Harta, Tahta, Wanita

*Ini ceritanya sambungan tulisan poligami yang gue tulis sebelumnya*

Saya kenal Aa mulai dari dia jualan koran, kalender, bakso sampai punya banyak usaha seperti sekarang ini. Oleh karena itu, jangan melihat orang dari harta, tapi lihat dari semangat kerja dan belajarnya.

Itulah ucapan Teh Ninih yang diucapkannya beberapa waktu lalu, seperti yang ditulis dalam tabloid Nova edisi terbaru. Nggak ada yang salah kan dengan ucapan itu? Tapi coba telaah lebih dalam lagi. Ada hidden agenda di situ, sindiran secara halus kepada perempuan-perempuan yang tertarik pada laki-laki sukses dan kaya raya, meski si laki-laki itu sudah punya istri dan anak.

Gue jadi inget ada pameo yang menyebutkan (kira-kira aja ya, lupa tepatnya gimana):

Ujian paling besar untuk suami adalah saat ia berada di puncak kesuksesan.

Dan, kenyataannya memang begitu. Bahkan sampe ada istilah, godaan untuk laki-laki adalah Harta, Tahta dan Wanita. Begitu mereka punya harta dan tahta, serta merta wanita pun akan datang mengelilingi. Sering kali, ini bikin mereka besar kepala. Jadi lupa deh sama orang yang setia menemani  dari jaman susah dulu.

Mau contoh? Liat aja para pelawak yang sering nongol di TV. Rata-rata mereka punya istri lebih dari satu. Dan coba bandingkan istri pertama dan istri kedua, ketiga, keempat mereka. Istri pertama, pada umumnya, (maaf nih) lebih jelek dari sisi penampilan. Udah tua, gak modis, gak cantik, wajah terlihat layu dan lelah, kampungan pula. Trus liat istri-istri lanjutannya. Rata-rata sih masih muda, stylish, seksi, well-dressed, bahkan istri keduanya Kiwil artis sinetron lho, meski abal-abal.

Tapii… Istri pertama itulah yang rela menerima sang suami apa adanya. Seperti yang diungkapkan Teh Ninih. Istri pertama biasanya yang mendampingi suami dari mereka masih Nobody sampe bisa jadi Somebody. Bahkan nggak sedikit yang rela membanting tulang untuk menghidupi keluarga saat si suami masih belum bisa menghasilkan uang (contoh: mantan-mantan istrinya Eep dan Tora).

Saat sang suami sukses, pandangannya pun jadi luas. Perempuan-perempuan yang dulu menolak mereka, sekarang langsung nempel bak perangko. Belum lagi perempuan-perempuan muda, cantik dan seksi yang rela melakukan dan menuruti apa saja kemauan mereka. Istri-istri yang setia menunggu di rumah pun jadi terlihat kampungan, cerewet dan demanding. Kayak pepatah, “Panas setahun dihapus hujan sehari”, jasa-jasa para istri benar-benar terlupakan karena kini, banyak perempuan yang jauh lebih cantik dan muda yang mau dengan mereka.

Kasus poligami kayak Aa Gym, Parto, Kiwil, dan Aziz Gagap, kasus ‘pendepakan’ istri pertama karena si suami menemukan perempuan lain yang lebih cantik seperti Tora dan Eep, atau kasus om-om yang suka ‘main’ dan selingkuh dengan cewek-cewek muda seperti Yahya Zaini, bikin gemes banget deh. No wonder di Thailand, gue pernah baca, ada seorang model yang mukanya rusak karena disiram air keras saat lagi jalan. Ternyata si model jadi cem-ceman alias bini muda seorang pejabat yang sudah berkeluarga. Istri si pejabat marah dan menyuruh orang untuk menyiram air keras ke muka si model.

Gue sih nggak ngerasa simpati gimana gitu ya dengan kasus ini, malah sibuk nyukurin hehehe… *evil smirk*. Tapi menurut gue, yang dihukum mbok ya jangan cuma si bini muda. Laki-lakinya itu lho, dikebiri kek gitu *asah golok*

Aduuhh.. Amit-amit jabang bayi, jangan sampe penyakit macam gitu menjangkiti laki gue. Kalo pun iya, well gue sih nggak terlalu takut. I have this motto that I solemnly try to imprint in mind: “Revenge is a dish best served cold”. So don’t f*ck with me, or you’ll be f*cked up!

Galak ya bok? Hahahaha… *ketawa kunti :-D*

*picture’s taken from here*

18 thoughts on “Harta, Tahta, Wanita

  1. 3 hal godaan besar..

    hohoho

    nice artikel..

    terus berkarya yah!!

    nb :
    Jgn lupa mampir balik ke blog saia yah!
    Updated anime picture, news and download.
    just @ coretanotaku !!

    ^^

  2. Satuju sayah sama Ira..

    buat gue sih, jaman sekarang mau alesannya demi apapun juga gue ngga bakal rela dipoligami. Itu tandanya laki gue ngga segitu berharganya untuk dipertahankan dan emang saatnya gue hengkang dari hubungan yang dari lakinya sendiri udah ngga menghargai perasaan orang lain, gitu aja kok repot.

    Buat yang mau dengan alasan itu sesuai agama ya monggo lho, tapi ngga usah ngurusin orang lain yang emang ngga ikhlas..

    Eh balesan sayap ibu udah ada dibawah komen lo yg tadi ya Ra.. HTH..

  3. aih serem ya mbak😦
    dulu gw sangking takutnya, gw berharap dalam hati,”Semoga usaha suami gw ga maju, biar dia ga kaya”. walhasil, sampe sekarang segini2 aja ,alias ga dikasi tajir :p

    • Hiyahahaha.. Ideemm!!! Gue jadi bingung, pengeenn banget ngedorong hubby supaya posisi di kantor lebih bagus dr skrg. Tapi ngebayangin dia bakal jd macam Aa Gym, jadi lieur sendiri, hahahaha..😀

  4. Tunggu aja sampai si laki2nya stroke atau penyakitan emang itu istri muda mau ngerawat paling2 di lempar balik ama istri tua, iya kalo istri tua mau juga…xixixi….

    • Itu Itje Trisnawati banget tuh! Dia kan ngerebut Eddy Sud dr istri pertamanya. Trus pas Eddy sakit-sakitan dan stroke, dia minta cerai gimana gitu dan merit lagi sama cowok yang lebih muda. *infotainment banget yak gue :-P*

  5. paling males kalo udah pake alesan agama, seakan-akan bilang “Tuhan aja ngijinin kok lu ngelarang”

    padahal ada yang sholat aja gak setaun sekali eh giliran poligami bawa-bawa nama Tuhan, pengen tak sobek-sobek mulutnya.

    • Hahaha.. Senangnya ada yg lebih galak dr gue!😀 Btw, kalo ada yang bawa2 nama Tuhan, blg “Tuhan aja yang Maha Pemaaf nggak rela diduakan. Gimana gue, manusia yang banyak kekurangannya?”

  6. mau berkomentar dr sisi lain ya, ini terjadi sama karyawan aku dan ini tdk cuma satu banyak bok. Istrinya ada 2malah ada yg 3 itu karyawan lho yg gaji perbulannya cuma 2jutaan, pernah saking penasarannya aku tanya cukup gaji segitu ? trs istri pertamanya tau ga marah ? eh jawabnya cuma gini ” ya dicukup2inlah bu, ya pasti marah cuma sekarang udah ga kok” doohhh jadi bengong gw. Dan pernah lho istri 22nya dibawa pas tour ( 22nya standard ga cakep2 amat, beda 2 / 3 tahunan gt ). Halah kok jd panjang gini komennya hihi. Mudah”an suami qt ga ikut”an ya ^-^

    • Kalo gue liat, rata-rata perempuan yg rela dimadu biasanya takut jadi janda. Pertama, karena janda itu punya stereotipe negatif di masyarakat. Kedua, karena dengan jadi janda mereka bingung dengan finansial tanpa kepala keluarga. Ketiga, they love their husbands so much that they’re willing to do that. Keempat, mereka tipe yg gak mampu sendirian tnp suami, alias minder akut. Duh mudah2an laki kita gak ada yang rese kyk poligamers itu ya bok!

  7. Halllow, salam kenal🙂

    Bacanya jd senyum2 miris gitu. Suami gue aja yg dulunya pecinta si Aa sejati pas denger berita ini langsung bete.

    Dia bilang, setiap pasangan mo kaya mo miskin mustinya bikin prenup dulu sebelum nikah, supaya pas suaminya tajir semua bisa dibagi 2 dan ga bikin susah si istri. Walo terkesan pesimistis dgn pernikahan, tp kok kayaknya sekarang masuk akal ya. Lha wong Dai yg dulu hobinya ber “kanda-dinda-bidadari” sama istrinya aja tegaaaa kok menyakiti hati istri yg udah mendampingi dr masa2 susye.

    Huh. Kalo liat beritanya jd pengen kitik2 si Aa pake gergaji!

  8. Mak,..

    cerita ini terjadi jga ma tetangga gw. Dari awal syuseh,si laki jdi preman induk sampe dia jdi juragan beras, kaya, mobilnya banyak, naik haji. Satu ketika,ikut pengajian, ga tau kena pelet atau gimana,,,nikah lagi dengan perempuan lain yg klo kata tetangga gw bilang lebih ndut en maap ga cakep.

    Jelas2 bini pertama yg bohay en seksoy dicampakin gtu aja. Ma bini pertama ada 2 org anak, bini ke dua sampe skrg ga ada anak. Yg kasian, ketika si bini pertama minta cerai,si laki marah2,mukulin,ribut ma org sekampung plus pake acara santet2an.

    Sekarang usahanya bangkrut total setelah cerai. Rumah,mobil disita bank.

    Semoga kita ga ngalamin ya,,,

  9. Pingback: Berat Sebelah « The Sun is Getting High, We're Moving on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s