Fun, Fun, Fun!

Siapa yang suka mengajak anak ke mal dan main berbagai wahana di sana? Gue yakin, nyaris semua ibu-ibu pasti pernah melakukannya. I’m one of them. Naik Choo Choo Train lah, Merry Go Round lah, or naik mainan koin.

Terus terang, gue sih nggak pilah-pilih. Main di Miniapolis, ayok asal jangan sering-sering. Main di game center di Pasar Kramat Jati atau bazaar deket rumah pun gak masyalah. Lagian menurut gue, anak-anak nggak mempersoalkan lokasi, harga dan gengsi ya. Yang penting buat mereka adalah sisi fun-nya. Wong naik odong-odong or becak aja udah pada girang benget koq๐Ÿ™‚

Waktu di Miniapolis or entertainment center di high end malls, Nadira girang banget meski emaknya bokek karena mihil cyin. Waktu main di Kramat Jati, girangnya juga nggak ketulungan meski murce. That proves my previous theory, right?

Untuk perbandingan harga, kalo gak salah begini ye:

1.ย Miniapolis, naik Choo Choo Train 30 ribu (begitu juga di Gandaria City, PIM 2 dan Grand Ind). Terus Merry Go Round 25 ribu. Kalo jadi member, dapet diskon sekitar 5 ribu lah.

2. Di Mal Artha Gading, kereta-keretaan 8 ribu (tapi ortu nggak bisa naik) dan Merry Go Round segituan juga. Lupa tepatnya, tapi cmiiw, gak sampe 10 ribu deh. Mainan lain yang macem mainan koin rata-rata persesi 2500.

3. Di Kramat Jati, merry go round cuma 2ribu perak, bisa dinaiki 3 orang bocah. Tapi emang sih kudanya kecil-kecil benget, gak sebanding sama di Miniapolis. Kereta-keretaan 5 ribu sajah. Mainan koin (kayak si bebek di poto di bawah ini)ย rata-rata 1 koin alias seribu.

4. Yang paling spektakuler adalah kereta-keretaan di bazaar kampung deket rumah nyokap. Cuma bayar 3 ribu, jalannya cepet danย lamaa banget, sampe Nadira bosen dan minta turun. Tapi ya gitu deh, bunyinya bukan bunyi kereta, melainkan bunyi sirine ambulan๐Ÿ˜€

Another alternative is going to Taman Mini Indonesia Indah. Minggu (9/1) lalu gue, hubby, Nadira, Langit &ย my sister coba main ke sono. Well, buat Nadira sih ini her 2nd time going ya. Tapi waktu itu, dia belum senorak skrg sama mainan dan kereta-keretaan.

Dan bener aja, bocah-bocah itu pada noraakk abis saat naik kereta gantung, dan kereta api mini plus keliling-keliling TMII. Biaya yang dikeluarin juga sedeng aja sih, nggak mahal-mahal amat. Tiket masuk 9 ribu/orang (dewasa aja, anak-anak gak bayar). Btw kata Mak Sally, kalo Minggu pagi sebelum jam 7 tiketnya malah turun, cuma 5 ribu/org , plus ada bazaar di deket taman burung.

Terus, untuk naik kereta gantung atau Sky Lift, biayanya 25 ribu/orang (dewasa aja, anak-anak di bawah tinggi 85 cm gak bayar), kereta layang Titihan Samirono 15 ribu/orang (gak tau dewasa aja or anak-anak juga bayar karena gue kagak naik), kereta api mini 10 ribu/orang (1 tahun < harus bayar). Untuk museum-museum, rata-rata bayar tiket masuk 5 ribu/orang. Di Istana anak-anak, banyak mainan yang macem di mal, dengan biaya 2 ribu – 10 ribu/orang.

Jadi, menurut gue mah, ajak anak main ke mal gak masalah karena mal jaman sekarang kan terintegrasi dgn berbagai wahana permainan. Tapi supaya nggak bosen (dan nggak tongpes juga sih hehehe :-D), lebih baik dikombinasikan dengan jalan-jalan ke lokasi lain, macam TMII, Ragunan, Taman Safari or Ancol. Ya nggak, ya nggak, ya nggak? *cari dukungan*

Btw, abis mainan, jangan lupa tangan anak-anak dilap pake tisu antiseptik ya. Daripada kena penyakit HFMD atau penyakit-penyakit lain toh?๐Ÿ™‚

10 thoughts on “Fun, Fun, Fun!

  1. mak Nadira, musti nyoba ke ragunan๐Ÿ™‚ ..CMIIW, gw rasa itu tempat wisata palling murah bener..tiket masuk 4rb saja(dewasa), anak2 berapa yaa, lupa 3rb klo ga’ salah..puas bgt liat binatang2nya, jalan kaki siy *gempormodeon* hehehe..

  2. waahh… asiknya!
    emang dweh, emak2 seneng bawa anaknya jalan2. Abrar paling seneng liat mobil2, so dia diajak naik mobil liat2 jalanan + mobil2 seliweran juga udah seneng hehehe..

    dia lebih seneng naik odong2, daripada naik mobil2an di mol (emaknya jadi irit) ;p

    Pengen deh lebih sering bawa ke taman, kayak Kebun Raya Bogor, Taman Menteng, dst.

    • Yoi Mak, asik banget ke taman gitu krn bosen bener kan ke mal. Konsumtif pula. Kalo gue, alternatif lain kalo taman penuh, ke resto yang ada playground-nya. Sambil makan, sambil Nadira main2. Lumayaann๐Ÿ™‚

  3. Eh Ganesh udah pernah ke Ragunan. Gw yang gak tahan, Bok. Dia mah demen. Bener juga teori loe *tumben kali ini loe bener nyehehe*, anak-anak mana ngarti sih Miniapolis, Cho Cho Train endebre endebre…taunya naek kereta keliling-keliling asoy ajah.

  4. Hehehe namanya anak2, dibawa ke playground nya carrefour aja sudah happy. Murah pula 15ribu sampai puasss๐Ÿ˜€. Btw, mbak Ira ini saudara kandung mbak Lita to?

  5. Setuju mak Nadira,… krn buat anak adalah sensasi senang, bermain dan ketemu teman. So, tempat ga jadi masalah,,,apalagi ga bikin emaknya tongpes *makmedit*

    Fadly yg belum Taman Safari nih,,,ga brani bawa Fadly ke sono pake motor,hihihi nunggu tebengan aja deh.

    Monas jga asik tuh mak buat jalan2 plus jajan es krim. Kepengen ngajakin Fadly minggu2 maen sepedaan di sono, tapi ga tahan pegelnya bopong sepeda dari rumah๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s