengan yg kita harapkan yaa..

    • Gue masih penasaran sih Del. Mudah-mudahan nemu tetangga yang katanya nyekolahin anak di situ. Mau tanya-tanya aja kenapa mereka pilih SD itu. We have to know both sides of the story, right? *jiwa wartawan investigasi :P*

  2. Setiap sekolah pasti ada kurangnya, Ra, hihi sekolah yang paling aku inginkan kekurangannya…di harga. It has everything that I want, mulai dari kurikulum, guru sampe fasilitas tapi harganya ampun dan lokasinya jauh. Meski masih 2 taun lagi anakku masuk SD, kami jg huntingnya mulai akhir tahun lalu, in case dia harus kita pindahkan TKnya karena SD yg diincer mengutamakan yg asalnya dari TK dia juga. Dan kami datengin satu satu sekolah yg kami incer di Bandung, dan tidak saat open house saat mereka menunjukkan semua bintang sekolahan serta rapi dan keren ya. Datengin tiba-tiba tanpa appointment, lihat kesehariannya. Btw sayang ya sekolahnya itu gurunya kayak kurang capable menghadapi tuigasnya yang emang kagak gampang sih kalau sekolah inklusif. Semoga dapet yang cucok buat Nadira dan berkenan di hati emakbapaknya.

    • Hahaha.. Iya sih Ndang. Tapi ini koq kurangnya di faktor yang esensial ya, yaitu keamanan. Bikin deg-degan nggak sih?😦 Pdhl gue sebenernya udah high expectation lho karena mereka sekolah inklusif berarti harusnya sabar dan pengawasan ketat. Lah koq ternyata begini?😦

      Gue juga ngalamin hal yang sama kayaklo tuh. Maksud hati sih pengen Nadira masuk Syafana, Cikal, Lazuardi, etc, tapi apa daya lokasinya jauh banget dan harganya gak kuaat, hahaha..

      Trik kita sama banget ya. Hunting dari jauh-jauh hari supaya kalo nemu SD idola yang lebih mengutamakan lulusan dari TK se-yayasan, kita bisa mindahin anak ke TK tersebut🙂 Saran darilo gue akan lakukan ah. Semacam sidak gitu ya Mak🙂

  3. Wah mbak, brarti Nadira seumuran anak saya. And yes, walopun tuh bocah masih PG dan baru mau masuk SD 2,5 tahun lagi, saya udah ribet buanget nyari SD. Puyengnya ampuuuun. Prasaan zaman saya SD dulu cuman bilang sama si mamah, mau sekolah di SD itu, trus masup deh. Gak kayak skarang. Bikin stres yaaaa T__T

  4. Setiap sekolah pasti ada plus minusnya, apalagi skrg pengajar yg berkualitas bener2 langka. kalo menurut aku ketika memutuskan memilih sekolah selain liat harga dan fasilitas liat juga pengajar dan intip kegiatan ajar mengajarnya karena menurut aku sekolah yg terpenting adalah guru atau pengajarnya. keliatan kok kalo gurunya perhatian dgn murid2nya dan kalo gurunya bener dan berkualitas mestinya anak2 didiknya pun pasti berkualitas. kalo mengenai tuntutan sekolah berat kayak pr, hafalan segala macem yaa mau ngga mau kita mst bs encourage anak utk bs mengerjakannya, karena ngga selamanya anak bs kita lindungi dan nyamankan hidupnya.
    dulu kita bersekolah disekolah yg biasa kan? dari sekelas isi sekitar 45 org pun ketika dewasa “hasil”nya berbeda2, karena itu yakin aja apapun sekolahnya jika kita sendiri sebagai ortu bs mendidik dirumah dgn baik tentu hasilnya pun akan baik🙂
    Just my two cents, maaf kalo kepanjangan atau ada yg kurang berkenan🙂

    • Makasih ya Mbak masukannya, dan aku setuju dengan sebagian besar komen Mbak Mariska. Untuk cari sekolah yang oke emang faktor terpenting ada pada gurunya. Tapi masalahnya, di Jakarta sekolah dengan guru-guru oke dan perfect kayak yang disebutin Mbak itu rata-rata jauh dari rumahku. Trus mahal pula.

      Jadi pilihannya: anak kena macet tiap hari dan ngirit biaya hidup supaya bisa sekolah di sekolah mahal yang jauh, atau cari sekolah yang cukup baik (tidak perfect) dengan biaya terjangkau dan lokasi dekat? Aku sih pilih opsi kedua ya Mbak, karena menurutku, pendidikan nggak melulu diberikan di sekolah aja. Kita sebagai ortu juga harus menjadi guru yang baik, karena semuanya berawal dari rumah🙂

  5. Yaolooh kebanyakan koq masuk SD ada tes calistung sih.
    Mbookk..keiknya dulu aku masuk SD tinggal masuk aja deh -___-”
    *ikutan survey sekolah buat anak yang baru mo masuk PG taun depan

  6. Mbak, aku numpang komen yah, ceritanya mau nebeng alias ngintip hasil survey SD nya. Saat ini saya lagi ikut suami tugas di luar Indonesia, namun 2 tahun lagi harus kembali ke Jakarta dan kebetulan rumah kami juga di Duren Sawit. Kebetulan lagi sebelum berangkat anak saya sempat ‘mencicipi’ 2 tahun masa Play Group di TK Segar Amanah. Kalau untuk PG dan TK nya pertimbangan pemilihan saya waktu itu adalah lokasinya yang cuma 200 meter dari rumah dan harganya yang bersahabat. Namun kalau dari pengajar cukup baik dan perhatian, dan juga mereka sangat kekeluargaan, Untuk konsepnya Islami , bahkan ibunya kalau jemput juga harus pake jilbab (berhubung saya gak pake, jadi harus nyetok jilbab jg hehehe). Kalau untuk SDnya saya memang buta total deh, cuma suka ngeliatin aja, kok IMHO kayanya gedungnya kurang bonafit ya. Tapi harapan saya juga sama Mbak, mudah-mudahan dalam waktu 2 tahun kedepan bisa lebih baik🙂

    • Halo Mamanya Rafa dan Zafa. Aku kemarin udah intip blog-nya lho. Ih seru ya tinggal di Yunani, it’s one of the destinations on my 1000-places-to-go-before-I-die list🙂

      Wah rumahnya ternyata di Dursa juga toh Mbak? Aku tuh tertarik banget sama Segar Amanah, tapi temenku anaknya pernah di TK situ. Katanya guru-gurunya agak kurang awas padahal mereka pake sistem inklusi. Jadi deh kejadian anaknya temenku digigit temennya yang autis sampe 3x. Bahkan ada kabar yang lebih parah lagi. Jadi khawatir deh. Aku sih belum liat sekolahnya gimana, karena abis denger kabar itu jadi rada-rada ilfeel hehehe..

      Salam kenal ya Mbak🙂

      • Maaf bun pgn tau, sekedar buat info, selain kasus gigit ada yg lebih parah? Lg cari sd buat anak sy. Thanks b4

  7. Pingback: Don’t Eat What You Can’t Swallow « The Sun is Getting High, We're Moving on

  8. Hi Ira,
    sama dong nama gw Ira juga. Salam kenal yaaa…. kebetulan sekarang aku masih tinggal di Jaksel tapi di tahun ini bakalan pindah ke Jatiwaringin. Dan aku buta daerah jakarta Timur! huhuhuw… suami dulu TKnya di Pembina di Pondok Bambu tapi kayaknya lumayan jauh yaaa dari Jatiwaringin… Nah, anakku udah 2 tahun nih, jadi lagi pengen nyari2x Playgroup & TK n ngrasa terbantu dengan survey2xnya Ira…🙂

    Oia, Nanya dong akhirnya Nadira playgroupnya di mana ya? Penasaran… di blog ini gada tulisannya akhirnya sekolah dimana… hehehe… Sharing2x yah…

  9. Mba ira, salam ke.a
    Mba ira salam kenal🙂
    Bagaimana nadira? Sudah dapat sekolah pilihan kah?
    Hihi, penasaran, karena saya sedang cari info sd daerah dursa dsk😀

  10. Salam kenal mba.aku udh jatuh cinta loh sama sd segaramanah bc reviewnya mba.tp bc kl ada kjadian gigit mngigit rada serem jg y.trus ktnya ada kjadian yg lbh parah.critain dong mba.emang tiap angkatan pasti ada yg brkebutuhan khusus ya.wah,jd tambah bingung ni cr sd buat s kakak,yg daerah pd.kopi dan skitarnya.msh lama si,2 th lg😛 kl ada info lg share ya mba.trims

    • Kalo kata temenku yang anaknya TK di situ dulu, Segar Amanah sebenernya cukup oke. Tapi kayaknya belum terlalu siap dengan sistem inklusi. Udah coba liat2 Ar rahmah Mbak? Lokasinya gak terlalu jauh dari Segar Amanah. Tapi harus rajin2 update info karena mereka formulirnya cepet abis.

  11. jadi terusan dari pencarian sd ini berlabuhnya dmn mba??penasaran krn aku lagi gencar cari sd islam sekitaran duren sawit..kasih review lagi dooonk..:p)

  12. Salam kenal mba. Pas baca udah berbunga-bunga juga awalnya. Pas baca akhirnya ikutan patah hati, hiks. Aku mau tanya-tanya juga boleh ya mba. Thanks.

  13. Pingback: Tentang Pendidikan Anak | The Sun is Getting High, We're Moving on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s