You’re The Inspiration

Karena sekarang lagi nepsong belajar masak dan bikin kue, otomatis, gue sering banget cari-cari resep lewat bantuan Om Google. Dari situ, gue bertemu dengan blog-blog para ibu yang memuat resep-resep andalan mereka, beserta kisah-kisah tentang anak dan keluarga.

Yang bikin kaget dan terharu sampe sekarang adalah, dua blog yang dibuat oleh dua orang ibu yang sangat cinta pada anak dan suami mereka, namun sekarang keduanya sudah tiada. Blog yang gue maksud adalah blog BundaInong dan blog MbakRuri. Dua-duanya sudah almarhumah sekarang. Tapi resep-resepnya terus dibuka dan dicontek para pengguna internet, sesuai dengan tujuan mereka mem-posting resep-resep itu. Yakni untuk berbagi pengetahuan dan hobi.

Pertama gue baca blog-nya Bunda Inong, gue yang mikir begini β€œWah, enak banget ya jadi anak-anaknya Bunda Inong. Jam berapapun pengen makan sesuatu, pasti ibunya bikinin. Padahal mereka tinggal di Singapura, yang jarang nemu bahan-bahan untuk masakan Indonesia. Pasti anak-anak ini sayang banget dan bangga banget sama Bunda mereka.” Gue salut banget, dan bertekad, Insya Allah akan melakukan apa yang dilakukan Bunda Inong kepada anak-anaknya. Kelak, kalo Nadira udah bisa minta makanan A, B atau C, gue akan berusaha mewujudkan, fresh from the oven. Jadi Insya Allah anak gue tidak akan terlalu suka jajanan dan mudah-mudahan, bisa bangga dan tambah cinta sama emaknya ini.

Rasa salut dan kekaguman gue berubah jadi rasa sedih berkepanjangan pas tahu, ternyata Bunda Inong sudah almarhumah, meski blognya masih bisa dibuka oleh pengguna internet. Duh, aseli, gue sering lho yang nangis sendiri pas baca blognya, ngebayangin anak-anak yang sangat mencintai ibunya itu sekarang pasti sedih karena kehilangan ibu yang rela melakukan apa aja untuk mereka. Plus nggak ada yang membuatkan masakan favorit mereka lagi. Rasa sedih itu tambah parah saat baca blognya alm Mbak Ruri yang juga meninggalkan anak semata wayangnya untuk selama-lamanya.

Ya Allah, kalo itu kejadian sama gue, gimana ya perasaan Nadira nanti ya? Hikss.. *nangis beneran sambil ngetik* Makanya, Insya Allah kalo umur panjang, gue akan terus berusaha menjadi ibu yang baik untuk Nadira. Salah satunya ya dengan belajar masak, supaya kelak gue bisa memenuhi keinginan dia di bidang kuliner. Maklum, kalo disuruh ngejahit, gue nggak bakat bok, hehehe..

Lalu gue juga belajar bahwa dengan mendokumentasikan kenangan-kenangan, kejadian, resep, dll, yang berhubungan sama anak dan keluarga, kita nggak hanya sekadar bikin catatan dan narsis di internet. Kita juga bisa berbagi karena kadang-kadang, pengalaman yang kita alami juga berguna bagi orang lain. Dan, blog semacam itu juga bisa jadi pengobat rindu kalo nanti kita sudah nggak ada.

Bunda Inong dan Mbak Ruri, semoga amal ibadah kalian terus bertambah dengan semakin banyaknya ibu-ibu pemula di dapur seperti aku yang kerjanya bolak-balik mencontek resep dari blog kalian. May you both rest in peace…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s