Nadira’s Current Obsessions

…are these:

Yes, it’s the infamous Diva and Pupus VCDs. Buat yang belum tau, Diva dan Pupus itu merupakan VCD untuk anak-anak preschool yang berisikan tokoh kartun Diva dan her talking cat, Pupus (that’s also able to stand and walk with its two legs, serem gak sih kalo ada di dunia nyata :P). Animasi gitu deh.

What I love about this VCD is, isinya edukatif, ada story line-nya dan pake Bahasa Indonesia. Yang seri “Bernyanyi Sepanjang Hari” isinya lagu-lagu berbahasa Indonesia, mulai dari Bangun Tidur, Taman Kanak-Kanak, Balonku, etc. Urutan lagu-lagu itu pun dibikin sedemikian rupa sehingga ada ceritanya.

Dimulai dari Diva dan Pupus bangun tidur (mereka bobo seranjang + sharing selimut lho. Buset kalo gue jadi emaknya, udah gue omelin tuh si Diva). Trus mereka nyanyi Bangun Tidur, sambil memperagakan mandi, gosok gigi, beresin tempat tidur. Abis itu mereka ke sekolah, dan nyanyi lagu Taman Kanak-Kanak. Di sekolah mereka digambarkan belajar dan nyanyi Mari Berhitung dan Mengenal Bentuk. Gitu-gitu deh sampe ceritanya Diva dan Pupus pulang, jalan-jalan, dan mau tidur.

Lagu-lagu di VCD ini pendek-pendek. Jadi nggak membosankan buat anak-anak seumur Nadira. Trus kontennya juga netral. Artinya, meski dibuka dengan ucapan Bismillah dan pas digambarin Diva pulang mengucapkan Assalamualaikum, kontennya bisa masuk untuk semua agama. Tokoh Diva dan Ibunya pun digambarkan biasa aja, nggak pake jilbab kayak VCD Islami pada umumnya.

Nah di VCD yang kedua, “Ayo Belajar Berdoa bersama Diva” baru deh konten Islaminya ada. VCD yang ini nggak terlalu fun ya menurut gue, malah cenderung membosankan awalnya buat anak seusia Nadira. Kenapa? Karena di sini nggak ada nyanyi-nyanyinya, melainkan berisi story line kegiatan Diva dan Pupus sehari-hari diselingi cara berdoa. Yang diajarin doa sehari-hari sih, kayak doa sebelum dan sesudah tidur, doa mau sebelum dan sesudah makan, doa untuk orangtua, dll, dsb.

Oh ya, VCD Diva dan Pupus ini di Gramed tersedia dalam beberapa variasi. Selain dua yang tadi gue sebutin, ada juga yang “Mengenal Huruf Latin”, “Belajar Membaca”, “Belajar Menghitung”, “Belajar Mengenal Huruf Hijaiyah”, etc.

Pertama-tama hubby iseng beliin Nadira VCD Diva dan Pupus yang “Bernyanyi Sepanjang Hari” pas kita lagi belanja bulanan. Hasilnya, beneran kecanduan dah tuh bocah. Selain Mickey dan Barney, sekarang Diva dan Pupus adalah idolanya.

Lucunya, kalo nonton VCD Diva dan Pupus, Nadira pasti minta dikuncir dua. “Supaya taya Tata Dipa.. (supaya kayak Kakak Diva),” katanya. Maapkan pronounciation V dan F yang jadi P ala orang Sunda (eh emang ada darah Sunda sih dari Eninnya). Sekarang setelah dilatih, bisa juga ngomong V/F, tjentjunya dengan ludah muncrat kemana-mana😛

Selain dikuncir dua, dia juga keukeuh minta dibeliin boneka Pupus, alias boneka kucing. Mintanya ke hubby pula, yang amat sangat tidak bisa menolak request dari putri kesayangannya itu. Jadilah laki gue di sela-sela meeting, menyempatkan diri ke mol sebelah kantornya dan pulang dengan menenteng boneka kucing. Ih, kamu kebapakan sekali Papah!

Gak cukup itu, pada suatu hari, Nadira melontarkan satu permintaan. “Ibu, ini butan Mbak Dila, ini Tata Diva (Ibu, ini bukan Mbak Dira, ini Kakak Diva),” katanya sambil nunjuk dirinya sendiri. Setelah itu, kira-kira seminggu dia cuma mau dipanggil dengan nama Kakak Diva, bukan Mbak Dira. Kemana-mana dikuncir dua sambil gendong si Pupus. Untung sekarang udah insyaf, and she’s back to her old nickname. Kalo kagak, syerem juga yak anak kecil udah split personality😛

Oh ya, di VCD “Belajar Berdoa bersama Diva” pas bagian doa orangtua, digambarkan Diva dan Pupus menemukan album foto Diva waktu masih kecil. Ibunya Diva pun bercerita tentang Diva waktu masih di dalam perut, dilahirkan, belajar jalan, makan, sakit, dsb. Tentunya semua cerita itu dikasih ilustrasi saat Diva kecil. Ya ampun, bagian ini favoritnya Nadira banget deh. Melek mata pasti minta disetelin “Dede Tata Diva nanis (Dede Kakak Diva nangis alias Diva kecil nangis)”. Trus mukanya terharu gitu ngeliat proses Diva lahir sampe sebesar sekarang.

Kalo kata ART gue mah “Kayaknya Mbak Dira pengen punya adik, Bu.” Eerrrr… Ntar dulu ya, Nak. Nonton dedeknya di VCD aja dulu😀

*Tata Diva gadungan baru bangun tidur, belum sempet dikuncir dua, tapi langsung pegang VCD dan bawa-bawa Pupus KW3*

18 thoughts on “Nadira’s Current Obsessions

    • Kan kalo download itu = membajak Del. Dan fatwa MUI bilang, membajak VCD itu haram hukumnya. Jadi akyu mau yang aseli aja doonng… *untung harganya murce, coba kalo 50rb, pasti gue donlot juga tuh, hihihi…*

  1. Wkwkwk,, toss dulu ah Kakak Dira :p eh Kakak Diva..

    Alhamdulillah Fadly skrg udh ga terlalu keranjingan lagi Ra, pindah ke ondel2 ama robot. Klo udh disetelin DVD Gaban atau Ksatria Baja Hitam ma bapaknya, alamat 24 jam minta itu terus… ampyun deh anak laki. Udh gitu laki gw demen bgt donlot film2 jaman kita kecil dulu kaya Gaban, Saint Seiya, Google V, Kura2 Ninja, Ksatria Baja Hitam…makin menjadi2 deh😀

    • Eeehh.. Fadly itu DVD Gaban, Gogle V, Sarivan, dll, kan idola Papanya Nadira. Bookk laki gue zaman single dulu kerjanya beli DVD Gaban dll di tukang DVD. Jadilah semasa pacaran, gue sering disuguhi tontonan DVD-DVD itu di mobil😛

  2. Pingback: Pretend Play « The Sun is Getting High, We're Moving On

  3. Pingback: ACI (Aku Cinta Indonesia) « The Sun is Getting High, We're Moving On

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s