Case of the Ex

Gara-gara topik mantan pacar yang diomongin tadi pagi bareng emak-emak, gue jadi pengen nyanyi lagunya Julio Iglesias yang sudah gue modifikasi jadi “To All The Boys I’ve Loved Dated Before”

Hihihihi..

Soal mantan, there’s nothing I can be proud of. Mantan gue biasa-biasa aja, bukan sekelas aktor Hollywood, public figure atau konglomerat (yaeyalaah mana mau mereka sama gue :P). Lagi pula, jumlahnya sedikit koq *uhuk, hidung memanjang :D* Yang pasti, setelah gue telaah, ada dua kategori cowok yang pernah gue ‘kencani’ yaitu boyfriend type and husband type.

Yang gue pacarin, dalam artian beneran jadian trus ada proklamasi kemerdekaannya dan dikenalin ke ortu, adalah yang husband type. Ini jumlahnya cuma sedikit, 2 orang cmiiw (plus 1 sama laki ogut). Biasanya ciri-ciri mereka adalah bersifat serius, family oriented, plainly boring, but loving, trustworthy and responsible.

Nah kalo boyfriend type adalah cowok-cowok cinta monyet, trus juga cuma numpang lewat karena sekadar buat HTS-an, have fun, dan nggak ada apel malam Minggu, nggak ada ketemu ortu, endebre-endebre. Ciri-cirinya adalah fun, lively, gak membosankan, bahkan ada beberapa yang bad boy. Biasanya lama hubungan cuma maksimal 3 bulan. Rata-rata cuma 1 bulan malah. Jadi, jumlahnya nggak usah disebut ya? *tutup muka*

*picture’s taken from here *

Pertama kali pacaran? Telat gue. Baru pas kelas 3 SMA deh cmiiw. Itupun sama cowok yang naksir gue dari zaman SD dan aneh banget peristiwanya, hahaha.. *aku tak kreatiippp..* Dia pedekate ke gue berbulan-bulan, tapi pacarannya cuma 3 bulan karena ujug-ujug dia menghilang setelah gue kasih kado ultah dompet Billabong! Cih! *perhitungan :P*

Setelah ditelusuri, rupanya, dia nggak pede pacaran sama gue. Halaah.. Kagak tau aja dia gue kan jago pencitraan😛 Gak lama setelah ngilang, dia bolak-balik telepon dan pager gue untuk ngajak balikan. Ogeng dong akika, mana pasaran gue lagi naik waktu itu sebagai newbie di kampus😀

Oh ya sekarang si cowok ini udah merit dan punya anak, tinggal di luar negeri dan berubah jadi ANAK ROHIS! Kenapa gue tau? Soalnya dia nge-add gue di FB. Awal ngeliat profpic-nya di FB, gue kaget banget. Aku tak menyangka mantanku yang dulunya hedon dan temperamental sekarang jadi berjenggot, pake celana ngatung dan kegiatan favoritnya (yang tertulis di profil FB) adalah mengaji, hihihi.. 

Nah, meski telat pacaran, tapi ‘kencan’ mah gue udah dari SMP. Kencan = nonton berdua temen sekelas, film action Chuck Norris yang sumpeh norak banget, duduk jauh-jauhan, gak berani liat-liatan dan saking gugupnya, gue bawaannya pengen mindik-mindik pulang😀

Sebelum ‘kencan’ itu, si cowok rutiin banget ke rumah gue. Tapi as usual, dia bawa se-gank temen-temennya dan yang ribet ngobrol adalah temen-temennya itu. Jadi tiap malem Minggu, rumah gue rame dengan beberapa motor dan beberapa cowok. Kesannya laris manis tanjung kimpul banget deh gue😛

Trus dia nembak dan gue tolak, dengan alasan, gue belum boleh pacaran. Abis itu dia pacaran sama cewek lain, dan gue naksir kakak kelas, trus kita sekolah di SMA dan universitas yang beda. Tapi tetep lho, kalo ada event apapun yang melibatkan teman-teman yang kita kenal bersama, kita suka jalan bareng. Sampe akhirnya pas kuliah tahun ketiga, kita beneran pacaran. See, gue emang gak kreatip ya? 😛

Tapi ya, just like Keane’s song “Everybody’s Changing and I Don’t Feel the Same”, manusia memang berubah seiring waktu, dan kadang sosoknya beda banget sama yang ada di angan-angan kita. Lumayan juga tuh, tiga tahun pacaran dan gue baru menyadari ternyata kita emang kurang cocok di berbagai hal, terutama cara pandang hidup. Apalagi ortunya kurang setuju, yo wis akhirnya kita pisah baik-baik deh (meski penuh dengan isak tangis dan rasa sakit hati sih, hahaha..).

And to be honest, it was the worst break-up that I’d experienced in life. Mana waktu itu gue lagi jadi pengangguran pula. Ujung-ujungnya gue sakit, dan dia diopname. Hebat juga yah dampak patah hati pada manusia?🙂

 

Setelah itu, gue beberapa kali menjalani relationships sama orang yang beda-beda suku, agama, ras dan anatomi (eh maksudnyaa?? hihihi..). Sifatnya juga macem-macem. Ada yang posesif berat, ada yang cuek banget, ada yang playboy, ada yang geeky, ada yang serius, ada yang hobi dugem, ada juga yang dewasa banget.

Tipe yang terakhir ini malah pernah ngelamar gue 2-3 kali. Seriously, I liked him before he became so serious with the term ‘me+him = us’. Begitu dia jadi serius dan ngelamar, eikeh jadi parno. I considered him a loving man, but he’s just too good for me. So, I left.

Nah, pas pacaran sama hubby juga, nggak ada niat untuk merit whatsoever. Ya dijalanin aja dulu lah ya. Apalagi kita berdua udah sama-sama kenal lama (we’d been friends at the office for 5 years before we became lovers. See, gue gak kreatip khaann??). Trus beberapa kali gue ketemu dia lagi jalan sama cewek dan dia nge-gap gue lagi dikunjungi cowok-cowok di kantor, hahaha… Jadi udah sama-sama tau modus operandi masing-masing😉

Tapi mungkin dorongan (paksaan lebih tepatnya) dan doa dari emak bapak gue, akhirnya kekerasan hatiku (ciyeh) bisa tergoyahkan. Dan ternyata emak bapaknya hubby juga kebelet pengen ngawinin anak. Jadilah kita berdua sebagai korban pemaksaan kehendak ortu dan disuruh segera merit padahal baru beberapa bulan pacaran😀

Sekarang, hubungan gue sama mantan-mantan bervariasi. Ada yang baik-baik aja, ada yang gak baik-baik aja. Gue sih nggak berharap banyak dari hubungan dengan para mantan itu. Karena, gue berusaha memosisikan diri jadi istri/pasangan mereka.

Tentunya gue nggak suka kalo pasangan gue masih suka curhat atau tebar pesona ke mantannya. Karena itu, gue berusaha baik tapi tetep jaga jarak. Untuk menghormati hubby dan juga ngejaga perasaan pasangannya mantan. Intinya, gue pengen di antara kita udah nggak ada ganjelan masalah. Jadi kalo ketemu di jalan kan nggak rikuh, toh?

Anyway, mari kita bernyanyi lagu Cool by Gwen Stefani berikut ini, to all the persons we’ve loved (or dated) before🙂

It’s hard to remember how it felt before
Now I found the love of my life…
Passes things get more comfortable
Everything is going right

And after all the obstacles
It’s good to see you now with someone else
And it’s such a miracle that you and me are still good friends
After all that we’ve been through
I know we’re cool

We used to think it was impossible
Now you call me by my new last name
Memories seem like so long ago
Time always kills the pain

Remember Harbor Boulevard
The dreaming days where the mess was made
Look how all the kids have grown
We have changed but we’re still the same
After all that we’ve been through
I know we’re cool

And I’ll be happy for you
If you can be happy for me
Circles and triangles, and now we’re hangin’ out with your new girlfriend
So far from where we’ve been
I know we’re cool

10 thoughts on “Case of the Ex

  1. Huahahaha… jadi inget sm mantan yg disana.. mantan yg disini *sok bgt, pdhl cm 2 biji*

    Ehehehe,, lumayan mbak, bisa buat cerita, bwt nadira.. *eh?*

    Ah, baca post ini jadi kyk flash back gt.. Thx u mbak.. *lgs sms*
    😀

    • Lhoo pas kan, yang di sini + yang di sana = 2 orang😀

      Iya ini membuktikan kalo ibunya Nadira laku juga ya bok pas masih muda, hahhahaa.. Ciyeh ciyeeh mau sms siapa tuh, eh kamsudnya, mau sms yang mana?😉

  2. Kalau inget2 masa lalu rasanya malu, kalau bisa mau menghapus semuanya supaya hidupku lempeng2 aja & bersih

    Tapi ya ga bisa, lagipula kt bljr dari kslhn jadi bisa sampe sekarang sebetulnya jg krn jasa mantan :p

    *Ugh*

    • Ahahahahhaa… Ideeemmm.. Kayaknya kalo inget masa lalu, especially when it’s related to wrong people, rasanya mau di-delete semua ya bookkk😀

      Tapi gue pernah baca di majalah, kalo nggak salah gini “Para mantan itu bagaikan pintu yang mengantarkan kita ke pasangan kita saat ini.” And I guess, it’s so damn true. Tentu aja, kita kudu belajar dari kesalahan masa lalu ya bok. Misalnya dulu punya mantan playboy, jangan sampe dapet suami yang playboy juga, hahaha.. *curcol :P*

  3. Owalah…loe ketemu Mas Adi tuh di SP ya, Ra ? *pura-pura gak tauk*
    Gw pikir di acara TV yang “mirip arteis” itu…*nyeheh..ngumpet dibalik Tita*. Tapi Mas Adi bener tuh Ra, cowok baik-baik banget. Mirip sama Papa Nico #eeh

  4. Waaahhh keren dirimu Ra, kog dimasa muda dahulu, gw sudah merasa cukup menawan gag ada juga yang ‘mendekati’? hahahaaaha… terlalu bawel dan sok artis kami kira :D… jadinya mantan cuma 1, dan itu pun apa yah nostalgianya wong sekarang si doi jadi temen tidur hehehehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s