Bin Laden or John Lennon?

Maap ya posting-nya keseringan. Soalnya lagi iseng nunggu jadwal dugem (duduk gembira di karaoke) bersama teman-teman.

Kali ini gue mau curhat nulis tentang pindah agama. Just like I wrote here, gue gak peduli sebenarnya sama identitas agama seseorang. Yang penting orangnya asik buat jadi teman dan baik sebagai seorang manusia.

Tapi rupanya tidak semua orang setuju dengan pendapat gue. Ada seorang teman, sebut saja namanya X, yang salah satu misi hidupnya adalah membuat orang pindah agama. Dan, yang diincar selalu adalah single mom muda nan cantik dengan anak masih kecil-kecil, yang agamanya beda dengan X.  Boleh janda cerai atau janda mati.

Pertama-tama, si X ini akan mengambil hati single mom itu. Caranya? Dengan mendekati anak-anaknya. Emang sih kebetulan si X ini punya kemampuan untuk bisa dekat dengan anak-anak. Nah, hati perempuan mana sih yang nggak luluh melihat cowok single, masih muda, dengan karier bagus, mau mengasuh dan lengket dengan anak-anaknya? Tersanjung, sudah pasti. Sekaligus terharu karena gue yakin, rata-rata kriteria pertama single mom dalam mencari calon suami adalah mencari laki-laki yang bisa dekat dengan anaknya.

Nah, setelah sukses mengambil hati sang single mom, X pun kemudian mengajukan syarat. “Aku mencari perempuan untuk dinikahi, bukan cuma pacar. Tapi syaratnya, kamu harus pindah ke agamaku.” Awalnya, siapa sih yang nggak berat pindah agama? Kan nggak semudah membalik telapak tangan, bukan? Tapi berkat ucapan-ucapan X yang sangat persuasif, terus si cewek diajak ketemu ibunya, teman-temannya, dll, hati sang single mom tambah mantap dong untuk pindah.

Korban pertama, seorang single mom dengan dua anak cowok, sebut saja I, sukses diajak beribadah secara rutin di rumah ibadah tempat X biasa beribadah. Bahkan, untuk membuktikan cinta, X juga minta I untuk melakukan hal-hal yang dilarang dalam agamanya. Tapi hubungan ini kandas di tengah jalan.

Sekarang, X lagi membidik korban baru. Single mom cantik dengan dua anak yang suaminya sudah meninggal. Barusan gue iseng liat profilnya si Mbakyu ini, kayaknya misi X dalam meng-convert sang single mom udah sukses deh.

Duh, hati gue kayak tertusuk sembilu banget. Soalnya gue cukup tahu si X ini. Meski mengiming-imingi pernikahan dll kepada sang single mom, dia tetep tebar pesona kemana-mana. Kasian kan korban-korbannya..😦

Gue tau, dalam pikiran orang yang cukup fanatik, meng-convert seseorang untuk memeluk agama mereka itu bisa memberikan pahala macam reward yang kita dapet pas belanja pake CC gitu. But is it true? Who can prove that we’ll get the so-called reward? Besides, do heaven and hell really exist? Because IMHO, eternal happiness is such a boring phrase. *maap gue emang penganut John Lennonisme mixed with Dalai Lama*

*picture’s taken from here *

Si X ini kayaknya memilih single moms sebagai korban karena mereka adalah sasaran empuk. As we all know, single moms in Indonesia are mostly perceived as people at the lowest level of social hierarchy. Gue pernah baca dimana gitu curhat seorang single mom yang berbunyi: “Di Indonesia, posisi perempuan saat single itu nol. Begitu menikah, jadi +1. Tapi begitu bercerai, jadi -1.”

Jadi no wonder mereka bisa dengan gampang luluh kalo ada cowok yang perhatian dan sayang sama anak-anaknya, trus sukses secara finansial, masih single dan lebih muda pula. Rasa percaya diri langsung meningkat drastis karena berarti, posisi mereka selevel dengan cewek-cewek yang masih gadis.

Makanya di kasus X ini, gue jadi ngenes. Koq tega-teganya sih dia mempergunakan para single moms sebagai sasaran ‘dakwah’-nya? Gue udah protes dan komplain berkali-kali, X tetep cuek. Malah suka cerita seberapa maju program peng-convert-annya itu. Dan buat ngomong ke ceweknya, gue males. Buat apa? When people fall in love, they will not be able to see things clearly, rite?

Ujung-ujungnya, gue cuma bisa diam sambil berpikir, ya udah lah, kalo itu emang dosa, dia yang pikul sendiri. Lagi pula, dosa itu relatif sih. Di sisi agama A yang kehilangan, si single mom dianggap dosa karena pindah. Tapi di sisi agama B yang menerima umat baru, si single mom dianggap mendapat pahala berlipat.

Gue nggak mau ngurusin dosa karena itu personal banget. Gue cuma kasian aja kalo setelah convert, tapi si single mom ini disia-siakan. Apalagi kalo sampe anak-anaknya ikut di-convert juga padahal mereka ngerti juga nggak.

Duh!😦

18 thoughts on “Bin Laden or John Lennon?

  1. Eh, gilak ternyata ada toh orang2 kaya X ini. Gue sempet denger gosipnya aja tapi gak percaya karena gue mikirnya di Indo yg namanya sirik2an antar agama itu santer banget. Pelakunya cuma satu orang (kaya si X ini) tapi nanti semuanya kena cap yg sama. “Hati-hati sama orang agama itu, kerjaannya ngerayu orang biar convert”

    • Iya bok, temen gue yang seagama sama si X aja shock dan muarah besar pas tau kelakuan si X. Menurut dia “Kalo mau menarik orang supaya pindah agama, bukan dengan menipu kayak gitu. Harusnya si X itu jadi manusia yang baik, penuh kasih dan kasih contoh baik. Sehingga orang tertarik dengan agama yang dianutnya dan mau pindah dengan kesadaran sendiri. Kalo kayak gini, begitu si X nggak ada, dijamin pacarnya bakal balik lagi ke agama asalnya. Jadi buat apa main-mainin agama kayak gitu?”

      Dan gue setuju banget sama omongan dia.

  2. idiiih…sorry to say ya,tapi buat gue ko si x ini malah mempermalukan agamanya sendiri ya?lah..ngajak orng pindah agama ko pake iming2 gombal murahan.

    • You got that right! IMHO, kalo mau meng-convert seseorang jadi seagama sama lo, mending pake trik yang positif. Kalo dengan gombal gitu, jatuhnya kan jadi nipu ya.

      Oh ya, gue pernah diceritain temen, di kantornya dulu, banyak office boy dan pegawai kontrak yang dipanggil SDM dan diancam untuk pindah agama kalo mereka mau diangkat jadi pegawai tetap. Kalo nggak mau pindah, ya nggak akan diperpanjang kontraknya. Sekarang sih udah nggak lagi, tapi tetep aja, hal-hal kayak gitu IMHO mah gak manusiawi ya. Kan hak untuk milih agama atau tidak beragama sama sekali itu hak asasi yang basic banget. IMHO, Tuhan nggak perlu dibela. He’s much more powerful than we, human.

  3. Astaga,..mentalnya si X ni mental kacangan bgt d!! Tp bner kata lo Ra,sapa qt bs mnjudge dosa apa gk?tp gw berhak dnk nge-judge si X bljr agamanya sparo2 :p lagian di ajaran manapun gk kn ada yg nulis ky gt.. Ngrusak bgt d org mcem ini #emosi jiwa

  4. si X ini sok kece beuneur sih.
    Pede amat tebar pesona sana sini. Udah sok kece, sok ngarepin masuk surga pulak karena sukses mengconvert orang. Untung gw gak kenal cowok model begini, sayang kunci stang gw…

  5. ya ampuunn..ada ya org ky gini..cetek bener ya..siapa dia bisa maksa2 org buat pindah agama n pake trik gombal pula? malesin bener..Di Islam aja dibilang agamaku agamaku, agamamu agamamu..yg berhak nentuin org dosa atau ga, masuk surga atau ga ya cuma Allah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s