Poliklinik, Eh, Poligami

Barusan dapet info ttg ‘perseteruan’ istri pertama dan kedua di sebuah milis emak-emak. My reaction was, wow, catfight, catfight, catfight! Dan tentu saja bilang “amit-amit jabang bayi” sambil knocking on woods. Sayang cuma sebentar karena si istri kedua gak reply dan langsung unsubscribe. Kalo gak, bisa panjang tuh kayak Mischa dan Fitri *penikmat sinetron :D*

Polygamy is a very, VERY, big issue for us, women. Right ladies? Jangankan kita yang hanya wanita biasa, wong istri-istrinya Nabi aja mungkin kalo dikasih opsi, nggak mau koq dimadu. Trus Teh Ninih pun mengaku kalo dia sebenarnya gak rela pas Aa Gym menikah lagi dengan Teh Rini. Tapi demi menjadi istri yang sakinah, akhirnya dia rela.

Gue sih nih ya, go to hell lah dengan istilah istri sakinah, solehah, bla-bla-bla, kalo demi mendapatkan label itu, gue harus mau diduakan. Cis, kacang buncis eclek, ogah! Daripada dosa karena gue sirik dan nyumpahin orang melulu, mending nggak deh. Polygamy is not my thing. Lagi pula, mana ada makhluk hidup yang mau diduakan? Binatang peliharaan aja kalo kita duakan, bisa ngamuk koq. Contoh, kasus anaknya Nana Mirdad yang diserang anjing suaminya karena si anjing cemburu sang majikan lebih memperhatikan anaknya.  Lha, gimana kita?

Apalagi dari yang gue baca, Rasulullah itu poligaminya juga nggak yang hajar bleh dan hanya mengatasnamakan nafsu. Banyak syarat-syarat yang harus ditaati sebelum seseorang boleh berpoligami. Salah satunya harus mendapatkan izin istri tanpa paksaan.

No wonder, di beberapa negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, seperti Turki, Bosnia-Herzegovina, Azerbaijan dan Tunisia, poligami dilarang dalam hukum negara. Lalu di Mesir, Maroko dan Libanon, juga dilarang meski tanpa perundang-undangan yang jelas seperti di negara-negara sebelumnya. Kemudian di Libya dan Pakistan, pria yang ingin berpoligami harus menyertakan surat izin tertulis dari istri pertamanya. (taken from here).

Di Indonesia sendiri, as far as I know, kondisinya kayak di Libya dan Pakistan. Untuk pegawai negeri sipil, ada PP No 10 tahun 1983 yang melarang PNS beristri lebih dari 1. Kemudian di UU Perkawinan Nomor 1 tahun 1974, pasal 3 ayat 1 menyebutkan bahwa pada asasnya seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri dan seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami.

Pengadilan agama baru dapat memberikan ijin kepada suami untuk berpoligami apabila ada alasan yang tercantum dalam pasal 4 ayat 2 UU Perkawinan 1/1974 :
1. Istri tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai istri
2. Istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan
3. Istri tidak dapat melahirkan keturunan

Disamping syarat-syarat tersebut yang merupakan alasan untuk dapat mengajukan poligami juga harus dipenuhi syarat-syarat pendukung yaitu :
1. Adanya persetujuan dari istri
2. Ada kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan hidup istri dan anak-anaknya
3. Ada jaminan bahwa suami berlaku adil terhadap para istri dan anak-anaknya.

Intinya: R-I-B-E-T. Alhasil, banyak deh yang di luaran ngaku punya istri 1, tapi ternyata punya selingkuhan atau (beberapa) istri muda yang dinikahi siri (yes, I despise this term, nikah siri, WTF??).

Di era melek internet yang bikin dunia jadi benar-benar selebar daun kelor dan cuma ada six degrees of separation ini, perilaku tersebut masih aja banyak terjadi. Ada lho temen gue, sebut saja si A, yang punya istri sah 1, istri siri 1 dan mereka bertiga main friendster + facebook. Si istri siri majang-majang foto mesra dia dengan si A, plus foto anak mereka. Si istri sah juga begitu. Anehnya sampe skrg si istri sah belum tahu menahu kalo ternyata suaminya punya istri siri. Yang miris tentu aja orang-orang yang tahu kalo si A itu punya istri 2. Mau kasitau istri sahnya, kesannya nosy banget. Tapi nggak dikasitau juga kasian. Ah ya sudah lah, akhirnya dibiarin deh *sigh*

Btw, kenapa gak ada yang mengusulkan poliandri ya? Gue mau lho, asal cowoknya Gerard Butler *ihik ihik :-P*

P.S: I wrote this without any prejudice. Just my opinion on this polygamy thing.

51 thoughts on “Poliklinik, Eh, Poligami

  1. Yeayy,…pelukan kita Mak…gw juga ogah ah *amit-amit jabang bayi ketok meja* klo suami gw mo nikah lagi.

    Buat gw pilihannya : bertahan atau pergi. Trauma eike mak liat kehidupan Emak Babe gw dulu *curcol*

    Setau gw, istri nabi aja punya rasa cemburu, apalagi kita. Jadi lebih baik say No No dah dari pada kaya dirimu bilang Mak…saban ari kita nyumpahin orang😀

    *berpelukan*

    • Bener banget Mak, take it or leave it! Gue pernah baca, Aisyah aja cemburuan lho. Dan memang, sifat cemburu is so human, dan biasanya melekat pada manusia. Jadi, daripada nambah dosa, mending nggak usah deket2 sumber cemburu dah🙂 *hugs*

  2. Pingback: Tweets that mention Poliklinik, Eh, Poligami « Our Diary -- Topsy.com

  3. hihi kocak mba..

    Kalaupun mau spt Rasulullah yg memiliki istri lebih dr 1, haruslah bener2 mengikuti beliau.
    1. Rasul menikah dgn Aisyah setelah Khadijah wafat.
    => Tunggu istri pertama meninggal, baru menikah lg dgn gadis tingting.

    2. Ketika menikah dgn Aisyah, Rasul menikah lg dgn janda2 tua yg suaminya meninggal d medan perang.
    => Istri ke2 dst bukan gadis tingting, janda dan tidak muda.

    Laki2 skrg poligaminya berdalih ingin seperti Rasulullah, tp tidak benar2 mengikuti caranya Rasul.

    Kalau para laki2 berpoligami spt cara Rasulullah S.A.W. Gw yakin ga kan ada perseteruan istri tua vs istri muda.

      • bener mba..

        waktu itu di infotainment ada ustadz yg di wawancara ttg pernikahan Aa Gym.

        Ustadz tsb bilang “saya akan angkat jempol jika Aa mau benar2 seperti rasulullah yg mengambil istri dari kalangan janda tua. bukan seperti yang diambil sekarang.”

        salut banget tuh ma ustadz yg ngomong…tapi abis itu tu ustadz ga pernah nongol lagi..hihihihi

  4. amit-amit jabang bayi, ketok palu, ketok meja, ketok pintu, tok tok tooookkk… siapa di situuuu.

    ih emang gampang punya istri 2…?
    tagihan 2, kulkas musti 2, mobil harus 2, dapur harus 2…. satu aja udah ribet. hueheheeee

  5. Ikut nyamber ya Ra…
    Gw paling sebel klo denger alesan cowok mau poligami cuma semata2 karena ada ayat alQuran yang membolehkan. Yak, bacanya cuma bener2 sepotong ayat itu aja…coba bener2 ngikutin yang dilakukan rasul…emang ada? Even AA Gym aja nikah sama janda cantik dan muda :p

    • Eh mau nambahin, gw baru baca link milisnya…gw tau si istri pertama dan suaminya, gubraaakkk! Kaget karena tau dari milis itu klo suaminya punya istri lagi😦

      • Met, serius lo kenal sama dua orang itu? Ya Allah, kasian banget ya nasib si istri pertama. Miris gue bacanya😦 Dan gue setuju sama komenlo. Laki-laki itu mostly berpoligami dengan mengambil sepotong ayat Al Quran. Pdhl kalo mau, harusnya jangan sepotong dong, tapi seluruhnya. Heran deh!

  6. Pingback: Harta, Tahta, Wanita « Our Diary

  7. hi ira,
    gw tau blog ini dr tmn, dan quite frankly your writings are fresh and to the point, me like😀 *bilingual niyeee..*

    anyway untuk this particular subject, what if it happens to someone close to us? someone u didnt even think would even think of having a polygamist relationship? what would you say to her/him?

    this actually happened to a close friend of mine. sikap gw antara mo memaki2 tmn gw itu krn gw ga habis pikir knp dia nglakuin itu dan berusaha utk ga peduli krn balik lagi gw ngerti itu emg bukan mslh gw.

    cm emg dasar ya gw orgnya terlalu concern kadang2, jd suka gemes pengen komentar aja. seringnya sih gw sindir di twitter dan klo tmn gw nanya, gw blg aja klo itu cuma sebuah kutipan😀

    gw pribadi jg ga ngerti knp ada aja cewe yg mau dimadu atau betapa teganya seorang pria menyakiti istrinya terus menerus, apa lg klo alasannya bawa2 nama kitab suci. kalo alasannya krn takut jd janda, it makes no sense for me. emg sih balik lg ke orgnya, tp kan tp kan tp kan *ngotot*

    anywho, sekian dulu deh komentar dr gw😀
    nice knowing you, ira, and will definitely follow u now hehe

    • Ah ya ampun jadi malu dibilang cihuy blog guee *malu-malu kucing*
      Eh itu temenlo yang poligami or dipoligami? Jangan-jangan temenlo itu gue kenal lagi? Harusnya sih, orang-orang yang berpola pikir modern macam kita *nyari temen* kayaknya rada jarang yang mau digituin ya. Tapi kenyataannya, masih banyak ya bok yang rela dimadu or dengan jahatnya beristri lebih dari 1 meski hidupnya kebarat-baratan. Ih gemes, mau nyunat!

      • cihuy banget hehehe *ngrayu biar ditraktir makan*

        temen gw yang berpoligami..soal lo kenal/ga sm dia, mungkin aja sih, soalnya jakarta jg sempit kan😀

        harusnya sih gitu bu, tp tampaknya dia jatuh cinta lg pada wanita itu dan akhirnya menikah lg dan punya anak dr wanita itu..wanita kedua itu jg tampaknya sangat bangga akan keadaan itu, meski dia hrs menjalani hidup penuh dusta *halah bahasanya dangdut bgt deh*

        duh gw sih udh bukan gemes lg sm dia, cm ya udahlah yaaaa itu hidupnya dia, gw yakin karma itu ada dan sbg tmnnya gw harap dia cukup kuat menghadapi karma itu nantinya *aaaw sok bijak bgt deh gw, pengaruh ujan kyknya*😛

        klo ngmgin mslh ini mah bisa2 gw ikutan ngepost di blog lo😀 ga ada kelarnya..intinya sih, if it were me, gw ga akan mau dan amit2 jabang bayi jgn sampe jg *knock on wood*

        klo mau tau cerita lebih jelasnya musti ktmuan nih kyknya *gosip mode on*

  8. Menarik bgt…,
    Lately….aku banyak bgt baca2 topic yg serupa.
    Gak tau kenapa ampe skrg aku gak setuju aja ama “pologami”…
    Aku juga punya temen yg jadi istri kedua…,nikah siri i supposed…tp ktnya istri pertamanya gak tau ama si istri kedua tsb…,nah berartikan suaminya dah zalimi istri pertama donk…?
    Wah…repot dech,lagian…satu aja juga gak habis2..napa mau 2 ,3 atau 4…belum tentu satu bisa dinafkahi dgn bener…
    Kalo aku sih..biar kata tua atau muda, jelek atau ganteng,miskin atau kaya…asalkan punya sendiri dan gak di kongsi deh…
    Tapi ya mudah2an temen ku itu bahagia aja deh…
    Cinta itu buta”..x ada benernya..
    hehehe

    • Nah itu, temen gue juga gitu, Jeng. Kasian istri pertamanya smp sekarang nggak tau apa-apa. Tapi ngeliat istri keduanya yang bak pungguk merindukan bulan karena jarang ditengokin juga kasian juga. Tapi ya siapa suruh mau jadi bini kedua ya gak sih?

  9. Akhirnya ketemu yang pas jg buat curcol, hehehe…
    *tarik napas sebelum curhat*

    Gw adalah istri ke2…

    Knp gw mau jd istri ke2…?
    Jawabannya sih klasik, karna gw terlanjur sayang dan ga mau kehilangan dia…

    Suami gw udah punya 3 anak dr istri pertama, dia bilang itu sejak pertama kali gw kenal sama dia. Dia orang yang sangat jujur, itu yang sangat gw suka dari dia. Awalnya gw cuma anggap dia sbg teman biasa, karna gw (dulu) antipati bgt dgn POLIGAMI n gw jg udah punya pacar…

    Dia care bgt sama gw, dia sering jd tong sampah utk gw buang semua unek2 gw ttg pacar gw. Dia teman yang sangat baik, teman yang bener2 bisa membuat gw nyaman didekatnya…

    Setelah kenal hampir 1 tahun, dia ngajak gw nikah. WHAT DID YOU SAY…?!!

    Gw panik, karna selama ini gw anggap dia ga lebih dr sekedar temen. Lagipula gw udah punya pacar n yang terpenting sih karna gw BENCI POLIGAMI…!!!

    Sejak kejadian itu, hampir 1 tahun gw menghilang dr dia. Bener2 menghilang…

    Ternyata Tuhan membuka mata gw. Kesombongan gw selama ini yang anti poligami itu runtuh seketika. Gw kehilangan tempat curhat, gw kehilangan orang yang selalu care sama gw, gw kehilangan senyumnya…

    SENYUMNYA…?!! OMG, finally I realized that I loved him and really miss him…😦

    Langsung gw cari info ttg dia. Gw putusin pacar gw. Gw ga peduli dgn apapun jg. Gw cuma mau DIA…!!!

    2 bln kemudian, gw ketemu lg dgn dia. Gw bahagia banget liat senyumnya….!!! Semuanya masih seperti dulu, cuma badannya aja yang jauuuuuhhh lebih kurus…😦

    2 bln kemudian, kami memutuskan untuk menikah (semua keluarga dan istri pertamanya udah dikasih tau). Pernikahan kami TIDAK direstui, tapi itu bukanlah penghalang bagi kami. Gw dan dia sama2 saling menyayangi dan ga sanggup untuk kehilangan satu sama lain. Gw ga peduli jd istri ke2. Gw ga peduli dgn semua tentangan. Gw ga peduli apa kata dunia. YOU’RE NOT OUR JUDGES, WTF…!!!

    Sekarang pernikahan kami udah berjalan hampir 2 tahun, suami gw sangat berusaha utk adil dalam segala hal. Dalam seminggu, dia 4 hari di istri pertamanya dan 3 hari sama gw. Untuk weekend selalu bergantian tiap minggunya. Untuk lebaran, H1 dia dgn yang pertama dan H2 dgn gw…

    Anak2 dr istri pertama udah dikasih tau soal ini, jd ga ada rahasia sedikitpun dalam pernikahan kami (walaupun ga direstui dan ga diakui)…

    Kalo bicara soal perasaan, sampe sejauh ini berjalanpun gw masih ga rela bgt jd istri ke2. Gw selalu cemburu saat dia dgn yang pertama. Salah atau benar perasaan ini, tapi yang jelas gw ga bisa untuk ikhlas kalo mikirin suami gw dgn wanita lain selain gw…!!!

    Benar atau salah. Mau atau tidak mau. Suka atau tidak suka. Cemburu atau bahagia. Ikhlas atau terpaksa. Semua rasa itu selalu menghantui gw setiap hari. Gw ga tau apa yang harus gw lakukan. Gw cuma bisa pasrah dgn keadaan. Biarlah Tuhan yang menentukan semuanya…

    • The first time I read your comment, I was speechless. But I also thought you’re brave enough to write your own story in a public blog, which in this case, is my blog🙂

      Anyway, I never want to put my nose in somebody else’s business. But could you please think with your head, not with your heart, for once? You admitted that you’re jealous with your husband’s 1st wife and you can’t stand imagining him with another woman beside yourself. Well okay, this time, you know who other woman is. But how about next time, if your husband marries another woman (or women) without telling you first, just like he did to his first wife? If you say “there’s no secret in our marriage” are you sure? He probably also confirmed it to his first wife, before he secretly got married with you, didn’t he? So, no-secret policy? I don’t think so, honey. And don’t say “It’s impossible” because just like we all know, anything is possible.

      I don’t know how old you are now, but I guess you’re younger than me. So you still have plenty of time to think and consider which way of life that will make your life happier and more meaningful. Sorry if I may sound too judgmental or making prejudice on you. But I’m just trying to give my opinion here.

      Have a great day!🙂

    • Adil itu bukan 1-1, 2-2. Saya rasa, dari awal seorang pria memutuskan (sepihak) untuk dekat dengan wanita lain yang bukan istrinya … saat itulah ketidakadilan itu dimulai.

      • Widya,..

        saya sungguh salut atas keberanian Widya untuk posting di sini.

        Widya bilang,..ga rela dan ga ikhlas klo ada wanita lain dalam kehidupan suamimu selain dirimu,… gimana perasaan si istri pertama? apakah punya pemikiran yg sama dengan widya? rela kah dia? ikhlas kah dia?

        Pernah kah terpikirkan?

  10. Ah mbak widya, kamu beruntung sekali.. Beruntung karena istri pertama suaminya mbak pasti nggak doyan nonton CSI, Criminal Minds, Castle, Dexter, Monks dll. Kalo iya, mungkin mbak widya ga bisa stumble di blog ini karena udah menghilang… Without any evidence.

  11. Mbak widya..suaminya bruntung bgt ya bs dpt 2 prempuan skaligus dg alesan g bisa keilangan..bae2 bsok2 jg g bs keilangan prempuan lain loh..

  12. Waduh, membayangkan aja gw gak bisa, kalo suaminya ternyata punya temen curhat setahun lebih lamanya, bahkan dinikahi. Kadang pepatah Jawa ada benernya yah “witing tresno jalaran soko kulino (bener gak tuh, maklum jawa murtad haha)” So girls hati2 deh, kalo mo curhat, liat2 lagi udah punya istri n beranak pinak belon. kan masih banyak yg single utk dijadiin temen curhat. Naudzubillah

  13. widya..semoga waktu kamu mutusin untuk nyari DIA bukan karena alesan kamu dipelet yah , karena kalo iya.. duh maaf kamu jadi ga pernah ngerasain betapa nikmatnya jadi yg pertama🙂

  14. Mba widya, cinta itu buta, berdoa jgn smp suami kawin lagi yeeee… Br kawin seumur jagung kaaaaan… Naaaah, kalo smp kawin lagi, mba jgn smp gelap mata yeeeeee *kan cinta buta :D*

  15. Eh..eh.. Btw mba widya, nikah ga disretui sama keluarga istri pertama sih kali ga jadi soal buatmu ya. Tapiii.. Ada hal yg pentiang nih, situ sebagai istri kedua udah bikin prenupt belom waktu nikah? Sah/dicatatkan ke catsip ga? Kalo engga alias cuman nikah siri, posisi hukummu lemah banget. Nanti kalo kamu punya anak, anakmu bakal susah cari akte, kalo ga punya akte susah cari sekolah. Jangan pikir punya anak dari hasil nikah siri bisa jadi peluluh hati. Berat bok, anak udah 3, masih ada 1 lagi.

    Trus, kalo misalnya nih, suamimu meninggal dan ternyata dia ngga ngewarisin satu kolor pun ke kamu, kamu ga bisa nuntut apapun. You are a loser. Apalagi sih.. Bener juga kata yudith, kemungkinan laki2 yang model begini pasti bakal ada jilid 3, 4 dll cakeb dah kalo udah begini.. Yanasip yanasip selamat anda bukan istri muda lagi😀😀 :D…

    Hahahah.. Jadi inget filem Indonesia yg judulnya berbagi suami.Istrinya ada 5, pas pemakaman ada lagi dateng istri paling muda (abege) bawa bayi pulak.. Ngyahahahaa… Mending kaya ya bok, bisa diporotin. Lah kalo ngepas/kere sekalian? Yakin seumur hidup mau makan cinta doang?

    Jadi.. Pilih2 ye kalo mau jadi istri kedua. Mbak wid udah beruntung di satu hal.. Istri tua ga demen nonton pilem konspirasi dan pembunuhan, jadi hidupmu lumayan aman lah.. Nggak tau deh kalok tiba2 anak tirimu suatu hari ga terima dan memilih membela emak kandungnya. Be careful with ur life, sungguh, cemburu itu bahaya cuy!
    *kebanyakan nonton pilem detektip pembunuhan*

  16. S7 ama mbak depe,tetangga gw nih br Aja ngalamin kjadian mirip2..maksa2 kawin ama suami orang,akernya kawin bnran trus hamil,pertengahan hamil ditinggal kerja ke SG,pas anaknya lahir stlh ngabarin,tiba2 g Ada kabar lg,bbrp minggu kmudian si istri muda ini dikasi tau kl si suami udah mninggal&di kremasi trus abunya

  17. Damn kpencet
    ‘… Abunya dikirim ke istri pertama (di luar kota) eeeeh baru2 ini bredar kbr kl kmatian suami ini belum jelas soalnya g ada cttan RS/gmn2 bahwa ni orang sakit/kcelakaan/dibunuh/knp..seolah2 buat menghilangkan jejak Aja…hiiii serem ya mbak widya *kedip2

  18. Pingback: ~ it's mine ~ » Hidup di dalam bayang-bayang..

  19. Wheew udh panjaang Ĥîĥî:D⌣:Dĥîĥî
    Klo eyke blng sih, keputusan mau jdi istri ke 2, 3, 4 dst itu hak si perempuan (itu pun dengan menutup mata bhw ada perempuan lain yg udh lbh berhak atas tu laki ya). Tapi mendapat hidup yg layak dan dibesarkan dg baik adalah kewajiban ortu terhadap anaknya. Jgn krn merasa berhak pgn hdp bhagia kr cinta, jd ga menuhin kewajiban sbg ibu mbak wid. Yg jdi korban akhirnya ANAK!!!!
    Btw di qur’an dblang kok blh nikah smp 4 asal adil, tp di ayat berikutnya disebutin manusia tuh ga akan bs adil

  20. huaaah gara2 ke tanah abang+thamcit baru bisa buka pagi2..
    ikutan komen ya mba ira..

    dear mba widya..

    dari yg aku baca, aku bisa ambil kesimpulan kalau mba tuh EGOIS…dan mencari pembenaran atas tindakan mba..

    mba dengan santainya bilang anak-anak dari istri pertama sudah diberitahu…

    mba, tau ga apa yg ada di pikiran anak2 itu??
    mba tau ga efek dari yg sudah mba lakukan ke kepribadian anak-anak dan impact nya terhadap masa depan anak-anak ???
    mba sadar ga, sekarang mba sudah membuat anak-anak itu menjadi dewasa sebelum waktunya??
    mba sadar ga, kalau mba sudah membuat anak-anak itu belajar tentang kebencian??

    sebenarnya masih lebih banyak lg yg belum saya utarakan…

    semoga mba segera sadar dan tidak terlalu lama terbuai dengan hawa nafsu mba sendiri yaa…

    maaf kalau saya bilang hawa nafsu, tapi emang bener kan hawa nafsu?? soalnya mba yg ngejar dia sih…

  21. Kalo saya sih kepikirannya, gimana anaknyaaaaa?? (meratapinasib). Saya broken home, dulu pas kecil (umur skitar 5th waktu itu) bapak sy ngenalin sy sama perempuan yg harus sy panggil ‘budhe’. Belakangan tau dong ceritanya, WIL-nya bapak ternyata. Gimana perasaan anak umur 5 tahun itu? Membekas lho sampai sekarang, bisa dibayangin gak? Percaya ato gak percaya….saya lupa semua kenangan indah masa kecil, yang paling inget justru kenangan akan ‘budhe’ itu beserta intrik2nya. Dan yang paling parah adalah saking bencinya saya sama bapak n ‘budhe’ itu, sampai umur udah 30 gini, saya gak ada rasa kangen, pengen ketemu n nginget2 bapak saya lho. Sampai2 saya tanamkan ke diri saya, itu bapakmu, bagaimanapun kamu utang kelahiran sama dia! Hanya biar saya masih mau datang meskipun pas lebaran doang.
    ‘kerusakan’ pada mental anak yg menurut saya harus dipikirkan siapa aja yang mau berpoligami n sok2 berdalih atas nama ‘cinta’. Ini penting!!!!

  22. Sebenernya punya madu itu enak, ada partner buat ngurus rumah alias nyaou nyuci ngepel ngelap, lumayan kan ga usah bayar pembokat lagi, mana nyarinya susah… Juga partner buat ngurus anak alias jagain, suaoin makan, gendongin, temenin belajar, asikkk banget kan tuh istri tua bisa punya me time buat molor or ke salon… Juga partner di ranjang alias gantiin istri tua yang kadang jujur aja suka timbul males n capenya kan, senaaaang bisa istirahat full malem hari sambil baca historical romance n harlequin…
    Aku sih belum di madu ya, tapi aku ga keberatan punya barang satu madu lah yaaa dengan alasan2 di atas… Tapi tampaknya suamiku tak mau punya istri dua apalagi sampe empat… Alasan suamiku sih ga ga ga kuaaaat punya mertua n ipar segambreng!… Haaahahahahahah!

  23. dear widya,
    pertama saya mo ucapin terima kasih and menghargai banget keterusterangan anda.i know exactly how hard to say the truth about something which everybody despise of it-no offense-.i myself will think very hard to come out with this.

    just like several comments above,ever consider about the kids’ feeling?
    anggap saja saya kenal dengan mereka yang menghayati pengalaman sebagai anak dari bapak yang punya banyak perempuan dalam hidupnya(kbetulan lingkungan saya hampir semua bapak punya istri lebih dari satu).sedih,kecewa,marah itu sudah pasti dirasakan mereka. tapi bukan hanya karena bapak mereka menyakiti hati mereka, tapi juga menyakiti hati orang yang sangat mereka sayangi, ibu mereka. jika sebagai istri hanya merasakan sakit satu kali sebagai efek dari suami, anak merasakan dua kali lipat, sakit karena mereka yang tersakiti dan sakit karena ibu mereka tersakiti,,you know what i mean?

    orang tua bagi anak adalah role model. contoh. sebagian bahkan mengidolakan orang tua mereka. most of the base of their beliefs come from their parents. bisa bayangkan ketika their picture perfect of the family shattered into pieces?bukan,,bukan,,ini bukan hanya masalah sakit hati. ini juga masalah menghancurkan seluruh dasar kepribadian seorang manusia. can you follow me? coba anda bayangkan semua keyakinan seorang individu tentang keluarga,kasih sayang,menghormati, menghargai, komitmen,kejujuran,kepercayaan,harga diri-masih banyak lagi jika harus diceritakan-semua yang menjadi dasar kepercayaan seorang manusia yang dibangun dari sejak dia lahir hingga the moment they finally knew that their father cheating with some other women, fallen!
    now they have to begin all over from the start. while they must be strong to support their mother and family.in a very young age.
    can you believe how hard to withstand to that situation?
    dan mereka harus berjuang sendiri. me versus the universe.
    beruntung jika mereka punya orang2 yang mendukung mereka. lantas bagaimana kalo mereka berjuang sendiri?
    no wonder we found lots of lost children nowadays.
    lost dalam artian bukan saja tak lagi memiliki orang yang mencintai mereka (karena orang tua mereka begitu sibuk dengan diri masing2,,bapak sibuk dengan istri muda, ibu sibuk dengan bagaimana mempertahankan hidupnya) juga dalam artian tak ada lagi prinsip yang bisa mereka pegang dalam menjalani hidup. hilang karena tak ada lagi figure to be respected.

    i assume you’re a girl not yet a woman. saya rasa sebanyak apapun komentar which shown that you’re wrong, it won’t effect you. you still married him anyway. but you’ll learn. dunia pada akhirnya akan membuat anda mengerti.
    and eventhough lots of agony and suffer and tough days for other family because of your selfish impulsivity, they will be better because they’re getting stronger,compassionate,empathetic,patient and mature. they become spiritually a thousand years older than you in a very younger performance.

    i said they win,, and you’ll be better if you learn. as a woman you should respect your self. you have the right to have husband not only half but full but with dignity. in other words, not by snatching your sister’s. good luck!

  24. Pingback: Tentang Cincin Kawin « The Sun is Getting High, We're Moving on

  25. Pingback: Berat Sebelah « The Sun is Getting High, We're Moving on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s