In Memoriam, Friendster

Sekitar 5-7 tahun lalu, siapa sih yang nggak kenal friendster? Bahkan dulu sempat mewabah dan bikin buanyaaak banget orang kecanduan. Dan di beberapa instansi pemerintah dan kantor swasta, friendster sampe di-banned karena dianggap mengganggu kinerja pegawainya.

Kantor gue sih dulu untungnya cuma sempet blokir friendster sebentar. Lagian diblokir juga nggak ngaruh sih karena rata-rata pegawai kantor gue pan kerjanya ngeliput di lapangan. Yang stay di kantor waktu itu udah pada tuwir bin oldies dan gak suka bergaul via social media. Jadi akhirnya friendster pun dibuka kembali.

Kalo ABG sekarang sering galau di twitter dan facebook, gue dulu sering meng-galau di friendster. Especially di bulletin board-nya. Isinya pun aneh-aneh. Mulai dari curcol, lucu-lucuan sampe vulgarisme. OMG, malu bener ingetnya deh!

Sayang, mulai hari ini friendster resmi ditutup. Meski udah lama gak buka dan terus terang, bosen dengan friendster, still, it keeps some of my past stories. Dari yang lucu-lucu sampe yang bikin hati gimanaa gitu mengingatnya (lebay.com :P). Just like a quote from my favorite movie, Before Sunset, says:

Memory is a wonderful thing, if you don’t have to deal with the past.

Anyway, here is a note from my multiply, a memoir of my friendster account. I wrote this about 4 years ago and decided to copy paste it here because I think it’s related to this postingπŸ™‚

 

How to Increase Your Confidence in 10 Minutes

When you’re down and lonely, there’s one thing that will heal you in an instant. It’s called friendster. Gak mutu ya tips gue yang ini? Hehehe.. Abis gimana dong. It really happens to me everytime I feel sooo low.

Bagian yang paling gue rekomen utk diliat adalah testis eh salah, Testimonials & Comments dari temen-temenlo tuh. It’s really fun to read what people wrote about yourself. It’s like seeing yourself from different and various perspectives. Banyak hal yang gak lo rasa, tapi ternyata jelas keliatan di mata orang, bahkan meninggalkan kesan mendalam pada mereka.

Makanya, pas gue baca novel Beauty Case-nya Icha, gue langsung mengangguk setuju pas dia bilang, cara efektif untuk menumbuhkan rasa pede dalam sekejap adalah dengan baca testis-testis di friendster. High five to you girlfriend! Gue mah udah melakukannya sejak lama. Dari zaman-zaman keranjingan friendster 2004 dulu, sampe sekarang kalo gue lagi bener-bener ngerasa blangsak.

Apalagi, this is the best part, testisΒ dan comment dari temen-temen gue mostly isinya sangaaatt menyenangkan. Maksudnya, mereka muji-muji ikk melulu gitu lowh, hihihhi.. Ada yang bilang gue pintar, seksi, cantik, ramah, macem-macem lah. Akh, padahal saya kan biasa-biasa aja. Gak segitu hebatnya koq teman-teman. Bener deh.. (Sambil tersenyum malu2, nurunin harga naikin mutu bok! Hahaha..)

Yakh, inti dari blog gak penting ini adalah, meski friendster sering dibilang sebagai situs gak penting oleh sebagian orang, for me it still has a big part of my life, yakni sebagai obat mujarab penumbuh kutil, eh maksudnya, penumbuh rasa pede kalo gue lagi ngedrop abis. Betul tokh??

P.S: Sambil menulis blog ini, penulis juga membuka-buka seluruh testis dan comments di friendsternya. Bukan lagi butuh obat penumbuh pede instan, tapi emang lagi narsis ajaπŸ˜›

15 thoughts on “In Memoriam, Friendster

  1. iih emang ya keunggulan FS dibanding FB itu ya di bagian testisnya..seru banget & bisa bikin kita senyum2 sendiri minta ditampol org yg liat hahaha.

    dari FS jg dpt gebetan & bbrp blind date hahhaha..ya maklum jaman single, kl lg jomblo lsg tebar pesona minta digodain..najong bgt kl inget hahaha

    di FS pula ada testi dr laki gw yg jaman dl samsek blm taksir2an..pure msh temen & suka berantem..kl baca jd malu *tersipu2*

    • Beneerr! Meski FS terkesan jadul dibanding soc med lain, tapi bagian testisnya itu lhoo.. Gue biasanya kalo nulis testis itu kayak cerpen. Panjang dan bener-bener serius isinya tentang orang tersebut di mata gue. Makanya gue suka bete kalo ada yang isi testis cuma asal-asalan, atau ceting di bagian testis. Hih! *perfeksionis :P*

      Ceileeehh.. FS ternyata menyimpan segudang story sm lakilo ya Mak? Uhuhuhuuyyy..πŸ˜€

  2. serius ditutup? barusan masi bisa…..duh jangan mati dong FS, ketemu suami lewat sono soale…ntar gimana dong membuktikan ke anak kalo FS itu mak comblang ortunya?

  3. ahahahaha betul banget deh, testi FS tu emang penumbuh rasa pede. Apalagi kalo temen deket, pasti nulisnya baik baiiiikk semua.
    Tapi kebelakangan, malah jd tempat bales2an message, kaya sms. Cuma buat banyak2in testi doang kikikikik.

    • Gue malah pernah nemu halaman testi orang yang isinya cetingan temen-temennya gitu. Sementara si owner halaman malah gak ikut ceting. Lah, kasian amat yak. Disangka itu kaskus atau forum online apa?πŸ˜€

  4. Pingback: Socmed Oh Socmed « The Sun is Getting High, We're Moving On

  5. Pingback: Akibat Kurang Kece « The Sun is Getting High, We're Moving on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s