AFL: Masih tentang AsJi

Holaaa… Saya kembali lagi. Tetap dengan pengetahuan financial planning yang cetek-sumetek. Namapun amatiran iniihh..

*picture’s taken from here *

Anyway, masih inget kan blog akyu sebelumnya? Ini ceritanya lanjutan blog entuh, masih ngebahas tentang Asuransi Jiwa gitu (note: AFL = Alice in Financial Land). Gara-gara kepotong jalan-jalan ke Yogya (ciyeh pamer), urusan Asji pun keteteran.

Namun, beruntunglah saya punya teman yang baik hati dan tidak sombong jagoan lagi pula pintar macam Dina. Sambil gue liat Prambanan, sambil tanya rekomendasi agen asuransi. Sambil gue naik delman, sambil tanya reksa dana saham yang cihuy. Sambil gue makan gudeg Yu Djum, sambil tanya dana pendidikan. Mudah-mudahan pinternya nular ya Din! *kepretin air kembang tujuh rupa*

Oh ya, dari Dina pula gue dikasih rekomendasi agen asuransi dari Matahari Hidup (terjemahin sendiri ke B. Enggres yak). Email-emailan lah gue sm diana setelah balik dari Yogya. Ih, hits banget nih sang Mbak agen. Gue email doi pas hari libur, masih pagi pula, jam 10-an. Isi pertanyaannya standar, minta proposal ilustrasi asuransi jiwa (term life) untuk gue dan hubby dengan kondisi kami masing-masing, plus rider yang dibutuhkan. UP-nya untuk gue Rp 1M, untuk hubby bervariasi, dari Rp 1M, Rp 1,5M dan Rp 2M.

Eh gak nyampe sejam, doi reply balik, lengkap dengan ilustrasi proposal term life dalam format PDF. Dia juga kasih pin BB dan nomor telepon, kalo-kalo gue mau diskusi lebih lanjut. Oh ya untuk rider, dia menyarankan waiver premium dulu, alias pembebasan bayar premi kalo kita cacat tetap total, sesuai dengan yang  dijabarkan oleh blog ini. Untuk rider lain macam kecelakaan dan penyakit berat, dia menyarankan untuk disesuaikan dengan kondisi gue dan hubby. Malah dia bilang sih, lebih murce dan maksimal hasilnya kalo pake asuransi terpisah, gak dijadiin satu sama Asji.

Ini ya ilustrasi proposal untuk gue dan hubby untuk term life selama 20 tahun (duh maap namapun gaptek, diketik manual aja ya cyin):

1. Ira

UP Rp 1 M, Premi Tahunan Rp 2.839.200
Penjelasan Manfaat
– Program Dasar Rp 1 M
Premi Tahunan Rp 2.730.000
– Pembebasan Premi Akibat Pemilik Polis Cacat Total Rp 2.730.000
Premi Tahunan Rp 109.200
– Total Premi Tahunan Rp 2.839.200

2. Prasto

  • UP Rp 1 M, Premi tahunan Rp 5.408.000
    Penjelasan Manfaat
    – Program Dasar Rp 1 M
    Premi Tahunan Rp 5.200.000
    – Pembebasan Premi Akibat Pemilik Polis Cacat Total Rp 5.200.000
    Premi Tahunan Rp 208.000
    – Total Premi Tahunan Rp 5.408.000
  • UP Rp 1,5 M, Premi Tahunan Rp 8.112.000
    Penjelasan Manfaat
    – Program Dasar Rp 1,5 M
    Premi Tahunan Rp 7.800.000
    – Pembebasan Premi Akibat Pemilik Polis Cacat Total Rp 7.800.000
    Premi Tahunan Rp 312.000
    – Total Premi Tahunan Rp 8.112.000
  • UP Rp 2 M, Premi Tahunan Rp 10.816.000
    Penjelasan Manfaat
    – Program Dasar Rp 2 M
    Premi Tahunan Rp 10.400.000
    – Pembebasan Premi Akibat Pemilik Polis Cacat Total Rp 10.400.000
    Premi Tahunan Rp 416.000
    – Total Premi Tahunan Rp 10.816.000

Oh ya, gue sempat menanyakan dua pertanyaan bodoh ke Mbak agen. Here they are: (please don’t laugh)

  • Apakah premi laki-laki selalu lebih tinggi dari perempuan?

-> Jawaban:

Iya. Umur laki-laki secara umum lebih pendek dari wanita. Jadi dianggap kali-kali punya risiko lebih besar sehingga preminya lebih mahal.

  • Apakah kondisi merokok/tidak berpengaruh? Dan kalo misalnya suami saya merokok dan mengaku tidak, apakah akan ketahuan oleh pihak asuransinya?

-> Jawaban:

Di Matahari Hidup urusan merokok/tidak nggak ngaruh. Tapi beberapa asuransi memang menganggap ini penting. Kalo mau bohong sih bisa banget. Tapi akan rugi di kliennya. Ketika akan membayar klaim (tertanggung meninggal dunia) maka akan dibutuhkan surat-surat untuk pengurusannya, di antaranya surat kematian dan medical record. Dari situ bisa ketahuan deh, apakah klien berbohong atau tidak.
Ada kemungkinan juga sih nggak ketahuan. Tapi kalau sampai ketahuan, kasihan penerima manfaatnya, karena manfaat/klaim tidak akan dibayarkan
Karena kalau sampai ketahuan kita berbohong, maka klaim bisa tidak dibayarkan.
Makanya ketika mengisi surat pengajuan, ditekankan untuk mengisinya secara jujur justru untuk kepentingan klien sendiri, yaitu kemudahan dalam memperoleh klaim

Dengan penjelasan segambreng itu, hubby udah tertarik untuk ikut Asji. Tapi unitlink (UL)-nya gak mau ditutup aja gitu. Katanya sayang. Duileh, berasa kebanyakan duit apah? Secara duit kita kan sebenarnya ngepas untuk investasi. Lah daripada bayar UL 300 ribu/bulan atau 3,6 juta/tahun, kan mending untuk beli sepatu RD toh?

Akhirnya tadi pagi gue BBM Mbak agen, minta tolong bikinin analisa term life vs unit link dengan jumlah premi yang dibayarkan hubby. Gile, hasilnya mencengangkan! *maklum norak*. Yang mau baca, ini ya hasil analisanya doi:

  • Unitlink

– UP Rp 100 juta
– Masa Pertanggungan s/d 99 tahun
– Premi per tahun Rp 3,6 juta
– Masa pembayaran 10 tahun
– Estimasi hasil investasi Rp 53.557.000

  • Term life 20 tahun + Reksa Dana

– UP Rp 100 juta
– Masa pertanggungan 20 tahun
– Premi per tahun Rp 582.400
– Masa pembayaran 20 tahun
– Estimasi hasil investasi Rp 105.501.000 (premi unit link Rp 3,6 juta/tahun dikurangi premi term life Rp 582.400/tahun, hasilnya jadi Rp 3.017.600/tahun. Ini di-invest ke Reksa Dana selama 10 tahun)

Tuh jauh bener yak bedanya? Langsung dah tuh email gue forward ke hubby. Mudah-mudahan dia sadar yaa.. Amiinnn.. *jawab sendiri* Trus barusan gue BBM-an sama Dina lagi, dia tetep menyarankan gue untuk studi banding ke ManusiauHidup (terjemahin ke B. Enggres) untuk asuransi hubby. Sapa tau dapet yang lebih murce lagi, pan lumayan tokh?

Oh ya, Senin lalu juga gue sempet beli Reksa Dana Saham (RDS) di bank BiasaKaya (terjemahin sendiri ke B. Enggres). I’ll discuss about it in other post ahh.. *supaya keliatan blog-nya meriah gichuu..*

Oke deh segitu ajah. Cheriooooo!!!

35 thoughts on “AFL: Masih tentang AsJi

  1. wuah, thanks mak ira for sharing soal2 beginian.

    jadi kalo dibandingin sama manuhidup, premi sunhidup masih lebih mihil yah.

    jadi makin ga sabar nunggu seri alice in finland selanjutnyah😀

    btw, bolehkah minta contact person agen nyah manu dan sun? *kedip2mata*

    • Gak juga Mak. Kalo yang Manusiau Hidup kemarin kan untuk 10 tahun, dengan UP yang beda. Ntar sore rencananya Agen Manusiau Hidup mau kasih gue proposal. Besok gue jembrengin dimari yak.

      CP agen besok ya, sekalian sama si Manusiau Hidup. Kalo agen Matahari Hidup kan oke, tapi yang Manusiau Hidup baru aja telp gue. Jadi, belum ketauan recommended/gak. Gpp yak?🙂

  2. horeeee..
    lengkap bener mak🙂 )

    eh eh kmrn itu gw coba bikin perbandingan UL sm term
    tapi dgn tujuan ybs sadar dy rugi brp di UL
    jadi term nya gw buat umurnya sama ky pas bikin UL
    wah angkanya lumayan mencengangkan loh mak
    mintanya sama si agen tercinta mataharihidup😉

    goodluck ya mak hihihi

    tar ilmunya diteruskan ke teman2 yg lain yaaaa

  3. hi mbak ira,

    kalo boleh komen ttg perbandingan antara unit link vs. term life + reksadana itu, sebenarnya ada perbedaan mendasar loh.

    di unit link, itu masa pertanggungannya adalah selama 99thn. jadi duit yang dibayarkan untuk premi sebesar 3.6juta per thn itu adalah untuk asuransi selama 99thn, sementara yang term life, hanya untuk 20thn. tentu saja jadinya lebih murah.

    lalu masa pembayaran unit link adalah 10thn, dan term life itu untuk 20thn, jadi tentunya beda banget ya. jadi maaf, menurut saya itu gak compare apple to apple.

    unit link memang tidak tepat kalau emang perencanaan investasi keluarganya tidak pas dengan produk ini. tapi bukan berarti ada yang salah dengan produk tsb. di 5thn pertama memang dana yang masuk untuk pembayaran premi di unit link adalah untuk premi asuransi nya. di thn ke 6 baru masuk ke investasi, tapi ingat, di tahun ke 5 itu artinya asuransinya sudah terbayarkan. jadi maksudnya memaksa keluarga untuk punya proteksi dulu, baru memaksa investasi.

    krn kalo investasi tapi tidak terproteksi, kalau terjadi apa2 di tengah2 jalan *touch wood* justru malah bahaya. contoh: punya investasi yang mana tiap bulan mesti masuk duit sejumlah X rupiah, dan ada asji yang mana preminya dibayarkan tiap bulan misalnya. lalu di tahun ke 2, terkena stroke (misalnya yaaa). walaupun tidak critical dan tidak terminal, tapi menyebabkan kelumpuhan sehingga tidak bisa bekerja. lalu bagaimana bisa memasukkan investasi dan bayar premi? sementara asuransinya tidak cover permanent disability? paling hanya rider jadi di waive premi asuransi nya, tapi dana asji juga tidak bisa keluar, karena tidak penanggung masih hidup.

    just my two cents. semoga bisa diterima🙂 makasiihhh..

    • hai mbak lia,
      saya blh ikut nimbrung ya

      perbandingan antara unit link dan term+RD mmg bukan apple to apple dan sll saja jadi debat panjang😀
      selama ini yg saya lakukan membandingkan jumlah yang klien bayar dgn budget sekian

      pertanyaan pertama saya.
      unit link memiliki perlindungan smp 99thn, yes, sama spt produk whole life. pertanyaan nya apakah semua orang perlu perlindungan smp 99th? mengapa?

      ttg masa pembayaran, semakin pendek jk wkt pembayaran,
      biasanya preminya makin mahal bukan mbak lia. istilahnya spt mencicil.

      saya pribadi selalu menyarankan utk memenuhi proteksi terlebih dahulu sebelum mulai investasi. karena itu pilar dari perencanaan keuangan. soal rider permanent disability, itu khan bisa ditambahkan. mmg sebaiknya juga dimiliki. tp mmg artinya tambahan budget lagi.

      semua produk, termasuk unit link ada kelebihan dan kekurangannya, dan yang pasti bukan produknya yang salah. pertanyaan nya apakah produk ini paling pas untuk memenuhi kebutuhan customer dari segi produk dan harga..??

      unit link itu produk yang bagus, kalo pas penggunaannya😉

      apapun produk yg kita beli, mari dikenal dulu, jgn asal beli, karena biar gimana juga masa depan kita dipengaruhi sama pilihan2 kita.

      mak Ira maap panjang bnr numpang komennya

      • Nah itu Mbak Lia, udah dijawab sama Dina. Lagi pula, aku nggak bilang unit link jelek or gimana lho. Tapi berhubung budget-ku ngepas, untuk saat ini, aku rasa aku belum perlu unit link. Makasih ya komennya🙂

    • yang pasti UPnya UL yang saya punya (dan mau ditutup) nggak cukup buat keluarga saya kalo suatu hari ada sesuatu. Masalahnya agen2 UL nih kadang2 cuma ngejar komisi doang… dan bukannya ngasitau berapa UP yg kita butuh tapi ngasi itungan dari BERAPA kita mau bayar premi/invest tiap bulan. *dendam sama ipar sendiri*. Beberapa agen malah nggak mau nerima kalo kita nanyain ASJI. Udah ga jaman, sekarang saya cuman punya UL. yayuk..

      kalo mau yang proteksi sampe 99 tahun , di asuransi termlife juga ada kok. Mau yang jangka waktu tertentu aja sampe anak udah mapan ya bisa… masak sih kita mau tetep biayain anak kalo dia udah bisa kerja sendiri? keenakan anaknya dong… :p Kita kan juga mau jalan2 di hari tua :p

      Emang sih, ga enaknya kalo ASJI murni ga bakal ada cerita duit balik dr premi yg ditabungin. Duh, ngebayangin kalo ditabung biasa atau dibeliin emas pasti dapet banyak juga nyesek… ( eh tergantung tipe asuransinya ding, ada juga yang bisa diambil uangnya tapi proteksinya hilang). Tapi umur ga bisa ketebak, yang apes sih kalo pas proteksi berakhir, besoknya mati… ngenes *knock on wood*

      trus kalo asji kan juga ada tawaran waive premi dan riders u/ kecelakaan/disability. Ya emang jadi tambah mahal preminya. tp at least bisa keluar juga UP buat anak… Berdoanya sih walo ikutan asuransi tetep sehat walafiat dong. Biarin deh sedekah sama perusahaan asuransi, yang penting kalo ada suatu yg buruk kejadian sama kita, anak2 nggak kaliren.

      Betul, semua produk asuransi pasti ada plus minus-nya buat keadaan keuangan kita, dan buat keluarga. Ga bisa pake jenis asuransi yang sama premi yang sama buat tiap orang..

      • Intinya sih gue setuju sama komennya Dina kemarin pas gue ceting sama doi:

        “Mau pake Asji or UL, semua terserah kepada orangnya. Yang penting dia ngerti apa yang dia beli, bukan karena dibego-begoin agennya.”

  4. Pingback: Confession of A (ex) Shopaholic « Our Diary

  5. wah kayaknya mbak2 salah paham dengan komen saya. saya juga ga bilang kok kalo mbak ira bilang unit link ini jelek, saya hanya ngasih angle lain aja. dan saya setuju banget dengan apa yang dibilang mbak dina, kalau semua produk finansial itu ada kelebihan dan kekurangannya, jadi mesti diteliti apakah produk itu sesuai dengan kebutuhan konsumer.

    saya tidak bermaksud untuk mengkritik kok, hanya menambahkan diskusi aja. karena kebutuhan masing2 orang kan berbeda. hanya saja saya sering sekali mendengar orang sudah langsung gak mau duluan punya UL karena ada FP yang bilang sebaiknya UL ditutup aja. gak papa sih kalo emang ternyata gak cocok dan ga pas dengan kebutuhan, ya daripada bikin rugi, sebaiknya ditutup.

    • Gpp koq Mbak Lia. Cmiiw, yang aku tangkep dari komennya Dina, UL itu tidak jelek, tapi tidak selalu cocok untuk semua orang. Untuk orang-orang berpendapatan ngepas kayak aku (hehehe..) lebih baik pilih term life dikombinasikan dengan reksa dana. Lagi pula, hasil baca-baca blog-nya Aidil Akbar dan seminar financial bersama Ligwina Hananto, dijelaskan bahwa unit link itu asalnya merupakan produk investasi dengan pajak berstruktur di luar negeri. Yang cocok berinvestasi di unit link adalah mereka yang punya uang berlebih seperti miliarder gitu.

      Thx for the comment ya Mbak🙂

  6. Aduh mak Ira. blog mu itu selalu memberikan ilmu yg bermanfaat dan inspirasi buat emak2 yang lain..saluuuut deh..
    Gw pribadi jg lg belajar nih mslh investasi n asuransi secara pemasukan jg ngepas sementara pengeluaran huwaaaaa…
    Sedikit2 dah mulai berinvestasi walopun kecil2an tiap bln, tp sesuai dgn anjuran para FP, biar kecil yg penting rutin dan rajin, lagipula kan sedikit demi sedikit lama2 menjadi bukit..ya kan ??😀
    Laki gw jg bikin UL n gw jg jd kepikiran ama itu UL, gw jg dah mulai berdiskusi ama dia soal UL itu, tp ya doi msh rasa penting punya UL itu. Gw sendiri msh mencoba menelaah *ceile* satu2 plus minusnya dulu. Bener2 butuh byk info n narasumber utk membagi ilmunya ke gw. So, TFS banget..ditunggu lg info2 selanjutnyaya..

    Btw mak Dina, boleh jg donk ikutan berkonsultasi *nglunjak bgt baru kenal* xixixixi

    • Haiyah, kasih inspirasi apaan. Wong gue bebal begini koq. Bener deh *usaha nurunin harga naikin mutu :-P*

      Iya menurut gue sih, rajin-rajin baca dan gugling deh Mak. Gue sih baca-baca si catatankeluargamuda, blog-nya Ligwina di QM Financial, trus Aidil Akbar juga. Or cara tersingkat, ya konsul sm Dina deh, hihihi…

  7. Ira, kenalan dong dong dong😉
    Iseng-iseng blogwalking seru jg nih baca diarynya Ira
    Btw gw mau dong kontaknya agen MatahariHidup boleh yah kakakkk..
    Suami gw udh pake ManusiaHidup, skr lg cari2 bwt gw nih..
    Thx b4 ya Ra🙂

  8. Pingback: AFL: I Did It, Asji! « Our Diary

  9. malam mbak Ira… kalo bole saya di share kenalan2 agen ASJI nya mba Ira.. saya beberapa kali muter2 cari ASJI tp kedapetan agen yang sesat terus😦

    kalo gk keberatan tolong saya di email di b4m_po@yahoo.com
    🙂 thanks a lot yah

  10. Mbak Ira,blognya ngebantu banget buat aku yang pengen belajar simple financial planning…btw, boleh minta email nya mbak vivien – matahari hidup kah ? tertarik mau nanya2 nih..:d

    makasih yah

  11. Setelah berhari2 ngelmu financial planning dari blognya, berasa ada lampu neon nyala.
    Jeng ir., akhirnya pake asuransi apa? Mo dong kirimin kontak agennya. Plis… Kta jg lagi nyari2 asji. Makasih ya sebelumnya..

  12. hi..aku baru pertama kali baca beginian n langsung bengong gak mudeng..hehe
    mw nanya stupid question nie:
    Term life itu Asji ya,yg contohnya manuhidup n mataharihidup. Klo Unit link itu contohnya apa ya?gak mudeng unit link apaan..hihi mohon pencerahannya ^^

  13. Salam kenal Mbak, tadi lagi liat-liat stat blog ternyata ada yang masuk lewat blog mbak. Pas liat komen, ternyata ada nama blog saya disebut2. Duh, jadi bangga dan malu, hehehe. Thanx ya Mbak udah mampir-mampir ke blog saya.

  14. Kalo liat dari isi blog sih ngga bisa dikategorikan awam kali, hehehe. Saya juga masih belajar kok, tapi skalian sharing kalo ada waktu. Makanya namanya masih junior mulu dari dulu, hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s