Nadira’s 2nd Birthday

Ya ampun, ini emak macam apa ya, ultah anaknya udah lewat 11 hari baru sempet bikin tulisannya di blog *plak kanan kiri depan belakang*

Untuk ulangtahun kali ini, gue nggak se-well prepared kayak ultah Nadira yang pertama. Waktu itu gue bikin cupcake sendiri dan belanja perabotan baking-nya kayak DCC (dark cooking chocolate), papercup, loyang, sprinkle, fondant, etc, sejak jauh-jauh hari. Apalagi gue cuti beberapa hari sebelum hari H, supaya bisa eksperimen nyobain bikin kue-kuenya, trial and error gitu.

Trus, pas hari H, gue bikin cupcake buat dibagi-bagi ke tetangga plus syarat Nadira tiup lilin. Kebetulan, wikennya ada acara arisan keluarga di rumah. Jadi deh ultah Nadira dirayain berbarengan acara arisan. Waktu itu gue bikin goody bag, isinya tas buat renang + susu UHT cupcake  dan lolipop bikin sendiri. Keriting sih, tapi lumayan, selain Nadira dapet kado, gue juga dapet duit arisan, hehehe *emak gak mau rugi*

Yang sekarang mah boro-boro deh. Gue cuma sempet cuti pas tanggal 20 dan 21 karena jatah cuti yang menifis dan plan mau ke Yogya tanggal 9-11 Februari nanti. Akhirnya, nggak sempet bikin macem-macem. Rencana bikin kue ultah ciamik kayak di pelem-pelem pun cuma jadi kue cokelat telanjang tanpa dekorasi apapun Hiikksss…. >_<

Untung MIL gue tercinta *uhuk keselek* bikinin nasi kuning. Dan karena gak sempet beli lilin ultah, jadinya pake lilin lampu mati aja. Eh begitu dinyalain lilinnya, siap-siap doa dan disuruh tiup lilin, bocahnya mewek. Kayaknya she didn’t like it when people gave full attention to her deh. Like mother like daughter banget siiihh😉

Yah meski cupu dan seadanya wae, Alhamdulillah bocah doyan banget sama kue dan nasi kuningnya. Bagus juga gue jadi gak usah masak buat bekal piknik ke TSI, hehehe.. *femalash kronis*

Di TSI, Nadira yang sejak beberapa minggu sebelumnya udah antusias banget mau “Aik ajah (naik gajah), iat zeba (liat zebra), aik uda (naik kuda), poto macan (foto bareng macan), etc”, langsung mengkeret. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah si zebra yang kasih welcoming lick, alias menyambut kami dengan menjilat-jilat jendela. Lha, anak gue yang baru kenal hewan cuma dari boneka, gambar-gambar dan poto-poto, serta belum pernah diajak ke Ragunan sekalipun, langsung histeris dah.

Lesson learned: Jangan pernah ajak anak ke TSI kalo sebelumnya belum pernah liat hewan dalam bentuk aslinya. Agresor semua pula. Agresif dan hobi nyosor gitu. Beda banget sama di kebun binatang yang hewan-hewannya anteng dan manis di dalam kandang.

Nadira baru senyum ceria pas kita masuk ke taman bermainnya TSI daaann…. naik merry go round saja dong! Yaelah, Nak, kalo ke TSI cuma supaya naik beginian mah, mending kita ke mol aja nyok. *emaknya senewen*

Selesai ke TSI, kita balik ke hotel. Malemnya sempet ngajak Nadira jalan-jalan ke Puncak Pass. Ehh.. Bukannya liat pemandangan sekitar, bocahnya malah molor. Jadilah emak bapaknya cekikikan ngeliatin abang-abang Villa yang sibuk menarik perhatian orang-orang lewat.

Setelah check out keesokan harinya, kita sempet mampir di Cimory. Tadinya hubby mau beli oleh-oleh buat orang rumah. Gue langsung komplain karena, susu Cimory kata Mas-nya cuma kuat 4-5 jam di luar kulkas. Lah, dari Cimory, kita mau mampir ke mesjid (hubby Jumatan) trus lunch trus ke makam FIL di Tonjong, baru pulang. Bisa-bisa tuh susu jadi yogurt kali. Lagian pan, susu Cimory bisa dibeli di Jakarta bukan?

Akhirnya ya emang gak jadi beli susu di sini. Cuma sempet beli bakpao susunya Cimory yang isi ayam (uenaaakkk..) dan memuaskan Nadira naik sapi-sapian di playground-nya.

Sampe Bogor, hubby solat Jumat bentar trus kita capcus lunch ke Kedai Kita, rekomen Mbak Nuke. Lokasinya di Jl Pangrango, depan-depanan sm Pia Apple Pie. Karena baru pertama kali ke situ, bingung sendiri mau makan apa. Nadira minta mie, hubby tertarik ikan nila, gue nepsong sama zuppa soup. Akhirnya dipesen lah mie goreng ayam, nila bakar dan zuppa soup. Mau pesen pizza kayu bakar rekomennya Mbak Nuke gak jadi karena perut udah kepenuhan plus bisa diomelin dokter karena eikeh pan lagi diet.

Overall, lumayan koq rasanya. Tapi yang enak banget adalah acarnya! Gue yang gak pernah doyan ketimun dan acar aja sampe ketagihan. Nadira juga. Sampe akhirnya gue minta nambah acarnya deh, hehehe..

Oh ya, di Kedai Kita juga ada playground kecil-kecilan. Isinya perosotan, ayunan dan mainan Little Tikes gitu. Nadira pun nggak mau pulang, maunya main terus di situ. Akhirnya daripada kelamaan, gue minta hubby nemenin Nadira main sementara gue sempetin cari oleh-oleh. Pas liat-liat, di samping rumah yang jual apple pie, ada rumah yang jual klappertaart. Yah nyobain itu aja deh. Lumayan sih ya, harganya yg size kecil cmiiw 7 ribu/mangkuk, rasanya juga enak koq.

Yah demikian rangkuman (halah) acara ultahnya Nadira yang kedua. Simple dan gak ribet kan?🙂 Yang penting sekarang adalah gimana gue dan hubby menghemat stok sabar di gudang. Maklum, di umur 2 tahun ini, Nadira sering banget tantrum, banyak maunya tapi nggak jelas, dan segala hal yang menguji kesabaran. Hadeehh.. *elus dada*

Anyway, happy birthday, Kiddo! *smooches*

6 thoughts on “Nadira’s 2nd Birthday

  1. Pingback: Weaning with Love (and Persistence) « Our Diary

  2. Pingback: Discovering Yogyakarta, 1st Post « Our Diary

  3. Pingback: Pretend Play « The Sun is Getting High, We're Moving On

  4. Pingback: Cita-Citaku « The Sun is Getting High, We're Moving On

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s