Ibu Tiri Lebih Kejam Daripada Ibu Kota?

Ibu tiri, hanya cinta, kepada ayahku sajaa…

Tau lagu itu? Lagu tersebut adalah Ratapan Anak Tiri yang jadi soundtrack film berjudul sama. Kisahnya tentang anak tiri yang dianiaya dan dijadikan pembantu oleh ibu tirinya di rumahnya sendiri. Kemudian yang masa kecilnya di era ’80-an kayak siapa ya gue, pasti tau film Arie Hanggara. Film itu diangkat dari kisah nyata Arie Hanggara yang disiksa ibu tiri dan bapak kandungnya sendiri sampe meninggal.

Ya, sosok ibu tiri emang menjadi momok bagi semua orang. Berbagai dongeng pun mengemas tema itu. Mulai dari dongeng lokal Bawang Merah Bawang Putih sampe dongeng bule Cinderella. Semua berkisah tentang ibu tiri yang gilak sadis dan jahatnya. Bikin semua anak tambah ngeper dan parno kalo bapaknya merit lagi dan mereka punya ibu tiri.

Padahal, gak semua ibu tiri itu jahat lho. Belakangan, banyak film yang mulai menampilkan sosok ibu tiri yang baik. Contohnya di film Stepmom yang nampilin akting Julia Roberts (ibu tiri) versus Susan Sarandon (ibu kandung). Asli ini film bikin gue mewek bener, even only by reading the synopsis. 

In real life, gue juga liat sodaranya hubby yang ditinggal ibunya dari usia 2-3 tahun. Trus bapaknya merit lagi dengan janda beranak 1. Alhamdulillah, everything went well. Si anak get along sama sodara tirinya, sama ibu tirinya juga oke-oke aja. Trus pas ibu tiri dan bapaknya punya anak lagi, dia juga sayang banget sama adik barunya itu.

Well, meski ada fakta-fakta positif semacam itu, tetap aja, citra buruk seorang ibu tiri nggak bisa serta merta hilang. Apalagi kenyataannya memang lebih banyak yang buruk daripada yang baik. Contoh terkini adalah kisah Nabila, yang kabur dari rumah karena mengaku disiksa oleh ibu tirinya. Menurut versi bapaknya sih, dia dan istri barunya nggak pernah menyiksa. Tapi ya gitu, karena stereotipe ibu tiri selalu buruk, pasti masyarakat bakal langsung ngecap ibu tirinya itu jahat.

Nggak heran, gue jadi paham kenapa kasus ibu bunuh diri selalu mengajak anak-anak mereka. Meski memang terkesan sadis (gile lo, itu kan sama aja ngebunuh anaklo sendiri!!!), tapi itu lebih dikarenakan insting ibu. Mereka nggak rela kalo anak mereka nanti disia-siakan dan dianiaya oleh ibu tirinya kelak kalo bapaknya merit lagi. No, gue gak memaklumi ataupun membenarkan tindakan ini. Tapi gue ngerti dasar pemikiran kenapa dia begitu.

Maka dari itu, gue kepikiran banget lho untuk bikin surat wasiat yang isinya kira-kira begini:

Kalau aku meninggal duluan, Papa hanya boleh menikah lagi dengan orang yang sayang dan baik kepada Nadira. Untuk mengetahui dia beneran sayang dan baik sama Nadira, dia harus diawasi oleh Enin (nyokap gue) dan Engkung (bokap gue), Upu (nyokapnya hubby), Tanti (adiknya hubby) dan Ita (adik gue), at least sampe lima tahun pernikahan. Kalau ternyata bohong, Nadira harus diserahkan perawatannya kepada Enin dan Engkung, Ita, Tanti atau Upu.

Lumayan ya, lebih parah dari syarat-syarat cari babysitter😛 Tapi daripada arwah gue nanti gak tenang, mending begitu dong! *sewot sendiri gara-gara mengkhayal kejauhan*

7 thoughts on “Ibu Tiri Lebih Kejam Daripada Ibu Kota?

  1. Soal ibu tiri aq mau cerita ttg kerabat dekatku ada yg jd ibu tiri n skrg dah 9m menikah.

    Naaah kerabatku ini malah jd ibu tiri yg teraniyaya. Sang suami yg takut bgt anak2nya ga dpt makan, membelikan berbagai macam makanan enak dan sang istri sbg ibu tiri sama sekali ga dapat bagian. Sering si ibu tiri smp kelaparan gt. Trus kerjaan rumah juga numpuk buanget ga berhenti dr pagi-malam.. Tadinya sblm menikah si ibu tiri bekerja dan berhenti krn menikah. Nah saat menikah itu juga sang ART dberhentikan. Jd si istri udah ky ART aja. Apalagi anak pertama yg kelas 5sd suka ngadu macem2 k bapaknya. Udah deh kalo begitu si suami bisa diem aja ga nyapa n ga ngomong dgn istrinya. Nah akibat kelaparan n bnyk kerjaan itu 4 hari yg lalu kerabatku ini pendarahan hebat dan akhirnya keguguran. Kt dsog nya janinnya ga bkembang *3m pregnancy* krn kurang gizi, pendarahan krn kerja berat+stress..

    Btw surat wasiatnya inspiring bgt..segera dsyahkan d notaris aja mba..hihihi..

    • Wah, koq kasian banget sih Del? Kalo gitu sih, kenapa nggak diomongin aja? Dia kan dinikahi untuk jadi istri dan ibu tiri, bukan jadi pembantu dan nanny, toh? *gemes*

      Iya nih, mau cari pengacara ah. Berapa ya ongkos bikin surat wasiat jaman sekarang?😛

      • dulu si istri ga berani ngomong..jadi cuma curhat aja ke nyokap. tapi kemarin siy dia cerita lagi kalau pasca keguguran minggu lalu akhirnya si istri curhat ke kakak2nya dan ortunya. alhasil si suami kemarin katanya disidang oleh keluarga besar si istri ini. dan hasilnya si istri untuk sementara dibawa dulu oleh keluarganya untuk istirahat total dirumah ortunya. dan si suami disuruh cari ART dan pengasuh anak2 kalau mau istrinya kembali..hihihi gini hari nyari ART dan pengasuh emang gampang…

        bikin wasiat kayaknya ga nyampe sejuta mba. hihi kalo udah bikin kabari yak..info2 tarif… ;p

  2. ra, ini surat wasiat amatlah menginspirasi!! kalo aku tar kalo aku yang duluan, ua tinggal ama mama-papaku, ayahnya boleh liat kapan aja, tapi kalo dibawa ayah, hmmm… agak-agak nggak ikhlas, boleh gak siih???

  3. Pingback: wasiat gw « me and my stories

  4. Pingback: AFL: I Did It, Asji! « Our Diary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s