Panic Attack

As a rookie parent (and I think all parents in general), I always have this certain panic attack regarding my kid. When she was just born, I was so worried she would get an SIDS that I barely slept at night, just to ensure she’s alright. When she was about 3-4 months and having a cold, I was worried she’d be unable to breath. When she was six months old, I was worried about her food and breastmilk intake, whether she’s gonna be a picky eater like me or not. And the list goes on, and on, and on, until now.

As she grows older, my list of worry grows longer too. On top of that is how I always worry about her safety. As a working mom, I have to delegate some of my ‘mommy’ duties to my ART. This, of course, is not easy. I had to go through some conflicts with myself before I decided to go back to work after my maternity leave was over.

*pake bahasa Indonesia*

Lantas, gimana ngejaga keamanan anak di rumah? Kalo keamanan fisik, gue bisa mengandalkan petugas keamanan di kompleks rumah gue dan juga mertua yang tinggal di dekat rumah, plus beberapa hal lainnya. Insya Allah, mudah-mudahan, nothing bad will ever happen.

Nah yang ribet adalah keamanan psikis dan yang hal-hal tidak kasat mata (tapi bukan setan ya). Misalnya bahaya internet, TV dll yang bisa menggiring anak ke hal-hal yang super bahaya buat dia, including child predator.

Dari hasil seminar bersama Bu Elly Risman dulu dan hasil seminar yang gue copy paste dari blog teman di sini, gue belajar bahwa pornografi itu JAUUH lebih berbahaya dibanding drugs and alcohol for underaged children. Dan sekarang pornografi sangat gampang didapatkan via internet. Dari situs-situs porno dan juga social media, para child predator mengincar mangsa mereka. Dan mereka yang pernah menjadi korban, kemungkinan bisa menjadi the next child predator. Semacam lingkaran setan gitu lah.

Itulah kenapa Bu Elly menyarankan agar ortu meminimalkan koneksi antara anak dan internet (juga TV, komputer dan games) sejak kecil. Kalo bisa ditunda, tunda dulu deh.

Terus terang, inilah yang menjadi alasan nomor satu kenapa sampai saat ini, gue nggak ikutan tren beliin gadget untuk Nadira. Gue emang masih toleran untuk urusan TV, itupun khusus channel anak-anak dan DVD anak-anak. Nah untuk urusan gadget dan internet, gue bisa dibilang pelit.

Nadira bisa dan piawai pencet-pencet BB dan hape gue, tapi cuma sebatas liat film dan video yang isinya dia sendiri *narsis bok*. Laptop ditaro di kantor suami. Kalopun dibawa pulang, Nadira boleh pegang hanya untuk liat-liat foto dia sendiri yang gue pindah dari kamera ke hard disk laptop.

Gue nggak mau beli iPad dan pasang koneksi internet di rumah karena gak punya duit alasan-alasan di atas. Someday I’m gonna introduce her to those gadgets and internet. But I don’t think now, when she’s only 3 yo, is the perfect time.

Keputusan gue ini didukung penuh suami yang lebih parah lagi sifat protektifnya🙂 Trus keluarga kami dari kedua belah pihak juga ikut mendukung. Paling-paling pas ketemu extended family yang anak-anaknya bawa iPad, tab2an dan segala gadget terkini, Nadira jadi melongo terkagum-kagum. Untung juga dia belum minta, mungkin karena udah keburu gue beliin laptop mainan yang layarnya cuma seiprit itu kali ya🙂

Trus beberapa waktu lalu gue baca di sebuah milis, topiknya tentang keresahan para ibu dengan situs di internet. Meski udah dipasang filter child protection, yang namanya tulisan/artikel vulgar yang terselubung tetap bisa diakses kan. Apalagi sekarang situs-situs berita macam d3tik atau k0mp4s pun menampilkan artikel seks supaya menarik pembaca. Plus, iklan obat kuat atau esek-esek yang dulu sering menjejali koran kuning kini tampil juga di situs berita resmi. Yang kayak gini emangnya bisa terdeteksi filter child protection?

Rasa parno nambah pas baca review film Trust beberapa bulan lalu. Di situ digambarkan keluarga Clive Owen adalah tipe keluarga yang hangat dan saling menyayangi. Ealah, anaknya jadi korban child predator yang mengincar mangsa via internet. Semua berawal saat Clive Owen kasih kado laptop (MacBook cmiiw) pas si anak ultah ke-16. Bikin ngilu nggak sih?

Tapi ya kembali lagi gue disadarkan oleh satu quote dari film ini yang menurut gue, bagus banget. Kita nggak akan bisa terus menghindari unfortunate events karena sesuai hukum alam, kalo sesuatu terlalu sempurna, pasti ada yang nggak beres dari itu. Lagi pula, kalo kita nggak terluka atau mengalami hal buruk, kita nggak akan belajar kan? Yang penting adalah, bagaimana kita sebagai sebuah keluarga bisa saling mendukung satu sama lain saat salah satu di antara kita menghadapi hal buruk.

Unfortunate events yang dialami orang lain juga bisa dijadikan pelajaran bagi kita sendiri. Meski panic attack masih suka hadir, gue juga terus belajar mengendalikannya supaya nggak jadi ortu yang over protektif ke Nadira dan justru menjadi bumerang bagi gue sendiri di kemudian hari. Gue belajar untuk ‘memegang’ anak gue dengan lembut tapi kuat. Not too firm for she might break down, yet not too soft for she might be gone away.

Mudah-mudahan anak gue, dan semua anak-anak di dunia, bisa aman dan selamat dari apapun yang sadis dan beyond humanity. Let’s keep our finger crossed for that🙂

People get hurt. There’s only so much we can do to protect ourselves, our children. The only thing we can do is be there for each other when we do fall down to pick each other up. [Trust]

 

 

27 thoughts on “Panic Attack

  1. Setuju banget, Ra. Gue pun berusaha menunda pengenalan gadget ke Kai. Gue masih toleran soal nonton TV atau video anak2 dari youtube yg gue operasikan buat dia. Ngeliat Kai yg bolak-balik minta ini itu temen gue ada yg komentar: “ajarin dong biar dia bisa nyalain sendiri kaya anak gue, biar gak repot”

    Sebenernya gue pengen langsung nyerocos anak umur 2 tahunan bisa mengoperasikan iphone/ipad dengan fasih buat gue harus diwaspadai bukan dibanggakan. Kenyataannya sih gue diem aja…daripada perang dunia ya boookk.

    Tapi banyak emang gue liat anak-anak yg umur 4-5 tahun udah gape main game online di PC, udah bisa nyalain video sendiri di rumah dll…dan ortunya bangga. Kata meraka “ah cuma main ini kok, cuma nonton itu kok…gak macem-macem” Iya sih sekarang cuma itu, tapi nantinya kan blm tentu, apalagi gak semua ortu tanggap teknologi, cara ngefilter aja gak tau, makin ngeri gak sih?

    *dan gue termasuk salah satu ortu gaptek itu sebenernya*

    • Samaan Rik. Gue baru kasih liat video anak2 dr youtube ke Nadira kalo pas dia ikut gue ke kantor atau pinjem komputer adik/ipar gue. Gue gak mau ajarin dia how to connect to the net dan pake segala macem gadget karena gue khawatir. Bener kata lo, sekarang udah kayak gitu, gimana kalo udah gedean?

      Trus ya bok kalo kata Bu Elly Risman, udah ada penelitian ilmiah tentang dampak games online dan internet pada anak-anak yang terpapar itu sejak kecil. Ibaratnya kalo kata Bu Elly, otak anak itu sambungannya harus dilakukan satu-satu. Dengan games online dan internet (termasuk TV juga sih), sambungannya dilakukan serentak sehingga kalo keseringan bisa korslet. Serem kan😦

      Nah, berhubung eikeh gaptek berat, hal-hal kayak beginian yang bikin gue empot-empotan bok. Makanya mari kita tunda saja lah yaaa..

  2. Perhatiin ga ra tren sekarang? Kids inside expensive strollers, iPad/Tablet being put in front of them, looping videos and such. I think, no matter how ‘stimulating’ and ‘educational’ the videos, the parents are forcing the kids to be vegetable.😦 It’s a sad thing to watch. Rasanya pengen datengin parents gitu dan bilang “Your kid is not a friggin accesories.”

    Well, that’s just me. This post reminded me of the values I wanna keep when I become a mom someday. Thanks, Ira for the reminder.😀

    • Yep Ste. Beberapa kali gue ke mol, kondisinya kayak yang lo bilang itu. And I agree with your statement “no matter how ‘stimulating’ and ‘educational’ the videos, the parents are forcing the kids to be vegetable”. For these parents, their children are merely just accesories. They want to take them to public places so people will see them as great parents. But they don’t wanna be bothered by the kids’ moving-around behaviours. So they put them inside the trollers, get them the gadgets, voila. The parents can do whatever they want to do and the children are able to sit still.

      Hopefully both you and I could keep the values until years from now ya Ste🙂

  3. Aduh ra.. Aku kayak tertampar baca postingan ini. Ganendra emang gak aku biasain nonton tv. Dalam sebulan, mungkin cuma 2-4 kali dan gak lebih dari 1 jam. Biasanya dia cuma seneng bagian iklan gitu. Bapaknya tuh kan addicted sama TV, tidur aja harus pake TV. Nah, aku emang dasarnya gak suka nonton TV, jd galak deh kalo soal TV ini (baca: berantem) soalnya TV cuma satu di flat dan dalam kamar pula. Hahaha

    Kesalahan aku soal Ipad nih *pilin2 baju* Gane udah bs buka Ipad yg dikunci layar sama bisa mainan sendiri puzzle, lagu2, sama buku cerita gitu atau gambar2 hewan. Jujur aku gak bangga, tapi was2 juga. Jd maen selalu aku batasin dan awasin. video ya sama, videonya dia sendiri😀 hahaha, narsis yah.. Makanya sampe skrg, dia gak kenal tokoh2 kartun, pernah liat thomas dan dia ketakutan coba (¬_¬”) Isinya ipad pun biasa2 aja, kebanyakan games2 gak penting dan sederhana, dan kalo ganendra maen, internetnya dimatiin. trus aku imbangin sama maenan2 lainnya.Alhamdulillah dia masih suka ambil bukunya sendiri trus diliat satu2, ipadnya ditinggal. Cuma ya, “dosa”ku nih, kalo aku misalnya kebelet sementara gane gak mau ditinggal, terpaksa ipad dipake. Walaupun 5 menit kemudian, dia nyadar dan tetep nangis2.

    Hhh.. Harus lebih strict nih skrg. Thank you for reminding me, ra🙂

    • Maap lho Trid, gak maksud nampar. Cuma gaplok dikit, hihihi.. *dikeplak*

      Nah gue kebalikanlo bok. Gue urusan iPad dan gadget emang strict karena gak punya sih😛 Nah urusan TV nih, mirip lah sama lo ke Gane untuk urusan iPad. Malah mungkin gue lebih longgar kali. Apalagi kalo gue lagi mau masak/baking. Nadira harus dibikin calm down dan gak buntutin gue kalo disetelin TV. Dan kebiasaan ini susah banget dihilangkannya. Meski yang ditonton juga cuma channel anak-anak, tapi harusnya gak boleh keseringan kan ya😦

      Makasih ya buat jadi reminder juga Trid. Let’s remind each other, ok?🙂

  4. Dilema juga buat gw.. di satu sisi gw gak suka nonton tv eh suami gw pengen ganti TV yg gedean, udah gitu anak gw kalau nonton tv bisa yang kayak patung gitu, ngeriii…. alhamdulillah TV di rumah udah mau 4 bulan rusak, dan kebetulan juga suami gw lagi sibuk banget jadi pulang kerja sampe rumah udah malam dan gak sempet lagi buat nonton TV..hehehe

    Sama juga mengenai iPAD, suami gw pengen banget beliin anak gw yg kelas 1 SD iPAD buat maen game n sebagai rasa bersalah karena pulang kerja pasti anak gw udah tidur dan ketemu cuma setengah jam di pagi hari doang.. Buru2 deh gw larang, gila aja kalau anak gw udah ketergantungan bisa2 gw yang repot, sementara suami gw cuma nyantei2 aja…

    Tapi teteplah dia udah gw kenalin dgn internet, tapi lebih sekedar cari info, misalnya gambar jenis ikan ‘A’ gmn sih? atau cari gambar2 lucu buat coloring, atau liat2 potongan film atau lagu2 di you tube.. tapi tetep dlam pengawasan gw…

    • Gue sampe sekarang cuma punya 1 TV untuk ditonton rame-rame, Mak. Jadi ya gitu deh. Gue selalu gak kebagian TV karena tiap gue nyalain TV, Nadira selalu minta disetel film kartun. Jadi mending gak usah disetel TV-nya supaya dia gak nonton TV terus, hehehe..

      Untuk iPad kayaknya so far belum ada rencana beliin sih. Parno banget gue🙂

  5. sekarang anakku nonton TV boleh, tapi maksimal 1 jam sehari. itu juga pas film yang dia suka. apesnya, kita keluarga pecinta bola, jadi deh kalo lagi ada siaran bola (apalagi arema), dia bisa ikutan duduk dengan tenang dan teriak-teriak. tinggal tunggu waktu dia ikut begadang pas PD brazil nanti😦

    yang sulit, kalo pas lagi lihat berita, dia suka nanya yang sulit dijawab. jadi sekarang aku nonton berita ya pagi-pagi bener, pas si nduk belom bangun😦

    kalow internet, boleh asal dalam pengawasan. ya paling coloring gitu, kasi maksimal waktunya.

    untungnya dia konsisten. jadi kalo film udah selesai, ya dia matiin TV sendiri meski misalnya aku lagi di dapur gitu.

    • Hihihi.. Anak gue juga kalo bapaknya nonton bola suka heboh sendiri. Padahal suami gue jarang nonton bola lho. Jadi kebayang deh gimana hebohnya anaklo yang tiap hari disuguhi tontonan bola bareng keluarga🙂

      Kalo berita (especially infotainment) suka dilema ya. Mau ditonton tapi ada bocah. Gue sih ujung-ujungnya jadi baca di internet aja lah😀

  6. ya ampun bu iraaa, baca postingan ini dan liat trailer trust langsung bikin merinding lagi. aku pun yg suka ketakutan ga jelas gini. makanya suka jarang ngeblog ato apa takut keceplosan hal-hal yang sifatnya pribadi berhubungan dengan keamanan anak sendiri. aduh, kepedean diikutin stalker ya, tapi biarin deh abis dunia juga udah tambah gila.

    • Iya Mak Ietoh. Makanya di blog ini, gue gak kayak ibu-ibu lain yang banyak cerita soal anaknya. I write more about myself. Selain emang egois (hehehe..) gue parno banget soal keamanan anak. Itu nggak kepedean koq, tapi emang realitanya begitu. Serem bangeettt😦

  7. Tiap anak siy beda-beda tertariknya… ahnaf itu tertarik banget sama visual en gadget2 gitu… jadi dia kalo disetelin kartun… pasti nonton… nahhh adeknya… mau disetelin finding nemo, princess, ato apalahhh tetep aja ga dilirik… qiqiqi…

    Jadi yg emang yang harus diwaspadai si ahnaf… sekarang dia udah jago main angry bird n edugame di hape ayahnya… untungnya dia cuma bisa akses kalo sabtu minggu… kalo hari kerja… sepulang kerja tuh hape udah low bat en ga dicharge sampe ahnaf tidur… qiqiqi…

    Aq sama suami siy konek internet banget… wong akunya bisnis online… jadi mau ga mau 24 jam konek internet di netbook… cumaa… biar aq bisa kerja… di netbook aq itu sengaja ga pernah aq instal mainan en liat youtube… qeqeqe… jadi ahnaf itu kalo main di netbookku cuma betah sebentarrr… ga ada apa-apanya :))…

    Dulu siy… ngenalin nonton ke ahnaf lebih enak lewat laptop yang satunya… soalnya kita mikir kan ga ada iklan tuh… dan lebih bisa kita kontrol mau nonton apa… cumaa… jatuhnya jadi lebih dari 2 jam sehari dan dia bisa tidur sampe jam 11 malam karena tau kalo masa tayang film di laptop tak terbatas… akhirnya tuh laptop kita sembunyiin… truss dia nonton filmnya di tivi… yah… palingan juga 1 jam… soalnya dia selesai main sore itu pas maghrib… nah kartun di tivi itu selesainya jam 7… en jam 8 udah pulesss deee… qeqeqe…

    Untungnya siy… dia masih mau maen di luar… jadi walopun dia pegang hape… tapi di luar banyak temen2nya yang maen… dia lebih milih maen di luar…

    my-za.blogspot.com

    • Berhubung anak gue baru 1, jadi belum ada comparison nih Mak soal minat tiap anak, hehehe.. Thanks for sharing ya. Lumayan berguna banget kalo someday gue punya anak lagi. Jadi handling tiap anak beda gitu🙂

      Ahnaf pinter ya. Tetep lebih suka main di luar daripada mainan gadget🙂

  8. Waduh..ngeri emang ya..gw klo dirumah paling azzam nontonnya disney junior aja..itupun klo pas gw masak..jd biar azzam g ngerecokin ke dapur..tp ttp aja sih kadang2 bolak balik ke dapur jg :p..nahh..klo gadget..kebetulan maknya nih gatel pgn punya hape touch screen..beli lah samsung galaxy ace..diisi game2 anak2 lah..azzam gape banget mainnya (˘_˘”)..tp klo dirumah gw sembunyiin..jd dia main yg lain..kreta2an..ato tulis2..si hape ini gw keluarin klo dia lg distroller trus biar g lari2..macam dithamcit gt y gw kasi..klo dia lari2 kan barabe..rame gitu..ngeri ilang hiii..

    Klo ipad or tab2an..pak suami pgn punya..tp gak gw bolehin..selain mahal,gw jg blm liat ke-urgensi-annya pake gadget ini..jd y mending g ush lah..

    Pgn membatasi azzam nonton..tp maknya ini doyan nonton..walhasil y tipi nyala mulu..yg pasti no sinetron..no siaran berita..makanya gw kagak apdet berita y dr twitter..lha wong yg ditonton channel anak2..AFC..makan2..gt doank..siapa tau azzam jg doyan masak n makan kyk mamake ehehehe..

    Oia..satu lg bu ir..dirumah emg bs batesin..tp yg bahaya jg tuh pergaulan..ntr klo udh mulai sekolah ato sering main ma anak2 lain pasti ada aja deh kelakuan yg bikin kaget kita😦..makanya disini azzam jrg main ma anak2 sekitar..ampuun..mulutnyaa..kasar2 bgt klo ngomong..biarin deh azzam gw dekem aja dirumah dl..bs stress gw entar *emakposesip*

    • Eh bener banget Mit. Pergaulan juga amat sangat berpengaruh pada anak. Tapi, based on personal experience, kalo anak dibesarkan dengan bekal mental yang cukup, mudah-mudahan bisa menghalau efek negatif yang dibawa sama pergaulannya. Atau kayak nyokap gue dulu, beliau selalu berusaha kenal sama semua teman dan pacar gue. Jadi beliau bisa memantau, kayak gimana kira-kira pergaulan gue, perlu diwaspadai/gak, etc.

  9. gw sebenarnya strict sama anak gw yg 3,5 thn selalu bilang si iP*d punya ibu kerja (suwer buat kerja dan eeeer sama main Angr* B*rd sambil nyusuin Adeknya *pengakuan*), dia sie mau ngerti sampai suatu ketika dia lihatlah sepupunya main di tablet2x itu. ya kelolosan dech. nasibnya sama nie kayak gw jagain anak2x gw dari ciki dan teman2x, ya kalau ada acara ultah gudibeg-nya isinya segambreng MSG…
    banyak orang sie bilang jangan parno gitu sama gadget dan internet, kan ada child protect. ya gw sie ngukur dari diri gw sendiri aja, dulu waktu kecil buku Sydney Sheldon sama ortu ditaruh di lemari pling atas, teteup ya gw manjat, nah gw pikir juga anak2x gw pastilah akan akal juga ya gak.
    gw paling sedih liat satu keluarga di resto sibuk dg gadgetnya masing2x atau mereka bikin group chatting ya hehehehe. they don’t even have any topics to talk with. sedihnya.

    • Ih gile analogilo bener banget bok. Kita udah jagain anak supaya gak makan chiki, eh disodorin sama orang. Jadinya ya kudu kita kasih pengertian ya itu bocah-bocah..

      Trus setuju banget sama ceritalo soal novel Sydney Sheldon. Gue dulu beda kasus sih, bacain Oh Mama Oh Papa di majalah Kartini. Makanya pas kelas 2 SD gue udah sering nemu kata-kata “selingkuh” etc. Gosh, that was freaky!

      Iya gue wiken lalu makan di resto di PP. Di meja sebelah gue liat ada sekeluarga, anaknya masih usia TK-SD. Ya kayak yang lo cerita itu. Masing-masing sibuk sama gadget masing-masing. Sedih ya😦

  10. Sama bgt mak..soal child predator sih gw blom baca2 bgt (takut tambah parno) soale ank gw staun jg blom hehe tp soal gadget2an gw stuju bgt! Gw sih g bangga kl ank gw nanti piyik2 uda bs maen hp/ipad/inet..kalo bs diajak ngmg dengan baik,aktif gitu Baru bangga..

    Ada NIH cnth nyata 2 kasus yg pertama anaknya co 3 th,pinter bgt ngmgnya eh tau2 maen ke rumah gw nenteng2 game apaan tu?psp yah,Dan selama dirumah tu anak fokus Aja ama game Nya,kontan stlh mreka pulang orang rumah pd ngmgin soal kcil2 dikasi game

    Kasus 2 anak co umur 4-5 th,dulunya sring bgt maen game hp,akiranya suatu hari bapaknya marah diapus lah smua game di smua hp dirumahnya,akirnya skrg tiap ktemu orang/sodara pasti yg ditanya ‘Ada game g’ ksian g sih?

    Jadi emang smua itu g bs Berlebihan ya mak hehe

    • Iyak bener banget. Sesuatu yang berlebihan itu gak baik. Nah kalo untuk gadget dan internet, gue mah berpendapat mending dikenalinnya nantiii aja kalo emang udah butuh. Sekarang kan belum ada kebutuhan ya bok. Buat apa anak 3thn buka internet sendiri atau main PSP? IMHO belum saatnya. Nanti kalo udah SD baru mungkin pas ya buat bantu tugas sekolahnya🙂

      Child predator itu horrifying banget bok. Baca TL-nya @BraveKidsVoice aja sering bikin gue merinding dan ngilu sendiri. The world is no longer a nice place to play😦

      • Iya bner bgt..mungkin emang Ada game yang edukatif tp tetep lbh mending yang Maen langsung kan,kbetulan anak gw sih sampe ampir staun gini g kliatan terlalu tertarik ama kartun/tv/game pdhl gw maniak tv bgt,g bisa deh disuru jgn taro tv di kamar,takut bok…

        Tp teknologi emang cpet bgt sih,waktu gw awal kuliah tmen2 gw g smua punya laptop,kalopun punya ya dirumah,biasanya baru dibeliin/nenteng ke kampus pas skripsi,fast forward 3,5th kmudian pas gw mulai skripsi itu di lorong2 kelas smua megang laptop, apalagi jaman anak2 qt gede coba mak..jadi emang pendidikan moral yg musti kuat bgt ya biar bijaksana sama teknologi ceileeee

      • Hihihi.. Baca lo kudu taro TV di kamar jadi inget kisah hororlo yang kemarin dulu Lin😀

        Eh bener banget lho. Zaman kuliah dulu, gue pernah bawa laptop pinjeman kayaknya yang keren abis. Sekarang, gue main ke universitas deket kantor, semuaaa mahasiswa pada pake laptop. Walah-walaahhh… Ntar pas anak-anak kita gede, pada pake apaan dong ya? *pening*

  11. Pingback: Hadiah Pintu « The Sun is Getting High, We're Moving on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s