Kalimat Inspiratif (Nih Yee..)

Okeh, dapet PR dari UmNad tentang kalimat inspiratif. Terus terang, ini adalah salah satu dari tiga PR yang gue dapet. 2 lainnya datang dari Indah dan Gemma, dua-duanya nyuruh gue mendongeng tentang diri sendiri.

Kenapa gue milih ngerjain yang inspiratif dulu? Bukannya karena lebih gancil ya. Tapi karena gue kan orangnya jaim neik. Maunya nulis yang inspiratif dong, supaya bisa inspire people *pencitraan beneeuurrr..*

Padahal, ini serius, gue keringet dingin mikirin kalimat inspiratif. Puyeng, secara gue kagak ada bijaksana dan inspiring-inspiring-nya acan. But anyway, untunglah daku teringat pada sebuah cerita di majalah Bobo yang gue baca saat zaman SD. Gue nggak inget persis nama-nama tokohnya gimana, jadi kira-kira begini ya ceritanya:

*picture’s taken from here *

Suatu hari, seorang bapak datang berkonsultasi kepada Abu Nawas. Dia berkeluh kesah tentang kondisi rumahnya.  “Rumah saya sempit sekali, padahal di dalamnya ada istri, 4 orang anak saya dan 2 orangtua saya yang sudah tua. Apa saran Anda untuk memperluas rumah saya?”

Abu Nawas menjawab, “Masukkan dua ekor ayam ke dalam rumahmu. Bulan depan, silakan datang kemari lagi.”

Bulan depan, si Bapak kembali datang. Abu Nawas langsung bertanya, “Bagaimana kondisi rumahmu sekarang?”. Si Bapak kontan menjawab, “Apanya lebih luas? Rumah saya sekarang seperti kandang ayam. Sudah sempit, kotor sekali. Ada saran lain?”

Abu Nawas bilang, “Masukkan dua ekor kambing ke dalam rumah. Bulan depan, silakan datang kembali.”

Bulan depannya, si Bapak kembali datang dengan wajah lesu. Abu Nawas bertanya, “Bagaimana kondisi rumahmu saat ini?”. Kontan si Bapak menjawab, “Aduh, rumah saya sudah seperti kandang kambing. Sudah sempit, jadi tambah sempit sekarang. Ada saran lagi?”

Abu Nawas menjawab, “Masukkan dua ekor sapi ke dalam rumahmu. Bulan depan silakan datang kemari.”

Bulan depannya si Bapak kembali dengan muka lesu dan mata hitam. Abu Nawas bertanya, “Bagaimana kondisi rumahmu? Ada perbaikan?”. Si Bapak kontan menjawab, “Rumah saya sudah seperti neraka. Anak-anak susah tidur. Orangtua saya marah-marah. Ayam, kambing dan sapi berkeliaran dan buang air dimana-mana. Saya stres! Saran Anda semuanya gagal!”

Abu Nawas mengatakan, “Coba sekarang keluarkan sapi dari rumah. Bulan depan silakan datang ke mari.”

Bulan depannya, si Bapak datang. Abu Nawas pun bertanya, “Bagaimana kondisi rumah Anda?”. Si Bapak mengatakan, “Wah rumah saya sekarang jadi terasa lebih rapi dan lega,” sambil berseri-seri.

Abu Nawas mengatakan, “Kalau begitu, sekarang, keluarkan kambing dari rumahmu. Bulan depan silakan datang kemari”

Bulan depan, si Bapak datang dengan wajah rileks. Abu Nawas bertanya, “Bagaimana kondisi rumahmu sekarang?”. Si Bapak mengatakan, “Rumahku indah sekali. Anak-anak juga lebih tenang sekarang.”

Abu Nawas bilang, “Kalau begitu, keluarkan ayam dari rumahmu sekarang. Bulan depan, silakan datang kemari.”

Bulan depannya, si Bapak kembali datang dengan langkah yang ringan, penuh semangat. Abu Nawas bertanya, “Bagaimana sekarang kondisi rumahmu?”. Dengan wajah berseri-seri, si Bapak bilang, “Rumahku seperti istana! Istriku pun sekarang bernyanyi terus, tidak lagi mengomel dan cemberut. Orangtuaku jadi terlihat awet muda. Anak-anakku mudah belajar karena rumah kami indah, luas dan bersih. Terima kasih Pak!”

So, what’s the point of the story? IMHO, it’s about being grateful, being grateful, and being grateful, for everything you have now. Manusia, especially me, memang lebih mudah mengeluhkan apa yang tidak dimilikinya dibanding bersyukur atas apa yang dimilikinya saat ini. Ilustrasi kisah di atas dengan jelas menunjukkan itu, bukan?

Yes, men are never satisfied with what they have. Which is good, I think. Kalo cuma puas dengan apa yang dimiliki saat ini, kita nggak akan ada keinginan untuk lebih maju, toh? Tapi ya juga jangan lupa bersyukur.

Pada umumnya, kita baru menyadari apa yang kita miliki itu indah dan berguna setelah benda itu hilang, atau kita tertimpa masalah. Seperti kita baru menyadari nikmatnya tubuh sehat di kala tubuh kita sakit. Atau air itu menyegarkan di kala kita kehausan. Atau pekerjaan kita yang menyebalkan itu ternyata menyenangkan di saat kita jobless. Jadi, ya gitu deh *maap gak pinter merangkai kalimat yang puitis*

Nah, sesuai dengan peraturan *halah* selanjutnya tugas menulis kalimat inspiratif ini akan gue serahkan pada the one and only Gemma. Why? I think she has more touchy personal experience that will make her inspiring story better than mine. So girls, let’s wait what Gemma will write on her blog, shall we?🙂

*picture’s taken from here *

9 thoughts on “Kalimat Inspiratif (Nih Yee..)

  1. Pingback: Tweets that mention Kalimat Inspiratif (Nih Yee..) « Our Diary -- Topsy.com

  2. Pingback: PR Inspiratif >> RencanaNya Pasti Indah dan Rapih « ingga’s blog

  3. yay..makash yaaa mbaa udah berbagi kalimat inspiratifnya..
    bener bgt tuh “kita baru menyadari apa yang kita miliki itu indah dan berguna setelah benda itu hilang, atau kita tertimpa masalah”
    karenanya kita harus senantiasa bersyukur dengan segala nikmat yang ada..apapun bentuknya..

  4. Me like! Thanks, Ra, perlu bgt nih baca tulisan kyk gini di saat2 genting seperti saat ini. Jd mengingatkan gw (more like a slap in the face) utk be grateful. For everything I have and even everything I’ve lost.

    Me want more!

  5. Ini pasti ada unsur bales dendam deh! *grmbl-grmbl*

    Tapi tulisan lo di atas bagus banget, untuk sesaat gue tertegun dan merenung, kok bawaan gue ngeluh mulu sih.. Tadi mikirnya ngeluh karna bawaan orok (apa emang ya?) tapi emang susah bersyukur! Ada aja yg ngga puas, ya duit kurang lah, badan susah kurus, anak rewel, bawaannya pingin ngedumel mulu..
    Mudah2an dpt pencerahan deh ogut, dan tanpa harus masukkin ayam-kambing ke rumah (literally).

    Ok, Insya Allah tugas pasti dikerjain ya Ra, masalahnya ndak tau kapan.. (nyontek Mario Teguh aja boleh ngga biar kesannya inspiratip & zuper?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s